
Hana terkesiap saat melihat pemandangan di dalam kamar Bella. Tampak Bella pingsan sedangkan dua orang wanita tengah saling menyerang .
" Naomi , Jesi , hentikan . . !!!!! " teriak Hana kencang hingga mereka terhenti.
" Nona . . ?! " kata Naomi menunduk hormat.
" Ada apa ini . . ?! " kata Hana menatap Naomi dan Jesi bergantian lalu menghampiri Bella yang tergeletak di lantai.
" Nona , perempuan ini menampar teman nona berkali-kali hingga dia pingsan . Saya mencoba menghentikan nya tapi dia justru menyerang saya . ?! " jelas Naomi.
" Eh elo itu cuma babu disini , gak usah ikut campur urusan orang lain . Ingat ya , elo bisa saja di pecat kalau gue laporin elo ke om Albert . . ?! " kata Jesi angkuh.
" kenapa elo mukulin Bella . . ???! " kata Hana menatap Jesi tajam.
"Terserah gue mau mukul atau gue tampar adik gue . . ?! " kata Jesi sinis. Hana membaringkan Bella ke ranjang di bantu Naomi.
" hee . . elo kecewa karena elo gagal ngejebak Bella kan ?? maka nya elo siksa dia untuk melampiaskan rasa kecewa elo sama dia . . ?! " sarkas Hana hingga membuat Jesi tersentak.
" elo . . elo ngomong apa sih ?? ngejebak apa ??? " kata Jesi berkilah . Hana berjalan perlahan mendekati Jesi yang sedikit memucat. Lalu Hana membisikkan sesuatu pada Jesi hingga wajah nya semakin memucat.
" Pergi atau gue bongkar semua kebusukan elo . . ?!! " kata Hana dingin . Jesi beringsut perlahan pergi keluar dengan ketakutan .
terdengar mendesis dari arah ranjang . Tampak Bella membuka mata nya seraya meraba pipi nya.
" Bella , are you ok ?? " kata Hana .
" Hana ,. . . Hana . . . . hiks hiks hiks. . ?! " Bella tiba-tiba menangis saat melihat Hana . Hana memeluk Bella pelan.
" sudah , gak apa-apa . Kamu aman sekarang . . ?! " kata Hana menenangkan Bella yang terisak .
" Aku . hiks . aku gak kuat lagi . . hiks hiks . . ?! " kata Bella semakin terisak .
" kamu tenangkan diri kamu dulu , setelah itu baru cerita ke aku . ok . . ?! " kata Hana mengusap lengan Bella. Dia membiarkan Bella memuaskan hati nya dengan menangis .
Setelah beberapa saat , Bella tampak sedikit tenang walau sesekali masih sesegukan. Bella menatap Hana dengan wajah yang menyedihkan.
" Sudah lebih baik . . ?! " kata Hana . Bella mengangguk. Dia menatap Naomi sekilas.
" Naomi , kau sudah bisa pergi . ?! " kata Hana mengerti arti tatapan Bella.
" baik nona . Permisi . ?! "
kini tinggal Bella dan Hana di kamar itu. Bella menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya pelan . Dia kembali menatap Hana .
" ceritakan lah ... ?! " kata Hana . Bella menarik nafas dalam lalu memulai ceritanya.
FLASBACK ON ( BELLA.)
Isabella , itu nama yang di berikan oleh papah untuk ku . Aku terlahir dari keluarga yang terpandang , papah ku Hermawan Aditama , direktur perusahaan Aditama grup yang cukup di kenal dalam dunia bisnis . mamah ku bernama Sukmawati , dia adalah wanita yang lembut dan tegas. Selain itu aku juga memiliki kakak perempuan bernama Jesika Aditama . kami terlahir dari ibu yang berbeda , mamah mawar , mamah Jesika meninggal akibat kanker yang bersarang di otak nya saat Jesi masih kecil . Beberapa tahun kemudian papah Hermawan menikahi mamah ku hingga lahir lah aku . Jarak antara aku dan Jesi berkisar sekitar 3 tahun .
