SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 95 Menangis Dalam Diam


__ADS_3

" aduh , duh . . ternyata sakit banget. . ! " kata Hana seraya mengusap hidung nya . Dia menatap Sean dengan mata yang berkaca-kaca menahan sakit .


Sean terpaku menatap Hana dan seorang cowok berbaju you can see . Dia melirik hidung Hana yang sudah di hiasi anting hidung berwarna putih . Emosi yang awal nya sudah meletup-letup kini hilang seketika setelah apa yang ada di pikiran nya ternyata salah .


" Siapa elo , berani-beraninya elo nerobos masuk . . ! " kata cowok tadi . Sean tak menjawab , dia berjalan mendekati Hana yang masih mengusap hidungnya yang terlihat memerah . cowok itu ingin menghalangi langkah Sean , tapi melihat Hana tampak tenang dengan kedatangan Sean dia mengurung kan niat nya .


" Aku kira tadi kamu ngapain . . ! " kata Sean menatap Hana lega . Hana mengernyitkan alis nya seraya menatap Sean .


" Kamu kenapa bisa ada di sini ? " kata Hana


" Aku ngikutin kamu . Nana kau tahu , kau membuat ku bingung dengan sikap mu yang tiba-tiba acuh pada ku . Ada apa ? apa aku membuat kesalahan . .? " kata Sean menggengam tangan Hana , tapi Hana dengan cepat menarik tangan nya dan kembali mengusap hidung nya .


" Jack , sakit nya lama gak nih . . ? " kata Hana menatap cowok di depan nya .


" Sekitar 2-4 bulan lah . . yang penting elo harus terus kontrol sama si Lola biar gak infeksi . . ! " kata cowok yang bernama Jack tadi .


" Sssh , , nyeri euy . .! " kata Hana meniru gaya bicara Lola .


" Kamu ngapain sih pake tindik hidung segala . . ! " protes Sean .


" yuhuu . . Jack , kata nya si nona datang ya. . ! " seru sebuah suara di sertai seorang perempuan yang memakai t-shirt putih dengan ujung nya di tarik keatas dan di simpul menjadi pita , di padu dengan rok pleated mini skirt warna hitam plus sepatu Korean boots selutut .


" kebetulan elo Dateng . Nih si Hana maksa gue buat nose piercings , coba elo periksa . Soal nya ini pengalaman pertama gue sama Hana praktek nose piercing , takutnya nanti ada efek samping . ! " kata Jack duduk di sofa di belakang nya . Sean kini sadar maksud percakapan yang dia dengar tadi . Dia menunduk menahan tawa nya karena mentertawakan pemikiran bodoh nya sendiri . cewek yang di panggil Lola itu langsung mendekati Hana .


" Wah , ada cowok tampan nih , anggota baru ya . . ? kata Lola menatap Sean dengan berbinar .


" Dia Sean , dia datang bareng Hana tadi . ! " kata Jack .


" Oh , nama nya Sean . Uuh ganteng banget sih , aku cubit dikit ya . . ! " kata Lola mengulurkan tangan nya hendak mencubit pipi Sean . Tapi gerakan tangan Lola terhenti saat mendapat tatapan tajam dari Sean . Lola berdecak kesal lalu menghampiri Hana dan memeriksa keadaan hidung Hana .


" Untung aja praktek pertama kalian gak kenapa-kenapa . .! " kata Lola menempelkan kapas yang dia basahi dengan suatu cairan .


" Ya udah , karena elo udah datang , gue mau keluar . . ! " kata Jack .


" keluarin di sini aja beb , gue gak keberatan kok. Malah gue bakal bantu biar maksimal . ! kata Lola genit .


" najis . . mending gue suruh si burik yang keluarin . . ! " kata Jack .


" Eh eh eh , , awas ya kalau elo Dateng sama gue , gak bakal gue bantu lagi . . ! " kata Lola .

__ADS_1


" jadi elo udah pernah kolaborasi sama Jack . ? " kata Hana .


