
" Markas BLACK DRAGON ? kelompok mafia kakek ?? " kaya Hana
" iya . sebelum kakek pergi , dia memberikan kelompok ini pada kakak . Kalung ini adalah simbol sebagai pemimpin kelompok BLACK DRAGON . Kakek menyerahkan nya saat kakek masih di rumah sakit dulu . ! " kata Devan menunjukkan kalung yang tergantung di leher nya .
" Apa Daddy tahu tentang ini ?? " kata Hana
" Daddy sudah tahu sejak lama . Tapi jangan beritahu Mommy . . ! " kata Devan .
" Ok . terus dimana penyusup itu ?? " kata Hana . Devan menatap adik nya sedikit lama . Hingga Hana menaikkan alis nya karena risih .
" Sepertinya kau tak bisa ikut Hana . Ini akan sangat mengerikan . ! " kata Devan serius .
" mengerikan ?? " kata Hana
" iya . Sebaiknya kau berkeliling melihat-lihat markas kita . .Justin akan mengantar mu . ! " kata bujuk Devan .
" memang penyusup itu mau di apakan ?? mau di kuliti atau langsung di goreng ?? " kata Hana dengan wajah polos . Devan menahan nafas melihat ekspresi adik nya yang terlihat biasa saja saat mengucapkan kata-kata sadis itu . Begitu juga dengan anak buah Devan , mereka tercengang mendengar ucapan adik bos mereka yang terlihat polos itu .
" Hahahaha . . !! " Lamunan mereka buyar saat mendengar tawa Hana yang memecah keheningan markas.
" Wajah-wajah cengo Kalian sangat bertentangan dengan nama kelompok kalian . . ! " kata Hana
" Hana , apa kau pernah menguliti dan menggoreng manusia ?? " kata Devan curiga .
" aku pernah menguliti dan menggoreng . . . . . ayam . . hahahaha !!! " tawa Hana kembali pecah saat melihat ekspresi mereka yang terkejut .
" Sudah lah . Justin bawa adik ku melihat-lihat markas . jaga dia . ! " perintah Devan .
" siap bos . Mari nona . . ! " kata seorang pemuda seumuran Devan . pemuda berkulit putih dan berambut agak gondrong itu terlihat gagah dengan sebuah tato tulisan di leher samping nya .
" Wah , kakak anak buah mu tampan sekali . ! " kata Hana .
" lebih tampan mana dia atau kekasih mu ?? " kata sebuah suara di belakang nya .
" tentu lebih tampan kekasih ku . . eeh . . ??! " Hana tersadar dengan suara yang dia dengar yang berasal dari belakang nya . Buru-buru dia membalik badan nya . tapi . .
tuk
" aaw . . ! " Hana mengaduh karena sebuah ketukan mendarat di kening nya . Dia mengusap kening nya dengan cemberut .
" Sakit tahu . . !! " sengit Hana menatap tajam .
" Maka nya , jangan sembarang memuji pria lain . . ! "
cup
Sebuah kecupan mendarat di kening nya yang di Sentil tadi . Dia melirik kakak nya yang menatap dengan datar .
" Teruskan lah . anggap saja kami tidak ada disini . . !! " kata Devan dengan wajah datar nya.
" jangan marah pada Hana kak . Marahi saja Sean , dia yang berani mencium Hana . . " kata Hana dengan wajah imut nya . anak buah Devan terlihat menatap Hana dengan gemas .
" Kau ingin memarahi aku Dev ?? kalau begitu jangan salahkan aku jika aku akan balik memarahi mu jika kau mencium Bella di depan ku . ! " kata Sean gamblang . membuat Hana menganga , dia melirik Kakak nya yang masih berwajah datar . Tapi Hana bisa melihat pipi kakak nya yang bersemu .
" Sean kau lihat . Pipi kak Devan merona . . ! " kata Hana menoleh Sean . Sesaat mereka saling memandang , namun dalam hitungan detik . .
" hahahaha . . . !! " tawa Hana pecah di ikuti Sean yang menutup mulut nya dengan genggaman tangan nya menahan tawa . Membuat pipi Devan semakin memerah .
" Sialan dua bocah ini . Mereka mengerjai ku di depan anak buah ku . Hancur sudah reputasi kejam ku di depan anak buah ku . . ! " batin Devan .
" BTW , Sean kenapa kamu bisa ada disini ?? " kata Hana .
__ADS_1
" Aku dan Devan akan menangani penyusup itu . . ! " kata Sean kembali ke mode dingin nya .
" Ooh . .ya udah Kalian pergilah . Aku akan jalan-jalan bersama Justin Bieber . ayo Justin . ! " kata Hana berjalan duluan . Justin langsung mengikuti Hana . Sean menatap kepergian Hana dan Justin dengan tatapan tajam . Namun tatapan Sean langsung teralihkan saat sebuah tepukan mendarat di bahu nya .
