
Di sebuah ruang VIP yang sudah di dekorasi sedemikian rupa , dengan lampu yang sedikit redup membuat suasana menjadi romantis. Sean terkekeh melihat Hana yang memakan steak nya dengan lahap , sampai saus nya belepotan di sudut bibir nya . Dia menarik tisu dan mengelap nya . Hana hanya cengengesan lalu kembali melahap makanan nya .
" permisi tuan , nona . Ini desert nya . . ! " seorang pelayan menghidangkan puding coklat dengan toping potongan stroberi yang terlihat menggugah .
" Sean , kau yang memesan nya . . ? " kata Hana dengan pipi yang menggembung .
" habiskan makan malam mu dulu , setelah itu baru kau boleh menikmati desert ini . . ! " kata Sean menahan tawa nya melihat binar mata Hana . Hana langsung menusuk potongan terakhir dan memasukkan nya ke mulut nya , Hana mengunyah dengan cepat dan langsung menelan nya . Sean tak bisa lagi menahan tawa nya .
" Kenapa ? apa ada yang lucu ? " kata Hana bingung .
" Ada , lucu sekali malah . kau makan seperti tupai . . hahahah . . ! "
Bukan nya marah Hana malah ikut tertawa . Pelayan yang berdiri tak jauh dari mereka ikut tertawa melihat tingkah mereka . Sean menyendok puding coklat itu dengan sepotong stroberi , lalu menyuapkan pada Hana . Hana mengunyah puding itu , tapi seketika kunyahan nya terhenti .
" Ada apa ? apa desert nya tidak enak ? " kata Sean . Hana mengunyah desert itu pelan dan menelan nya .
" siapa yang membuat desert ini ? " kata Hana menoleh ke arah dua pelayan . Salah satu pelayan yang seperti nya masih gadis remaja maju dengan menunduk .
" Sa , ,saya yang membuat desert itu nona . maaf jika desert nya tidak enak nona , karena ini pertama kali nya saya membuat desert ini dengan resep yang baru saya temukan . . tuan saya mohon jangan pecat saya . Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini . . ! " kata nya dengan memelas .
" siapa nama mu ? " kata Hana berdiri menghampiri nya .
" nama saya Lusi , nona . . ! "
" Lusi . nama yang bagus . . ambil ini . . ! " kata Hana memberikan gelang yang dia pakai . Lusi sontak mengangkat wajah nya saat sebuah gelang yang cantik berada di depan mata nya .
" nona , ini. . ." kata Lusi bingung .
" ini hadiah buat kamu , desert buatan kamu sangat enak . aku sangat menyukai nya . ini , ambilah , , Sean kau harus memberi dia bonus . aku sangat menyukai desert ini . . ! " kata Hana kembali duduk dan menyantap desert nya .
" terima kasih nona , tuan . saya sangat merasa tersanjung dengan pujian nona . . ! " kata Lusi dengan wajah berbinar . Sean menoleh ke arah kedua pelayan itu .
" pergilah ke bagian administrasi , ambil bonus kalian . . ! " kata Sean .
" baik tuan , nona . terima kasih . . ! "kedua pelayan itu lalu pergi meninggalkan sepasang kekasih itu . Sean kembali menatap Hana yang tampak sangat menikmati hidangan penutup nya hingga tandas .
" aah , , kenyang nya . . ! " kata Hana mengusap-usap perut nya . Sean tersenyum melihat tingkah absurd kekasih bar-bar nya ini.
" sayang , setelah ini kita kemana ? " kata Sean
" Hmm . . gimana kalau kita langsung beli martabak telor aja , kalau kita jalan-jalan takutnya nanti kakak ipar ku kelamaan nunggu . . ! " kata Hana .
" Baiklah . ayo . . ! " Sean menggengam tangan Hana dan keluar dari ruangan dan langsung menuju pintu .
" tuan Sean . . tunggu . . ! "
Sean dan Hana berhenti dan menoleh . Tampak Lusi berlari pelan dengan menenteng paperbag kecil.
" Lusi . .! " kata Hana .
" Nona , saya membuat puding lagi untuk nona bawa pulang . Sebaiknya nona masukkan dulu ke lemari pendingin . biar rasa nya lebih enak dan segar . ! "
" Terima kasih Lusi . . bekerjalah dengan giat dan rajin , . suatu saat kau akan menjadi orang yang sukses . . ! " kata Hana mengacak rambut Lusi .
" baik nona , saya akan mengingat pesan nona . . selamat jalan . . ! " kata Lusi melambaikan tangan nya saat melihat Hana dan Sean keluar .
* * * * *
" kau tunggu disini saja . Biar aku yang beli . . ! " kata Hana langsung keluar tanpa menunggu jawaban Sean . Sean memperhatikan Hana yang kini sudah berdiri di depan gerobak martabak telor . Tampak seorang bapak paruh baya dengan senang melayani permintaan Hana .
