
Di sebuah ruangan , Hana tampak serius menghadapi laptop nya di sertai dengan suara tombol keyboard yang berirama . Sesekali dia melirik tumpukan kertas di samping laptop . Sudah hampir setengah hari Hana berkutat dengan laptop nya . Saking konsentrasi nya , dia tidak menyadari kalau ponsel nya yang tergeletak di meja sofa sudah beberapa kali bergetar . Karena merasa letih , Hana meregangkan otot nya lalu kembali sibuk dengan laptop nya .
tok tok tok
Hana sedikit terperanjat saat pintu tiba-tiba di ketuk , dia mempersilahkan orang itu masuk , ternyata pak Amin yang mengetuk pintu .
" Maaf mengganggu nona , ini laporan bulan ini . . ! " kata pak Amin meletakkan sebuah map ke meja Hana .
" Apa ada masalah untuk bulan ini , pak . . ? " kata Hana membuka map itu
" Memang ada sedikit masalah , nona . Di lantai khusus permainan , ada sedikit kerusakan yang mengganggu kenyamanan pengunjung . Tapi nona tenang saja , saya sudah memanggil orang untuk memperbaiki nya . . ! "
" Hmm , , kerja bagus pak Amin . ! " puji Hana meletakkan kembali map tadi .
" Terima kasih nona . . oh iya nona , ini sudah masuk jam makan siang . Apa nona akan makan di luar atau ingin memesan makanan , kebetulan saya akan makan di luar , biar saya pesankan sekalian . . ! " tawar pak Amin .
" Wah kebetulan pak Amin . kalau gitu tolong pesankan saya gado-gado yang ada di seberang jalan sana , sama minumnya ice cappucino . Nanti uangnya saya kasih ke orangnya sekalian dia ngantar nanti . . ! "
" Baik , nona . kalau begitu saya permisi dulu . . ! " kata pak Amin .
" Baiklah . sekali lagi terima kasih pak . . ! " kata Hana . pak Amin beranjak dari tempat nya , sedangkan Hana kembali berkosentrasi pada laptop nya . Ruangan Hana terasa sangat sunyi , hanya derap tombol keyboard yang di tekan yang terdengar .
Saat sedang asyik dengan dunianya sendiri , Hana mendengar suara pintu di buka . Terdengar derap langkah mendekati meja Hana .
" Ternyata makan siang ku sudah sampai . Taruh aja di meja . . ! " kata Hana tanpa menoleh . Dia masih melanjutkan pekerjaan yang hampir selesai . Tapi konsentrasinya buyar saat sebuah kecupan mendarat di puncak kepala nya di sertai dengan wangi parfum yang sangat dia kenal . saat Hana mendongakkan kepala nya , sebuah senyum manis tertangkap di netra mata nya .
" Kau pintar sekali membujukku untuk makan tepat waktu , tapi ternyata kau selalu mengulur waktu makan mu . Ayo makan , aku sudah membawakan makan siang . ! " kata Sean memainkan rambut panjang Hana .
" hehehe , , nanggung nih , bentar lagi kelar kok . . ! " kilah Hana kembali menatap layar laptop nya , tapi belum sempat dia menyentuh keyboard , Sean langsung menutup laptop nya .
" Sean , ,
" no , baby . you have to eat now . . ! " kata Sean menatap lekat mata biru Hana . karena merasa merinding mendapat tatapan tajam tapi mempesona , Hana memilih untuk mengalah .
" iya , iya . .ayo temani aku makan. . ! " kata Hana lalu bangkit dan menarik tangan Sean untuk duduk di dekat nya .
