SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 132 Semakin yakin


__ADS_3

Tok tok tok


" Selamat siang . Maaf mengganggu meeting nya sebentar . . . " Kata seorang gadis masuk dengan membawa sebuah kotak .


DEG


Jantung Willy berdegup kencang saat melihat senyum gadis itu yang sangat dia kenal seraya melangkah mendekati Faisal .


" Dhara , ada apa kau datang ke kantor . ? Apa terjadi sesuatu dengan bunda mu . ? " kata Faisal .


" Tidak , Bunda sudah lebih baik setelah Dhara membawa nya ke dokter tadi . Tapi . . . ." Adhara tampak ragu melanjutkan ucapan nya .


" Tapi apa . ? katakan jangan membuat ayah panik . . ! " kata Faisal kala Adhara masih menatap nya lekat .


" Tapi Ayah lupa membawa bekal , jadi Dhara bawain bekal makan siang buat ayah . . hehehe . . " Adhara terkekeh karena berhasil mengerjai ayah nya .


" Astaga , Dhara . Kau membuat ayah panik . . " kata Faisal ikut terkekeh . Willy terdiam melihat tingkah usil gadis di depan nya membuat mata nya berkaca-kaca .


" Ayah harus makan karena ini Dhara sendiri yang masak . " kata Dhara , tiba-tiba dia melirik Willy .


" Maaf tuan , saya tidak tahu jika kalian masih meeting jadi saya hanya membawakan bekal untuk ayah saya saja . Sekali lagi maaf . . " kata Adhara merasa tidak enak .


Seketika hati Willy bergemuruh melihat sikap sopan gadis di depan nya yang sama persis dengan nona muda kesayangan nya hingga mata nya semakin berkaca-kaca .


" Tidak apa , nona . Mungkin lain kali saya bisa mencicipi masakan nona . Perkenalkan , nama saya , , Willy . . . " kata Willy dengan suara serak di sertai sesak di dada nya menahan perasaan nya .


" Wi . . Willy . ? " kata Adhara tergagap .


" Saya , saya Willy asisten pewaris Winata grup . . Devan Winata . .


" Winata grup . . .


" Devan Winata . .


" Winata . . .


kata-kata itu terus bergema di benak Adhara semakin lama semakin tidak jelas hingga membuat telinga nya berdenging . .


" aakh . . ! " jerit Adhara seraya menutup telinga nya .


" Adhara , ada apa , sayang . . ayo duduk dulu . . . maaf pak Willy , jika keadaan ini membuat pak Willy tidak nyaman . ." kata Faisal cemas membuat Willy tersinggung dan membatalkan kerja sama nya .


" Tidak apa-apa , pak . Kalau boleh tahu , ada apa dengan nona Adhara . ? " kata Willy


" Tidak apa-apa , hanya tiba-tiba kepala saya sedikit pusing . . ' kata Adhara .


" Apa perlu kita ke dokter . ? " kata Willy .


" tidak usah tuan . Saya tidak apa-apa . Mungkin karena saya lupa makan siang tadi maka nya kepala saya sedikit pusing . " kata Adhara beralasan .


" Astaga , Dhara . Kau mengantarkan ayah makan siang tapi kau sendiri ternyata belum makan . Pak Willy , berhubung sudah masuk jama makan siang . Bagaimana kalau kita makan siang dulu sebelum melanjutkan meeting . ? " tawar Faisal .


" Baiklah . ." kata Willy .


" Baik , pak . Kalau begitu ayo kita ke restoran sebelah . . Dhara apa kau sudah enakan . ? " kata Faisal .


" Dhara udah gak apa-apa kok ,yah . Maaf gara-gara Dhara meeting nya terganggu . " kata Adhara .

__ADS_1


" Tidak apa , nona . Mari . . " kata Willy . Faisal melirik Willy yang tengah tersenyum. .


" Aku pernah mendengar jika pak Devan dan asisten nya selalu terlihat dingin dan kejam . Tapi hari ini aku melihatnya sendiri jika asisten nya tampak ramah . . " batin Faisal.


s


k


i


p


Willy menatap Adhara yang tampak sangat menikmati dessert puding coklat dengan topping potongan stroberi .


" Seperti nya nona Dhara sangat menyukai coklat . " kata Willy .


" benar , saya sangat menyukai coklat . Saat coklat lumer di mulut rasa nya suasana hati saya sangat bahagia . . " kata Dhara .


