SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 80 Berbaikan


__ADS_3

Tiga motor sport melaju dengan kencang melintasi jalan yang sepi di tengah hutan . Motor itu menuju sebuah bangunan yang terlihat menyeramkan yang berada di tengah hutan . Motor itu berhenti tepat di depan bangunan yang di kelilingi oleh pagar besi yang kokoh . Beberapa orang laki-laki menyambut kedatangan tiga motor itu.


" Bos Devan , kebetulan anda sudah datang . . ! "


" ada apa ? " kata Devan membuka helm nya , begitu juga dengan yang lain .


" kami mendapatkan informasi penting dari orang yang mencoba mencelakai bos tadi pagi . . ! "


" kak Justin , , , !!!! " teriak Hana berlari saat melihat Justin dan beberapa anggota nya yang baru keluar dari markas . Justin tersenyum lebar saat melihat Hana dan membentangkan tangan nya lebar menyambut Hana . Hana langsung masuk ke pelukkan Justin , Justin mengangkat tubuh Hana dan mereka berputar di sertai tawa Hana yang tampak riang . Anggota yang lain nya hanya tersenyum senang melihat kedatangan nona muda mereka .


" Wah , wah , , tuan putri kami semakin cantik dan imut . Bagaimana kabarmu , hmm . ? " kata Justin menurunkan Hana ke tanah . Tapi mereka tidak menyadari jika ada Sean menatap Justin dengan tajam .


" hffuhh . . hari-hari ku terasa berat kak . . ! " kata Hana menjadi murung . Justin tersenyum lalu mengacak rambut Hana .


" Kamu tenang saja , , semua nya akan baik-baik saja . Ada kami yang akan menjaga dan melindungi mu . . ! " kata Justin . Hana tersenyum dan mengangguk . Justin berjalan mendekati Devan .


" Bos , sebaik nya kita langsung masuk . Ada yang ingin kami bicarakan dengan mu . . ! " ajak Justin . mereka lalu masuk ke mansion . Sean dengan cepat mensejajarkan langkah nya dengan Hana .


" Kak Roky sama kak Anton mana ?? " tanya Hana , Sean menatap Hana sedikit tajam . Tapi Hana seolah tak mengerti tatapan Sean . Sebenarnya Hana sudah tidak marah lagi pada Sean , Hana juga tidak menyalahkan Sean sepenuh nya atas kesalahpahaman kemarin , tapi Hana sengaja pura-pura masih merajuk pada Sean karena dia masih ingin melihat Sean yang selalu mencoba membujuk nya .


" Mereka dalam perjalanan pulang setelah menjalankan misi , mungkin sebentar lagi dia tiba . .! " kata Justin .


" Kita mau ke ruang interogasi . ? " kata Hana .


" Iya , , ! " jawab Justin .


" Kalian lanjut aja , aku mau menemui Leo . . Dia pasti sangat merindukan ku . . ! " kata Hana membelokkan langkah nya . Tapi langkah Hana terhenti saat merasa tangan nya di tahan oleh seseorang . Dia menoleh ke belakang .


" Siapa Leo . . ?? " tanya Sean tajam . Hana mengernyitkan alis nya , dia tersenyum tipis melihat gurat kecemburuan di mata Sean . ide jahil nya tiba-tiba mencuat di otak nya .


" Leo ? dia sangat tampan dan gagah . Tubuh nya kekar dan rupa nya yang tampan. dan berwibawa . Kau tahu , setiap dia melihat ku , dia pasti akan berlari dan langsung memeluk ku . hhh , , aku semakin merindukan nya . Jadi , tuan Dominic , tolong lepaskan tangan ku dan biarkan aku menemui Leo . . ! " kata Hana semakin membuat Sean melotot . Devan dan yang lain nya menahan tawa mereka melihat kejahilan Hana .


