SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 48 TERJADI SESUATU


__ADS_3

Sejak pulang dari rumah sakit , Hana sama sekali tak menyapa atau melirik Devan . Devan sudah berusaha untuk mengajak Hana berinteraksi tapi Hana tetap tak bergeming. Hana selalu menampakkan wajah datar nya di depan Devan , tapi akan bertingkah manis saat sedang bersama Sean , membuat Devan frustasi . Begitu juga saat bertemu dengan Bella , sikap nya akan berubah ceria dan cerewet . Beberapa kali Devan meminta Bella untuk membujuk Hana agar tidak mendiamkan nya lagi . Tapi hasil nya tetap nihil . Daddy dan Mommy hanya diam melihat sikap putri nya .


" Mom, Dad , tolongin Devan . bujuk Hana agar tidak mendiamkan Devan seperti ini . Devan gak bisa . . !! "


" Mommy sudah mencoba membujuk Hana . Tapi seperti nya Hana masih marah . . ! "


" Ini menjadi pelajaran buat kamu untuk ke depan nya. kamu harus bisa mengendalikan emosi kamu agar tidak terjadi salah paham . Adik mu benar , usia mu saja yang semakin tua tapi otak mu belum dewasa . Setelah Daddy perhatikan lagi , ternyata pemikiran Hana lebih dewasa dan lebih tenang dari kamu . Kamu harus banyak belajar dari adik mu . ! " nasehat Daddy . Devan menunduk mendengar kan nasehat Daddy .


" Baik Dad , . ! "


Hana yang melihat mereka dari lantai dua tersenyum simpul melihat kakak nya . Daddy berpura-pura mengangkat tangan nya untuk menggaruk kepala nya , namun mommy dan Devan tidak menyadari jika Daddy memberi kode pada Hana dengan mengacungkan jempol nya .


Hari yang di tunggu-tunggu tinggal beberapa jam lagi , mereka saat ini tengah sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk pesta pertunangan Devan dan Bella . Terkecuali Hana , Devan tidak mengizinkan Hana untuk ikut sibuk karena khawatir akan menganggu pemulihan luka Hana . Menurut dokter , luka di bagian luar sudah sembuh , tapi di bagian dalam masih terluka cukup dalam. Jadi aktivitas Hana di batasi dan tetap di rumah .


Untuk mengisi kekosongan nya. Hana membuka laptop nya , dia sibuk mengotak atik laptop nya . hingga dia di kejutkan dengan dering ponsel nya .


" Halo Sean . . ! Hana menyandarkan ponsel nya di bantal .


" kamu lagi apa ?? "


" lagi bermalas-malasan . apa lagi yang bisa aku lakukan saat terkurung seperti ini . ! " Sean terkekeh .


" kamu kan bisa main ke taman . manjat pohon gitu . hahahaha . . ! " Sean tertawa lepas saat mengingat Hana dengan lincah nya memanjat pohon jambu batu yang cukup tinggi .


" Sean . . !! " Najwa menunjukkan tatapan kejam nya .


" Sorry baby . Waktu itu kamu benar-benar cute banget . . haha . !! "


" Sean , gimana menurut kamu. Apa kak Devan sudah mulai merubah sifat nya ?? "


" Aku rasa dia mulai merubah sikap nya . Dia sekarang terlihat lebih tenang dalam menghadapi situasi dan masalah . . ! "


" Bagus . itu artinya gak sia-sia aku diamin dia beberapa Minggu ini . .! "


" Tapi , malam ini kamu pasti datang kan ?? "


" Kita lihat aja nanti . . , Btw kamu gak kerja ?? "


" Aku lagi kerja kok . Tapi aku kangen sama gadis kesayangan ku ini , gimana Donk . ! " goda Sean .

__ADS_1


" Ya gak gimana-gimana sih . . Sean temani aku makan siang yuk , gak selera nih makan sendirian di rumah . .! "


" Dengan senang hati , Nana . kamu mau di bawain apa ?? " kata Sean semangat 45


" Aku pengen makan SOP buntut sama Kentucky . . ! "


" *Ok . tunggu aku ya . . aku datang . . !! "


Tut Tut Tut*


Sambungan video call terputus . Hana tersenyum melihat Sean yang sangat semangat . Dia membaringkan tubuh nya , dia menatap langit-langit kamar nya yang bercorak kelopak bunga mawar hitam . Perlahan mata nya terasa memberat dan akhir nya dia pun terlelap .


__________


Satu persatu tamu mulai berdatangan . Devan dan keluarga nya sudah datang ke gedung kecuali Hana . Devan berusaha untuk tersenyum namun tetap saja wajah nya terlihat dingin dan datar karena tak mendapatkan jawaban dari sang adik saat mengajak nya berangkat ke gedung yang di jadikan tempat pesta Pertunangan . Namun hati nya sedikit menghangat saat sang kekasih hati datang bersama keluarga nya . Wajah Bella tampak cerah .