Awal nya , hubungan kami sangat baik . jesi menjadi kakak yang tangguh dan kuat untuk ku . Dia selalu menghajar anak-anak yang ingin mengganggu ku . Bahkan tangan kak Jesi pernah terluka saat menghalau kakak kelas yang ingin membully ku . Sambil menangis aku membersihkan noda darah di tangan kakak ku .
" Dasar cengeng . Berhentilah menangis . . ?! " kata Jesi seraya mengusap pipi ku .
" Hiks . .hiks . . hiks . . maafin Bella kak . Gara-gara Bella tangan kakak terluka . . ?! "
" Kamu adik ku . Jadi wajar kalau aku melindungi kamu . Sudah ayo kita pulang . Nanti papah sama mamah nyariin. . ?! "
kami pulang dengan bergandengan tangan . Sepanjang jalan , aku hanya diam memikirkan alasan apa yang akan aku berikan saat mamah dan papah bertanya tentang luka kak Jesi . Saat di depan pintu terlihat mamah Sukma sudah berdiri menanti kepulangan kami .
" Kalian sudah pulang ?? " Astaga , Jesi kenapa tangan kamu nak ?? " kata mamah Sukma meraih tangan Jesi yang terluka .
" Tadi ada yang gangguin Bella mah , jadi Jesi hajar aja mereka . Tapi tadi Jesi kurang hati-hati , maka nya tangan Jesi terluka . . ?! " kata Jesi polos .
" kamu itu ya , jadi orang itu jangan penakut . Gara-gara kamu gak bisa melawan , lihat . .tangan Jesi terluka . Dasar anak lemah , bodoh . . ?!!! " caci mamah Sukma , tanpa menghiraukan aku yang ketakutan karena di bentak , mamah menuntun kak Jesi masuk . Dengan kaki gemetaran aku ikut masuk .
Sampai aku dan kak jesai beranjak remaja . Perlakuan mamah kepada ku sangat kasar dan keras . Bahkan tanpa segan mamah sering memukul ku hingga mengalami luka lebam . Sangat berbeda dengan perlakuan nya yang sangat perhatian dengan kak Jesi , anak sambung nya . awal nya kak Jesi selalu protes dengan perlakuan mamah sambung nya yang selalu menyiksa aku.
" Mamah kenapa kasar banget sih sama Bella ?? fisik Bella itu lemah , nanti kalau dia sakit atau cedera gimana ?? " kata Jesi sendu.
" Jesi sayang , kamu gak usah peduliin dia . Dia cuma gadis berfisik lemah yang tak bisa melakukan apapun dengan benar. Sangat berbeda dengan kamu yang energik dan kuat . Dan satu hal lagi . Kamu anak pertama keluarga Aditama , dengan fisik mu yang sempurna dan otak mu yang jenius , kamu akan menjadi satu-satunya pewaris harta keluarga Aditama . Jadi kamu gak perlu ngurus gadis lemah itu . . ?! " kata Sukma tanpa perasaan .
Jeddaar
Tubuh ku terasa di sambar petir oleh ucapan mamah kandung ku. Tanpa mereka sadari bulir-bulir bening merembes dari mata ku yang terpejam karena menahan rasa sakit dan perih dari luka di punggung ku akibat pecutan dari mamah . mamah dengan tega nya mencambuk punggung ku hanya gara-gara aku tak sengaja menumpahkan minuman ke rok sekolah kak Jesi .
" Mah , aku anak kandung mu , rapi kenapa kamu lebih sayang sama anak tiri mu ?? " batin Bella .
Semakin hari perlakuan mamah semakin menjadi . kak Jesi yang awal nya sangat mnyayangi ku sebagai adik nya , kini telah berubah membenci ku akibat hasutan dari mamah Sukma . Di sekolah terkadang kak Jesi mengajak teman-teman nya untuk membully aku . aku hanya pasrah menerima semua nya karena memang aku gak akan menang melawan mereka .