" Justin tidak akan macam-macam sama Hana dari elo . ayo . . ! "
Kedua pemuda itu kembali ke mode datar dan dingin nya . Sean dan Devan berjalan menuju sebuah ruang bawah tanah melalui jalan rahasia . Keadaan jalan yang temaram menghiasi Jalan yang mereka lalui , membuat suasana menjadi menyeramkan .
kriieeet
Suara pintu berkarat berderit ketika di dorong oleh seorang pria yang bertugas menjaga pintu ruang bawah tanah . di dalam ruangan yang temaram , terlihat seorang laki-laki yang kedua tangan dan kaki nya terikat membentuk huruf X . Wajah nya terlihat babak belur . Devan menarik sebuah tali yang menjuntai di lampu yang tergantung .
ctek
Ruangan menjadi terang hingga nampak lah wajah pemuda yang terikat itu . Devan menatap nya dengan tajam . Pria itu balik menatap tajam pada Devan .
" Apa yang bos kalian inginkan hingga ingin mencelakai anggota keluarga Winata . .!! " kata Devan dingin . Pria itu diam tanpa ingin menjawab pertanyaan Devan . Tatapan nya semakin datar .
" Apa kau tidak ingin menjawab . . !! " kata Devan menahan emosi nya . pria itu tetap diam .
" Kau sungguh setia pada kelompok mu . Tapi apa mereka setia kawan pada mu ?? " kata Devan memprovokasi pria tadi . tapi pria itu tetap tak bergemim .
" Roky . . !! " teriak Devan . Seorang pria masuk dengan membawa sebuah I-pad lalu menyerahkan nya pada Devan . Devan mengotak atik I-pad itu dan menunjukkan sebuah video para pria tadi . Awal nya pria tadi tidak ingin melihat nya , tapi saat mendengar suara jeritan yang tak asing di telinga nya . Pria itu mendongak . Mata nya langsung berubah tajam saat melihat seorang wanita yang tengah di g*lir oleh orang-orang yang dia kenal di dalam video itu .
" SIALAN . . KALIAN PENGECUT MENGGUNAKAN VIDEO EDITAN ITU UNTUK MEMANCING KU . !!!! " teriak pria tadi dengan wajah ya g terlihat sangat marah .
" editan ?? sepertinya kau sudah rabun . Video ini di ambil oleh orang ku saat meretas CCTV markas kalian beberapa jam yang lalu . Sungguh kawan yang setia bukan . ?? , kau di utus untuk melakukan misi , sedangkan kekasih mu mereka jadikan objek untuk bersenang-senang . hee sungguh setia kawan . . !! " kata Devan . terlihat tubuh pria itu bergetar , entah karena menangis atau menahan amarah nya . Dia menatap Devan dengan tatapan tajam .
" Baiklah . ku akui anggota black rose sangat setia kawan , bahkan kalian sanggup mempertaruhkan nyawa Kalian demi melindungi anggota kalian yang sangat setia kawan itu . Roky bereskan . !! " kata Devan sengaja menekan kata kata " Sangat setia kawan " . Devan membalik badan nya untuk pergi . Tapi . .
" Kakak . . !! " seru Hana yang masuk ke ruang bawah tanah di ikuti Justin yang tertunduk . Sean dan Devan terkejut melihat Hana .
" Maaf bos . nona memaksa saya untuk mengantar nya ke sini . jika tidak . . nona akan . . iiihh . . !! " kata Justin dengan tubuh yang bergidik . Devan menatap Hana dengan lekat . Dia tahu apa yang membuat Justin bergidik seperti itu . tapi Hana malah tersenyum manis sambil menggoyangkan badan nya dengan kedua tangan terlipat kebelakang .
" Iya , iya . nih Hana buang .! " kata Hana menarik tangan nya , dan nampak lah seekor cacing yang cukup besar berada di dalam genggaman Hana . Sean hanya diam menatap kelakuan kekasih nya . Justin mundur selangkah tapi . .
" aaaakhh . pergi . pergi . .iiihhh. !!!! " teriak Justin geli sambil berusaha menyingkirkan cacing itu dari sepatu nya yang di lempar oleh Hana . Setelah cacing itu terlepas Justin langsung ambil langkah seribu meninggalkan ruangan itu . Devan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah orang kepercayaan nya . Sedangkan Hana tertawa terbahak-bahak .
" Hana . !! " kata Devan tegas . Hana menghentikan tawa nya . Dia menatap pria yang terikat di depan nya .
" dia penyusup kemarin ?? " kata Hana pada Devan dengan wajah yang berganti mode serius .
" Benar . ! " kata Sean yang menjawab .
" Jadi katakan , . . !! " kata Devan penuh wibawa . Pria itu menatap ketiga orang di depan nya dengan tatapan rumit . Hana memicingkan mata nya melihat bibir pria itu yang bergerak seakan membisikkan sesuatu . Perlahan Hana mendekati pria itu .
