
Hari Minggu yang gerimis . Keluarga Faisal yang tadi nya berencana ingin liburan ke salah satu tempat wisata di kota M , kini lebih memilih bersantai di ruang tamu sambil menonton tv dengan di temani secangkir minuman hangat dan beberapa macam camilan .
" Dhara , kamu kayak nya suka banget sama coklat . . " kata Nadira yang dari tadi memperhatikan Adhara yang memeluk toples berisi kue sus isi coklat .
" iya nih Bun . Gak tahu kenapa Dhara suka banget sama yang nama nya coklat . Apalagi kue sus buatan bunda ini , saat di kunyah , beeh coklat nya lumer di mulut . Bikin hati bahagia serasa terbang ke atas awan . . "
" hahahaha . . ada-ada aja kamu . . Pinter banget ya merayu nya sekarang . belajar dari siapa , hmm . . ? " kata Nadira mengacak rambut Adhara .
" Dari ayah . . . hahahaha . . . !! " kata Adhara
" Hey hey hey . Kapan ayah ngajarin kamu merayu , hee. . ? " kata Faisal
" ayah gak ngajarin Dhara secara langsung sih . Tapi kan ayah sering merayu bunda di depan Dhara . Jadi Dhara praktekin merayu bunda ala ayah biar bunda tersenyum dan tersipu . . cie cie .lihat bunda blushing kan . . . hahahaha . . . ! "
" Dhara , , udah berani meledek bunda ya . sini kamu . . "
" Hahaha , ayah tolong Dhara . .ayah bunda nyubit Dhara , hahaha. .
Aksi kejar-kejaran dan teriakan Nadira dan Adhara membuat rumah itu terasa ramai . Adhara bersembunyi di belakang Faisal dengan Nadira yang mencoba menggapai nya . Saat Nadira berhasil menangkap Adhara , Faisal langsung merangkul kedua nya hingga mereka semua jatuh dan terbaring di lantai . Tawa bahagia menggema di ruang tamu itu . Faisal merangkul istri dan putri angkat nya .
" Kalian tahu , kalian adalah anugerah terindah dalam hidup ayah . Kalian penyemangat hidup ayah . Terima kasih telah hadir dalam hidup ayah . . " Faisal mengecup kening istri dan putri nya dengan penuh kasih sayang .
" Makasih buat ayah dan bunda yang telah merawat dan menyayangi Dhara , walau asal usul Dhara tidak jelas tapi kalian tidak meninggalkan Dhara di tempat Dhara di temukan . Dhara bisa merasakan kasih sayang ayah dan bunda yang tulus pada Dhara . Dhara beruntung bisa bertemu dan menjadi bagian keluarga ini . . " kata Adhara tersenyum manis .
" Sayang , justru kami yang merasa beruntung karena kehadiran mu . Sejak kehadiran mu , kami merasa semakin bersemangat menjalani hidup kami yang terasa hampa . Kamu matahari dan bulan untuk ayah dan bunda . . " kata Nadira mengusap rambut Dhara lembut.
" makasih bunda , ayah . Dhara sayang kalian . . " kata Adhara memeluk ke dua orang tua nya .
" hmm , , seperti nya hujan sudah berhenti . Karena liburan kita batal , gimana kalau kita jalan-jalan . . ? " kata Faisal .
" Jalan-jalan kemana . ? " kata Nadira .
" Terserah , pokok nya kita jalan-jalan . . " kata Faisal .
" Tapi kalau jalan pake mobil kurang seru , yah . .! " kata Adhara .
" Lalu pake apa . ? sepeda , motor atau jalan kaki . ? " kata Faisal .
" hmm , ,gimana kalau pake motor , kayak nya lebih seru deh . Tapi . . . . " kata Adhara terlihat ragu
" ada apa . ? " kata Nadira .
" ayah punya motor gak . ? " kata Adhara . Adhara mengernyitkan alis nya saat melihat tatapan dan senyuman kedua orang di depan nya ini yang mencurigakan .
" Kalau begitu , ayo bersiap . . let's go . . ! " kata Faisal langsung bangun di ikuti yang lain .
" Bersiap . ? " kata Adhara bingung .
" Yup . . kita bersiap untuk jalan-jalan santai dengan motor . ayo sayang . . " kata Faisal langsung menarik tangan Nadira .
" Sayang , kamu juga bersiap ya . . " kata Nadira . Adhara memiringkan kepala nya melihat tingkah kedua orang tua nya . Adhara hanya mengangkat bahu nya dan langsung berlari menuju kamar nya . Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap keharmonisan keluarga itu dengan tatapan tidak duka . Mata itu menatap Adhara dengan tatapan tajam .
" Elo udah ngerebut posisi yang seharusnya jadi milik gue . Gue gak terima semua ini . Semestinya gue yang jadi tuan putri di ruang ini , bukan elo . . " kata Rina mengepalkan tangan nya erat .
