
Waktu terus berlalu tak terasa hari telah beranjak senja . Di ruang tamu villa , dua keluarga sedang berkumpul sambil mengobrol Kecuali seorang gadis . Para orang tua duduk di sofa yang sudah di alasi selimut berbulu Sedangkan tiga muda mudi duduk di karpet berbulu di depan tungku perapian .
" Hana mana Mom . . ? " kata Devan .
" Tadi masih di kamar . Bentar lagi mungkin turun . . . ! " kata Mommy . Baru saja mommy selesai bicara terdengar suara langkah mendekat .
" Sore semua . . ! " kata Hana dengan wajah lesu .
" bayi besar Mommy udah turun , . ! " kata mommy cerah . Tapi tidak dengan yang lain . Beberapa di antara mereka menatap Hana dengan tertawa lucu . Ada pula yang melongo . Bagaimana tidak Hana yang mereka kenal yang selalu memakai pakaian terkesan tomboy , kini dia datang dengan memakai baju tidur yang lucu yang membuat nya terlihat manja dan imut .
Visual baju yang di pakai Hana .
" Daddy . . . ! " panggil Hana dengan nada sedih , terlihat Hana berkaca-kaca . Daddy menahan tawa nya melihat ekspresi Hana yang terlihat tertekan oleh hukuman mommy nya .
" i'm sorry sweetie , i can't help you . . ! " kata Daddy .
" Hhhft . . hancur , , hancur . . ! " kata Hana seraya duduk di sebelah kiri Sean dengan kesal . Sean tertawa pelan dan mengacak rambut Hana .
" Apa nya yang hancur , kau terlihat manis dengan memakai baju ini. . hahaha . . ! " Sean tak bisa menahan tawa nya lagi . Dia tertawa terbahak-bahak seraya merangkul kepala Hana .
" Bukan nya nolongin malah meledek . . ! " kata Hana semakin cemberut membuat Sean semakin gemas .
Tak sengaja Devan melirik Tara yang duduk tak jauh dari Sean , alis Devan terlihat sedikit mengernyit saat menangkap sorot mata tajam dari tatapan Tara saat melihat interaksi sepasang kekasih itu .
" Sayang , kalau kamu gak suka pake baju ini , kan kamu bisa ganti baju lain . . ! " kata Elly mengusap kepala Hana lembut yang kebetulan tak jauh dari nya .
" Mau ganti baju mana lagi , Tante . Semua baju mommy yang siapin dan Hana harus pakai baju itu sesuai keinginan mommy . . kalau aku tahu hukuman Daddy gak manusiawi seperti ini , mending aku gak ajak Daddy balapan . . ! " gerutu Hana .
" What ?? kamu balapan dengan Daddy mu . . ? " kata Albert terkejut seraya melirik sahabat nya yang tersenyum .
" Iya , om . . . padahal kan Hana ngarep nya menang , biar bisa bikin Daddy bangkrut .Gak tahu nya Daddy malah gak mau ngalah sama Hana . . Demi cinta pertama nya itu tuh , Hana jadi di duain sama Daddy. .! " omel Hana dengan pipi mengembung melirik mommy yang tertawa melihat tingkah putri nya , membuat mereka semakin tertawa lepas . Devan kembali melirik Tara yang tengah menatap Hana dengan tatapan tidak suka .
" Seperti nya gadis ini bukan gadis lugu lagi . .! " batin Devan .
" Nyonya , makan malam nya sudah siap . ! " kata ART .
" Ayo kita makan malam dulu , nanti kita sambung sesi curhat nya . .haha . ! " Elly mengusap lengan Hana yang masih cemberut . Para orang tua sudah beranjak dari tempat duduk nya . Sean dan Devan sudah berjalan beberapa langkah di depan Hana , Hana mengikuti langkah Sean dan Devan . Tapi baru saja Hana melangkah ,
bruukh . .
Sean dan Devan menoleh ke belakang saat mendengar suara sesuatu yang terjatuh cukup keras .
" Tara . . ! " Sean langsung berlari menghampiri Tara yang sudah tertelungkup di lantai dengan wajah meringis .
