
Devan membawa Hana berjalan kedalam hutan di iringi beberapa anak buah Devan. Sepanjang perjalanan Hana tak henti-hentinya mengagumi suasana yang sangat menenangkan. Desiran angin menerbangkan rambut nya, gemerisik daun yang tertiulup angin, suara-suara serangga hutan menambah kesan suasana alam yang menenangkan. Sesekali mereka berpapasan dengan beberapa pasang monyet dengan rupa yang cukup unik , yang bergelantungan di pohon. Hana dengan refleks melompat saat hampir saja menginjak seekor ular anaconda albino yang sedang melintas.
" waaw. Cantik sekali . . ?! " kata Hana menatap ular albino itu penuh kekaguman.
Devan hanya tertawa pelan.
" Ayo lanjutkan perjalanan nya. Masih ada yang lebih cantik dari ini. . ?! " kata Devan sambil mengelus ekor ular albino tadi .
" Kak, jangan bilang kalau semua hewan yang ada di pulau ini adalah hewan peliharaan kakak. . ??!!! " kata Hana penuh selidik. Devan mengangkat bahu nya acuh sambil tersenyum penuh misteri.
" Tidak semua nya. . aku juga menempatkan hewan liar di pulau ini, serta meletakkan hewan lain sebagai makanan mereka , hingga terbentuk lah menjadi rantai makanan . Selain itu , juga untuk bahan pelatihan ketangkasan dan hiburan . Serta juga untuk menghukum mereka yang berkhianat. . . ?!! " kata Devan.
mereka kembali melangkah. Hana menikmati suasana hutan yang tenang. Saat mereka sedang asyik berjalan, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kemunculan seekor singa jantan yang menghadang mereka. Hana bersikap waspada , Hana menoleh Devan yang bersiul dengan irama seperti kode.
" kak Devan . . . awas . . . !!!!!! " teriak Hana saat melihat singa itu berlari ke arah Devan. Devan menggeser posisi nya saat singa itu hampir menggapai nya. singa itu kembali mengejar Devan dengan raungan yang keras. Devan dengan santai meladeni kejaran singa itu.
" Hana , ayo ikuti aku. . ?! " kata Devan menarik tangan Hana. Empat anak buah Devan pun ikut berlari. di belakang mereka singa itu terus mengejar mereka . Hana mengikuti gerakan Devan yang berlari secara zig zag. Begitu pun dengan anak buah Devan. Beberapa meter di depan mereka, Hana melihat sebuah tempat yang terang tanpa di tumbuhi pohon apapun, seperti lapangan.
" Kak Devan tempat apa itu ?? " kata Hana dengan nafas terengah-engah.
" Sebentar lagi kamu akan tahu. .?! " jawab Devan. Ketika mereka menginjakkan kaki ke tanah lapang itu. Singa itu berhasil menangkap Devan hingga mereka bergulingan di tanah.
" Kak Devaaan . . . !!!!!! " jerit Hana cemas. Dia mencabut pisau yang terselip di sepatu bot panjang nya untuk menolong Devan.
Namun langkah nya terhenti saat dia melihat singa itu menjilat dan menguselkan kepala besar nya ke tangan Devan. Devan mengelus surai singa itu dan mencium nya.
" Kau lihat Bimbi ? kau membuat adikku cemas. Tapi aku senang. Ternyata adikku sangat menyayangi ku. . ?! " kata Devan tertawa keras. Dia melambaikan tangan nya pada Hana. Hana menghampiri Devan dengan wajah cemberut. dan. . . .
PLETAAKK
Hana memukul kepala Devan hingga Devan meringis kesakitan. singa itu meraung seperti memarahi Hana.
" APA ?? ELO MAU MARAH , HAA ?? teriak Hana memarahi singa itu dengan tatapan sangat tajam. Entah kenapa singa itu langsung ciut nyali nya .
Devan bangkit dan menepuk bahu Hana.
