SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 103 indah nya berbagi


__ADS_3

Sesuai janji Hana , saat ini Hana , Bella , Devan dan Sam tengah menikmati seblak dengan pesanan masing-masing di sebuah kedai yang khusus menyediakan seblak dengan berbagai rasa dan toping . Bella tampak sangat menikmati seblak original nya , sedangkan Devan memilih seblak bakso . Tapi tidak dengan Sam dan Hana , kedua kakak adik somplak itu nekat mencoba seblak mercon level 50 yang terkenal dengan sensasi panas dan pedas secara bersamaan di dalam mulut . Tak hanya mencoba , mereka bahkan membuat taruhan , Mereka harus menghabiskan seblak mercon level 50 dalam waktu 10 menit dan tidak boleh minum sebelum menghabiskan seblak . siapa yang kalah harus mentraktir pemenang sepuas nya .


Devan tertawa geli melihat Sam yang tampak hampir kalah . Sedangkan Hana tampak sangat menikmati seblak nya karena memang tidak hanya menyukai coklat , Hana juga pecinta makanan pedas . Jadi Hana sudah biasa memakan makanan pedas seperti seblak itu .


" Tinggal 3 menit lagi . . ! " kata Devan yang di minta menjadi saksi taruhan mereka . Sam tampak hampir tersedak , sedangkan Hana semakin mempercepat suapan nya hingga akhir nya Hana memenangkan taruhan itu .


" Yeeeee , , Hana menang . . . ! " sorak Bella bertepuk tangan .


Sam tampak langsung meraih minuman dingin nya dan menyedot pipet nya dengan cepat . Hana tertawa kecil melihat mata Sam yang tampak berair . Hana meraih gelas es Boba nya dan menyedot nya pelan .


" Aah , segar nya . seblak nya mantul bang . . ! " kata Hana tampak puas pada Abang penjual seblak yang masih memperhatikan aksi Hana dan Sam .


" Makasih neng . . ! " kata penjual seblak .


" Gila elo dek . Seblak sepedas ini elo bilang mantul ? yang ada kayak lagi makan bara api . . ! " kata Sam masih mendesah kepedasan .


" Hehe , Cemen elo kak . Masa baru segini aja udah gak kuat . . ! " kata Hana


" Perut kamu gak apa-apa kan , dek . . ? " kata Devan khawatir .


" aman , santai aja . Perut ku udah kenal banget sama pedas seblak di sini , karena aku udah dari dulu waktu masih kerja di hotel sering makan seblak di sini , udah langganan sama Abang seblak ini . . ! " kata Hana .


" Pantas aja elo aman-aman aja . Curang elo . . ! " kata Sam .


" Oowh , mau ngeles ya . ? ingat taruhan kita tadi ? " kata Hana tersenyum licik seraya menaik-turunkan alis nya .


" Ya , ya . . tenang , aku gak akan lari . ! " kata Sam kembali menyesap minuman nya .


" Abis ini kita kemana nih . .? " kata Hana pada Bella .


" hmmm , , aku pengen lihat topeng monyet itu. . ! " kata Bella menunjuk kerumunan yang tengah asyik melihat pertunjukan topeng monyet .


" Haaa ?? sayang , kamu gak salah . . ? " kata Devan kaget . Bella menggeleng polos .


" Lihat monyet itu lucu banget. . ! " kata Bella terlihat gemas .


" Amit-amit jabang bayi . . ! " kata Devan mengetuk kepala nya lalu mengetuk meja . Sam dan Hana tertawa . mereka lalu beranjak menuju pertunjukan topeng monyet itu setelah membayar makanan mereka .


Bella tampak bersorak heboh saat melihat aksi kedua monyet itu , bermain sepeda , memanggil cangkul , dan banyak lagi permainan yang di mainkan oleh kedua monyet itu . Setelah permainan selesai Devan langsung memasukkan uang pecahan berwarna merah ke dalam wadah yang di bawa sang monyet untuk meminta sukarela para penonton . Tak ketinggalan Hana juga memasukkan uang yang sama pada monyet kedua lalu mengusap kepala nya pelan .


" sayang , aku juga mau pegang monyet nya . . ! " rengek Bella . Bapak-bapak pemilik monyet seperti nya paham kalau Bella tengah ngidam . Dia sengaja membawa kedua monyet itu mendekati Bella .


" Mbak nya ngidam pengen ngelus monyet ya. ? " kata pemilik topeng monyet . Bella mengangguk antusias . bapak itu memendekkan tali kedua monyet nya dan membiarkan bella mengusap kepala dan juga menyentuh beberapa anggota tubuh monyet itu . Bella tampak senang .


" udah . makasih ya nyet . sehat-sehat ya . . ! " kata Bella .

__ADS_1


" makasih mbak , mas , saweran nya . .! " kata bapak itu .


Setelah itu bapak itu mengemasi semua peralatan pertunjukan nya dan berjalan menjauh mencari lokasi yang ramai . Devan mengecup Bella yang tampak riang .


" kak , gimana kalau kita bersantai di taman sana . .! " kata Hana .


" Boleh deh . . sore-sore gini enak nya nyantai sambil cuci mata lihat cewek-cewek bohai . .! " kata Sam


pletak


bugh


sebuah jitakan dan pukulan pelan mendarat di kepala dan bahu Sam . Siapa lagi pelaku nya kalau bukan Hana dan Devan .


" aduh , , ! " rintih Sam mengusap bagian tubuh nya yang sakit .


" bener kata mommy , seperti nya mulut kak Sam harus di pasang rem . . ! " kata Hana .


" Memang salah kalau aku mau lihat cewek , ha. ? " kata Sam tak terima .


