
motor Hana memasuki halaman mansion yang luas dengan di ikuti mobil sport merah di belakang nya . Setelah melepas helm , Hana langsung berjalan masuk juga di ikuti Sean .
" Hana . . . ?! " sebuah suara yang akrab menghentikan langkah Hana yang berjalan dengan menunduk .
" kak , jam segini kok belum tidur ?? Hana langsung ke kamar ya . Hana capek . .??! " kata Hana masih menunduk . Dia tidak mau kakak nya melihat matanya yang bengkak . Hana berjalan melewati kakak nya berniat menghindar . Namun niat tinggal lah . Tangan Hana di cekal oleh Devan dan langsung memeluk Hana .
" kakak sudah tahu semua nya. ?! " kata Devan mengusap rambut Hana . mendengar suara lembut kakak nya . Membuat Hana teringat semua ucapan Arya yang menusuk jantung nya . bahu Hana terguncang . Devan Semakin mengeratkan pelukan nya membuat Hana kembali menangis . Devan membiarkan Hana menangis hingga dia reda sendiri . Sedangkan Sean hanya memperhatikan interaksi kakak beradik itu .
Merasa Hana sudah sedikit tenang. Devan melerai pelukan nya dan menangkup wajah Hana . Devan tersenyum geli melihat mata Hana yang bengkak .
" Sudah , kamu jangan nangis lagi ya . Gak usah pikirin mereka . Kakak tahu bukan hal yang mudah melupakan seseorang yang kita cintai . Tapi kakak percaya kalau adik kakak yang tangguh ini pasti bisa . sudah , lap ingus nya , malu tuh di lihat Sean . . ?! " kata Devan mencoba menghibur Hana .
" kakak . . . ??! " rengek Hana manja . Dia melirik sekilas Sean yang masih berdiri tak jauh dari mereka .
" Sean, ayo masuk . .?! " ajak Devan .
" kak, Hana langsung ke kamar ya . Takut nanti mommy sama Daddy kepoin Hana . ?! " kata Hana takut .
" Kamu tenang aja . mommy sama Daddy gak ada di mansion. mereka berangkat ke Singapure tadi pagi . . ?! " kata Devan merapikan rambut Hana .
" Ooh . . Hana ke kamar dulu ya . . ?!! " kata Hana langsung berlari menaiki tangga.
" Sean , makasih ya . Untung ada elo di sana . Gue gak bisa ngebayangin gimana kalut nya Hana jika dia merasa sendiri di saat situasi yang sedang dia alami . . ?! " kata Devan.
" Gak perlu berterima kasih . Gue di sana secara kebetulan karena gue mengunjungi saudara sepupu gue . . ?! " kata Sean santai.
" Bagaimana pun juga , gue tetap berterima kasih . . ?! " kata Devan .
" it's ok . . ?! "
Obrolan mereka berlanjut dengan membahas bisnis yang mereka jalani . Kadang mereka juga membahas kelompok mafia mereka .
Sementara di kamar Hana . Hana telah selesai dengan ritual bersih-bersih nya . Dia menatap pantulan wajahnya di cermin . Terlihat mata nya yang bengkak dan wajah yang sembab.
" Sungguh . aku gak nyangka mereka bisa mengkhianati aku . . ?! " gumam Hana . dia membaringkan tubuh nya ke kasur king size nya yang empuk . matanya menerawang mengingat kenangan yang dia lalui bersama pacar dan sahabat nya . Dia tersenyum kala mengingat kenangan manis yang dia rajut bersama mayang dan Arya . Namun tatapan nya menjadi tajam saat mengingat pengkhianatan yang telah mereka hujamkan ke hati Hana , hingga hancur berkeping-keping. Hana menimbang untung dan rugi dari hubungan nya yang pupus .