Jawaban Adhara membuat Willy semakin yakin jika gadis di depan nya ini adalah nona muda nya . Dia pun memutuskan untuk melanjutkan rencana yang di buat Devan .


Setelah makan siang , mereka pun keluar dari restoran dan berjalan kembali ke kantor di sebelah restoran.


" ayah , karena ayah sudah makan siang , jadi Dhara sudah merasa tenang . Kalau begitu Dhara langsung pulang ya . " kata Adhara mencium punggung tangan Faisal .


" Hati-hati , jangan ngebut-ngebut . Ingat kamu itu anak perawan . . " kata Faisal .


" Iya , ayah . " kata Dhara tersenyum seraya memakai helm nya . Lagi-lagi keyakinan Willy semakin besar kala melihat tatapan mata Adhara yang tajam tapi penuh kelembutan pada orang yang lebih tua dari nya .


" jika tebakan saya benar . Nona Dhara akan mengendarai motor nya dengan pelan , dan setelah cukup jauh jauh dari anda , maka dia pasti akan ngebut . . " kata Willy . Mereka masih memperhatikan Adhara , dan benar saja baru beberapa meter jauh dari tempat parkir kantor , Adhara menarik gas hingga motor itu melesat sangat cepat . Willy mengangguk mantap , sedangkan Faisal menggelengkan kepala seraya tersenyum melihat tingkah Adhara .


" hanya asal menebak . . " kata Willy dengan tatapan menerawang .


" Kalau begitu , mari kita kembali ke ruang meeting untuk melanjutkan . .


" Tidak perlu . . " kata Willy tegas membuat Faisal tersentak kaget .


" maksud bapak . ? kerja sama kita . . .


" Kami akan menerima pengajuan kerja sama bapak , asalkan bapak memenuhi persyaratan dari bos Devan .. " kata Willy .


" Persyaratan . ? kalau boleh tahu apa persyaratan nya . ? Jika saya mampu memenuhi persyaratannya saya akan langsung melakukan nya . Dan jika saya merasa belum mampu , saya akan tetap mencoba nya . " kata Faisal tanpa ragu . Willy mengangguk puas dengan jawaban Faisal .


" Persyaratan nya adalah . . .


______________


Di Ruang kerja Sean .


Sean tengah menatap Hana yang sedang menangis di depan nya setelah mengadukan apa yang telah terjadi antara dia dsn keluarga nya .


" hiks hiks , mommy sama Daddy tega . Hiks hiks , mereka menyita kartu kredit dan kunci mobil ku . Mereka juga memotong uang bulanan ku . Hiks hiks . mereka sangat kejam terhadap anak kandung nya sendiri . . hiks hiks . . "


" Memang nya kesalahan apa yang telah kamu buat sampai om sama Tante menghukum mu seperti ini . ? " kata Sean yang sudah mengetahui aturan di keluarga Winata .


" Aku gak merasa ngelakuin kesalahan apa-apa . Mereka bilang aku terlalu boros . Tapi menurut aku harga barang yang aku beli gak sebanding dengan kekayaan Daddy . Mereka bilang aku kesayangan mereka tapi mereka pelit sama aku . . Sekarang aku gak punya apa-apa . . Kata nya anak orang kaya tapi masa uang jajan nya cuma di kasih 5 juta buat sebulan . Aku beli baju , tas sama sepatu seharga 250 juta aja di bilang boros . . Aku kecewa sama mereka . . hiks hiks . " kata Hana menutup wajah nya dengan tahan .


Sean memiringkan kepala nya menatap gadis di depan nya . Lalu dia pun tersenyum miring seraya bangkit dan menghampiri Hana .

__ADS_1


" Hana , sudah jangan nangis lagi , ya . . " bujuk Sean tampak ragu menyentuh pundak Hana .


" Hiks hiks . aku sedih Sean . . " kata Hana tiba-tiba memeluk Sean membuat rahang Sean mengeras karena marah . Tapi dia berusaha menahan nya dan menepuk pelan lengan Hana . Dan tanpa sepengetahuan nya Hana tersenyum miring di dalam pelukan Sean .


" akhirnya , gue bisa meluk Sean juga . Uum , aroma tubuh Sean begitu menyenangkan . . " batin Mayang .


" Sudah , sudah . . Ok sekarang kamu mau nya apa biar kamu gak sedih lagi , aku akan memenuhi keinginan mu hari ini . " kata Sean melempar umpan .