" kak Sean . . hiks , hiks , sakit . . ! " rintih Tara . Sean membantu Tara bangkit , tampak telapak tangan Tara lecet dan berdarah .
" jalan itu hati-hati , jalan mulus kayak gini aja elo bisa jatuh . . ! " kata Hana melanjutkan langkah nya .
" Hiks , hiks , Hana , hiks , memang salah aku apa sampai kamu dorong aku kayak gini . .hiks . ? "
Langkah Hana terhenti ,dia membalik badan nya dan menatap Tara bingung .
" Elo bilang apa tadi ?? gue ngedorong elo ? elo gak salah minum obat kan ?? Jatuh sendiri malah nyalahin orang . . ! " kata Hana
" hiks , aku gak tahu apa masalah kamu , tapi , hiks , hiks , tolong jangan sakiti aku . . ! " ratap Tara dengan berlinang airmata .
__ADS_1
" Gila elo . Ngapain juga gue nyakitin elo , gak untung nya buat gue . ! " kata Hana kesal lalu hendak pergi . Tapi langkah terhenti ,
" Nana , minta maaf sama Tara . . ! " kata Sean menatap Hana . Hana membelalakkan mata nya mendengar ucapan Sean . Ada sedikit rasa sakit di hati Hana saat melihat Sean membela cewek lain di depan nya .
" Sean , aku gak salah ngapain aku harus minta maaf sama dia . . ! " kata Hana sengit .
" Tapi kau udah bentak dia . . ! " kata Sean
" Sean . .
" Minta maaf sama Tara , Hana . . ! " kata Sean tegas .
Deg
Hana menatap Sean dengan hati yang kacau saat Sean memanggil nya nama nya , bukan panggilan kesayangan nya . Dada nya kembang kempis menahan emosi nya .
" Sean elo gak bisa langsung ngambil keputusan sepihak seperti ini . Dan gue gak terima dengan sikap elo seperti ini sama adik gue . ! " kata Devan menatap Tara tajam .
" Hiks ,hiks , kak Sean sudah lah . Mungkin Hana gak sengaja ngedorong aku tadi . Sudah lah ayo kita ke ruang makan . Gak enak sama om dan Tante terlalu lama menunggu . . ! " kata Tara lembut lalu menarik tangan Sean .
" Aku gak suka kamu main kasar kayak gini , Nana . . ! " kata Sean sebelum pergi mengikuti Tara .
Devan merangkul Hana yang terlihat berkaca-kaca . Devan tahu perasaan Hana sekarang . Tapi di dalam hati nya dia juga bertanya-tanya dengan sikap Sean yang berubah seperti ini .
" Sudah lah , ayo kita makan malam dulu . . ! " ajak Devan mengusap kepala Hana .
" kakak percaya kan sama Hana .? Hana gak pernah dorong tuh cewek kak . . . ! " kata Hana menatap Devan .
" Kakak percaya kok . Kakak tahu sifat kamu kayak apa . udah ya . sekarang kita makan dulu ,yuk . . ! " kata Devan .
" Hana gak selera makan kak . ! " kata Hana lesu .
Saat mereka masuk ke ruang makan , Hana merasakan tatapan semua orang tertuju padanya . Dia berusaha menahan emosi nya lalu tak menghiraukan mereka .Dia terpaksa duduk di sebelah Tara Karena hanya tinggal satu kursi yang kosong di bagian kanan . Dia mengambil makanan nya lalu memakan nya dengan lahap . Saat sudut mata nya menangkap bayangan Tara , membuat Hana kesal dan mempercepat makan nya hingga Hana menyelesaikan makan malam nya lebih duku . Dia meraih gelas minum nya lalu menenggak nya hingga habis .
" aku udahan , aku duluan ke depan. . ! " kata Hana mengambil sebuah apel honey lalu pergi . Dia menggigit apel sambil terus berjalan menuju pintu utama .
Saat berada di luar , dia duduk di kursi teras sambil menikmati apel di tangan nya . Dia merasa sedikit tenang saat melihat kelip lampu yang terlihat indah dari kejauhan .