Hingga suatu hari , saat itu aku berjalan pelan menuju kelas , tiba-tiba sebuah bola basket mengenai kepala ku hingga aku terjatuh , pelipis ku membentur tiang yang ada di samping ku hingga terluka . Kepala ku terasa sakit , pandangan ku mendadak buram dengan telinga yang berdenging. Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang mendekati ku .
" Hey , kamu gak apa-apa ?? ayo aku bantu berdiri . . ?! " kata sebuah suara cowok langsung menarik tangan ku . Aku berdiri dengan oleng , Namun dengan sikap dia menangkap tubuh ku .aku mendongak .
DEG
jantung ku berdegup kencang saat melihat wajah tampan di depan ku . repleks aku membelalakkan mata ku karena kaget .
__ADS_1
" Kak Devan ??! " aku berusaha memanggil nya . Namun tiba-tiba pandangan ku gelap dan aku tak ingat apa-apa lagi.
Aku sedikit terganggu dengan aroma yang menyeruak memasuki Indra penciuman ku . Sayup-sayup aku mendengar suara orang berbincang yang tak jauh dari ku . perlahan aku mencoba membuka mata ku . Samar-samar aku melihat dua sosok yang duduk di kursi . aku mengerjapkan mata ku untuk memperjelas pengelihatan ku . Aku sedikit terkejut saat melihat cowok populer di sekolahan ku yang sedang duduk mengobrol bersama kak Jesi dan teman nya . Aku berusaha duduk , mereka seketika menoleh saat ranjang yang ku tempati berderit .
" Hey , apa masih pusing ?? sorry tadi gue gak sengaja . . ?! "
" Aku gak apa-apa kok kak. . ?! "
" Oh iya nama kamu Bella kan ?? sebagai permintaan maaf ku , aku akan antar kamu pulang nanti , ya . . ?! "
" Ng... nggak usah kak , aku baik-baik aja kok . Nanti aku bisa naik taksi . ?! "
" udah lah Dev , kan kamu dengar sendiri kalau dia baik-baik aja. Gimana jadikan nanti kita jalan ??! " kata kak Jesi
" Sorry Jes , pokok nya aku bakal antar Bella pulang . Ayo , sebentar lagi bel pulang . Aku tadi juga udah minta izin sama wali kelas kamu . . sini aku bantu turun. . ?! "
kak Devan meraih tangan ku , dengan berdebar-debar aku berusaha turun perlahan . Sekilas dapat ku lihat tatapan kak Jesi yang penuh ancaman . Lalu kak Devan membimbing ku Sampai ke mobil nya . Setelah masuk mobil nya melaju .
Sesampai nya di rumah , ternyata mamah dan papah tengah bersantai di ruang tamu . Karena memang biasa nya setiap hari Sabtu papah akan kerja setengah hari .
" Loh Bella . Jidat kamu kenapa sayang ?? " papah bangkit dan menghampiri ku dengan wajah yang cemas . Berbeda dengan mamah yang tampak acuh .
" Maaf om , tadi saya gak sengaja melempar bola ke arah Bella sampai dia terluka membentur tiang . Saya sengaja mengantar Bella pulang sekaligus ingin meminta maaf sama om dan Tante . sekali lagi maaf ya om , Tante . Gara-gara saya Bella terluka . Saya janji , saya akan bertanggung jawab sepenuhnya Sampai luka Bella sembuh . . ?! " kata Devan tegas. papah tersenyum .
* Ayo kita duduk dulu . mah kamu antar Bella ke kamar nya , ya . Biarkan dia istirahat . . ?! " kata papah .
Tanpa mengatakan apa pun , mamah bangkit dan menarik tangan aku ke kamar ku yang berada di lantai bawah .
Sesampai nya di kamar , aku terkejut saat mamah mendorong ku ke ranjang dengan kasar . mamah melotot ke arah ku dengan wajah yang sangar.