S
k
i
__ADS_1
p
Di sebuah kamar Skybay hotel Gyeongpo . Hotel terkenal di negara K , dengan fasilitas yang mewah dan pemandangan laut yang indah dan menenangkan . Tampak sepasang pengantin tampak asyik bercengkerama dengan di temani secangkir kopi panas di balkon hotel yang langsung menghadap ke laut . Rona kebahagiaan tampak terpancar di wajah mereka yang cerah . Dengan suasana hati yang riang dan senyum yang tak pernah pudar , Devan selalu menatap Bella yang terlihat sedikit pucat . Entahlah , mungkin akibat ritual penyatuan mereka tadi malam yang menguras energi dan perasaan mereka . Devan merasa seakan menjadi laki-laki yang paling sempurna dan beruntung saat mendapati kalau sang istri , ternyata masih suci dan menyerahkan mahkotanya dengan ikhlas dan penuh cinta . Walau harus dengan usaha yang keras dan merasakan sakit yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata , Mereka akhir benar-benar bersatu dalam sebuah ikatan batin .
Devan memeluk Bella dari belakang dan menjatuhkan dagu nya ke bahu Bella . Bella tersenyum dan memiringkan wajah nya lalu mendaratkan kecupan penuh kasih di pipi sang suami . Devan tersenyum lebar lalu balas mencium pipi Bella .
" Apa masih sakit . . ? " tanya Devan untuk yang kesekian kali nya , dia merasa sangat bersalah saat melihat ekspresi kesakitan Bella tadi malam .
" Sedikit . Devan , sudahlah , jangan merasa bersalah terus . Aku gak apa-apa kok . wajar jika itu sangat menyakitkan karena ini yang pertama kali nya . . ! " kata Bella yang merasa bosan karena selalu di tanya seperti itu . Dia membalik badan nya menghadap Devan . Bukan nya menjawab Devan malah menjatuhkan kepala nya ke dalam pelukkan Bella . Untung nya selisih tinggi Devan dan Bella tidak terlalu jauh , jadi Bella masih bisa mengimbangi tubuh Devan . Dia mengusap kepala Devan lembut untuk menenangkan nya . Dia tahu perasaan Devan , walau Devan terkenal dengan sikap dingin dan kejam nya , tapi Bella merasa kalau Devan adalah sosok laki-laki yang lembut . saat ritual penyatuan mereka tadi malam , saat Bella sempat meringis pelan ketika Devan mencoba membobol " segel " nya , Devan memutuskan untuk menghentikan kegiatan mereka karena tidak sanggup melihat Bella kesakitan . Tapi Bella tetap memaksa untuk melanjutkan kegiatan mereka karena Bella ingin menjadi milik Devan seutuhnya . Bella mencoba sekuat tenaga agar tidak menunjukkan rasa sakit nya , hingga akhirnya penyatuan mereka berhasil dan membuat Bella merasa sangat bahagia .
" sayang , kamu tahu , aku merasa sangat bahagia karena sekarang aku sudah menjadi milik kamu seutuhnya . Dan kamu sekarang menjadi milik ku seorang . . ingat , kalau sampai aku lihat kamu tebar pesona sama cewek lain , aku akan kurung kamu di kamar mandi . ! " kata Bella mencoba menenangkan Devan walau dia tahu Devan bukan tipe cowok yang suka tebar pesona . Devan tertawa pelan seraya mengangkat kepala nya .
" Aku janji , aku gak akan tebar pesona cewek lain . Tapi bukan salah ku jika mereka merasa terpesona dengan ku , kau tahu sendiri bukan , bagaimana pesona suami mu ini . . !! " canda Devan , Bella mencubit pelan perut Devan hingga Devan tertawa ,dia lalu memeluk Bella kembali .
" Sayang , sepertinya hari ini kita berisitirahat di kamar aja ya . Aku gak mau kamu merasa gak nyaman saat kita menikmati waktu kita di luar . Aku akan ajak kamu jalan-jalan setelah kamu merasa baikan , ok . ! " kata Devan .
" Ok . . ! " jawab Bella . Devan mencium puncak kepala Bella .
_____________
Hana meregangkan otot nya setelah menyelesaikan pekerjaan nya . Tanpa sengaja tatapan nya bertemu dengan mata biru Sean yang ternyata masih duduk di sofa seraya menatap nya .
" Sean , ternyata kamu masih disini . . ? " kata Hana sedikit kaget . Sean tersenyum lucu melihat keterkejutan Hana dengan kehadiran nya . Dia bangkit dan menghampiri Hana .
