SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 25 BALOK ES MULAI MELELEH


__ADS_3

Namun pandangan nya tertuju pada segerombolan orang yang berjalan cepat seperti mengejar orang yang memakai pakaian kasual yang berjalan di depan mereka. Hana tidak memperhatikan gerombolan itu karena dia menatap orang yang familiar bagi dia . Dia mengurungkan niatnya untuk berhenti lalu mengikuti orang itu dengan pelan. dari kejauhan tampak mereka mengepung pria tadi . pria itu menangkis serangan dengan sempoyongan. Hana mencurigai jika sudah terjadi sesuatu dengan nya. Hana semakin serius memperhatikan adegan itu. Dia mengumpat saat melihat pria itu mulai mendapat serangan bertubi-tubi hingga meembuat dia terpental . Dengan cepat Hana menghampiri pria itu.


" Cepat naik . . !!!! " kata Hana . pria itu menoleh dan langsing Ng naik saat mendengar suara gadis yang sangat dia kenal.


bruuuuuuuummmm


Hana menarik gas hingga motor nya sudah semakin menjauh dalam hitungan detik.


" SIALAN . KEJAR MEREKA . JANGAN SAMPAI LOLOS . . .!!!!! "" teriak seorang pria yang sepertinya ketua gerombolan itu. anak buah nya kocar kacir menuju kendaraan mereka . Terlihat beberapa mobil melaju dengan cepat menyusul motor yang sudah meninggalkan nya .


Disisi lain. Hana membelokkan motor nya ke gang yang sempit . Kadang berbelok kanan , kadang berbelok kiri. Hingga akhirnya motor Hana berhenti di sebuah penginapan sederhana. Dia menoleh pria yang dia bonceng yang tampak terkulai. Hana melihat seorang pria berseragam batik keluar dari lobby penginapan.


" Mas tolong mas , . . ?! " kata Hana. karyawan penginapan itu menghampiri Hana.


" Loh suami nya kenapa mbak ??? " kata pria itu. Hana tersentak seraya melepas helm full face nya.


" Bukan , dia bukan suami saya tapi Abang saya.Dia di keroyok sama begal mas . apa ada penginapan yang kosong ?? " kata Hana .


" Ada mbak. . ayo masuk . . ?! " Hana mengikuti pria itu


" njirr , bisa-bisanya nih orang bilang dia suami gue. . iiuuwh... Bisa-bisa gue cepat ubanan kalau punya suami rese kayak dia . . ?! "


" Rin , tolong layani mbak ini ya , saya langsung mengantar mas nya ke kamar nomor 10 . . ?! "


" iya Ron , , ?! "


Pria yang di panggil Roni tadi langsung menuju kamar yang dia maksud. Hana mengisi data di buku daftar . Setelah membayar nya dia langsung menuju kamar nomor 10 berbarengan dengan Roni yang yang juga membuka pintu.


" Eh mbak. bikin kaget aja. Silahkan masuk mbak . . ?! " kata Roni.


" Makasih ya . oh iya bisa minta tolong lagi mas ??? "


" Tolong apa mbak ?? "


" kalau mas nya gak sibuk bisa pesanin martabak telor sama gado-gado yang didepan ?? "


" Oh bisa-bisa mbak. . berapa porsi ?? "


" Martabak telor nya satu sama gado-gado nya empat. . !? "


" Terus kalau minum nya ?? "


" minum nya teh manis empat . . ?! " kata Hana memberikan uang pecahan warna merah pada Roni.


" Baik mbak . Silahkan tunggu di dalam ya . Nanti saya minta mereka antar ke dalam. . ?! "


" Baiklah .Makasih ya mas . . ?! "


Hana masuk ke kamar. Tampak seorang pria terbaring di ranjang . Hana menghampiri nya.


" Sean , are you oke ?? " kata Hana duduk di tepi ranjang. Yah , pria yang di selamatkan Hana adalah Sean.


" Gue gak bisa gerakin anggota tubuh gue . . ?! " jawab Sean lemas.


" Siapa mereka ? dan kenapa badan elo jadi lemes kayak gini ?? " kata Hana


" Seperti nya mereka orang suruhan rival bisnis gue . mereka menjebak gue di hotel itu. Mereka memasukan obat pelumpuh saraf ke dalam minuman gue. . ?!! "

__ADS_1


Hana kini mengerti kenapa Sean tampak sempoyongan.


" Hana , elo telpon Devan sekarang sebelum terlambat. . ?! " kata Sean . Terlihat wajah nya tampak tegang.


" Ada apa ?? " kata Hana melihat gurat kepanikan di wajah lesu Sean.


" Gue sama Sean ada janji dengan seseorang di hotel tadi. Gue rasa Devan sekarang dalam perjalanan menuju hotel . . ?! "


Hana langsung menelpon Devan. * * *


Didalam sebuah mobil . Devan mengendarai mobil nya dengan santai. Dia sedikit terkejut mendengar ponsel nya berdering .


" Hallo Hana . . . . apa . . . ok . Sharelock sekarang ya . . ?! "


Devan menutup telpon nya. Ponsel nya berdenting. Devan lalu menuju lokasi yang di bagikan hana. Tak berapa lama mobil Devan berhenti di depan penginapan . Dia menghampiri resepsionis yang sedang menikmati gado-gado pemberian Hana , Hana sengaja membeli porsi lebih untuk Karin dan Roni.


" Permisi mbak . Apa ada tamu yang menginap disini atas nama Hana ?? "


" Oh ada mas . Silahkan langsung ke kamar nomor 10 . . ?! "


" Baik mbak terimah kasih. ?! " Devan langsung beranjak dari tempat nya.


