
Dentingan suara senjata tajam beradu , di sertai dengan suara tembakan menggema di sekitar markas . Hana tersentak saat menyadari jika musuh telah mendekati markas induk Black Dragon.
" dokter Reva . Tolong jaga Bella . Aku akan melihat situasi di luar . ! " kata Hana hendak keluar tapi langkah nya terhenti saat tangan nya di cekal oleh Bella . Hana menoleh , tampak Bella menggeleng pelan tanda dia tidak memperbolehkan Hana pergi .
" Bella , aku hanya melihat situasi nya saja . Hanya sebentar . .! " kata Hana melepas cekalan bela dengan pelan lalu keluar . * *
" Halo , , , , jalankan sesuai rencana kita . . .ck , kau itu laki-laki apa banci sih , masa nahan sakit sedikit saja tidak mau . . . . ok . . ! " kata Hana setelah berada di balik pintu ruangan khusus .
Tut
Hana menekan earpiece nya memutuskan panggilan . Ada banyak penjaga yang terlatih yang di tempatkan oleh Devan di sekitar ruang khusus untuk keamanan Hana dan Bella . Mereka memakai pakaian ninja yang hanya terlihat mata nya saja sebagai tanda kalau mereka adalah pasukan elite yang sudah di latih dengan mempertaruhkan nyawa mereka . Mereka telah berpengalaman dan telah melewati pelatihan yang sangat keras . Hana mengangguk pada dua orang penjaga yang berdiri tak jauh dari nya . Dua penjaga itu pun balas mengangguk . Hana berjalan ke jendela yang cukup lebar dan melihat di sekitar markas yang memang telah terjadi pertempuran .
__________
Sementara di tempat lain yang tak jauh dari markas induk Black Dragon , Johan dan Patrick sudah bersiap untuk menggempur dan menguasai markas besar itu . Suara ponsel Patrick mengagetkan mereka . Saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya Patrick buru-buru menerima telpon .
" bagaimana . . ? "
" Lapor bos , kami telah berhasil mengalahkan anggota Black Dragon dan menangkap pemimpin nya . Dan Hendra juga melaporkan kalau mereka juga telah berhasil melumpuhkan pemimpin kelompok The King . Mereka sekarang telah berada di tangan kita . .! " lapor James .
" Bagus . Segera bawa mereka ke negara SS .Kita akan segera menduduki markas induk Black Dragon dan menjadi penguasa yang sesungguhnya . .! " kata Patrick tampak puas .
" baik bos . .! "
Tut
" hahahahaha . . akhirnya kita akan segera mencapai tujuan kita . . Hahahaha tak ku sangka ternyata Devan dan Sean begitu lemah dan bodoh . . Hahahaha . . !! " Patrick tertawa penuh kemenangan . Dia melihat jalan nya peperangan dengan wajah yang penuh kepuasan .
* * *
Hana berjalan menuju balkon utama dan menatap anggota terlatih nya yang kurang lebih berjumlah 500 orang yang di bagi menjadi beberapa kelompok . Mereka berjajar rapi di halaman markas yang sangat luas . Mereka langsung mendongak kala mendengar Hana dan dua pasukan elite bertepuk tangan .
" perhatian semua . . !! " teriak Hana dengan lantang .
" Siap . ! " jawaban pasukan itu menggema . Hana tersenyum bangga pada pasukan elite itu . Hana menarik sesuatu dari leher nya dan menunjukkan nya pada anggota elite itu .
" Sebelum pemimpin kalian pergi ke negara xx , dia menitipkan ini pada ku dan menyerahkan kepemimpinan di markas ini pada ku . Apa kalian keberatan .? " kata Hana menunjukkan kalung yang menjadi simbol kepemimpinan kelompok Black Dragon .
" Siap . Perkenalkan saya Jerry , komandan pasukan elite yang di tunjuk langsung oleh ketua . Kami tidak keberatan nona . Karena kami tahu , tuan Devan tidak akan pernah salah dalam memilih orang untuk kepentingan kelompok Black Dragon . Kami anggota elite Black Dragon siap menerima perintah dari nona . .! " kata seorang pria yang menjadi komandan pasukan elite itu .
" Terima kasih atas kepercayaan kalian . . Baiklah , aku melihat musuh telah berhasil membobol keamanan markas kita di lapisan pertama . dan sekarang anggota luar kita tengah menghadapi lawan yang seperti nya juga telah berpengalaman di Medan tempur . Segera kirim sebagian pasukan elite untuk membantu anggota luar . Dan kita beri kejutan pada musuh saat mereka telah berhasil masuk ke area markas . .! " kata Hana dengan wajah licik .