Dering ponsel memecah keheningan di dalam mobil , Sean meraih ponsel nya dan menerima telpon .
Sementara di sisi Hana . Hana berdiri di samping gerobak sambil memperhatikan semua gerak gerik tukang martabak telor itu . bahkan dia mengambil ponsel nya dan mulai merekam aktivitas bapak paruh baya itu .
" bapak udah berapa lama jualan jajanan gerobak , pak .? " kata Hana seperti seorang wartawan .
" udah lama banget neng , dari bapak tamat SMA sampai sekarang udah punya cucu , bapak masih jualan martabak telor ini . . ! "
" Wah ,, udah lama banget ya pak . . Hmm , , berarti resep martabak telor nya resep turun temurun ya.. . ? " kata Hana
" Heheeh , , boleh di bilang begitu . . ! "
Mereka asyik bercengkerama , tapi keasyikan mereka terganggu dengan kedatangan beberapa anak muda yang berpakaian ala anak punk , salah dari mereka ternyata cewek . Mereka datang dan meminta uang pada setiap penjual yang berjejer di pinggir jalan . Saat mereka mendekati gerobak dimana Hana menunggu , cewek berambut merah itu dengan sengaja menyenggol bahu Hana dengan cukup keras hingga Hana mundur beberapa langkah , bahkan ponsel Hana pun ikut terjatuh .
" makanya jangan halangi jalan gue . . ! " kata nya angkuh .
" Uang keamanan . . ! " kata seorang pemuda yang bertato di lengan nya pada bapak tadi .
" Maaf , saya belum dapat uang , ini juga baru ada yang beli . . ! " kata bapak itu dengan raut ketakutan .
BRAAKH
" Gak udah banyak bacot elo ya . . elo pikir elo bisa bohongin kita , haa . . cepat bayar atau gue hancurin gerobak butut elo ini . . ! " kata anak punk itu dengan menggebrak gerobak itu hingga bapak itu semakin ketakutan .
__ADS_1
" Beneran , saya belum dapat uang. Saya kan buka memang habis magrib , dan Eneng ini yang baru beli . . ! " kata bapak itu dengan gemetar .
" CEPAT BAYAR ATAU GUE GEBUKIN ELO. . . ! " teriak nya dengan kencang .
" kalian bisa sopan gak sih sama orang tua. . ! " kata Hana mendekati bapak tadi .
" elo gak usah ikut campur ya , , mending elo bayar barang yang elo beli , biar pak tua ini bisa kasih uang ke kita kalau dia masih mau mangkal di sini . . ! " kata cewek tadi melipat tangan nya di dada .
" kenapa harus bayar sama kalian . .? bukan nya area ini masih milik negara . ? memang kalian siapa ? pejabat daerah ? " kata Hana santai .
" eh , ini wilayah kita , jadi elo gak usah ikut campur , cepat bayar belanjaan elo . . ! " kata cewek itu ngegas.
" Wilayah kalian . . ? mana coba , aku mau lihat surat kepemilikan nya . . ! " kata Hana . Beberapa pedagang lain nya mulai mendekat dan berdiri di belakang Hana . Seperti nya mereka ada di pihak Hana .
" KALIAN SEMUA , KALAU KALIAN MASIH MAU MANGKAL DI SINI , CEPAT BAYAR SEPERTI BIASA ATAU SEMUA DAGANGAN KALIAN KAMI HANCURKAN SEKARANG JUGA . . ! " teriak pemuda yang sepertinya pemimpin mereka .
" Siapa yang memberi wewenang pada kalian untuk memungut pungutan liar ini . . ! " kata Hana .
" HAHAHAHA. , , kau tahu , kami dari kelompok BLACK DRAGON , jadi siapa saja yang tidak menuruti ucapan kami , maka nasib mereka akan buruk . .! "
buugkh . .
pemuda bertato itu terpental saat sebuah tendangan mendarat di perut nya , teman-temannya melongo .
" kurang ajar . . berani-beraninya elo nyerang gue . . .! " teriak nya .
" Cepat katakan , siapa yang menyuruh kalian . . !! " kata Hana dengan wajah garang . Dia sangat tidak terima dengan ucapan pemuda itu tadi . Dia menjadi sangat emosi saat mendengar nama kelompok kakak nya di sebutkan dalam tindak kejahatan .
" hahaha , , kau tidak perlu tahu . Cepat minta maaf atau . .
" CEPAT KATAKAN ATAU KALIAN AKAN KU MUSNAHKAN SEKARANG JUGA . . !!! " teriak Hana mulai tak terkendali , dia tidak terima jika benar-benar ada salah satu anggota kelompok BLACK DRAGON yang semena-mena menyuruh orang menindas orang yang lemah .