S
k
i
__ADS_1
p
Faisal dan Nadira menarik Adhara yang memasang wajah bingung menuju garasi . Saat mereka memasuki garasi , Adhara terdiam melihat dua motor sport dengan warna merah dan hitam . Adhara melangkah mendekati motor hitam dan mengelus nya pelan .
slash
Sebuah bayangan buram melintas di ingatan Adhara dimana seorang gadis berpakaian tomboy yang tengah mengendarai motor sport memimpin sekeleompok orang di belakang nya dengan mengendarai motor dengan berbagai jenis dan model .
" hosh , ,hosh , hosh . . ! " nafas Adhara sedikit berat serlah bayangan itu lewat .
" Dhara , ada apa . ? " kata Faisal khawatir.
" hosh , ,hosh , ,glek . . .Dhara gak apa-apa , yah . Cuma tadi ada bayangan yang melintas sekilas di ingatan Dhara . . " kata Adhara .
" Sayang , kalau kamu merasa gak enak badan . Kita bisa jalan-jalan di lain waktu . . " kata Nadira mengusap rambut Adhara lembut . Adhara tersenyum seraya menggeleng .
" Dhara gak apa-apa kok , Bun . Ayo kita lanjut jalan-jalan . . " kata Adhara terlihat antusias .
" Beneran gak apa-apa . ? " kata Faisal .
" Iya . . " kata Adhara .
" Tapi kamu bisa bawa motor kan . ? " kata Nadira
" Hmm , ,Dhara masih ragu , Bun . Gimana kalau kita coba dulu . . " kata Adhara .
" Baiklah , ayo kita panaskan motor di luar . . " kata Faisal menaiki motor berwarna hitam dan mendorong nya keluar setelah pintu garasi di buka . Saat Nadira akan menaiki motor merah , Dhara lebih dulu bergerak . Dia tersenyum pada Nadira yang menatap nya was-was . Adhara mendorong motor itu hingga sampai di sebelah Faisal .
" Gimana rasa nya , nyaman gak ? " kata Faisal.
" hmm , , Dhara merasa kalau Dhara seperti sudah biasa mengendarai motor sport ini , yah . . " kata Adhara dengan wajah seperti mencoba mengingat sesuatu . Faisal mengengkol motor hitam begitu pula dengan Adhara . Adhara mengikuti setiap gerakan yang di buat Faisal .
" Dhara , kamu mau naik sama bunda apa ayah . ? " kata Nadira .
" Hmm , , bunda naik sama ayah aja ya . Biar Dhara naik motor hitam ini . . " kata Adhara .
" Sayang , kamu yakin .? " kata Nadira sedikit ragu .
" hmm . . " kata Adhara mengangguk pelan .
" Sudah , biarkan saja . Mungkin dengan ini dia bisa sedikit membantu mengembalikan ingatan nya . Kita masih bisa memantau dia dari dekat kan . " kata Faisal . Nadira akhir nya setuju dan naik ke jok belakang Faisal . Mereka memperhatikan Adhara yang tampak fokus mengoperasikan motor sport hitam itu . Faisal dan Nadira sedikit kaget saat melihat gerakan Adhara yang seperti nya sudah mahir mengendarai motor . Adhara mengangguk dan langsung melajukan motor nya dengan kecepatan sedikit tinggi . Faisal pun langsung menyusul Adhara yang masih belum seimbang mengendalikan stang motor .
" Adhara , pelan-pelan . . ! " teriak Nadira cemas . Adhara masih berusaha mengendalikan stang motor dengan hati-hati . Hanya dalam waktu selama 10 menit , kini Adhara sudah bisa mengendarai motor dengan stabil . Faisal tersenyum di balik helm nya saat Adhara mengacung kan jempol nya pada mereka . Tapi tiba-tiba Faisal terkejut saat melihat Adhara melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi . Mau tak mau Faisal juga menarik gas motor menyusul Adhara . Di jalan yang cukup sepi terjadi lah aksi kejar-kejaran antara motor hitam dan merah itu hingga tak terasa mereka memasuki kawasan taman yang cukup ramai . Faisal menghentikan motor nya di samping motor Adhara .
" Yey yeey . . Dhara menang . . . !! " Sorak Adhara setelah melepas helm nya . Nadira turun dari motor dan melepas helm .
" Kamu tuh ya . Bikin bunda jantungan aja tahu gak . hhfft . . " kata Nadira .
" hehehe , maaf bunda . Dhara cuma ngerasa kalau Dhara senang banget naik motor , rasa nya bebas banget. ." kata Adhara .
" Sudah , sudah . Kamu jangan terlalu khawatir , lihat Adhara baik-baik aja kan . ? putri kita ini gadis yang kuat , dia pasti akan hati-hati dan menjaga diri nya sendiri. . " lerai Faisal .
