SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 113 pertempuran


__ADS_3

Di kegelapan malam yang sunyi . Dimana semua orang tengah terlelap tidur dalam balutan selimut yang hangat , di buai mimpi yang indah hingga membuat mereka semakin merapatkan mata nya.


Tapi di sisi lain , di sela-sela malam yang dingin . Ratusan orang yang memakai pakaian serba hitam dengan berbagai jenis senjata tajam dan senjata api di tangan mereka , berjalan mengendap-endap di tengah hutan yang lebat mendekati sebuah bangunan besar yang menjadi markas besar kelompok The King .


" hati-hati , pastikan kalian tidak membuat pergerakan yang mencurigakan lawan . .! " kata James yang menjadi komandan pihak Johan dan Patrick melalui earpiece di telinga nya .


" siap . .! " jawab anak buah nya serempak yang berada di jarak yang cukup jauh .


Mereka tampak terus berjalan menembus pekat nya malam di tengah hutan . Walau pun tidak menggunakan pencahayaan , tapi mereka bisa tetap berjalan dengan aman tanpa menabrak pohon atau tersandung ranting dan kayu , karena mereka memakai kacamata yang di desain secara khusus agar dapat melihat dengan jelas di kegelapan dan juga bisa mendeteksi keberadaan orang di sekitar mereka . Di tengah sunyi nya hutan hanya terdengar suara derap pelan langkah kaki yang terus maju hingga sekarang mereka sudah hampir mendekati tempat tujuan mereka . Tapi tiba-tiba . . .


Sreeth


BRAAAKH


BRAAAKH


Jleb


Jleb


Jleb


" aaaakhh


" aaakkhh


" aaaaakh


Teriakan demi teriakan kesakitan saling bersahutan setelah berpuluh-puluh kerangka bambu runcing yang di susun sedemikian rupa menghantam gerombolan anak buah James . Mereka yang tidak sempat menghindari jebakan itu tewas dengan tertancap di kerangka bambu runcing itu .


" Awas ada jebakan . . . !!! " teriak salah satu dari mereka yang memang masih amatiran dan belum berpengalaman dalam pertempuran . Karena mereka berasal dari kelompok jalanan yang memang baru saja bergabung dengan kelompok itu , membuat mereka panik dan bergerak dengan asal hingga mereka saling bertabrakan dan mengenai tali-tali jebakan yang terpasang di hutan itu , hingga . . . .


Sreet


slash


Sriing


Slash


Sriing


craass


Craass


" aaaaaakh

__ADS_1


" aaaaaakh


" aaaaaakkh


Teriakan bersahutan kembali bergema di tengah hutan itu saat beratus-ratus pisau dan senjata kunai terbang dengan kecepatan tinggi ke arah kelompok James . Tak dapat di elakan lagi mereka yang tidak siap harus menerima luka tusuk di tubuh mereka . Bahkan ada yang langsung tewas di tempat karena berpuluh pisau dan kunai menancap di tubuh mereka . Tak main-main , serangan itu berlangsung selama beberapa menit hingga membuat pihak James kehilangan anak buah mereka cukup banyak .


"**** . . . Ternyata mereka mengetahui serangan kita . .Untung saja mereka yang jadi tumbal jebakan . Dasar bodoh ! " umpat James pada anak buah nya yang baru saja di rekrut dari kelompok kecil itu .


Tut


" Halo , Peter . Bagaimana situasi di sana . .? " kata James


" James , kami di sini sudah mendapat serangan dengan jebakan yang mematikan . anak buah ku sudah banyak yang tewas . Tapi untung nya anak buah ku yang sudah terlatih masih selamat. Hanya mereka dari kelompok kecil yang baru saja bergabung yang sudah tewas . . Bagaimana di sana . ? " balas Peter rekan James .


" Seperti yang kau katakan . Kami juga di serang dengan jebakan . Lalu bagaimana dengan kelompok Aaron dan Bobby . . ? " kata James menahan emosi . Tapi baru saja dia selesai bicara . .


DUUAAAARR


DUUAAAARR


DUUAAAARR


Mereka terdiam saat melihat ledakan bertubi-tubi yang mereka perkirakan dimana posisi rekan mereka yang juga tengah mengintai lokasi lawan .


" BANGSAAT . . BERANI-BERANINYA KALIAN MELENYAPKAN TEMAN-TEMAN KU . AAAARRRGH . . ! " James meninju pohon besar di samping nya melampiaskan kemarahan nya . Walau dia tidak melihat secara langsung bagaimana keadaan rekan nya yang mendapat jebakan berupa ledakan itu . Dia sudah bisa menebak keadaan rekan nya . Di tengah kegelapan malam , sorot mata James menjadi sangat tajam dan semakin beringas .


Di sisi lain , tepat nya di sekitar markas besar Black Dragon tak jauh beda dengan situasi di sekitar markas The King . Beberapa kelompok yang berusaha meringsek masuk ke kawasan markas Black Dragon juga mengalami hal yang naas . Hanya saja mereka tidak menghadapi jebakan yang mengejutkan , Melainkan harus menghadapi serangan binatang buas . Beratus-ratus hewan buas seperti singa , harimau , serigala , cheetah, dan hyena menghadang jalan mereka dan menyerang mereka dengan membabi-buta . Mereka terpaksa melawan hewan-hewan buas itu agar tidak mati begitu saja . Dengan susah payah mereka melawan hewan-hewan itu . serangan demi serangan sudah mereka layangkan , tapi mereka merasa aneh karena senjata tajam mereka seperti katana dan samurai tidak bisa melukai hewan itu . Ketua mereka , Hendra menarik pistol dari balik baju nya dan mengacungkan pistol ke arah hewan itu .