" Dasar gadis gat*** , Sudah berani kamu menggoda laki-laki , ha . . Mau jadi wanita peng***a kamu , haa ??? " kata mamah menonyor kening hingga membuat kepala ku semakin sakit .
" Maaf mah , . ?! " hanya itu yang bisa aku ucapkan. Sakit . Sungguh hati ku sangat sakit mendengar ucapan mamah kandung ku mengatakan aku aku wanita nak*l .
" Nangis aja yang bisa . Sana ganti baju . . ?! " kata mamah meninggalkan aku sendiri . Setelah mamah pergi , aku mengganti seragam ku dengan baju santai . Lalu membaringkan tubuh ku ke kasur yang empuk .
" Mamah lebih menyayangi kak Jesi daripada aku . Tapi untung nya papah masih menyayangi ku . . ?! ' ratap Bella .
tiba-tiba aku teringat dengan kak Devan , entah kenapa hatiku seketika merasa hangat , seperti ada bunga-bunga yang bermekaran di bawah sinar mentari yang cerah . karena merasa berterima kasih telah mengantar ku pulang , aku pun keluar untuk sekedar berbasa basi pada nya . Saat keluar dari kamar aku bisa langsung melihat kak Jesi sudah duduk di samping kak Devan , entah kenapa seketika tubuh ku lemas melihat pandangan itu . Dengan langkah berat aku tetap menghampiri mereka .
" sayang . Sini duduk dekat papah . . ? "
Aku pun mendudukkan bokong ku ke samping papah . Sekilas melirik kak Devan yang tengah menatap ku .
" Apa masih terasa sakit . . ? gimana kalau ku antar ke rumah sakit ?? " tawar kak Devan .
" Ya udah , besok hari Senin aku jemput kamu ya . Aku udah minta izin sama om Hermawan . kalau begitu saya permisi dulu . . ?! "
" Hati-hati dijalan ya . Salam untuk orangtua kamu . . ?! " kata papah .
" Baik om , nanti saya sampaikan sama mommy dan Daddy . . ?! "
" hati-hati ya Dev . . ?! " kata kak Jesi manja.
" Makasih kak udah nganterin aku pulang . maaf sudah merepotkan . . ?! "
" Gak ngerepotin kok . . ya udah aku pergi ya . . ?! " hati ku seketika terasa nyaman saat melihat senyum kak Devan yang jarang sekali terlihat . aku hanya bisa mengangguk . setelah mobil sport merah itu menjauh , kami pun kembali masuk .
" Ternyata gadis papah pinter milih cowok ya . . ?! " goda papah.
" Apaan sih pah . . ?! " aku bersemu mendengar ucapan papah . Karena jujur aku memang mengagumi sosok kak Devan yang dingin dan tampan . Bisa di katakan semua cewek di sekolah mengidolakan kak Devan . Sekilas aku kembali menangkap tatapan tajam kak Jesi . Aku menunduk karena tak ingin melihat wajah nya yang terlihat masam . * * *
Ternyata kak Devan menePati ucapan nya . dia benar-benar menjemput ku . Saat aku keluar bersama keluarga ku , ternyata dia sudah menunggu di halaman .
" Loh , Devan , kenapa kamu berdiri disini ?? kan kamu bisa langsung masuk , biar kita bisa sarapan bersama . . ?! "
" Makasih om , saya sudah sarapan . Saya ingin menjemput Bella . . ?! "
" Baiklah . Ingat hati-hati . . ?! "
" baik om . Ayo bell . . ?! "
" mah , pah , aku berangkat sekolah . Kak Jesi .aku duluan ya . . ?! "
Setelah mencium tangan mamah dan papah . aku langsung menghampiri kak Devan dengan hati yang berdebar-debar . Dia membukakan pintu mobil untuk ku . uuh , so sweet banget sih . .
Saat tiba di sekolah, aku kembali berdebar-debar . Aku takut jika anak-anak akan membully ku kembali . Dan ternyata dugaan ku benar . Setelah aku memasuki kelas , aku di sambut oleh lemparan bulatan kertas .