Slash
" sudah , kamu tenang aja , gadis kita gadis yang kuat . . ! " Adhara terdiam sejenak saat sebuah kalimat yang tak asing terngiang di benak nya .
" Iya , iya . . " kata Nadira .
" Taman ini lumayan sejuk . . " kata Adhara mengalihkan perasaan dengan memperhatikan sekeliling nya . Tapi tatapan nya terpaku pada gerobak yang berjajar di pinggir taman . Faisal yang melihat Adhara terpaku , mengikuti arah tatapan Adhara .
__ADS_1
" Dhara , kamu lihat apa . ? " kata Nadira
" Itu , bunda . . " kata Adhara menunjuk sebuah gerobak yang menjual ketoprak .
" kamu mau ketoprak . ? " kata Nadira .
" Seperti nya enak . . " kata Adhara terlihat bersemangat .
" Kalau begitu ayo kita kesana . . " kata Faisal .
" Tapi . . . " ucapan Nadira terputus saat sentuhan lembut mendarat di pundak nya . Nadira melihat Faisal yang mengangguk pelan akhirnya setuju . Mereka bertiga pun berjalan dengan riang mendekati penjual ketoprak itu .
" Bang ketoprak nya tiga , pedes ya . . " kata Faisal .
" baik , mas . Silahkan duduk dulu . . "
Mereka bertiga duduk di kursi plastik yang sudah di sediakan . Faisal dan Nadira asyik mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang . Sedangkan Adhara tampak memperhatikan sekeliling nya .
" Silahkan . . " kata penjual menyajikan tiga porsi ketoprak yang menggugah selera . Nadira dan Faisal sedikit ragu melihat makanan di depan nya . Tapi saat mereka Adhara yang begitu menikmati makanan nya , membuat Faisal dan Nadira saling memandang . Faisal mulai menyendok sepotong lontong ketoprak dan memasukkan nya ke mulut . Faisal mengangguk seraya menatap Nadira . Nadira pun ikut mencoba ketoprak itu . Faisal tersenyum lucu melihat ekspresi Nadira yang tampak kaget .
" Enak . . " kata Nadira kembali menyendok ketoprak nya . Adhara tertawa kecil melihat Nadira yang makan dengan lahap .
" Bang , boleh minta kerupuk nya lagi . ? " kata Adhara tersenyum manis
" Iya bang , kerupuk nya kurang nih . Nanti kita bayar lebih kok . " kata Nadira .
" Gak apa-apa kok Bu . Sebentar ya saya ambilkan ." Tak lama penjual itu meletakkan sepiring penuh kerupuk .
" makasih bang . . "
Nadira dan Faisal berebut mengambil kerupuk di piring . Adhara tak bisa menahan tawa nya . Saat mereka asyik menikmati pesanan mereka , tampak tiga laki-laki bertampang sangar dan kalung rantai yang menggantung di leher mereka serta tato di tubuh mereka . Tiba-tiba menggebrak kencang meja yang dipakai keluarga Faisal hingga membuat mereka terkejut .
" Ayo-ayo , bayar uang keamanan ..!! " teriak laki-laki berbadan cungkring .
" Eh , bisa gak sih sopan dikit minta uang keamanan nya . ? gak usah pake gebrak meja segala . . " kata Adhara dengan wajah Datar . Tiga preman itu serentak menoleh pada Adhara .
" Ape elu bilang . . " kata preman yang berkepala plontos .
" CK , udah gak sopan tuli lagi . . " lirih Adhara kembali menyuap ketoprak nya .
" Dasar gadis sialan . . !! "
praaaang . .
" Adhara . . !! " jerit Nadira langsung menghampiri Adhara yang tengah menatap piring ketoprak nya yang berserakan di tanah . Dia merasa kesal kala melihat makanan yang tertumpah ke tanah itu .
" Kau telah membuang-buang makanan . Kau tahu , itu adalah dosa yang besar. . " Sarkas Adhara dengan tatapan tajam .
" Dosa . . ? hahaha , , bahkan gue udah bikin dosa lebih besar dari membuang makanan seperti ini . . ! " kata preman berkepala plontos .
" oh , kau menyadari jika kau telah membuat dosa besar . Apa elo menyesal . . ? " kata Adhara .
" Tidak sama sekali . . ! " jawab si plontos . Adhara melepaskan diri dari rangkulan Nadira dan maju beberapa langkah .
" Di saat elo berbuat dosa , apa elo ingat dengan ibu elo . ? astaga ibu elo pasti sedih jika tahu anak laki-laki kebanggaan nya berbuat dosa tanpa merasa menyesal . . " kata Adhara . Preman itu terdiam , dua preman lain serentak menatap si plontos yang terdiam dengan ekspresi yang sulit di tebak . Preman bertato di lengan itu maju dan menunjuk wajah Adhara .
" Eh , anak manja . elo gak udah ikut campur ya . Elo . . . .aaaaaaaaaakh . . . !!! "
BERSAMBUNG
__ADS_1