" Masih beruntung gue gak sampai tergoda sama rayuan Arya untuk melakukan hal yang ' aneh-aneh ' . Dan sekali lagi gue beruntung bisa melihat sifat Arya dan Mayang yang asli . .sebaiknya besok gue kemasi barang-barang gue di kamar kos . Gue gak Sudi barang-barang gue di pakai sama pengkhianat itu . . ?! " kata Hana . Karena pikiran nya yang berkelana , akhir nya Hana tertidur dalam posisi kaki menjuntai ke lantai .
Tok
tok
tok
ceklek .
" Dek . kamu sudah tidur ?? " kata Devan masuk .
Dia tertawa melihat posisi Hana tertidur . Dia mengangkat Hana perlahan dan membaringkan Hana dengan posisi yang nyaman . Devan menyelimuti Hana sampai ke leher .
" Selamat tidur gadis bar-bar kesayangan ku . Mimpi yang indah ya . . ?! " kata Devan mengecup kening Hana .
Devan keluar dan menutup pintu pelan agar tak menimbulkan suara yang mengganggu tidur Hana . Dia berjalan menuju kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Hana . Sedangkan Sean menempati kamar tamu di sebelah kamar Devan .
_________
Disebuah villa , tampak sepasang manusia yang tengah bersantai di kursi di balkon . Mereka bersantai sambil menikmati minuman Dan camilan .
" may , apa semua barang mu sudah kau kemas . .? pagi ini kita akan pulang . . ?! "
" belum . .?! " kata Mayang
" Pergi lah kemasi barang-barang mu. .sebentar lagi kita akan check out . ?! "
" Ar , bisa minta tolong kemasi barang ku ?? aku sangat malas menggerakkan badan ku. .Sepertinya ini bawaan bayi . . ?! " kata Mayang memejamkan mata nya .
Arya menatap Mayang lekat .Dia menghela nafas lalu bangkit untuk mengemasi barang-barang Mayang.
Setelah berkemas, mereka lalu check out dan mengembalikan kunci. Setelah itu mereka menuju mobil .
Karena hari libur, banyak orang-orang menyempatkan diri untuk berlibur hingga membuat jalan sedikit macet .
__ADS_1
" Ar , kapan kamu akan nikahin aku ?? " kata Mayang manja
" Nanti kita atur lagi . tunggu waktu yang bagus . .?! "
" Jangan lama-lama ya , perut ku semakin membesar . Takut nya nanti orang-orang pada tahu kalau aku hamil sebelum nikah . Aku takut nanti anak kita bakal di bully di lingkungan nya . . ?! " kata Mayang dengan wajah yang sedih. mata nya memerah menahan tangis. Hati Arya berdenyut melihat Mayang yang tampak tertekan.
" Kamu tenang ya . jangan terlalu banyak pikiran. Aku gak mau terjadi apa-apa sama anak aku . Aku akan nikahin kamu secepatnya . . ?! " kata Arya menggenggam tangan Mayang. Mayang mengangguk seraya tersenyum .
Setelah terjebak macet cukup lama , mereka akhirnya tiba di kosan Mayang. Arya mengantar Mayang sampai ke kamar . ketika hampir sampai di pintu , mereka di kagetkan dengan penghuni kos lain nya yang sedang mengangkut barang dari kamar nya.
" Hey . apa yang kalian lakukan ?? kenapa kalian mengangkut barang di kamar ku. . ?! " teriak Mayang .
" Mereka mengangkut barang-barang gue. . ?! " jawab Hana yang sibuk memasukkan barang yang di kenal Arya kedalam kardus. Arya hanya diam menatap Hana.
" Tapi kenapa ??? " kata Mayang cengo.
" karena gue gak akan tinggal lagi di kamar ini . . ?! " jawab Hana santai
" Dan elo akan bawa semua barang elo ?? " kata Mayang
" Gak . gue kasih Sama teman-teman kos. ?! " kata Hana acuh . .
" Apa ??! elo gila ya . . biarin aja barang-barang disini gue kan masih tinggal di kamar ini. . ?! " kata mayang tak tahu diri.