Anak punk itu terlihat sedikit gentar saat melihat kemarahan Hana . Tapi cewek tadi dengan angkuh nya berjalan ke depan Hana dan menatap nya dengan tajam .
" memang nya elo siapa , kenapa kami harus memberitahu siapa bos kami . . hee , , elo pasti ingin menjeratnya dengan menjual tubuh elo yang . . .
buugkh .
buugkh
bruugkh . .
Cewek berambut merah itu terpental dan menabrak salah satu gerobak bakso hingga terguling . sebagian tubuhnya terkena kuah bakso yang panas yang tumpah .
" Hee , ,ngaku nya anggota BLACK DRAGON , baru di colek sama air panas aja udah kelenger . . . ! " kata Hana .
" Semua nya , ,serang dia . . ! " teriak pemimpin mereka . mereka bergerak mendekati Hana .
" Kalian menjauh lah . . !! " teriak Hana pada pedagang yang berada di belakang nya . Dengan cepat mereka menjauh .
Hana tetap berdiri santai di tempat nya menunggu kedatangan gerombolan itu , tapi belum sempat serangan mereka mengenai Hana , satu persatu mereka yang ada di barisan paling depan terpental saat sebuah serangan mendarat di tubuh mereka . Mereka meringis kesakitan , sontak teman-teman mereka yang masih bingung dengan apa yang terjadi pada ketiga teman mereka , menoleh Hana . mereka terkejut saat melihat tiga laki-laki berpakaian serba hitam dengan tampang yang brutal berdiri di depan gadis yang akan mereka serang .
" Tangkap mereka hidup-hidup dan bawa ke markas BLACK DRAGON . Aku ingin lihat siapa yang sudah berani menindas orang yang lemah dengan mengatasnamakan kelompok BLACK DRAGON . . ! " kata Hana dingin .
" Siap , nona . . ! "
salah satu laki-laki berpakaian hitam bertepuk tangan . Tak lama datanglah ke tiga teman nya dari kegelapan malam . Mereka lalu meringkus ketujuh pemuda dan cewek tadi lalu membawa mereka pergi . Cewek itu terdengar menjerit saat tubuh nya di seret dengan kasar.
" Nona , anda tidak apa-apa .? " kata Rendy , pemimpin kelompok yang di tugaskan menjadi pengawal bayangan untuk Hana . Sean tampak berlari mendekati Hana dengan wajah khawatir .
" Nana , ada apa ini . . ? maaf aku tadi menerima telpon dari mamah . . ! " kata Sean dengan wajah bersalah .
" tidak ada apa-apa . .. . ! " kata Hana . Hana menatap satu persatu pedagang yang masih bergerombol . Dia menatap seorang ibu-ibu yang masih membenahi gerobak bakso nya yang terguling akibat di tabrak cewek tadi . Nana mendekati nya .
" Bu , ini gerobak ibu . . ? " kata Hana
" iya neng . . seperti nya saya gak bisa jualan dulu . Tapi untung nya bakso nya tinggal dikit . . ! " kata ibu itu mencoba tersenyum, tapi wajah nya tak bisa menyembunyika tatapan mata nya yang sendu . Hana mengerti perasaan pedangang kecil seperti mereka . Sekecil apapun kerugian mereka , akan sangat berimbas pada dagangan mereka untuk besok .
" maafin saya ya Bu . Tadi saya gak sengaja . ini tolong di terima ya . .Sebagai ganti rugi sisa dagangan ibu . . ! kata Hana menyelipkan beberapa lembar uang pecahan seratusan ke dalam tangan ibu itu .
" Gak apa-apa neng . gak udah di ganti . Yang penting sekarang anak-anak Badung itu udah pergi . . ! " kata ibu itu ingin mengembalikan uang Hana .
" Ibu terima ya . Saya akan merasa sangat bersalah jika ibu tidak mau menerima bantuan saya . . ! " kata Hana .
" Ya Allah neng . ibu jadi gak enak . ya udah ibu terima ya , makasih banget loh. .! "
" Sama-sama Bu . . ! " kata Hana . Hana menghampiri penjual martabak telor tadi .
" pak , bisa bikinin martabak nya sekarang . . ? " kata Hana .
" baik neng . . neng ,bapak mewakili teman-teman yang lain . Makasih ya udah bantu kita malam ini . Sebenarnya mereka udah lama suka minta uang sama kami tiap malam . Karena takut gak bisa mangkal lagi di sini , mau gak mau kami harus bayar . . ! "
" Gak udah berterima kasih pak . Kejahatan memang harus di musnahkan . oh ya saya pesan 5 martabak telor deh . . cepet ya pak , nanti kakak ipar saya keburu ngences . . ! "
__ADS_1
" Tunggu sebentar ya, neng . . !