" Sorry. . Kakak ngerjain kamu. . maaf ya. ini Bimbi , dia teman kakak. . ?! " kata Devan. Hana menyimpan kembali pisau nya.
Dengan pelan, Bimbi berjalan menghampiri Hana dan menggosokkan tubuh nya yang besar ke badan Hana , membuat Hana terkejut. Dengan perasaan sedikit ragu , Hana mencoba mengelus bulu singa itu. Lembut. perlahan Hana terus mengelus kepala sampai ke leher Bimbi. terdengar dengkuran halus dari Bimbi . Hana tertawa pelan. Entah kenapa dia merasakan ketenangan saat mendengar dengkuran singa jantan yang gagah itu.
Terdengar Devan kembali bersuit. Tak berselang lama, terdengar krasak krusuk dari semak-semak yang mengelilingi lapangan itu. dalam hitungan detik , tampak hewan buas lain nya berdatangan. Berbagai jenis kucing besar datang menghampiri mereka. seperti harimau, singa , cheetah dan serigala. Mereka membentuk kelompok seperti anggota keluarga . mata Hana berbinar saat melihat kumpulan anak-anak kucing besar itu sedang bermain. Hana melihat setiap binatang mengenakan kalung hitam yang sama dengan lambang dragon berwarna merah. Tatapan Hana terpaku pada seekor anak serigala berbulu putih perak yang tampak menyendiri. Hana pun melihat kalau serigala perak itu tidak memakai kalung hitam seperti hewan yang lain nya.
" Pergi lah , bermain lah sepuas nya . Mereka tidak akan menyakiti kamu. Tapi kamu harus mendekati mereka dengan gerakkan pelan. Jangan membuat gerakan dadakan. .?! " kata Devan mengelus kepala Hana. Hana mengangguk dengan pelan sambil tersenyum sumringah.
" YOU IS THE BEST MY BROTHER. . kakak sangat tahu bagaimana membuat Hana senang. . ?! " kata Hana memeluk lalu mencium pipi Devan. Dia lalu berjalan pelan menghampiri anak serigala putih keperakan tadi. Anak serigala itu menegakkan kepala nya tanda waspada dengan kehadiran Hana yang mendekati nya.
__ADS_1
Devan memperhatikan Hana mencoba mengelus kepala anak serigala putih itu. Namun respon anak serigala itu belum bersahabat. Dia bangkit dan menggeram.
arrgghh
" hey. tenanglah . aku tidak akan menyakiti mu. . ?! " bujuk Hana sambil mengulurkan tangan nya berusaha menyentuh bulu putih nya yang panjang. Namun, tiba-tiba . . .
" aaw. . .sialan . . ngajak gelut elo. . ?! " kata Hana geram saat serigala kecil itu menggigit tangan Hana.
Hana langsung melompat menangkap serigala itu . Terjadi lah aksi gelud antara Hana dan anak serigala tadi. Mereka saling menindih , kadang Hana yang berada di atas tubuh serigala itu, dia berusaha untuk menundukkan anak serigala itu dengan mencengkeram leher nya. anak serigala itu meronta dan mengayunkan cakar tajam nya kearah wajah dan tangan Hana. Tanpa mereka sadari , beberapa hewan dewasa mengelilingi mereka sambil meraung seakan melerai pergumbulan antara hana dan anak serigala itu. Karena menghindari serangan anak serigala perak itu , keseimbangan Hana oleng hingga dia terjatuh telentang. Melihat ada nya cela, anak serigala putih itu naik ke atas tubuh Hana dan mencoba menyerang wajah Hana. Hana melindungi wajah nya sekuat tenaga. Namun Hana menemukan kejanggalan. walau moncong serigala itu berusaha menyerang wajah Hana tapi tak sampai melukai nya. Hewan itu sepertinya tak berniat melukai nya. Hana langsung memeluk tubuh anak serigala itu dan mengelus lembut kepala nya. Awal nya dia masih meronta dan melakukan perlawanan.