Mayang berjalan ke meja rias . Dia mengambil kotak yang berisi accecories dan menumpahkan nya dia atas spring bed Hana yang empuk
" Ini punya gue , ini juga . ini . .ini . .ini . .yang ini juga . . ?! " kata Hana memisahkan semua accecories yang mereka gabungkan dulu. hingga menyisakan beberapa accecories milik Mayang yang tak seberapa banyak dari milik Hana. Mayang membelalak.
" Hana , loh jangan gitu Donk. Itu kan accecories kesukaan gue . Itu juga jam kesukaan gue . gue yang sering pake berarti itu udah jadi milik gue . . ?! " kata Mayang tak tahu diri . membuat Hana tersenyum miring. Mayang mencoba merebut nya namun kalah cepat dengan Hana yang langsung menyimpan nya dalam sebuah kardus kecil.
tok tok tok
" HY Hana . . Sorry ya gue lama . ada apa elo manggil gue ?! " kata seorang cewek yang berpenampilan sederhana mengetuk pintu .
" Gak apa-apa . sini Wi masuk . ?! " kata Hana.
" Ada apa Han ?? " kata Dewi duduk di lantai .
" Maksud elo barang-barang elo di simpan dalam kamar gue ?? " kata Dewi
" Gak bukan gitu. Barang-barang milik gue , gue kasih ke elo . gitu . .?! "
" kalau boleh tahu barang apa aja ?? " kata Dewi.
" Semua barang gue . lemari pakaian sama isi nya , terus spring bed , kulkas sama peralatan mandi sekalian . . oh iya itu kardus 2 bawa sekalian . . ?! " kata Hana enteng . Mayang membelalakkan mata nya mendengar ucapan Hana .
" Hana elo gila ya . kenapa barang-barang elo kasih semua ke orang lain . Sedangkan gue sahabat elo masih tinggal disini . . . ??! " kata Mayang tanpa rasa malu.
" Sahabat ???? gue gak punya sahabat . . . dan gue gak Sudi punya sahabat yang nusuk gue dari belakang . . Dewi panggil teman-teman elo gih . minta tolong angkat barang-barang ini. . ?! " kata Hana
" Elo serius ?? " kata Dewi belum percaya .
" Limarius . kalo gak percaya sekalian gue tambahin Darius noh laki nya dona . udah sana buruan . . ?! " kata Hana . Dewi langsung keluar dan kemudian kembali bersama beberapa cowok .
" Hana , elo tega ya sama gue . . ?! " kata Mayang kesal melihat barang-barang bagus Hana di angkut keluar .
" Kenapa gak tega ?? elo aja tega ngerebut Arya dari gue . .elo suka kan sama barang-barang gue . . nih gue kasih barang-barang pemberian Arya . Mau . ??? " kata Hana menyerahkan kardus berukuran sedang yang berisi boneka dan beberapa accecories.
" ogah . . ?! " kata Mayang ketus.
" Hmmm ... Barang bekas sebaiknya di buang aja . . ??! " kata Hana tajam.
" Han, Dewi bilang kamu mau pindah ya ?? " kata seorang cewek gendut menerobos masuk.
" Iya Sari . kamu baru pulang kerja ?? " kata Hana .
" iya . . Duuh kamu kenapa mesti pindah sih . . aku kan jadi gak punya teman curhat lagi . . ?! " kata dari sedih .
" kan bisa lewat telpon. udah jangan sedih . Nanti kapan-kapan kita bikin acara Nobar (nongkrong bareng ) aja , ya . .oh iya , nih ambil . ?! " kata Hana memberikan kardus berisi barang pemberian Arya . Arya ingin protes namun tenggorokan nya terasa kering saat melihat Hana yang sedikit pun tak melirik nya .
" Makasih ya . gue masuk dulu . . ?! " kata sari lalu pergi .