" Hana , , ! " Sebuah suara mengagetkan nya hingga Hana menoleh ke samping ,
" Daddy . . ! " kata Hana .
Daddy duduk di kursi sebelah hana , Hana bisa merasakan kalau Daddy nya tengah menatap diri nya.
" Ada apa dad ?? " kata Hana .
" Devan menceritakan kejadian tadi pada Daddy . Daddy percaya kalau Hana gak mungkin ngelakuin itu . Tapi Daddy jadi bingung . Apa kamu punya masalah sama Tara ?? " kata Daddy .
" Ketemu aja baru kali ini . . gimana Hana punya masalah sama dia . . ! " kata Hana kesal . Daddy tersenyum .
" Hmm, seperti nya princess Daddy lagi kesal . Gimana kalau Daddy temani minum coklat panas di luar . . ? " tawar Daddy .
" serius Daddy , ayo , Daddy gak perlu nawarin dua kali sama , Hana mau kok .. . ! " kata Hana berbinar membuat Daddy tertawa kecil .
" hahaha , dasar gadis konyol . Ayo , tempat nya gak jauh kok , kita jalan kaki aja ya . . ! " kata Daddy . Hana mengikuti langkah Daddy nya . Ternyata suasana di jalanan cukup ramai , Hana merasa terhibur melihat pemandangan yang ramai di sebuah bazar .
" Itu tempat nya , ayo . Nanti Daddy temani main ke bazar itu . . ! "
__ADS_1
" Yee . Daddy yang terbaik . . ! " kata Hana mencium pipi Daddy nya . Daddy tertawa lalu merangkul Hana masuk ke mini kafe .
" Selamat malam , mau pesan apa . . ? "
" Pesan coklat panas nya satu sama hot capuccino satu . ! "
" sama martabak telor nya ya . ! " sambung Hana
" Baik , mohon tunggu sebentar sementara pesanan anda di siapkan . . ! "
Dinding pembatas kafe terbuat dari kaca yang tebal , hingga Hana tetap bisa melihat pemandangan di luar . Dia menikmati pemandangan di luar tanpa dia sadari Daddy nya tengah memperhatikan nya .
" Sweetie , Pesan Daddy kamu harus ia hati-hati sama Tara . Daddy sempat melihat tatapan nya yang terlihat tidak menyukai kamu . Di tambah dengan cerita Devan yang menuduh kamu mendorong nya , Daddy semakin yakin kalau dia pasti akan mengganggu kamu lagi jika ada kesempatan . ! " kata Daddy serius .
" Iya , dad . Hana akan ingat pesan Daddy . . . Dad , coba kalau mommy sama kak Devan juga di sini . pasti makin seru . . ! " kata Hana .
" coba kamu telpon Devan , kalau mommy mungkin gak akan bisa keluar karena dia sibuk membantu Elly mempersiapkan untuk acara malam besok . . ! " kata Daddy . Hana mengambil ponsel dari saku baju nya , dia mengotak-atik nya sebentar lalu menempelkan nya di telinga nya .
* * *
Di sebuah ruang kamar . Sean membaringkan tubuh nya di kasur dengan kedua tangan nya yang menjadi alas kepala nya . Dia menatap langit-langit kamar nya dengan tatapan kosong .
" Nana , ku harap kau mengerti . .! " lirih nya pelan .
tok
tok
tok
Lamunan Sean buyar saat terdengar suara ketukkan pintu .Dengan malas dia bangkit lalu membukakan pintu .
" Devan . .
" Gue mau ngomong sama elo . . ! " kata Devan dengan wajah serius .
" Ayo masuk . . ! " kata Sean menutup pintu kembali setelah Devan masuk . Mereka duduk di sofa di kamar Sean . Tatapan mereka beradu hingga membuat suasana kamar terasa mencekam .
" Elo harus jelasin semua nya sama gue . Kenapa sikap elo kayak gitu sama Hana . Elo udah bosan sama Hana , bilang aja . Gak perlu elo bentak dia . ! " kaya Devan dengan wajah garang nya.
" Dev , sebenar nya. . .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G