
* * * Beberapa bulan kemudian * * *
Devan dan Sean kini di sibukkan dengan melawan dan menahan penyerangan secara besar-besaran dari berbagai kelompok kecil yang kini berkolaborasi dengan kelompok lain hingga menjadi kelompok yang besar . Dermaga , pasar bawah tanah , serta markas-markas cabang mereka di serang oleh kelompok yang entah apa nama nya . Yang jelas mereka di serang di kawasan kekuasaan mereka sendiri . Hal itu membuat Sean dan Devan naik pitam .
" halo bos , kami di serang secara besar-besaran oleh kelompok lain . .
" Bos , tolong kirim segera bala bantuan , secepat nya .
" Bos terjadi kebakaran di dermaga kita di bagian barat , ,
" Tuan , aku mendapat kabar kalau kelompok kita di bagian timur , telah di bantai dan gudang penyimpanan kita telah di rampok . .
Masih banyak lagi laporan dari anak buah mereka yang membuat mereka semakin geram . Bahkan yang paling membuat mereka naik darah , beberapa laporan dari anak buah Sean yang berada di luar negeri juga mengabarkan kalau mereka juga di serang . Dan mereka juga mendapat laporan dari mata-mata mereka kalau Sebuah kelompok yang bernama the Dark akan menyerang markas besar mereka .
" Siapkan pasukan terbaik kita . Keluarkan senjata andalan kita. Akan kita tunjukkan Kekuatan The King yang sebenarnya . . ! " kata Sean dengan aura membunuh yang kental .
" Baik bos . .! "
__ADS_1
**
Devan juga tak kalah pusing . Laporan demi laporan tentang penyerangan secara mendadak juga terjadi pada kelompok Devan . Bahkan dua dermaga milik nya terbakar karena ulah kelompok itu , membuat Devan sangat marah . Bagaimana tidak , dermaga yang terbakar itu adalah dermaga terbesar dalam wilayah kekuasaan nya . Dan menjadi jalur akses pengiriman barang yang aman .
Setelah melakukan rapat dengan anggota inti dan ketua dari setiap markas , akhirnya mereka memutuskan untuk membalas serangan musuh . Setelah menyusun strategi dan taktik perang , Semua ketua markas yang tersebar di berbagai daerah dan negara sudah bersiap untuk membalas serangan musuh di daerah pengawasan mereka .
Devan dan Sean pun memberitahu Hana perihal rencana mereka berdua yang akan berangkat ke luar negeri untuk memimpin langsung serangan balasan itu .
" kak Devan , Sean . Sebaiknya suruh orang kepercayaan kalian saja yang memimpin serangan balasan itu , dan kalian tetap disini . . ! " kata Hana dengan wajah serius .
" Apa kamu punya pendapat , Nana . . ? " kata Sean .
" maksud kamu ? " kata Devan .
" coba kakak pikir , penyerangan yang terjadi di wilayah kekuasaan kalian yang ada di luar negeri , itu lebih besar dari penyerangan di wilayah sini . Sedangkan markas besar kalian berada di wilayah negara ini . Nah , yang jadi pertanyaan nya disini , kenapa mereka lebih memilih melakukan serangan ke luar negeri , bukan menyerang langsung ke markas besar kalian ? Padahal mereka menyerang itu secara besar-besaran loh . Seakan-akan mereka sengaja memancing kalian agar kalian membalas serangan mereka yang di sana . , jika kalian berdua pergi menghadapi langsung serangan di sana . Apa kalian pernah berpikir , kemungkinan apa saja yang akan terjadi disini ? " kata Hana . Sean dan Devan menatap Hana dengan tatapan lekat , dan semenit kemudian tatapan mereka berubah berbinar .
" Sialan , , !! Hampir saja kita terkecoh . . bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal ini sebelum nya . Hana , untung saja kau teliti . . ! " kata Devan menepuk kepala Hana pelan . Sean menatap sang kekasih dengan senyum bangga .
__ADS_1
" sepertinya kita harus menghubungi para senior untuk meminta bantuan Meraka . . ! " kata Sean .
" Kau benar . Aku akan menghubungi beberapa senior yang aku percaya . . ! " kata Devan .
" Baiklah , aku juga akan menghubungi beberapa senior kenalan ku . . ! " kata Sean .
" jika tebakan ku benar , musuh mereka sengaja melakukan serangan berskala besar di wilayah mereka yang berada di luar untuk mengecoh kak Devan dan Sean agar datang kesana . Dan setelah Meraka berhasil memancing kak Devan dan Sean . Incaran mereka yang sesungguhnya adalah wilayah disini . Seperti yang di katakan opa dulu , jika ingin menguasai lawan maka carilah kelemahan nya . Dan kemungkinan besar musuh mereka sudah mengetahui apa kelemahan kak Devan dan Sean . Dan kelemahan kak Devan dan Sean adalah . . . . .""
Mata Hana terbelalak saat kembali menyadari sesuatu . Dia menatap Devan dan Sean yang tampak masih sibuk menghubungi rekan mereka . Mata nya memanas saat mengingat keadaan Bella yang sebentar lagi akan melahirkan .
" kakak , aku punya sedikit saran untuk membuat rencana baru . .! " kata Hana .
" Katakan . . ! " kata Devan bersemangat .
" bagaimana kalau . . . . .
____________________________
__ADS_1
BERSAMBUNG