" Hahahaha . . . ada-ada aja kamu , Sean . Tenang aja , setelah aku resmi menjadi istri mu nanti , aku akan meninggalkan semua pekerjaan ku , dan aku akan sepenuhnya bergantung pada mu . Jangan menyesal jika aku akan membuat mu bangkrut nanti . .! " kata Hana .
" aku akan sangat berterima kasih jika kau berhasil menghabiskan separuh uang ku , baby . Apalagi jika kamu berhasil menghabiskan seluruh uang ku , maka aku akan sangat bahagia dan akan bekerja lebih keras lagi . . ! "
" Ciih , , sombong banget . Aku jadi kebelet ke kamar mandi melihat kesombongan kekasih ku ini . . ! " kata Hana langsung berlari ke kamar mandi . Sean tertawa pelan melihat tingkah Hana . Dia memeriksa laptop Hana , setelah meneliti hasil pekerjaan Hana sebentar , dia mengangguk-angguk pelan lalu menutup laptop dan kembali duduk di sofa .
S
k
i
p
Hana dan Sean kini berjalan beriringan menuju mobil Sean . karena di paksa oleh Sean untuk pulang bersama nya , terpaksa Hana menelpon Damar untuk mengambil motornya di parkiran mall . Saat mereka baru saja tiba di area parkiran , tiba-tiba Hana di tabrak oleh seorang cewek berambut panjang .
Bruukh .
__ADS_1
" hey . !!! " bentak Sean pada perempuan yang menabrak Hana .
Deg . .
" Mayang . .?? " batin Hana menatap Mayang lekat .
" itu dia , cepat kejar , jangan sampai dia lolos . . !!!! " teriak seorang laki-laki yang di ikuti beberapa laki-laki lain di belakang nya . Mendengar teriakan itu , Mayang langsung bangkit hendak berlari , tapi tiba-tiba sepatu high heels yang dia pakai patah , membuat keseimbangan tubuhnya tidak stabil hingga di kembali terjatuh dengan kaki yang tertekuk .
" Aaaw . . !! " ringis Mayang , dia kembali berdiri dengan susah payah , dia berjalan pelan dengan terpincang-pincang karena kakinya ternyata keseleo .
" mau lari kemana elo , haaa . . !!! " teriak cowok tadi dengan menjambak rambut Mayang dengan kuat .
" Aaaw , ,lepas , sakit . . . !! " teriak Mayang kesakitan .
" Bayar dulu hutang-hutang elo , baru gue lepas . . cepat , mana uang nya . .! " bentak laki-laki berewokan itu .
" Hiks , hiks , , ampun bang . .Saya belum bisa bayar hutang-hutang saya . Saya baru saja di pecat , saya janji , ,hiks hiks , , saya akan bayar hutang-hutang saya setelah saya dapat pekerjaan baru . Tolong lepaskan rambut saya bang , , sakit bang . . hiks hiks . . !! " Keadaan Mayang yang tampak berantakan membuat beberapa orang merasa iba , tapi mereka tidak berani melawan laki-laki berewokan itu yang terkenal sebagai rentenir yang mata keranjang dengan anak buah yang sangat kejam .
Hana hanya melihat kejadian itu dengan wajah datar tanpa ada niat untuk menolong . Rasa sakit pengkhianatan yang baru saja hilang dari hatinya , kini kembali mencuat merobek hatinya . Dada nya terasa sesak saat bayangan kemesraan Mayang dan Arya yang tertangkap oleh mata kepala nya sendiri .
" Nana , , ada apa . . ?? apa kau kenal dia . .? " kata Sean membuyarkan lamunan Hana yang menatap lekat ke arah perempuan itu .
" Gak , aku gak kenal . .ayo pulang . . ! " kata Hana langsung masuk ke mobil Sean di susul Sean yang masuk ke bangku sopir . Tak lama mobil itu melaju meninggalkan area parkiran mall .
" *Seperti nya , gue harus waspada dengan kehadiran Mayang yang tiba-tiba . Gue merasa kalau sekarang dia sedang memasang jebakan . Gue harus hubungi kak Anton. . ! " batin Hana .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G*