" Baik nona . . ! " kata Jerry langsung menghadap anggota nya . Dia memerintahkan tiga kelompok nya untuk membantu anggota luar dengan Jerry sendiri yang memimpin langsung . Hana menekan earpiece di telinga
" siapkan jamuan untuk menyambut tamu kita . ! " kata Hana dengan senyum devil nya .
* * *
" BUNUH MEREKA SEMUA , JANGAN BIARKAN MEREKA LOLOS . .! "
Kelompok Patrick telah berhasil melumpuhkan sebagian anak buah Devan dengan senjata mereka yang telah di lumuri racun . Anak buah devan yang masih tersisa , terus memberikan perlawanan pada musuh walau mereka merasa putus asa melihat rekan-rekan mereka telah gugur . Tapi di saat mereka hampir putus asa , ,
" AYO AYUNKAN SENJATA KALIAN , JANGAN BIARKAN MUSUH MEMATAHKAN SEMANGAT KALIAN . BALASKAN KEMATIAN TEMAN-TEMAN KITA . SERAAAAANG . . !!!!! " teriak Jerry lantang seraya mengayunkan samurai di kedua tangan nya dengan gagah . Mereka yang hampir putus asa kini kembali bersemangat saat melihat pria bertato naga hitam di leher kiri nya itu membabat musuh tanpa ampun .
Situasi yang tadi nya musuh hampir memukul mundur anggota Black Dragon, kini mereka yang mendominasi . Melihat pihak nya hampir berhasil di kalahkan . Johan dengan cepat segera melemparkan sesuatu ke tengah pertempuran hingga . .
Les
les
les
Sinar menyilaukan keluar dari benda itu hingga membuat mereka menutup mata mereka .
" CEPAT , , MASUK KE AREA MARKAS . . .!!! " teriak Patrick pada anggota nya . Dengan cepat mereka meringsek masuk ke area markas yang sesungguh nya .
__ADS_1
" Sialan . .mereka berhasil masuk . . !! " geram Jerry . Dia berlari hendak mengejar musuh mereka tapi .
Tut
" Jerry , biarkan mereka masuk . Aku sudah menyiapkan hadiah untuk mereka . . ! " kata Hana dari earpiece . Hana langsung mematikan panggilan tanpa menunggu jawaban Jerry .
* * *
Di dalam ruang khusus , Bella semakin pucat menahan Sakit kontraksi nya yang semakin melilit . Hana mengelap keringat Bella yang semakin deras .
" Aakh , , , sa , , ,kit . . .hhfuh . . Hhfuh . . ! " Bella meringis seraya mengatur nafas nya sesuai instruksi dokter . Hana dengan telaten memijat pelan pinggang hingga paha Bella saat melihat Bella Mengalami kontraksi yang semakin sering . Setelah menahan sakit beberapa menit , Bella kembali tenang setelah sakit nya reda .
" Nona Bella , jika nona masih sanggup , sebaik nya nona berjalan mengelilingi ruangan Untuk mempercepat proses kontraksi nya . . ! " kata dokter Reva . Bella mengangguk dan bangkit dengan pelan dari bola karet nya di bantu Hana dan dokter Reva .
" Bella , sebaiknya kamu operasi aja ya . ! " bujuk Hana untuk yang kesekian kali nya karena tak tega melihat Bella kesakitan . Bella menggeleng lemah .
" aku ingin melahirkan secara normal . Aku ingin menikmati setiap moment untuk menyambut buah hati kami . .! " kata Bella tersenyum. Hana menghembuskan nafas kasar melihat Bella yang masih kekeh ingin lahiran normal .
" Dokter , butuh berapa waktu berapa lama lagi agar pembukaan nya sempurna . ? Apa tidak bisa di bantu dengan obat atau semacam nya ? " kata Hana .
" saya sudah menyuntikan obat untuk membantu mempercepat pembukaan . Tapi nona muda , setiap kelahiran anak pertama memang proses nya agak lama karena sang bayi harus mencari jalan lahir nya sendiri . ! " jelas dokter Reva .
Bella kembali meringis kala kontraksi datang lagi . Hana ikut meringis saat Bella mencengkeram erat lengan Hana . Dokter Reva mengambil alih memijat pinggang Bella hingga kontraksi nya tidak terlalu lama .
