SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 98 reuni keluarga


__ADS_3

SEKILAS CURHAT


Hay besti dan Kaka sekalian , othor memang mengharapkan komentar kalian . Tapi tolong , komentar nya kasih yang membangun , bukan mematahkan semangat othor . Nulis novel itu gak segampang nulis cerpen biasa . kenapa ada othor yang update kadang dua hari sekali atau bahkan ada yang tiga hari sekali ? itu karena terkadang otak para othor itu suka nge-blank gak ada ide untuk nulis , apalagi kalau lagi ada masalah , otak othor terasa buntu . kalau othor nya cewek bahkan yang udah jadi emak-emak . Bukan sekedar ide nulis novel aja yang di pikir dan di kerjakan . yang mereka utamain pasti pekerjaan rumah dan ngurus keluarga . Tolong lah , hargai jerih payah para author yang udah capek-capek nulis kadang rela begadang untuk nulis novel . Untuk para READERS yang masih setia menunggu dan mendukung update-an othor , othor ucapkan terima kasih . 🙏🙏😘😘


--------------->>>>> cekidot


" teman nya memanggilnya ,, , May . . ! "


deg


Justin dan Roky saling melirik . Mereka sedikit mengetahui tentang cewek yang nama nya Mayang . Justin kembali menatap pelaku tadi . Setelah merasa mendapatkan informasi yang cukup jelas mereka lalu meninggalkan ruang kesehatan .


" Sepertinya perempuan itu semakin berani menunjukkan taring nya. ! " kata Justin geram .


" Kita harus kasih tahu Hana , agar Hana lebih waspada di sekeliling nya . .! " kata Roky .


________


Sinar sang Surya menyapa setiap penghuni bumi , seorang gadis yang masih meringkuk di bawah selimut nya , merasa terganggu oleh sesuatu yang menempel di wajah nya . Perlahan mata nya terbuka hingga dia melotot saat melihat wajah yang tampak sumringah di depan wajah nya .


" Hana , ayo bangun , aku belum peluk kamu . . ! " kata Bella bersemangat menarik-narik tangan Hana . Dengan malas Hana bangun dan merentangkan tangan nya dengan mata tertutup . Bella langsung memeluk Hana dan mengendus tubuh Hana sampai puas . Sedangkan Hana memeluk Bella dan mengusap punggung nya dengan mata tetap tertutup .


Di ambang pintu , Devan dan Sean tertawa geli melihat tingkah kedua saudara ipar itu . Devan geleng-geleng kepala melihat tingkah Bella yang absurd .


" elo kan suami Bella , kenapa malah dia ngidam nya pengen peluk Hana bangun tidur . ? " kata Sean heran .


" gue juga gak ngerti . Gue ayah biologis nya tapi dia pengen sama anty nya . Gue gak bisa bayangin kalau anak gue nanti nya cewek , malah seabsurd anty nya . . ! " kata Devan . Sontak mereka tertawa pelan saat membayangkan ucapan Devan .


Karena mendengar suara tawa yang tak asing , Hana membuka mata nya dan menatap dua cowok di ambang pintu kamar nya .


" ngapain kalian di situ ? " kata Hana dengan suara Serak khas orang bangun tidur .


" Biasa , nganter si gendut nyium bau jigong kamu . ! " kata Devan .


" Iih , Devan , aku gak gendut . . ! " rajuk Bella langsung melepaskan pelukkan nya pada Hana . Devan tertawa kecil dan menghampiri Bella dan Hana .


" iya , iya . kamu gak gendut . kamu udah meluk Hana bau jigong kan , ayo kita kembali ke kamar dan kamu harus mandi . . ! " ajak Devan . Dengan patuh Bella menuruti ajakan Devan.


" Hari ini kita jadi bikin acara piknik di taman belakang kan , kak . ? " kata Hana .


" Jadi Donk . bibi sama pelayan yang lain sudah menyiapkan semua nya . ! " kata Devan .

__ADS_1


" oh, , ya udah , aku mau mandi juga . . ! " kata Hana menguap lebar membuat Devan menutup hidung nya .


" iih , bau jigong . . ! " kata Devan . Bukan nya menutup mulut nya Hana malah semakin menghembuskan nya ke arah Devan .


" sana mandi , aku tunggu di bawah . ! " kata Sean setelah Devan dan Bella sudah pergi lalu menutup pintu kamar Hana .


S


k


i


p


Suasana di taman belakang kini tampak ramai , bukan hanya keluarga Winata , tetapi juga keluarga Aditama dan Einstein pun juga di undang . Para ibu-ibu sibuk membahas masalah sosialita mereka , dan mereka semakin heboh saat membicarakan calon cucu mereka yang akan hadir beberapa bulan lagi . Lain lagi dengan para bapak-bapak , mereka asyik berbincang tentang dunia bisnis .


Hana yang memperhatikan para calon nenek menggoda Bella , ikut tertawa kecil saat melihat Bella cemberut . Entah apa yang membuat dia cemberut tapi yang jelas Hana merasa Bella sangat imut saat sedang merajuk seperti itu .


" kamu kenapa senyum sendiri .? " kata Sean menghampiri Hana dan duduk di sebelah nya.


" aku suka aja lihat Bella cemberut . ! " kata Hana tersenyum .


" oh iya , gimana luka benjol kamu ? " kata Sean menyibak sedikit rambut Hana .


" hey , kalian ngapain berduaan di sana , sini gabung . . ! " teriak Devan .


" iya . . ! " seru Hana . Dengan malas Hana bangkit bersama Sean dan bergabung dengan para orang tua.