Penjual martabak dengan gesit menyiapkan pesanan Hana . Sambil menunggu Hana mendekati Sean .
" Sayang , kamu gak apa-apa kan . ? Sumpah tadi aku beneran gak tahu kalau ada keributan . aku tadi Nerima telpon dari mamah. . ! " kata Sean .
" Aku gak apa-apa kok . . aku cuma agak khawatir aja , aku khawatir di tempat lain masih ada orang-orang yang mengatasnamakan kelompok BLACK DRAGON untuk kepetingan pribadi mereka . Seperti nya aku harus membicarakan ini pada kak Devan nanti . . ! " kata Hana .
" kamu jangan khawatir , aku yakin berita ini pasti sudah sampai pada Devan . . anggota Devan pasti sudah bergerak cepat untuk menangani masalah ini . . ! " kata Sean .
" semoga saja belum terlambat . Tapi aku juga curiga . Jangan-jangan . . .
" neng , ini pesanan nya sudah siap . . ! " kata penjual martabak memotong kalimat Hana .
" oh iya . ini uang nya . makasih ya pak . . ! " kata Hana memberikan dua lembar uang pecahan merah muda lalu pergi .
" Neng ini kelebihan uang nya . . ! " teriak bapak tadi .
" ambil aja buat bapak . . ! " kata Hana tersenyum .
" terima kasih neng . . ! " teriak bapak tadi senang . Hana mengacungkan jempol nya dan masuk ke mobil .
" ternyata masih ada orang-orang kaya yang berhati baik . .semoga kamu selalu bahagia , neng geulis . . ! " kata bapak tadi tersenyum cerah .
S
k
i
p
" aku pulang . . . !! " teriak Hana . Orang-orang yang masih bersantai di ruang tamu serentak menoleh . Hana masuk di ikuti Sean di belakang nya .
" udah pulang , cepat amat . . ? " Sam .
" nih pesanan nya . cepat di makan mumpung masih panas . . ! " kata Hana meletakkan lima kotak martabak telor di depan Bella dan langsung duduk di sebelah Bella .
" banyak banget kamu beli nya , nanti kalau gak habis kan sayang . . ? " kata Bella .
" Gak usah khawatir , lihat tuh . . kalau kakak gak bisa ngabisin , suruh si bule aja tu yang ngabisin . . ! " kata Hana menunjuk Sam yang tampak berbinar menatap tumpukan kotak di depan Bella . Bella langsung membagikan martabak . Tatapan Hana tak lepas dari Sam yang tampak tidak sabaran , martabak yang masih mengepul itu langsung dia masukan ke mulut nya , Hana tertawa geli saat melihat Sam yang menguyah martabak itu dengan susah karena kepanasan . Merasa di perhatikan , Hana melirik Devan , dan ternyata benar Devan tengah menatap Hana lekat . Hana bangkit dari duduk nya .
" Mau kemana dek . ? " kata Sam .
" mau ke dapur . aku mau nyimpan puding coklat ke lemari pendingin . Awas ya kalau kamu makan .aku bakal gundulin kamu sampai kepala mu licin . . ! " kata Hana mengarahkan kedua jari telunjuk dan tengah nya ke arah mata nya dan berbalik ke arah Sam .
" Sayang , aku ambil minum dulu buat kamu , ya . . ! " kata Devan berjalan menuju dapur .
" Makasih sayang . . ! " kata Bella .
Daddy bisa merasakan jika telah terjadi sesuatu dari gelagat kedua kakak adik itu . dia melirik Sean , terlihat Sean mengangguk pelan .
Di dapur , Hana menyusun tiga puding itu di kulkas dengan bersenandung kecil . Setelah selesai dia menutup pintu kulkas , tapi . .
" Astaga , kak Devan . . ngagetin aja . . ! " kata Hana mengelus dada nya karena kaget . Devan menarik Hana ke dalam pelukkan nya .
" kamu gak apa-apa kan . .? " kata Devan .
" aku gak apa-apa kok . . apa Rendy sudah memberitahu kakak .? " kata Hana . Devan melerai pelukkan nya dia menatap wajah adik nya .
" mereka sudah memberitahu kakak . Dan mereka langsung menyelidiki masalah ini . . ! " kata Devan merasa lega karena adik nya kini gak ngambek lagi .
" aku khawatir masih ada kelompok dan geng lain yang mengatasnamakan BLACK DRAGON untuk kepentingan pribadi mereka . Aku gak mau kalau nama baik kelompok kita tercemar oleh kelakuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab . . ! " kata Hana .
" Kamu tenang aja , Semua nya akan baik-baik saja . kamu gak udah khawatir ya . . ! " kata Devan mengacak rambut Hana . Hana tersenyum dan mengangguk .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
__ADS_1
H