" istirahat dulu , ya . ! " kata Hana menuntun Bella ke sofa tunggal . Saat Bella telah duduk dengan nyaman . Hana mempertajam indra pendengaran nya saat sayup-sayup mendengar suara angin yang kencang dari arah atas .
" Dokter , tolong jaga Bella . . ! " kata Hana menatap Bella . Entah kenapa tiba-tiba perasaan nya menjadi tidak enak . Hana berjongkok di depan perut Bella .
" sayang , kamu jangan nakal ya sama mamah . Kasihan mamah nya kesakitan .anty tahu keponakan anty ini pasti dengar suara anty kan . Anty sayaaang banget sama kamu . Berjuanglah , kami menunggu kedatangan mu . .! " kata Hana seraya mengusap perut Bella yang terasa tegang . Hana mencium perut Bella cukup lama .
" Aku keluar dulu . Aku akan memastikan kalau kalian tetap aman ..! " kata Hana pergi dari ruangan khusus tanpa menunggu respon Bella .
* * *
Hana berjalan dengan cepat saat tidak menemukan dua penjaga yang berdiri di depan pintu . Dia langsung berjalan menuju halaman markas . Saat memasuki halaman , Hana melihat sebuah helikopter telah mendarat di halaman yang sangat luas itu . Bukan itu saja , tatapan Hana menajam saat melihat Devan dan Sean yang terikat dengan tubuh penuh dengan luka dan wajah yang babak belur , di jaga oleh dua orang pria dengan senjata api di tangan mereka . Dia melihat ke belakang rombongan itu , dia mengernyitkan alis nya heran karena tidak menemukan bekas jebakan yang dia siapkan. .
" dasar bodoh , kenapa sampe separah itu sih bonyok nya . .! " batin Hana .
Tanpa sadar Hana mengepalkan tangan nya dengan sorot mata yang tajam . Dia berjalan dengan gagah mendekati dua penjaga yang bertugas menjaga pintu ruang khusus tadi .
" Waww ,, tak ku sangka ternyata ada cewek secantik ini di markas Black Dragon . Apa dia peliharaan mu , Devan . . Hmm . .??! " kata Patrick menatap Devan di belakang nya . Tak ada yang menyadari jika dua penjaga di kedua sisi Hana mengeratkan cengkeraman Mereka ke senjata api di tangan mereka .
" jangan pernah sentuh dia atau kau akan menyesal . ! " kata Devan dengan dingin .
" jika kau sampai menyentuh nya . Aku bersumpah akan memotong kedua tangan mu . . ! " kata Sean tak kalah dingin .
" Hahaha , , kenapa ? Apa aku tidak boleh meminjam mainan kalian, hee . . ? " kata Patrick .
cuuih
Devan meludahkan darah tepat ke sepatu Patrick , membuat Patrick merasa terhina .
" pukul dia . .! " perintah Patrick pada pria yang menjaga mereka .
Buuk
buuk
Kedua pria itu menendang Devan dan sean dengan brutal . Devan dan Sean menahan sekuat tenaga untuk tidak menunjukkan rasa sakit mereka di depan Hana , sedikit pun tidak mengeluarkan suara nya karena takut akan memancing emosi Hana .
Uhuk uhuk
Devan terbatuk dan darah segar mengalir dari mulut nya . Sedangkan Sean terlihat menyeramkan saat sebagian wajah nya dialiri oleh darah segar yang berasal dari luka di kepala nya . Dia Menatap Hana , dan benar saja nafas Hana terlihat berat dengan mata yang memancarkan kemarahan besar . pria itu terus menendang Devan , hingga
DOOR
DOOR
__ADS_1
Bruukh
Bruukh
Kedua pria yang menendang Devan dan Sean ambruk dengan kondisi kepala berlubang . Patrick tampak terkejut dan langsung mengalihkan pandangan nya pada Hana . Mata nya menatap penuh kemarahan saat melihat pistol emas milik Hana masih menodong pada arah mereka .
" Hehe , sudah ku bilang . Jangan mengusik Dewi kematian kami . . ! " kata Devan terkekeh .
" kau . .
Buukh
Belum sempat Patrick menyelesaikan kalimat nya , sebuah pukulan mendarat di perut nya . Siapa lagi pelaku ya kalau bukan Hana .