" Aku ingin lihat seperti apa orang yang kau sebutkan tadi . . ! " kata Sean dingin ,


" hhffuh , , baiklah , tapi jangan menyesal setelah nya . . ayo ikuti aku . . ! " kata Hana berjalan di ikuti Sean . Devan menggelengkan kepala nya melihat sikap Sean yang selalu mudah terbakar cemburu .


" Dasar Sean bodoh , ,dia selalu saja dengan mudah masuk ke jebakan Hana . . ! " kata Devan lalu melanjutkan langkah nya di ikuti yang lain .

__ADS_1


Hana berjalan santai sambil bersiul senang , sedangkan Sean mengikuti langkah Hana dengan wajah yang di tekuk membuat Hana ingin sekali tertawa kencang . Mereka kini tiba di sebuah gerbang yang tinggi , dua orang laki-laki yang menjaga gerbang itu langsung menyambut Hana .


" Selamat datang , nona . . bagaimana kabar anda . . ?? " kata mereka .


" Aku baik-baik saja , bagaimana kabar kalian , dan Leo . . ? " kata Hana .


" kami baik-baik saja , nona , begitu juga dengan Leo . Seperti nya dia sangat senang menerima hadiah anda waktu itu . . Apa nona ingin mengunjungi Leo . . ? "


" Ya , tolong buka gerbang nya . . ! " kata Hana . Sean mengernyitkan alis nya menatap Hana .


Mereka lalu membuka gerbang , tampak lah hutan yang terlihat terawat . Sean mengikuti Hana yang sudah masuk duluan .


suuiiit suiit . .


Terdengar Hana bersuit dua kali , Sean melihat ke sekeliling nya , menunggu siapa yang di panggil Leo oleh Hana .


rroooarrgh


Sean terlihat waspada saat mendengar suara Auman binatang buas . Tak lama terdengar suara langkah yang berlari mendekati mereka . Sean semakin waspada dan mendekati Hana yang terlihat tenang-tenang saja .


sreekh


sreekh


sreekh


hoopht


Seekor singa jantan berbulu keemasan melompat dari semak-semak dan langsung berlari hendak menerkam Hana . Hana berdiam diri di tempat nya menunggu kedatangan singa besar itu .


" Nana , , ,awaas . . !!! " teriak Sean menarik Hana kepelukan nya dan mereka berguling menghindari singa itu .


" Kamu gak apa-apa . .?? " kata Sean memeriksa keadaan Hana dengan wajah cemas .


" Aku baik-baik aja . . ! " kata Hana .


Sean berdiri di ikuti Hana , singa itu berjalan pelan mendekati Sean dan Hana . Sean membelakangi Hana untuk melindungi nya . Hana tersenyum melihat sikap siaga Sean untuk melindungi Hana .

__ADS_1


" Sean , singa itu . . .


" Jangan sembarangan bergerak , Nana . . Kamu tetap diam di sini , biar aku yang menghadapi singa itu . . ! " kata Sean memotong ucapan Hana . Hana yang tadi nya merasa senang dengan sikap Sean , kini kembali cemberut melihat sikap Sean yang masih suka memotong ucapan nya . Hana kini memilih diam , membiarkan Sean yang mencoba melawan Leo yang terus mencoba mendekati Hana . Sean terlihat menghindari cakar yang di layangkan singa itu . Dengan gesit nya dia terus menghindari serangan singa itu . Hana merasa takjub melihat cara bertarung Sean yang terlihat lincah dan penuh dengan taktik . Sudah hampir satu jam mereka saling menyerang dan mengelak serangan lawan , hingga akhir nya Sean berhasil menaklukan singa itu walau mendapat beberapa luka di bagian tangan nya . Setelah singa itu tak lagi memberontak , Sean melepaskan kuncian pada singa itu dan berdiri dari tubuh singa dengan nafas tersengal-sengal . Singa itu juga bangkit lalu mengepaskan bulu nya yang kotor oleh tanah dan daun kering . Dia menatap Sean dengan tatapan bersahabat . Perlahan dia mendekati Sean yang kembali memasang kuda-kuda .