" Iya say , waktu itu dia kalah taruhan sama Jamal , terus Jamal kasih dia minuman , dan ternyata Jamal ngasih dia obat biru . haha , sayang nya waktu itu elo gak datang , kalau elo lihat sendiri gimana kelakuan nya si Jack . Elo pasti bakal gak bisa berhenti ketawa . .! " kata Lola tertawa seraya membuang kapas ke tong sampah .


" hahaha , , gue udah lihat video nya kok . , ssh , kebelet lagi gue ke kamar mandi dulu ya . " kata Hana langsung ngacir . Setelah Hana pergi ,Lola menatap Sean dari ujung rambut sampai ujung kaki .


" Sean , kok kamu diam aja . ? kenalin aku Lola , teman Hana . Kamu kesini bareng Hana mau ngapain ? mau ikut balap atau cuma nongkrong aja . . ? " kata Lola menyilang kan kaki nya hingga rok nya semakin terangkat . Sean tak mengalihkan perhatian nya dari ponsel nya , tapi tiba-tiba sebuah embun yang dingin terasa menerpa wajah Sean di sertai wangi yang aneh . sontak Sean menoleh ke samping nya , Lola tersenyum manis pada Sean , mata Sean beralih pada tangan Lola yang memegang sebuah botol seperti botol parfum . Perlahan pandangan Sean sedikit memudar dengan kepala nya yang terasa berat .


" Patih lah pada ku , tampan . Aku akan memberi mu sebuah pengalaman yang tak akan pernah kamu lupakan . . ! " Sean mendengar ucapan Lola , Sean ingin menepis tangan Lola yang menyentuh tangan nya , tapi seketika dia merasa tubuh nya tak bertenaga sedikit pun . Tatapan Sean semakin tajam menatap Lola .


" kau boleh melotot pada ku saat ini , tapi setelah kau merasakan keajaiban tangan ku ini . Aku jamin kau pasti akan mencari ku setelah ini . . hehehe . . ! " kata Lola mulai meraba perut dan dada Sean . Sean sangat ingin melemparkan Lola ke kandang bubu dan pira . Tapi Sean sama sekali tidak bisa menggerakkan badan nya , walau hanya jari nya sekalipun . Dalam hati nya Sean mengumpat Lola yang terlihat menjijikan di mata Sean . Tangan Lola semakin berani , dia meraba bagian depan Sean , dengan senyum yang memuakkan Lola meraba resleting celana dan menariknya perlahan . Tapi . .


Bugh


bruukh .


" Aduh , , sakit . . ! " rintih Lola memegang punggung nya yang menghantam kursi kayu di ruangan itu . Lola berusaha bangkit dari tempat nya .


" kurang ajar , , siapa yang berani . .


bugh ,


Sekali lagi Lola mendapat serangan di perut nya dengan kuat hingga dia kembali terpental dan menghantam meja yang berisi berbagai peralatan medis . Beberapa pisau menyayat kulit Lola tanpa sengaja saat dia menghantam meja tadi . Lola terdiam menahan sakit di perut nya .


" Nana , syukurlah dia cepat datang . . ! " batin Sean .


Lola berusaha mendongak saat sepasang kaki yang memakai sepatu kets putih berdiri di depan nya .


" nona . . ! " kata Lola lirih . Tanpa aba-aba Hana menarik baju Lola dan memaksa Lola berdiri .


" Elo udah berani bertindak sesuka elo . Elo lupa ini wilayah siapa . hmm . ? " kata Hana tajam .


" nona , ,a, aku cuma ingin berkenalan dengan Sean . .! " lirih Lola . Dengan wajah memerah Hana melayangkan tinju nya ke perut Lola beberapa kali dan melemparkan nya ke arah lemari kaca yang menyimpan beberapa perabotan medis .


BRAAAKH


praaang . .


Ruangan itu menjadi sangat gaduh saat terdengar suara benturan dan kaca yang pecah hingga mengundang perhatian beberapa orang yang langsung masuk .

__ADS_1


" Hana . . !! " teriak Jack masuk di ikuti beberapa cowok di belakang nya .