" Manusia kotor seperti mu ingin memimpin kelompok Black Dragon . .?? Cuuih . . Jangan mimpi . .SERAAAAAAANG . . . !!! " Teriak Hana seraya mengangkat tangan ke atas dan mengayunkan nya ke depan .
" SERAAAAAAANG. . !! " dengan serentak pasukan Black Dragon maju dengan gagah seraya menyerang musuh dengan senjata yang mereka kuasai .
" jaga sandera . jangan sampai mereka berhasil merebutnya. . ! " kata Johan.
Pertempuran kembali berlangsung . pasukan elite Black Dragon dengan gagah menyerang dan menghabisi musuh dengan bringas . Apalagi melihat Hana dengan gagah dan berani ikut bertempur membabat para musuh , membuat mereka semangat mereka semakin berkobar dan semakin brutal .
" Dasar lemah , bodoh . . Serang mereka . Bunuh mereka semua . . Dasar tidak berguna . . ! " umpat Patrick pada anak buah nya yang di tumbangkan oleh lawan mereka .
Pertempuran itu telah berlangsung selama beberapa jam . Patrick tampak frustasi melihat anak buah nya yang hanya bersisa tidak seberapa . Tiba-tiba tatapan nya teralihkan saat salah satu pasukan elite Black Dragon berhasil membuka ikatan Devan dan Sean.
DOOR
BRUUKH
Anak buah Devan itu langsung ambruk saat peluru menembus dada nya . Patrick dan Johan langsung berlari ke arah Sean dan Devan dan langsung menodongkan pistol mereka ke kepala dua pria itu .
" HENTIKAN PERTEMPURAN INI ATAU DIA AKAN MATI . . !!! " teriak Johan lantang . Pertempuran itu tiba-tiba berhenti . Dua penjaga pintu ruangan khusus tadi langsung berdiri di kedua sisi Hana .
" hehehe, aku tahu kalau kedua pria ini sangat berarti bagi mu , bukan . ? Tapi sayang nya nyawa mereka sekarang ada di tangan ku . dan kematian kapan saja bisa datang menjemputnya . . ! " kata Johan menatap Hana .
" Apa mau mu . ? " kata Hana to the point.
" hahahahah , , ternyata kau peka juga . . Aku telah memeriksa Devan . Dan ternyata benda yang aku cari tidak ada pada nya . Jadi aku menyimpulkan kalau benda itu ada padamu . . Jadi serahkan benda itu sebagai tukar nyawa Devan dan Sean . .! " kata Johan
" Apa benda ini yang kau maksud . , . ,,? " kata Hana menarik sebuah kalung yang menjadi simbol kepemimpinan kelompok Black Dragon dari saku jaket nya .
" tepat sekali nona . . Cepat berikan kalung itu pada ku maka aku akan menyerahkan kedua orang ini. . ! " kata Patrick dengan wajah serakah nya .
" Serahkan dulu mereka baru aku akan lempar kalung ini . . ! " kata Hana mencoba bernegosiasi .
" cepat Berikan kalung itu pada ku segera atau kau akan menerima mayat kakak dan kekasih mu ini . . !! " teriak Johan geram .
" Baiklah , baiklah . . ! " kata Hana maju beberapa langkah.
" nona . . ! " kata Jerry tertahan . Tapi dia melihat kode tangan Hana di balik punggung nya yang menyatakan kalau semua akan baik-baik saja .
" Dalam hitungan ketiga , , 1 , , 2 , , 3
Hap
Kalung dan Devan serta Sean bertukar posisi dalam waktu bersamaan . Hana menangkap Devan dan Sean lalu menyerahkan nya pada anak buah nya .
" Hahahaha , ,akhirnya aku memiliki kalung ini sekarang . Mulai sekarang aku lah yang memimpin dan berkuasa di kelompok Black Dragon. Hahahaha . Devan , Sean , bagaimana perasaan kalian ? Bagaimana rasa nya kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi kalian seperti yang kalian lakukan pada ku . ? Hahaha !!! " kata Johan .
" hahahahaha . . . Johan bagaimana rasa nya di jatuhkan setelah di Ayun setinggi langit . . ?? " balas Hana mengejek
" Apa maksud mu . ? " kata Johan ambigu dengan kalimat Hana .
" apa kalian tidak gerah dengan pakaian ninja kalian . ? " kata Hana . Kedua penjaga yang berdiri di kedua sisi Hana membuka penutup kepala mereka membuat Johan dan Patrick terbelalak .
" ka. . Kau . . . !! "
__ADS_1
BERSAMBUNG . . .