__ADS_1
" ayo wi angkat barang-barangnya . . ?! " kata Hana . Dewi dan kedua teman nya mengangkat kulkas terlebih dahulu. Setelah itu lemari terakhir spring bed dan 1 kardus . Setelah itu kamar itu tampak kosong . hanya terisi oleh barang-barang Mayang yang tak seberapa banyak.
" Makasih banget ya Han, gue gak pernah bermimpi untuk punya barang-barang bagus seperti ini . eeh malah ada yang ngasih . kerasa ketiban duren. . ?! " kata Dewi senang .
" sama-sama . Karena semua sudah selesai , gue cabut dulu ya . .?! " pamit Hana pada Dewi .
" yuk gue antar . . ?! " kata Dewi .
Dewi dan Hana keluar dari kamar itu. Mayang menatap kamar yang sudah hampir kosong itu. Dia tampak kesal.
" Arya , kamu lihat kamar ini sangat kosong . kamu harus isi kamar ini dengan barang-barang baru . biar aku dan anak ku nyaman . .?! " kata Mayang .
" Iya, iyaa nanti aku pikirkan . sekarang kamu istirahat ya . aku pamit dulu . . ?! " kata Arya pergi setelah mencium kening Mayang.
Hana memakai helm nya dan siap menarik gas motornya .
" Wi , gue pergi dulu ya . .?! " kata Hana
" hati-hati Hana . . ?! " kata Dewi .
Hana mengangguk dan siap menarik gas motor nya . Dari belakang nya dia mendengar ada yang memanggil nama nya , otomatis dia menoleh . Namun dia langsung menarik gas saat tahu siapa yang memanggilnya.
" Hana . . tunggu . . . !!? " teriak Arya . Namun Hana sudah pergi . Dia buru-buru masuk ke mobil nya dan berniat mengejar Hana . Namun sayang nya dia kehilangan jejak . Arya memukul stir mobil karena kesal . karena kehilangan jejak , dia akhir nya memutuskan untuk kembali ke apartemen nya . ****
Sementara itu . Hana melajukan motornya menuju kantor Devan . Hana memarkirkan motornya lalu menerobos masuk pintu utama .
" Permisi . saya mau ketemu sama Devan . Apa Devan nya sibuk ?? " kata Hana .
" Maaf mbak , pak Devan sedang ada meeting. kalau boleh tahu dengan mbak siapa ?? " kata resepsionis nya sopan .
" Hana . . ?! "
" Baik , mohon tunggu sebentar ya mbak . . ?! " resepsionis itu tampak menelpon seseorang .
" Baik mbak . kalau mbak tidak keberatan mbak silahkan tunggu di bangku sana . . ?! " kata resepsionis itu menunjuk bangku dengan ibu jari nya.
karena malas menunggu , Hana mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
" Halo . . . gue di lobby bisa jemput gue ?? . . . ok . . . ?! " kata Hana memutus sambungan telpon .
Tak berapa lama terlihat Kelvin keluar dari lift . Dia menghampiri Hana dengan tersenyum . Membuat resepsionis dan beberapa karyawati terheran sekaligus takjub melihat senyum yang langka di wajah pria yang terkenal dingin itu.
" Selamat datang nona . Maaf menunggu lama . silahkan lewat sini . . ?! " kata Kelvin . Hana berjalan di depan dengan di ikuti Kelvin.
" pak Kelvin memanggil gadis itu dengan sebutan nona . apa jangan-jangan dia nona muda keluarga Winata ??? " kata resepsionis itu .
" untung kita bersikap sopan . Kalau gak kita bakal senasib sama resepsionis di kantor induk . . ?! "
TING
Pintu lift terbuka . Hana berjalan mengikuti Kelvin. Di sudut lorong tampak sebuah meja kerja namun tidak ada orang . Saat mendekati pintu ruangan kerja , Hana dan Kelvin mendengar suara sesuatu yang terjatuh dan pecah . Kelvin langsung membuka pintu takut terjadi sesuatu pada Devan . Namun alangkah terkejutnya mereka saat pintu terbuka . . . . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1