
" TIDAAAAAAAAAKK . ..!!!! "
Johan berteriak histeris saat melihat gudang penyimpanan senjata dan barang berharga lain nya meledak , menimbulkan getaran cukup kuat di tanah dan mengakibatkan sebagian markas mereka juga ikut hancur . Dengan cepat ajudan nya menarik Johan untuk menghindari puing bangunan yang jatuh mengarah pada mereka .
" Awas , bos . . !!! "
bruukh
BRAAAKH
Johan masih tercengang melihat kobaran api yang masih melahap sisa bangunan gudang penyimpanan nya . Jika hanya barang biasa mungkin johan tidak akan sampai nge-blank seperti itu . Tapi di dalam gudang itu terdapat berbagai macam bahan peledak , senjata beserta amunisi dengan berbagai jenis dan obat-obatan terlarang yang akan segera mereka kirim nanti malam secara ilegal pada seorang pelanggan dari luar negeri . Itu lah kenapa bisa terjadi ledakan berkali-kali sampai menimbulkan gelombang yang sangat besar hingga mengakibatkan markas mereka hancur sebagian . Tapi sekarang semua barang-barang itu habis terbakar tanpa tersisa , padahal Johan sudah mendapat sebagian pembayaran untuk semua barang yang akan mereka kirim . Johan begitu senang saat berhasil menjalin kerja sama dengan salah satu pelanggan yang terkenal royal dan berkuasa dalam dunia bawah itu . Johan yang merasa sudah melihat kejayaan untuk kelompok nya kini harus menelan mimpi nya bulat-bulat karena semua nya telah hancur tak bersisa .
tring tring tring
ponsel Johan berdering sudah cukup lama , tapi tidak membuat Johan sadar dari rasa syok nya . ajudan nya pun mengambil ponsel di saku jaket Johan dan mengangkat telepon .
" halo . .
" halo , Andre . dimana bos aku harus melaporkan sesuatu yang sangat penting . .! "
" Bos saat ini sedang tidak bisa di ganggu . katakan saja pada ku . . ! " kata ajudan Johan yang bernama Andre lalu men-loudspiker panggilan telpon .
" Markas ku hancur oleh ledakan bom yang baru aku ketahui kalau seorang penyusup berhasil masuk , bahkan sebagian besar anak buah ku juga ikut tewas akibat ledakan itu saat mereka masih beraktivitas di dalam markas . Bukan hanya itu , aku juga mendapat laporan dari pemimpin markas lain kalau Semua markas cabang juga hancur dengan kasus yang sama . Sama-sama hancur oleh ledakan bom .! "
" APA . . . !! " kata Johan kembali tersentak .
" Bos . . .
" AAAAAAAAAARRHH . . KURANG AJAR KALIAN THE KING . . .KALIAN TELAH MENGHANCURKAN IMPIAN KU . . SEAN , DEVAN . TUNGGU PEMBALASAN KU . . . !!!!! " teriak Johan histeris .
__________________
" eeugh . . ! "
Sebuah lenguhan memecah hening nya kamar itu . Sean yang sibuk dengan laptop nya langsung melempar laptop nya asal dan menghampiri sang kekasih yang Baru sadar .
" Nana . . ! "
__ADS_1
" Sean . . haus . . ! " kata Hana lirih . Sean buru-buru meraih gelas yang berisi air yang berada di atas meja .
" Sssh , ,aaw . . ! " Hana meringis kesakitan saat akan membalik badan nya yang berada dalam posisi tengkurap .
" Nana , , hati-hati , punggung mu terluka cukup dalam . .! " kata Sean menahan tubuh Hana agar tidak bergerak dengan sembarangan . Hana bergerak berlahan di bantu Sean . Hana meringis menahan sakit di punggung dan bahu nya . Setelah Hana sudah dalam posisi nyaman nya . Sean langsung menyodorkan gelas berisi air putih pada Hana . Hana meminum air itu hingga habis .
" dimana ini ? " kata Hana .
" kita berada di paviliun ku . .! "
" Sean , berapa lama aku tertidur . ? " kata Hana lemah .