Dari sela-sela para tamu , Jessi yang melihat Bella yang tampak bahagia , membuat hati nya mendidih. Tangan nya terkepal dengan mata nya memerah .


" Dasar gadis sialan , berani-beraninya dia tidak mempedulikan ucapan ku untuk menjauhi Devan. Tunggu saat yang tepat aku akan membuat perhitungan dengan mu , gadis lemah . . ! " batin Jessi .


Devan terus menatap ke arah pintu , berharap sang adik muncul dan memberinya sebuah pelukkan hangat yang dia rindukan beberapa Minggu ini . Namun sudah hampir 1 jam tak ada tanda-tanda jika Hana akan muncul . Devan menghela nafas berat . Bella yang mengetahui kegundahan Devan ,mengelus lengan Devan untuk menenangkan nya.


" Bell , hati ku gelisah memikirkan Hana . Aku takut dia gak akan datang di moment yang indah ini. ! " kata Devan lirih .


Wajah Devan sedikit cerah saat melihat Sean datang , namun hati nya kembali sakit saat melihat bahwa Sean masuk ke ruangan dengan seorang diri .


" Sean , kenapa kau datang sendiri ?? " kata Devan lesu.


" Memangnya aku harus datang dengan siapa ? kekasih ku Hanya satu , yaitu Hana . Tapi saat aku jemput di mansion kalian , kata pelayan , Hana gak ada di rumah . maka nya aku langsung kesini karena aku kira Hana sudah disini . . ! " kata Sean dengan wajah datar. namun tidak dengan Devan . alis nya mengernyit mendengar ucapan Sean .


" Hana tidak ada di mansion . ?? " kata Devan terlihat cemas .


" Iya , dan kata pelayan tadi Hana juga pergi mengendarai motornya . ! " kata Sean dengan wajah datar. Devan tampak tegang .


" Devan , Bella . . ayo acara nya akan dimulai . !


Devan dan Bella mendekati kedua orang tua masing-masing. wajah Devan tak bisa menyembunyikan kegundahan hati nya .


kriet

__ADS_1


kriet


kriet


Seisi ruangan di kagetkan dengan sebuah kotak yang besar dan tinggi di bawa dengan menggunakan troli barang dan di letakkan di depan kedua sepasang kekasih ini.


" Tuan, ini adalah kiriman dari seseorang yang tidak mau menyebutkan identitas nya. ! "


" Baik . ! "


Kedua pekerja itu langsung pergi . Devan menatap kotak itu dengan penasaran . Setelah suasana cukup hening . Daddy memulai membuka acara dengan kata sambutan yang cukup panjang . selama menjalani berjalannya pesta , Devan tampak murung , beberapa kali Mommy menyenggol siku Devan untuk menyadarkan dari lamunan nya.


" Baiklah , mari kita laksanakan inti acara nya , yaitu pertukaran cincin , silahkan untuk pembawa cincin nya maju ke depan . . ! " kata MC


Seorang gadis muda maju dengan wajah tertunduk dan tangan yang saling meremas . Ekspresi nya terlihat sangat ketakutan saat berada di depan Devan .


" Tu . tuan, nona . . maaf atas kelalaian saya , cincin pertunangan nya hilang . ! "


" APA ?? " BAGAIMANA BISA HILANG ?? " mommy syok mendengar ucapan pembawa cincin tadi . Wajah nya tampak memerah.


" Mom , , Mommy tenang dulu ya . , jangan terlalu emosi nanti tensi darah nya naik lagi loh. . ! " bujuk Devan dengan wajah tenang .


* Tapi Dev, cincin pertunangan kalian hilang , bagaimana Mommy bisa tenang. Jika cincin itu hilang lalu bagaimana kita melanjutkan acara ini . . !! " kata Mommy panik .


" Mom, cincin itu hanya sebuah simbol . Yang penting itu adalah niat baik nya dan rasa cinta kami yang menyatukan kami . Benar kan bell ??! " kata Devan memancing reaksi Bella .


" Apa yang dikatakan Devan benar , Tante . yang penting kami tetap saling mencintai . Dan yang pasti nya semua tamu yang hadir tahu kalau hari ini kami tetap terikat pertunangan walau tanpa cincin . . ! " kata Bella lembut .


prok


prok


prok


Tepuk tangan dari para tamu menggema sampai ke sudut ruangan itu . Devan menggengam tangan Bella erat saat mendengar tanggapan Bella tentang cincin pertunangan mereka yang hilang . Namun suasana haru itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba . . . .


BRAAKH . .


*BerSamBung

__ADS_1


Kira-kira itu suara apa ya ?? dan kenapa cincin pertunangan Devan dan Bella bisa hilang ??


Nantikan kisah selanjutnya* . . .


__ADS_2