" Duuh ganteng banget sih. . . ?!! " kata Karin.


Devan langsung membuka pintu tanpa mengetuk. Devan melihat Hana sedang menyuapi Sean . Dia menghampiri mereka setelah menutup pintu kembali.


" Ciee . .ciee . .yang disuapin . .?! " goda Devan .


" Parah nih Adek elo . kasar banget nyuapin nya . Kalau bukan karena badan gue lemes . gak akan gue minta suapin. . ?! " gerutu Sean.


" Dasar konyol . Terus lah seperti ini. lupakan semua yang membuat mu sedih . . ?! " batin Sean.


" elo kenapa bisa jadi kayak gini ?? " tanya Devan serius.


Sean menceritakan semua kejadian di dalam hotel yang dia alami. Devan mendengar nya dengan serius. Devan bersyukur karena mereka baik-baik saja . Namun Devan sedikit cemas karena Hana terlibat dalam insiden itu. Dia takut identitas Hana akan terdeteksi dan keamanan Hana akan terancam .


" makasih ya Hana , elo udah nyelamatin gue . Kalau gak ada elo . Mungkin gue sekarang udah hancur. . ?! " kata Sean tulus.


" it's ok. Lagian gue juga gak sengaja lihat kejadian itu. ?! " kata Hana .


" Tapi tetap aja kalau elo gak bantuin gue . mungkin gue udah celaka. . mungkin Tuhan ngirim malaikat penyelamat buat gue melalui elo. . . ?! " kata Sean.


" Ternyata muka rata kayak balok es bisa bersyair juga ya . . . ?! " goda Hana mendekatkan wajah nya ke wajah Sean. Devan tertawa dalam hati. Bagaimana tidak , laki-laki yang terkenal dingin dan kejam, kini seperti tak berdaya di depan adik nya. Sean memalingkan wajah nya yang bersemu.


" sepertinya kutub Utara sedikit demi sedikit mulai meleleh . . ?!! " batin Devan


* * * * *


buukh


buukh


buukh


Tiga laki-laki terpental oleh tendangan seorang pria yang seperti nya bos mereka. Wajah nya tampak garang.


" Dasar lemah . Membereskan satu orang saja kalian tidak becus. . Untuk apa saya mengeluarkan uang banyak jika hasil nya nol . . !!!! " teriak laki-laki paruh baya itu.

__ADS_1


" Tuan , kami kecolongan . Tinggal selangkah lagi orang mati di tangan kami. Tapi sayang nya ada seseorang yang ikut campur. Dia membawa target pergi dan kami kehilangan jejak. . ?! "


" Cari orang itu dan habisi dia . . Jika kalian gagal . . . Terima akibatnya . . ?! " kata laki-laki yang di panggil tuan itu mengibaskan tangan nya. Mereka lalu keluar.


" Sean , seharusnya aku yang menjadi pemimpin bukan kamu. Jadi jangan salahkan aku jika aku harus melenyapkan mu . . . !!! batin pria itu. Dia mengepalkan tangan nya. Tampak kemilau cincin bermata zambrut ditangan nya.


 


Di kamar penginapan, tampak tiga Manusia tengah asyik dengan kegiatan mereka masing-masing. Sean tampak sudah tertidur. Sedangkan Devan dan Hana asyik bermain game online. Kadang Hana berteriak kesal karena kalah. Kadang dia akan bersorak jika menang. Karyawan penginapan tak menghiraukan mereka karena Devan sudah menjelaskan hubungan antara mereka bertiga dan memutuskan akan menginap di sana .


" Dek , Daddy udah kasih tahu kamu belum ?? ""


" Soal apa ?? " kata Hana masih fokus sama ponsel nya.


" Soal pesta anniversary dari salah satu kolega Daddy . Pesta nya di adakan di sebuah pulau. Dan di wajibkan untuk membawa putra putri nya. ?! "


" Jadi kita harus ikut Donk ?? "


" Untuk menjaga reputasi Daddy dan kekompakan keluarga Winata , mau gak mau kita harus ikut . .?! "


" memang acara nya kapan ?? "


" Sekitar satu Minggu lagi . . ?! "


Hana hanya menganggukkan kepala nya . Dia menguap lebar . Devan tersenyum melihat tingkah adik nya. Dia mengusap rambut Hana.


" Udahan main game nya . yuk tidur . Gak apa-apa ya kamu tidur di bawah . Kan gak enak kalau mau pindahin Sean , nanti dia kebangun. ?! " kata Devan . Hana mengangguk.


" gak apa-apa kak . lagian kan keadaan dia kurang baik. Udah biarin. . . !! "


hana mematikan ponsel nya lalu menarik kasur ganda dari bawah ranjang , yang kebetulan posisi Hana berada di samping bawah posisi Sean. Devan mengambilkan selimut dan bantal untuk Hana dari lemari seperti yang di bilang karyawan nya tadi. Devan memberikan bantal dan menyelimuti Hana .


" Selamat malam my little girl. . .?! " kata Devan mencium kening Hana .


" Selamat malam kakak ku ganteng . . ?! " kata Hana seraya memejamkan mata nya. Devan tersenyum lalu mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur . Dia membaringkan badan nya di samping Sean. Tanpa mereka sadari Sean ternyata belum tidur. Dia memejamkan mata nya karena merasa lelah. Di dalam temaram nya kamar , terlihat seulas senyum terlukis di bibir Sean .


" Di balik sifat bar-bar mu , ternyata hati mu begitu lembut . . Hana . . . Entah kenapa hati ku terasa tenang bila menyebut nama mu . . !! " batin Sean .


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2