" Hana , jangan . . !! " seru Sean .
" Penyadap . . ! " kata Hana pelan setelah berhasil memahami gerakan bibir pria tadi .
" Di Punggung . ! " sambung Hana .
Devan melirik Roky , Roky dengan sigap berjalan mendekati pria tadi dengan membawa sebilah pisau bedah . Karena penasaran Hana mendekati Roky yang sudah berada di belakang punggung pria tadi . Devan menahan Sean yang ingin menghentikan hana , karena Devan bisa melihat rasa penasaran Hana .
" Biarkan . . ! " kata Devan pelan .
" Tapi gue gak mau Hana melihat adegan berdarah ini . ! " protes Sean .
" Biarkan dia membiasakan diri Sean . Karena suatu saat dia pasti juga akan melihat nya . ! " kata Devan .
Sean menjadi terdiam . Dia kini hanya bisa menatap Hana yang tampak sangat fokus melihat aksi Roky yang mulai mengiris bagian punggung pria tadi setelah memastikan dimana alat penyadap tertanam . pria itu tampak mengeratkan rahang nya menahan sakit . Setelah beberapa menit berlalu , alat penyadap itu berhasil di keluarkan dan Roky langsung menjahit luka bekas bedahan nya tadi . Roky langsung menghancurkan nya setelah mendengar perintah Devan .
" mereka ingin membuat kau lengah . . !! " kata pria itu pelan .
__ADS_1
" lanjutkan . . ! " kata Devan
" Karena kelompok Kalian selalu menentang hal yang berbau ilegal . Mereka ingin membuat kekacauan dalam keluarga Winata untuk mengalihkan perhatian mu . Mereka akan menerima penyelundupan senjata tajam dari negara A malam besok . Dan akan menyelundupkan obat-obatan terlarang malam ini . . ! " kata pria tadi .
" Dimana ?? " kata Sean. tajam .
" Di sebuah dermaga terbengkalai di bagian timur , jam 12 malam nanti . ! " jawab pria itu .
" Hana , ayo keluar . ! " kata Devan . Hana berjalan mendekati Devan dan Sean , mereka lalu hendak pergi. Tapi pria itu menghentikan mereka .
" Tunggu . . . !!! " mereka kembali membalik badan .
" Aku sudah memberi informasi penting . Jadi tolong lepaskan aku . aku ingin menyelamatkan kekasih ku . ! " kata pria tadi .
Tanpa menjawab Devan melanjutkan langkah mereka . Terdengar teriakan pria tadi .Tapi Devan tak menggubrisnya .
" Rantai kaki nya . ! " perintah Devan pada Roky .
" Siap bos . ! "
Mereka melanjutkan langkah mereka keluar dari ruang bawah tanah . Saat keluar pintu rahasia . terlihat Justin sudah berdiri di sana .
" Justin kumpulkan anggota yang lain . ! "
" Siap bos . ! " Justin langsung mengaktifkan earpiece
nya .
Devan membawa Sean dan Hana ke sebuah ruangan yang sangat luas . Di dalam ruangan itu terdapat beberapa samsak beladiri dengan berbagai jenis . mulai dari samsak berdiri , samsak gantung bahkan ada samsak yang terbuat dari besi . saat memasuki ruangan itu , Hana bisa melihat begitu ramai orang berlatih di sana . Saat melihat Devan mereka langsung berbaris dengan rapi .
" Kalian bersiaplah , karena malam ini Kalian akan menjalan kan misi untuk menggagalkan transaksi ilegal . Justin sendiri yang akan memilih kalian . "
" Siap bos . ! " jawab mereka serentak .
Devan membubarkan barisan itu . Kemudian mengajak Sean dan Devan ke ruangan nya di lantai dua . Saat melihat sebuah ruangan berlatih menembak yang di sekat dengan kaca , mata Hana berbinar melihat berbagai pistol dan senapan di ruangan itu .
" apa kau ingin berlatih menembak Hana ?? " tanya Devan .
" apa boleh kak ?? " kata Hana .
" kau harus meminta izin Daddy dulu . ! "
" Tapi Hana rasa Daddy juga bakal setuju kak . Karena Daddy selalu bilang , kalau seorang gadis itu harus memiliki skill untuk pertahanan diri . dan tidak selama nya Daddy dan kak Devan selalu ada di sisi Hana untuk melindungi Hana bukan ?? Jadi Hana harus bisa melindungi diri sendiri di waktu yang darurat . . !! " kata Hana .
" Baiklah , baiklah . kakak akan mencarikan pelatih yang cocok untuk mu . ! " kata Devan mengelus rambut Hana . Hana tersenyum senang .
B
E
R
S
A
M
B
U
N
__ADS_1
G