" Dasar cewek peng***a , berani-beraninya elo deketin kak Devan , Dasar tidak tahu diri . . ?! "
" Ngaca wooy . elo itu gak pantes jalan berdampingan sama kak Devan . . ?! "
" Sadar diri lah woy . . Badan kayak kerupuk berani-beraninya elo merayu Devan . . !! "
hinaan dan cacian menjadi sarapan kedua Bella pagi ini . Dia hanya diam dan menahan airmata nya agar tidak jatuh . Setelah mereka puas mengolok-olok Bella . Mereka membubarkan diri setelah terdengar suara bell .
" Hey gadis kerupuk . beresin kekacauan ini . Ini semua gara-gara elo . . ?! " kata Dendi ketua kelas .
__ADS_1
Dengan cepat aku mengambil sapu dan pengki lalu menyapu bersih ruangan itu . pekerjaan ku selesai bertepatan dengan guru mata pelajaran masuk kelas .
Ternyata tak sampai disitu , hari-hari berikut nya aku masih mendapat bully . saat di kantin , aku kembali mendapat perundungan , saat aku membawa baki berisi mie ayam dan jus jeruk , tiba-tiba Jesi Dengan sengaja mendorong ku dengan keras hingga aku terjatuh , terdengar suara berisik saat baki dan isi nya jatuh berantakan .
*brukh
prang*
Semua mata memandang ke arah ku . Aku memeriksa lutut ku yang terasa perih , ternyata lutut ku memang terluka . Aku menatap Jesi yang berdiri berkacak pinggang di depan ku .
" Kalau jalan hati-hati Donk . bukan cuma fisik elo aja yang kayak kerupuk . Ternyata mata elo juga rabun . . ?! " ejek Jesi . aku menatap kakak perempuan ku . Entah kenapa terasa sangat menyakitkan saat melihat dia menatap ku penuh kebencian. Aku berusaha bangkit . namun belum sempat aku bangkit . terdengar seruan yang memanggil nama ku .
" Bella . . Bella are you ok ?? "
dengan perlahan kak Devan membantu ku bangkit . aku bisa melihat kak Devan bersama teman-teman populernya tampak mengelilingi ku . Dia tampak menatap sekeliling nya .
" Apa kalian masih manusia ,. haa !!! " teriak Devan wajah memerah . Hening . Ruang kantin yang tadi nya di penuhi tawa mengejek kini menjadi hening oleh teriakan kak Devan . Devan berjalan mendekati kak Jesi .
" Elo . . elo kakak nya Bella , bukan nya elo melindungi dia tapi justru elo malah ngebully aduk elo sendiri . Dimana hati nurani elo , haa ?? " teriak Devan di depan wajah Jesi . Membuat Jesi terlonjak .
" ha ?? jadi Bella adik nya Jesi ?? "
" wah sumpah gue baru tahu kalau Bella adik nya Jesi . Jesi benar-benar tega membully adik nya sediri . . ?! "
ruangan kantin menjadi riuh saat mengetahui kalau aku adalah adik Jesi sendiri . Karena mereka tahu Jesi lah yang selalu mengajak anak-anak lain nya untuk membully aku . Mendengar bisikan yang memojokkan nya , Jesi menjadi emosi.
" DIAM . . !!!! kalian tidak tahu yang sebenarnya . Bella memang adik ku tapi kami terlahir dari ibu yang berbeda . . ?! " bela Jesi .
" Tapi tetap aja , kalian satu ayah . Darah kalian sama-sama darah Aditama . . Tapi kau . . kau malah merundung adik mu yang berfisik lemah ini . Seharusnya elo melindungi dia . bukan membully . . ?! " kata Rio teman Devan .
" Tapi tetap aja gue gak suka , gue gak suka karena dia udah berani deketin elo . gue cemburu Dev , gue suka sama elo . ?! " ungkap Jesi . Membuat ruang kantin kembali hening .
" Tapi sayang nya gue suka sama cewek lain . . ?! " kata Devan .
