
Nadira terdiam seraya menatap gadis yang di tolong nya dengan lekat . Suasana ruangan itu menjadi hening , hingga suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka .
" Selamat malam . . " sapa seorang laki-laki muda berpakaian dokter.
" Selamat malam dokter . Kebetulan dokter sudah bangun , pasien baru saja siuman . ! " kata Nadira .
Dokter segera menghampiri pasien , dia lalu melakukan serangkaian pemeriksaan pada pasien . setelah pemeriksaan selesai , dokter menoleh pada Nadira .
" Apa dia mengatakan sesuatu ? " kata dokter
" tadi dia menanyakan siapa diri nya . Dokter , apakah pasien mengalami amnesia . ? " kata Nadira
" Benar , dari pemeriksaan pada luka di kepala nya , sepertinya pasien mengalami benturan yang cukup keras sampai merusak beberapa fungsi saraf otak nya . Dan melihat hasil dari pemeriksaan selanjutnya , pasien akan mengalami amnesia dalam jangka waktu yang tidak bisa di prediksi . ." kata dokter muda itu .
Nadira menatap iba pada gadis dengan wajah yang masih babak belur itu . begitu juga dengan sang gadis yang tak lain adalah Hana .
" Lalu bagaimana dengan luka lain nya , apa ada yang serius ? " kata Nadira .
" luka yang cukup serius terdapat pada rusuk nya yang retak . Selain itu tidak ada luka yang serius . Luka di wajah dan di bagian lain nya akan kembali pulih dalam beberapa hari ke depan dengan perawatan yang tepat dan teratur . Saran saya sebaik nya pasien tetap di rawat inap beberapa hari sampai pasien bisa bergerak dengan stabil . ! " kata dokter .
" baik dokter , lakukan yang terbaik untuk putri saya . ! " kata Nadira membuat gadis itu sontak menoleh .
" Baik Bu , kalau begitu saya permisi dulu . ."
Dokter muda itu keluar , Nadira menoleh ke brangkar dan sedikit terkejut saat melihat gadis itu menatap nya lekat .
" Ada apa ? " kata Nadira canggung
" Tadi kau bilang aku adalah putri mu ? " kata nya . Nadira menghela nafas pelan lalu beranjak menghampiri pasien . Dia meraih tangan sang gadis dan menepuk nya lembut .
__ADS_1
" saat mengisi data rumah sakit , aku tidak tahu siapa nama mu . Jadi aku menulis nama mu dengan nama Adhara dan status mu sebagai anak ku . Maaf jika aku lancang . ! " kata Nadira merasa bersalah .
" Adhara . . " gumam gadis itu.
" aku telah memeriksa pakaian mu , tapi aku tidak menemukan apapun tentang identitas kamu . " kata Nadira lagi .
" Bisa kah kau ceritakan tentang ku ? Maksud ku tentang luka di tubuh ku ? " kata Adhara
" Sebelumnya perkenalkan nama ku Nadira . Aku dan suami ku tengah liburan ke kampung halaman ku , Desan kembang Sari . Siang itu aku dan suami ku tengah berfoto di sebuah sungai dengan pemandangan hutan yang indah . Tak sengaja aku melihat kau tersangkut di cela bebatuan dengan keadaan yang mengenaskan . Baju mu sudah compang camping , wajah mu pucat dengan luka lebam dan bengkak . Setelah kami periksa , suami ku masih bisa merasakan denyut nadi mu walau terasa lemah , kami lalu membawa mu ke rumah sakit . " cerita Nadira tanpa melepaskan genggaman tangan nya . Entah kenapa dia merasa hati nya hangat saat menatap gadis di depan nya .
" apa kau tidak menemukan sesuatu yang menunjukkan identitas ku di pakaian ku ? " tanya sang gadis .
" Aku masih menyimpan pakaian dan barang-barang yang melekat di tubuh mu saat kami menemukan mu . Nanti jika kau sudah kembali pulih , kau bisa memeriksa nya , siapa tahu kau menemukan suatu petunjuk dan mungkin saja kau bisa mengingat sesuatu . ." kata Nadira .
" Karena aku tidak tahu siapa nama ku , aku rasa aku tidak keberatan memakai nama pemberian mu . Terima kasih telah menolong ku . " kata gadis itu . Nadira tersenyum dan tanpa sadar merasakan sebuah kehangatan di dalam hati nya . Dia memperhatikan wajah gadis yang kini di panggil Adhara yang masih babak belur , sudut bibir robek , sebagian wajah nya lebam , serta kepala yang di lilit perban . Tangan terulur mengelus wajah itu .
" sedikit . " kata Adhara .
Ceklek
Mereka serentak menoleh . Nadira tersenyum pada Faisal yang baru datang dengan masih memakai pakaian kerja nya .
" sayang , dia sudah siuman ? bagaimana keadaan nya ? " kata Faisal menyentuh pundak Nadira seraya menatap Adhara .
" dia mengalami amnesia , dia juga tidak keberatan memakai nama pemberian kita , Adhara . " kata Nadira
" halo Adhara , bagaimana perasaan kamu ? Kenalkan aku Faisal , suami Nadira . " kata Faisal mencoba mengakrabkan diri ( mulai sekarang Hana yang mengalami amnesia kita panggil Adhara ya . )
" halo , " kata Adhara singkat .
__ADS_1
" Oh ya , apa Adhara sudah makan ? " kata Faisal pada Nadira .
" Dia baru saja siuman . . . Adhara , apa kau ingin makan sesuatu ? " kata Nadira
" Ya , seperti nya aku merasa lapar . . " kata Adhara malu-malu . Nadira tersenyum melihat sifat malu-malu gadis di depan nya .
" baiklah , aku akan mencari makan di luar . Kau ingin makan apa Dhara ? " kata Faisal
" Apa saja . " kata Adhara .
Faisal dan Nadira tersenyum , Faisal lalu keluar untuk mencarikan Adhara makanan .
S
K
I
P
Setelah mendapatkan makanan , Faisal lalu kembali ke ruang rawat Adhara . Saat memasuki kamar , Faisal melihat Nadira tengah menuntun Adhara keluar dari kamar mandi .
" Sayang , kamu sudah kembali " kata Nadira .
" iya , baru saja . ." kata Faisal langsung menghampiri Nadira dan membantu Adhara naik ke ranjang pasien dengan perlahan . Setelah Adhara sudah nyaman dengan posisi nya , Nadira mengambil makanan yang di bawa Faisal .
" Ayo makan . Sini aku suapin . ." kata Nadira . Adhara yang memang belum bisa bergerak dengan leluasa hanya menerima saja . Dengan telaten dan penuh perhatian Nadira menyuapi Adhara seperti tengah merawat anak nya .
" Seperti nya tidak buruk membawa Adhara tinggal di rumah . Dengan begitu mungkin Nadira bisa sedikit terhibur dengan kehadiran Adhara . " batin Faisal melihat sikap lembut dan perhatian Nadira pada Adhara .
__ADS_1