" gak salah sih , tapi salah nya elo itu ngomong nya gak lihat waktu . Elo mau keponakan kita dengar ucapan elo yang gak bermutu itu , haaa . . ???! " kata Hana berkacak pinggang .


" heheh ,, keponakan uncle yang imut , jangan di dengar ucapan uncle tadi ya . Tadi lidah uncle keseleo . .! " kata Sam kikuk . Hana menepuk jidat nya melihat kekonyolan Sam .


skip


Mereka kini bersantai di sebuah taman yang sangat asri . beraneka makanan ringan dan jajanan pinggir jalan serta beberapa minuman botol menemani obrolan santai mereka .


" gimana mall kamu sekarang , dek ? " kata Sam .


" alhamdulilah lancar kak . . ! " kata Hana mencomot risoles isi ayam dan menggigit nya .


" Perasaan dari tadi kalian berdua ngunyah terus . Belum kenyang . ? " kata Devan memperhatikan Hana dan Bella .


" cuma makanan ringan kayak gini mana kenyang . . ! " kata Hana .


" sayang , hari udah hampir sore nih . .kita pulang ya. . ! " kata Devan menyeka sudut bibir Bella yang di tempeli remah .


" oh iya udah sore . ayo kita pulang nanti kita di omelin mommy lagi . . ! " kata Hana memilah makanan yang masih bagus . Setelah terpisah Hana membuang sampah plastik ke tong sampah yang tak jauh dari tempat nya . Baru saja akan berbalik badan , Hana melihat beberapa anak pemulung mengorek tong sampah , tapi dia di dorong oleh anak yang berbadan besar hingga terjatuh .


" Elo jangan pernah mendahului gue . . ! " kata anak yang berbadan besar itu menenteng sebuah plastik yang berisi beberapa potong gorengan dan pergi meninggalkan anak kecil tadi . Hana masih memperhatikan anak kecil perempuan itu yang bangkit dan mengorek kembali tong sampah . Wajah nya tampak kecewa karena tak mendapatkan apapun .


" ya Allah , aku harus cari makanan kemana lagi . Sebentar lagi sore , kakak pasti laper . mana belum dapat uang untuk beli obat . . ! " ratap anak itu . hati Hana terenyuh mendengar ratapan anak kecil yang seharus nya sibuk belajar dan asyik menikmati waktu bermain tanpa harus memikirkan apa yang harus di makan besok .


" dek . . ! " panggil Hana lembut . Gadis kecil berumur sekitar 9 tahun itu mendongak , dia terlihat takut dan repleks mundur beberapa langkah .

__ADS_1


" hey , jangan takut . kakak bukan orang jahat kok . .! " kata Hana lembut .


" a . . ada apa kak ? " kata nya dengan suara gemetar .


" nama kamu siapa ? " kata Hana


" nama ku , Nara . . ! "


" Tadi kakak masih ada sedikit makanan , kamu mau . . ? " kata Hana .


" Makanan . . ?? " kata Nara terlihat senang .


" Iya , makanan nya cukup banyak kok . ayo ikut kakak sebentar , itu teman-teman kakak . . ! " kata Hana menunjuk Sam dan yang lain nya tampak melihat kearah mereka .


" Tapi , , kakak bukan penculik kan . . ? " kata Nara polos . Hana tertawa pelan , dia senang melihat sikap Nara yang waspada pada orang baru .


" Tenang aja , kakak bukan penculik kok . .ayo .! "


Hana berjalan beriringan bersama Nara yang memanggul karung yang baru berisi beberapa botol bekas itu .


" Hana . .! " kata Bella menatap Hana dan Nara bergantian .


" kak , ini Nara . Tadi kan makanan kita masih ada , aku kasih ke Nara ya . ? " kata Hana .


" oh , boleh , boleh . . nih makanan nya . . ! " kata Sam tersenyum menyerahkan kresek pada Hana . Tapi di sambar oleh Bella dan berjalan mendekati Nara .


" Nara , ini ada sedikit makanan . Kamu ambil ya . . ! " kata Bella tersenyum manis .


" makasih kak . kakak hamil ya . ? " kata Nara memperhatikan perut buncit Bella . Bella hanya tersenyum dan mengangguk . Hana tersenyum melihat binar mata Nara menatap kresek yang cukup besar itu


" Nara , tadi kakak juga dengar kalau kakak kamu sakit. . ? " kata Hana


" Iya kakak cantik . kakak demam panas . . ! " kata Nara terlihat sendu . Devan mendekat sedikit pada Nara.


" Nara , kakak ada sedikit rejeki . Nara terima ya . . Ajak kakak Nara berobat ke klinik . . ! " kata Devan menyelipkan dua lembar uang merah ke tangan mungil Nara . Nara menatap Devan dengan mata berkaca-kaca . entah perasaan darimana , Devan yang biasa nya acuh dan paling tidak suka dengan yang nama nya kotor , mengusap puncak kepala Nara yang terlihat sedikit kotor .


" makasih kakak semua . kalian orang yang baik . Semoga kakak semua selalu bahagia dan kakak cantik sehat bersama dedek bayi nya . . ! " kata Nara menatap Bella .


" amin . . ! "


" kalau begitu kamu langsung pulang ya . Hati-hati di jalan jangan sampai kamu di tindas oleh anak lain . . ! " kata Hana . Nara tersenyum dan mengangguk , dia berlalu dengan berlari kecil penuh semangat .


" kasihan mereka anak-anak yang kurang beruntung , . semoga suatu saat mereka mendapatkan kebahagian mereka . ! " kata Bella . Mereka lalu masuk ke mobil dan pulang .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2