" Hana , aku keringetan . .! " kata Bella nyengir menyerahkan tisu pada Hana . Hana menarik selembar tisu dan mengelap keringat di dahi Bella . Mereka hanya tersenyum melihat pengertian Hana pada Bella.


Devan dan keluarga nya tidak heran lagi jika Bella akan lebih manja pada Hana ketimbang suami nya . Bahkan Devan kadang merasa bersalah pada sang adik kesayangan karena di repot kan oleh Bella .


" Oh ya , si Sam kemana ? kok gak pernah kelihatan lagi ? " kata Riska .


" Semenjak Devan menikah Sam sekarang tinggal di apartemen nya . Mungkin dia punya privasi nya sendiri. ! " kata mommy .


mereka melanjutkan obrolan mereka , Canda dan tawa penuh bahagia terdengar riuh di taman belakang itu . Angin yang bertiup sepoi-sepoi di tambah dengan deretan pohon yang rindang , apalagi ada beberapa pohon yang sedang berbuah , membuat suasana semakin asri . Perhatian mereka teralihkan pada rengekan Bella pada Hana yang terdengar manja.


" Hana , aku haus . . ! "


" Hana , potongin buah ini , ya. ! "

__ADS_1


" Hana , aku mau ke sana. . ! "


" Hana , ayo panjat pohon itu , aku mau buah yang itu . ! "


" Hana , peluk . . "


Devan mendekati Bella dan mencoba membujuk Bella agar dia yang melakukan permintaan nya . Tapi Bella malah menangis dan mengatakan kalau mau sama Hana saja . Devan menghela nafas berat .


" Udah biarin aja . Nama nya juga ngidam . . lihat aja , belum lahir aja dia pengen sama anty nya terus . Gimana kalau udah lahir nanti ? Bisa-bisa dia malah lebih suka sama aku dari papah nya . . hahaha , , Biarin aja lah , aku suka kok . Biar nanti dia jadi anak aku , dan kalian produksi lagi aja . . ! " kata Hana tertawa .


" Produksi apaan . . kamu pikir ini pabrik . ! " gerutu Devan kesal .


" hmm. , , coba bayangin , gimana kalau seandainya nanti anak Bella dan Devan itu cewek , , kira-kira tingkah mereka seperti apa ya. . ? " kata Riska .


Mereka terhanyut dalam imajinasi mereka masing-masing seraya menatap Hana lekat . Di dalam imajinasi mommy , Hana dan keponakan nya akan selalu membuat kekacauan di dalam mansion . Dan di dalam imajinasi Riska , Hana dan calon cucu nya akan menjadi sepasang anty dan keponakan yang kalem . Karena menurut nya , jika orang dewasa bersama seorang anak kecil yang polos , dia akan menjaga sikap nya agar terlihat baik di mata anak kecil .


" mau cowok atau pun cewek , aku akan memperlakukan mereka dengan sama . Aku akan ajarin mereka menjadi seseorang yang tangguh dan pemberani . Aku akan berusaha memberikan contoh yang baik untuk keponakan ku nanti . Dan jangan sampai dia tahu dan meniru kelakuan konyol anty dan Daddy nya. .


" hahahaha


Mereka tertawa bersama mendengar ucapan Hana , tapi mereka juga setuju dengan apa yang di katakan Hana . Devan tersenyum menatap Hana dan Bella bergantian . Sedangkan Sean menatap Hana dengan penuh arti .


" Jangan cuma di lihatin aja , cepat halalin Hana , biar mamah sama papah juga cepat dapat nimang cucu. . ! " kata Albert menyikut pelan lengan Sean hingga membuat senyum Sean semakin lebar .


Para ibu-ibu berpindah tempat ke gazebo yang di bangun cukup luas karena hati mulai terasa semakin panas . Sedangkan para laki-laki berpindah ke sebuah gazebo yang berada di tepi kolam ikan .


" hey , apa kalian sudah tahu kabar Jesi baru-baru ini ? " kata Riska .


" Kabar kalau dia mencoba bunuh diri di ruangan rawat nya itu ? " kata Elly .


" Hmm , , aku dengar dia sangat frustasi setelah mengetahui kalau dia hamil bukan anak Devan , , ! " kata Riska pelan .


" Lagian salah sendiri sih , udah tahu Devan gak suka sama dia , tapi masih aja ngotot pengen nikah sama Devan . .! " kata Riska .


" Kalian juga udah tahu kabar tentang anak nya Irene .? " kata mommy


" Hahaha , gila , aku gak bisa bayangin gimana wajah Irene saat melihat kelakuan anak gadis kebanggaan nya yang terlihat liar di tengah keramaian . Sungguh memalukan . . ! " kata Elly .


" Mom , sepertinya udah masuk jam makan siang , gimana kalau kita makan siang dulu . ! " ajak Hana saat Mendengar mereka menyebut tentang Chalista . Bukan karena takut ketahuan jika dia yang membuat Chalista terlihat agresif , tapi dia begitu benci mendengar nama itu karena bayangan video itu kembali berputar di benak nya . Hana mengepalkan tangan nya erat . Tapi sebuah genggaman hangat mampu membuat dia sedikit tenang .


" Jangan di ingat lagi . jangan menyakiti hati mu sendiri dengan mengingat hal yang membuat kamu benci . Bukan kah Sean masih tetap bersama mu sampai sekarang , kan . ?! " kata Bella pelan .Hana tersenyum dan mengangguk . Dengan di pandu mommy dan Daddy , mereka lalu beranjak menuju ruang makan .

__ADS_1


B.E.R.S.A.M.B.U.N.G


__ADS_2