Jesi terdiam mematung saat mendengar ucapan Devan . Perlahan dia mendekati Devan . dia melirik aku yang berada di belakang kak Devan .
" Apa cewek yang elo suka itu . . adalah dia ??? " tunjuk Jesi ke arah ku dengan tatapan tajam .
" iya , gue suka sama Bella . . kenapa ada masalah ?? " kata Devan santai . Kaki ku seketika lemas saat dia menyebut nama ku sebagai cewek yang dia sukai . Terdengar riuh bisikan para siswa siswi .
" Dasar gadis sialan . . !!! " Jesi tiba-tiba ingin menyerang ku . Namun dengan sigap Devan menghalangi langkah nya.
" Jangan sesekali elo sentuh gadis gue . . atau elo terima akibat nya . ?! " kata Devan merangkul ku . Jantungku seketika berdegup kencang.
" Tunggu pembalasan gue . . ?! " kata Jesi lalu pergi .
Setelah Jesi pergi , Devan melepaskan rangkulan nya .
" Kamu baik-baik aja ?? " aku hanya mengangguk .
Setelah kejadian itu . Ku kira hidup ku akan sedikit tenang . Namun ternyata pikiran ku salah . Jesi Dan mamah semakin membuat ku tersiksa . Saat papah dinas keluar kota atau ke luar negeri , Mereka membebankan semua pekerjaan rumah pada ku . Aku selalu bangun malam untuk membereskan pekerjaan rumah agar aku tidak telat ke sekolah . Namun masih saja mereka menghambat waktu ku . Bahkan Jesi selalu membully ku di kamar mandi cewek . menangis . Hanya itu yang bisa aku lakukan . Hingga puncak penyiksaan mereka , mereka menjebak ku dengan mengajak ku makan ke restoran , bahkan mereka memesan tuang VIP . aku sudah curiga dengan kebaikan mereka yang mendadak . Untuk antisipasi , untung nya aku dan kak Devan sempat bertukar kontak , jadi aku mengirimkan pesan pada kak Devan .
" Bella , kamu tunggu disini sebentar ya , kami mau ke toilet sebentar . . ?! kata mamah .
" Jangan lama-lama ya mah . . ?! "
mamah mengangguk lalu keluar bersama Jesi . Tak berapa lama masuk lah seorang laki-laki paruh baya dengan perut buncit . Dia menatap ke arah ku dengan tatapan yang membuat ku jijik .
" Halo Bella . Kenalin saya Burhan , kamu bisa panggil saya Daddy mulai sekarang . . ?! " kata nya dengan mengerlingkan mata nya . Dia langsung duduk di samping ku dan tiba-tiba memegang paha ku . Sontak aku menepis tangan nya dan langsung berdiri . Namun aku kalah cepat karena pria itu langsung menarik ku ke pangkuan nya .
" Lepaskan aku . dasar menjijikan . . ?! " aku berusaha meronta melepaskan diri .
" jadi lah gadis yang patuh , maka semua keinginan mu akan ku penuhi . . ?! ucapan nya semakin membuat ku jijik . Tangan nya mulai bergerak ingin menj***h ku . aku menggigit tangan nya keras pelukan nya terlepas dan aku buru-buru menjauhkan diri .
" dasar gadis sialan . Mau Di kasih yang e**k malah gak mau . hee kau tak bisa lepas dari ku . Karena ibu mu sudah menjual mu kepada ku sebesar 1M . hahaha . .!!! ayo gadis manis temani aku . . ?! "
Airmata ku seketika luruh. Betapa kejam nya kalian . Apa salah ku hingga kalian tega memperlakukan aku seperti ini . Aku tak bisa lagi menggerakkan tubuh ku . aku memejamkan mata karena laki-laki tua Bangka itu semakin dekat . Namun . . . .
**B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1
BAGAIMANA KISAH SELANJUTNYA TENTANG CERITA MASA LALU BELLA . . ?? TUNGGU PART SELANJUTNYA**.