" satu hari dua malam . . .sebentar aku akan memanggil Aceng . . ! " kata Sean meraih ponsel nya .
" Siapa Aceng ? " tanya Hana .
" Dokter keturunan China yang menangani mu . . . . halo Aceng , cepat kemari . .! " Hana tak lagi bertanya . Dia meraba pelan perban yang melilit bahu sampai dada nya . Badan nya pun terasa lemah dan perih di dua tempat .
" Bagaimana perasaan mu . ? " kata Sean menyimpulkan rambut Hana dan mengikat nya dengan pita karet .
ceklek
Seorang pria muda berkulit putih dengan mata sipit masuk dengan membawa kotak putih yang cukup besar .
" Aah , selamat malam tuan , nona . . ! " sapa pria bernama Aceng itu tidak enak saat melihat posisi orang di depan nya .
" Aceng , tunangan ku merasa tubuh nya sangat lemah . cepat kau periksa . . ! " kata Sean menjauhkan diri nya dari Hana . Aceng meletakan kotak putih yang dia bawa dan duduk di dekat Hana . Aceng meraih tangan Hana yang terasa dingin dan memeriksa denyut nadi Hana , beberapa kali Aceng merasakan denyut nadi di pergelangan tangan dan leher Hana lalu menempelkan stetoskop ke tubuh bagian atas Hana dengan sangat hati-hati , terlihat Aceng mengangguk pelan .
" Nona tidak apa-apa , itu sedikit efek samping dari racun yang sudah sempat menjalar di pembuluh darah nya . Untuk luka nya , saya sudah menyiapkan obat khusus agar tidak meninggalkan bekas nanti nya . oleskan obat ini sebelum tidur setelah lepas benang nanti . ! " kata Aceng mengambil sesuatu dari kotak putih .
" Bagus . .! " kata Sean menerima botol kecil porselen itu . setelah itu Aceng pergi berganti dengan seorang pria masuk dengan membawa baki .
" Bos , ini makanan untuk nona . .! "
Sean menerima baki itu dan menyuruh pria itu pergi . Hana yang tidak bisa apa-apa karena lemas hanya diam memperhatikan semua pergerakan Sean .
" ayo makan , biar kamu gak lemas lagi . ! " Sean mulai menyuapkan bubur ke mulut Hana . suapan pertama Hana mengernyitkan alis nya.
__ADS_1
" kenapa ? apa bubur nya tidak enak ? " kata Sean .
" kok bubur nya pahit ? " kata Hana . Sean mencicipi sedikit bubur itu .
" bubur ini tidak terasa pahit . mungkin indra perasa kamu masih belum stabil . ayo makan lagi , yang penting perut kamu terisi . . ! " kata Sean kembali menyuapi Hana . Walau masih merasakan pahit di mulut nya , Hana tetap memaksa menerima makanan nya demi mengembalikan tenaga nya . Hingga tak terasa mangkuk itu sudah kosong . setelah Hana meminum obat nya , Sean lalu membantu Hana kembali berbaring dengan posisi tengkurap .
" Tidurlah , aku akan menjaga kamu . ! " kata Sean mengusap kepala Hana pelan .
" Kamu juga harus istirahat . aku sekarang udah gak apa-apa kok . ! " kata Hana kasihan melihat wajah Sean yang tampak lelah . Sean tersenyum dan mengecup pipi Hana lembut .
" aku akan istirahat setelah kamu tidur . . ! " kata Sean .
" Apa yang terjadi di kamar Bella ? aku mendengar ada tembakan dari sana ? " kata Hana .
Sean menceritakan kejadian yang dia dengar dari Devan dan menjawab pertanyaan Hana dengan sabar sambil terus mengusap kepala Hana . Mungkin karena efek samping dari obat yang dia minum , mata Hana terlihat semakin berat sambil mendengarkan cerita Sean , hingga akhir nya Hana benar-benar tertidur . Sean menarik selimut sampai menutupi punggung Hana dan mengecup kembali pipi Hana .
" Selamat tidur kesayangan ku . ! " kata sean lalu ikut berbaring di sebelah Hana .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1