" sshhttt. . . Tenanglah , aku tidak akan menyakiti mu. Sekarang kita berteman ya. . . ?! " bujuk Hana menggaruk leher anak serigala perak itu. Ajaib, seakan mengerti apa yang di ucapkan Hana. Anak serigala itu diam , bahkan menjatuhkan tubuh gemuk nya , pasrah. Hana berlahan bangkit dengan masih memeluk anak serigala yang baru saja di taklukkan nya. Hana tersenyum puas. anak serigala itu mengangkat kepala nya. Dia mengendus luka baret di tangan Hana dan menjilati nya.
" Sepertinya dia menyukai mu. . ?! " kata Devan menghampiri Hana, dia menyerah kan sebuah kalung berwarna hitam.
" Apa ini bisa disebut sebagai tanda kepemilikan ?? " kata hana menerima kalung hitam itu. Devan mengangguk.
" Baik lah , Karena bulu mu putih keperakan . mulai sekarang nama mu adalah SILVERLY. Dan sekarang kau adalah milikku. ?! " kata Hana memakaikan kalung hitam itu.
aauuuuu
Silverly mengaum dengan suara imut nya. Membuat Hana semakin gemas.
" Kakak salut dengan mu , Hana. Kau tahu ? dia adalah satu-satunya keturunan serigala perak di pulau ini. Induk nya mati setelah melahirkan silverly . Karena dia diserang oleh beruang hitam saat dia dalam keadaan sangat lemah. Beberapa kali Kakak berusaha untuk menaklukan dia . Tapi selalu gagal. Dan akhir nya kau mendapatkan nya. . ?!! " kata Devan bangga ikut mengusap bulu silverly yang halus dan panjang.
" Lalu siapa yang merawat Verly setelah kepergian induk nya ?? " kata Hana menyebut nama panggilan silverly
Seekor induk harimau putih datang menghampiri Devan . Devan menggaruk leher induk harimau yang di panggil Dheby tadi.
" Dheby lah yang menjadi ibu susu Verly selama ini. . ?! " kata Devan.
Silverly mendekati Dheby dan menguselkan kepala nya ke wajah Dheby. Dheby menjilati silverly dengan penuh kasih.
" Ternyata Verly jantan. . ! " kata Hana tak sengaja melihat kelamin Verly.
Hana mengambil ponsel nya dari dalam tas. Dia mengambil foto dia bersama silverly. Hana asyik dengan imajinasi nya sendiri. foto-foto hewan peliharaan kakak nya menghiasi galeri foto di ponsel nya.
Matahari semakin tinggi menandakan bahwa hari sebentar lagi sore . Devan lalu mengajak Hana untuk kembali ke rumah kayu.
" Apakah aku bisa membawa Verly ikut pulang ke rumah kayu ?? " kata Hana penuh harap.
" Kita tidak bisa memisahkan Verly dengan kawanan nya disini. Dia masih dalam perlindungan kawanan nya. Akan sangat bahaya jika dia keluar . . ?! " kata Devan dengan rasa bersalah.
" Aku mengerti. . Baiklah. . Silverly ku sayang. Aku harus kembali. Jika ada waktu senggang ,Aku akan berkunjung kesini lagi. .Tunggu aku ?! " kata Hana memeluk dan mencium Silverly dengan penuh kasih sayang.
salah satu anak buah Devan menghampiri sebatang pohon lalu menekan sesuatu di batang. Terdengar suara bergemuruh. perlahan muncul lah kadang besi dari bawah tanah secar otomatis.
__ADS_1
" Kandang ini di rancang secara otomatis. Kandang ini akan kembali terbenam saat ujung tombak nya terkena sinar matahari pagi. Jadi jangan khawatir.. ?! " kata Devan.