DOORR


Tembakan itu tepat mengenai kepala seekor singa . Tapi bukan nya langsung mati singa itu sedikitpun tidak mengeluarkan darah dan bahkan langsung menyerang mereka dengan lebih brutal .


" Sial , , ternyata hewan-hewan ini adalah robot , . ! " kata Hendra penuh amarah setelah menyadari jika yang mereka hadapi ternyata robot .


Tiba-tiba Hendra dan yang lain nya di kejutkan dengan suara ledakan kecil saat seekor robot macan meledak setelah seorang anak buah nya berhasil menjatuhkan macan itu ke dalam sungai kecil yang berada tak jauh di depan mereka . Seperti mendapatkan sebuah petunjuk , Hendra mengangguk pada anak anak buah .


" jatuhkan robot-robot hewan ini ke dalam sungai . . ! " teriak Hendra . Mereka lalu berusaha memukul mundur robot hewan itu ke arah sungai kecil itu . Dan benar saja saat hewan itu masuk ke dalam air mereka tiba-tiba kejang dan meledak . Mereka semakin semangat menjatuhkan hewan-hewan itu hingga tak menyadari sesuatu yang merayap di sekitar mereka .


" aaakh . .


" Aaakh


" Aaakh


Teriakan tertahan terus bersahutan membuat Hendra yang fokus menjatuhkan robot hewan itu menoleh . Dia terkejut melihat anak buah nya yang sudah banyak terkapar di tanah dengan mulut yang berbusa dan tubuh yang menghitam . Dia sontak melirik kaki nya saat merasakan sesuatu yang sedang merayap menaiki kaki nya .


" **** . .! " Hendra langsung menendang kalajengking yang berukuran sejengkal orang dewasa dengan mata merah menyala . Dia mengambil pistol nya menembak kalajengking itu hingga hancur .

__ADS_1


" robot kalajengking . Hati-hati robot ini sudah di beri racun yang mematikan ..! "" kata Hendra .


" Awas . . !! " teriak seorang anak buah nya . Mereka langsung bergerak cepat saat melihat segerombolan kalajengking yang keluar dari sebuah pohon . Mereka kembali siaga dan berusaha menghancurkan robot kalajengking dan Hwan buas itu . Mereka terlihat kewalahan melawan robot-robot hewan itu . * * *


" hehehe . . Hana pasti akan mengamuk jika melihat hewan-hewan lucu itu di bantai . . ! " kata Devan yang melihat pertempuran lawan menghadapi pasukan robot nya itu dari layar besar di markas nya .


" Bos . Apa perlu kita aktifkan juga robot kelelawar untuk menghadang mereka . ? " kata Billy .


" Tidak perlu . Biarkan mereka istirahat sejenak . . ! " kata Devan menyesap wine . * * *


Hendra tampak puas menatap bangkai robot hewan itu yang kini tak berbentuk dengan nafas yang ngos-ngosan . Hendra lalu memperhatikan ke sekeliling nya , dia menatap datar orang-orang nya yang sudah tergeletak tak bernyawa . Perhatian nya beralih pada anggota nya yang masih tersisa .


" ayo kita balaskan dendam kematian rekan-rekan kita . . ! " kata Hendra menyemangati anggota nya .


________________


Sementara itu , di sebuah bangunan megah nan mewah di sebuah area kaki gunung yang tak lain adalah markas induk kelompok Black Dragon . Markas itu tepat berada di atas jurang yang curam dengan aliran air yang deras di bawah nya . Devan dan Sean sengaja menempatkan Hana dan Bella di markas besar Black Dragon untuk menjamin keamanan mereka . Devan juga telah menyiapkan ruang bersalin serta dokter dan perlengkapan bersalin untuk berjaga-jaga jika Bella sudah tiba saat nya melahirkan , karena prediksi dokter yang biasa memeriksa Bella mengatakan jika waktu melahirkan Bella sudah dekat . Ruangan itu menghadap langsung ke dinding jurang di seberang markas yang tampak terjal , dapat di lihat dari jendela kaca yang cukup lebar di ruangan itu .


Saat ini di ruang khusus , Hana terlihat panik saat melihat Bella yang tampak pucat menahan sakit kontraksi nya yang baru saja mulai .


" ssssh , , Hana , sakit . . ! " rintih Bella


" nona , anda bisa memijat pelan pinggul serta paha nona Bella untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi . ! " kata dokter Reva yang di tugaskan oleh Devan untuk menangani Bella .


" Bella sabar ya , aku yakin kamu kuat kok . .! " kata Hana memberi semangat pada Bella seraya memijat pinggul sampai ke paha Bella . Bella mengangguk lemah , tak berselang lama Bella tampak kembali tenang .


" mommy pasti juga merasakan sakit saat akan melahirkan aku dan kak Devan dulu .. . Mommy , maafin Hana yang suka membantah ucapan mommy dan gak nurutin keinginan mommy . . Hana janji setelah mommy kembali nanti , Hana akan turutin semua keinginan mommy . Hana akan jadi anak yang penurut sama mommy agar mommy bahagia . .! " batin Hana tak menyadari jika air mata nya mengalir menghiasi pipi nya nya putih saat mengingat perjuangan sang mommy yang melahirkan dia dan kakak nya dulu .


Trang


Sriingh


Trang


Sreet


Clash


Sreet


Door


Door


Claash


BERSAMBUNG .

__ADS_1


__ADS_2