" Jangan mentang-mentang elo udah gue kasih kepercayaan , elo seenaknya aja memperlakukan orang lain sesuka hati elo . Bahkan elo berani bertindak di depan gue . ! " teriak Hana menendang paha Lola. Jack memperhatikan keadaan sekeliling nya . Dia menatap Sean yang diam bersandar di sandaran sofa seperti patung , Jack mengedarkan pandangan nya ke sekeliling nya . tatapan nya jatuh pada botol semprot yang tergeletak di lantai . Jack kini mengerti situasi yang terjadi saat ini .


" Hana , sebaiknya kita bawa teman elo ke kamar . biar Jerry yang akan urus kecebong ini . . ! " kata Jack menyentuh pundak Hana . Hana menatap Lola tajam lalu berbalik mendekati Sean . Jack di bantu beberapa cowok lain menggotong Sean ke kamar ya g biasa di tempati Hana . Di tempat yang mereka sebut dengan Night Party , ada beberapa pintu kamar seperti rumah bedeng , setiap kamar akan di bangun setelah ada yang memesan nya. Hana adalah salah satu penghuni kamar itu . Kamar di desain sesuai dengan keinginan pemilik .


Hana membuka pintu yang di ukir gambar naga hitam . saat pintu terbuka mereka di sambut dengan nuansa biru putih . Sean di baringkan di ranjang yang bermuatan dua orang .


" gue keluar dulu ,gue akan ambil obat penawar nya . ! " kata Jack .


" tolong tutup pintu nya , Jack . ! " kata Hana . Jack mengangguk dan langsung menutup pintu .


" hehe , , heheh , , haha , ,hahahah , ,hahahahaha. . . ! " awal nya yang hanya sebuah kekehan kini menjadi tawa yang tampak putus asa .


" Haha , haha . ha . . hik , hiks , hiks ,huhuuuu . . .! " tawa yang tadi nya penuh keputusasaan kini benar-benar berubah menjadi sebuah tangisan .


" Kamu senang , ha . . kamu senang kan. . Kemarin kamu di goda dan di sentuh oleh Chalista , dan sekarang kamu di goda dan bahkan hampir di per***a oleh Lola . . puas sekarang . . ! " kata Hana menatap Sean yang terbaring dengan tatapan sakit .


" aku harus apa Sean , hiks , harus apa . . aku gak terima kamu di sentuh oleh cewek lain , , tapi aku juga tahu kalau itu bukan keinginan kamu . hiks ,hiks. Aku menjauhi kamu karena aku gak mau hati ku sakit , setiap aku melihat kamu , perasaan benci merasuki aku jika teringat dengan video mu bersama Chalista . Tapi aku juga merindukan mu ,Sean . . rindu dan benci datang secara bersaman , jadi aku harus gimana Sean , aku harus gimana . . . AAAAAAAAAKH. . .


BRAAK


bruukh


" aaaaakh. . hiks hiks .


praang


praang


" AAAAAAAAAKH . . !!! "


Hana menjerit histeris seraya melemparkan barang-barang yang ada di dekat nya dengan di iringi tangis yang pilu . Kamar yang awal terlihat rapi dan nyaman kini berubah menjadi berantakan seperti habis di guncang gempa .


Sean yang hanya bisa terbaring menatap Hana yang meringkuk di pojok kamar dengan penuh rasa bersalah dan menyesal . Hati nya berdenyut sakit saat melihat sang kekasih terpuruk sampai seperti ini . Sean berusaha menggerakkan badan , tapi tetap saja tidak bisa . Hana masih tetap meringkuk dengan pandangan kosong ke depan tak menghiraukan suara pintu yang di buka . Jack tampak tak terkejut dengan keadaan kamar Hana , dia langsung membantu Sean meminum cairan yang sudah di campur dengan obat penawar .


Hana terdiam dengan tatapan yang kosong , dia hanyut dengan pikiran nya sendiri . bayang-bayang menyakitkan dari pengkhianatan yang dia terima dari waktu sebelum nya , silih berganti datang mentertawakan Hana seperti orang bodoh . Tak ada suara tangisan , tapi tetes demi tetes terus jatuh bergulir melewati pipi Hana . Yah , mungkin ini lah yang di sebut dengan menangis dalam diam .


B E R S A M B U N G

__ADS_1


__ADS_2