Dengan berat hati. Hana melangkahkan kaki nya. Begitu juga dengan silverly. Dia menatap kepergian Hana dengan diam.
aaauuuuu
Silverly mengaum kembali. Dengan menguatkan hati nya, Hana berlari keluar dari kandang besi itu di ikuti Devan dan anak buah nya. Setelah cukup jauh dari kandang , Hana berhenti untuk mengatur nafas.
Setelah beristirahat cukup. Mereka melanjutkan langkah nya dengan berjalan santai sambil menikmati hembusan angin sepoi dengan aroma khas perhutanan. Sayup-sayup Hana mendengar aliran sungai. Dia menajamkan pendengaran nya .
" Apakah di pulau ini juga ada anak sungai ?? " tanya hana.
" Iya. Itu anak sungai buatan untuk memudahkan para hewan memenuhi kebutuhan air nya. . ?!! " jawaab devan.
" Apa nona ingin melihat anak sungai buatan kami ?? " kata salah satu anak buah devan .
" Boleh. .. ?!! " kata hana.
anak buah Devan memimpin jalan menuju sungai dengan langkah tanpa ragu.
" Seperti nya kau sudah sangat hapal setiap sudut pulau ini. . . ?! " kata Hana memecah situasi yang tampak canggung ini.
" Menjawab nona. Nama saya Boby . Saya ketua geng di pulau ini . Dari awal pulau ini di beli oleh bos , Saya yang bertanggung jawab atas keamanan dan pembangunan yang di buat di pulau ini. Maka nya saya hapal semua yang ada di pulau ini. . ?! "
Hana mengangguk paham. Tapi Tatapan Hana berhenti pada sepasang rusa yang sedang minum di pinggir sungai yang cukup lebar. Hana hanya memperhatikan tanpa menganggu nya. Dia sempat mengambil gambar rusa itu dengan background alam yang asri.
" Kak, jangan bilang kalau sungai ini juga kakak isi dengan sepasang buaya ?? " kata Hana denggan wajah masam.
Devan tertawa .Dia menggelengkan kepala nya.
" Tidak. Kakak tahu kalau kamu paling benci dengan hewan yang bernama buaya. Maka nya kakak tidak memasukkan hewan itu dalam daftar penghuni pulau ini. . !!!? " kata Devan mengacak rambut Hana.
Setelah merasa cukup menikmati pemandangan di pinggir sungai. Mereka melanjutkan perjalanan . Setelah menempuh perjalanan kaki selama hampir satu jam. Akhirnya mereka sampai di rumah kayu. Kedatangan Hana dan Devan di sambut dengan Omelan panjang mommy yang hampir pingsan karena mengkhawatirkan kedua buah hati nya.
" Mommy tenang aja. Kan ada kak Devan yang melindungi Hana. . ?! " kata Hana membujuk mommy nya.
" Mommy jangan khawatir . Puteri kesayangan mommy pasti akan baik-baik aja kalau sama Devan. . ?! " kata Devan merangkul pundak Hana.
" Huuffht. . .kakak sama adik sama saja . Sama-sama suka bikin mommy jantungan. . !! "
"Mommy sih , kan tadi Daddy udah bilang. mereka akan baik-baik aja. Mereka ini anak Daddy , anak Daddy pasti kuat dan tangguh seperti Daddy nya.. ?! "
" Daddy juga. sama- sama suka bikin kesal. Sana mandi. sebentar lagi jam makan malam. . ?!
" Siap bos . . ?! " kata Hana dan Devan memberi hormat ala tentara . Namun mereka berlari saat melihat sendal jepit mommy akan melayang ke arah mereka. mommy tersenyum penuh bahagia melihat anak-anak nya sangat akur.
__ADS_1
#***BERSAMBUNG
HY GUYS MAKASIH YA UDAH MAMPIR. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT. . DI TUNGGU , VOTE DAN SAR__KRIT NYA YA. .♥️♥️♥️***