" Beneran . ? " kata Hana langsung melepaskan pelukan nya dan menyeka airmata nya .


" Iya . . " kata Sean .


" Tapi janji kamu bakal penuhi keinginan aku .? " kata Hana


" Kamu minta apa . ? " kata Sean menahan kesabaran nya .


" Tadi malam aku melihat ada dress keluaran terbaru . Gaun nya cantik banget . . harga nya murah kok . Cuma 50 juta , terus aku juga pengen beli kalung berlian biru . Kalung nya cantik banget . Cuma 120 juta kok . . boleh ya . ? please . !? " kata Hana memasang senyum termanis nya tapi terlihat menjijikkan di mata Sean . Sean meraih ponsel di meja dsn mengotak Atik nya sebentar . Lalu dia memperlihatkan bukti transfer di layar ponsel nya . Hana berbinar melihat angka 200 juta tertera di sana .


" Makasih , Sean . kamu yang paling mengerti aku . " kata Hana kembali memeluk dan mencium pipi Sean .


" Hanya itu . .? " kata Sean . Hana mengangkat alis nya bingung . Sean mengangkat tangan nya dan menyematkan rambut Hana ke telinga nya .


" Aku merindukan mu . " kata Sean dengan suara serak nya menatap bibir Hana yang merah menyala . Melihat ekspresi Sean yang berat , Hana alias Mayang pun mengerti maksud Sean .


" Hhe , di luar terlihat begitu sopan dan bermartabat . Tapi ternyata Hana juga suka bercinta dengan Sean . Tak ku sangka ternyata Hana murahan juga . Baiklah , karena aku sekarang yang menjadi Hana , maka biar aku yang mengendalikan Sean . . " batin Mayang seraya tersenyum girang .


Tanpa berkata Hana langsung menyosor bibir Sean membuat Sean tersentak dan hampir merusak rencana nya . Dia membiarkan Hana beraksi sesuai keinginan nya . Semakin lama lu****n itu semakin ganas membuat Sean menyadari satu hal .


" Benar dugaan ku . Dia bukan Nana ku . Nana tidak pernah mau berciuman seperti ini . . " batin Sean .


Tanpa Sean duga , dengan gerakan yang tampak sudah berpengalaman Hana membuka satu persatu kancing kemeja Sean hingga setengah nya . Mata Hana seketika berbinar melihat dada yang bidang dengan kulit putih bersih , dia mencium dada Sean membuat Sean semakin jijik dan hampir saja membanting nya ke lantai . Sean lebih waspada pada gerakan tangan Hana yang semakin merosot ke bawah . Hingga dengan cepat dan kuat Sean menangkap tangan Hana yang hampir saja menyentuh aset pribadi nya . Tampak Hana menatap nya dengan tatapan kecewa .


" Cukup . . " kata Sean dingin . Hana bangkit dengan gerakan kasar .


" Kenapa ? kata nya merindukan ku . ? " kata Hana kecewa .


" Aku baru ingat jika aku ada meeting sebentar lagi . Sebaiknya kau pergi shopping sebelum gaun yang kau bilang tadi di rebut orang . " kata Sean dengan wajah datar .


" Kau benar . Kalau begitu aku pergi dulu . " kata Hana langsung meraih tas nya dan langsung berlari keluar . Ketika pintu tertutup kembali tatapan Sean berubah tajam . Dia bangkit menuju kamar rahasia nya dan langsung masuk ke kamar mandi .


" Menjijikkan . . ! " kata Sean menggosok tubuh nya dengan kasar untuk menghilangkan jejak bekas Hana palsu tadi .


skip


Setelah membersihkan tubuh nya cukup lama , Sean keluar dengan wajah yang masih kesal . Saat dia keluar dia melihat Dirga duduk di sofa dengan gelisah .


" Ada apa . ? " kata Sean mendekati Dirga .


" Bos , entah bagaimana aku harus menyampaikan pesan ini . . " kata Dirga dengan wajah tegang


" katakan . . " kata Sean penasaran .


" Salah satu anak buah kita memberikan informasi yang mengejutkan . Lihat . . ! " kata Dirga menyerahkan ponsel nya . Sean mengambil ponsel Dirga dan melihat apa yang di katakan Dirga . Kala melihat layar ponsel Dirga , Sean terbelalak atas apa yang dia lihat .


" Nana . . . .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2