" Dia ingin berteman dengan mu ,Sean . .! " kata Hana , Sean menatap singa itu yang berjalan ke arah nya dengan menggoyangkan ekor nya . Sean kini mencoba bersikap santai , singa itu semakin mendekati Alan dan dengan santai dia menjatuhkan tubuh nya di dekat kaki Sean . Sean berjongkok dan mencoba mengelus kepala singa itu . Hana tersenyum lebar kala mendengar suara dengkuran dari singa itu . Dia juga mendekati Sean dan Leo lalu duduk di sebelah Sean


" Apa kau juga menyukai nya , Leo . . ?? " kata Hana . Leo bangkit dari tiduran nya di memutar badan nya hingga kepala nya jatuh ke pangkuan Hana . Hana menggaruk leher Leo hingga dengkuran nya semakin lembut .


" Leo . . ? jadi ini yang kamu sebut Leo tadi . . ? " kata Sean tercengang .


" Yap , , kebiasaan mu masih tidak berubah , Sean . Kau tidak teliti dalam mendengar setiap kata-kata yang di ucapkan oleh orang lain . Dan satu lagi , kau masih suka memotong ucapan ku hingga kau selalu salah paham pada ku . . ! " kata Hana masih mengusap kepala singa itu dengan lembut . Sean merenungi ucapan Hana . Dia meraih tangan Hana dan mengusap nya .


" Aku akui aku salah lagi , Nana . Kini aku sadar , sikap ku yang terlalu egois sudah membuat ku selalu salah paham sama kamu . Maafin aku ya , setelah ini aku akan berusaha lebih keras lagiuntuk merubah sikap ku . Jangan bosan ya untuk mengingatkan ku . . ! " kata Sean lembut dan penuh rasa bersalah . Hana menatap pancaran mata Sean yang menunjukkan rasa penyesalan nya . Dia tersenyum lalu mengusap wajah Sean yang sedikit kotor .


" Bagus lah kalau kamu sekarang mengerti . Ada baik nya jika kita saling mengingatkan atas kesalahan kita . . ! " kata Hana lembut . Hana melepas bandana yang dia pakai di kepala nya , lalu membalut luka Sean yang terlihat masih meneteskan darah . Dia tersenyum lembut setelah mengikatkan bandana itu . Sean menjadi sangat tenang setelah melihat senyum tulus Hana yang sangat dia rindukan itu . Dia meraih tangan Hana yang menempel di wajah nya lalu mencium nya .


" Leo , apa kau menyukai hadiah yang ku kirim tempo hari . . ? " kata Hana . Leo tampak menegakkan badan nya kembali , dia menatap Hana penuh arti .


" Ada apa ?? Apa kau ingin memberitahu ku sesuatu . . ? " kata Hana . Leo tampak bangkit dan berjalan masuk ke hutan . Karena penasaran Hana dan Sean mengikuti Leo yang masih terus berjalan semakin dalam . Hana terlihat heran melihat Leo melewati bawah pagar yang tampak membentuk sebuah lubang yang cukup di lalui oleh tubuh Leo . Hingga akhirnya mereka melihat Leo duduk di dekat seekor singa betina yang tampak kesakitan karena sebuah perangkap gajah tersangkut di kaki nya .


" Astaga , singa betina itu terluka . . ! " seru Hana berlari mendekatinya . Tapi singa itu tampak mendesis seperti memberi peringatan pada Hana , Hana tertawa pelan saat melihat Leo menekan kepala singa betina itu seolah menyuruhnya diam dan jangan memarahi Hana . di bantu Sean , Hana berusaha melepaskan perangkap itu dari kaki nya yang sudah berdarah . Setelah berusaha cukup lama akhir nya kaki singa betina terbebas dari perangkap itu .


" sudah , sekarang kaki kamu bebas . Jangan takut , ya . aku tidak akan menyakiti mu . . ! " kata Hana mencoba mengelus kepala singa betina itu , singa itu awal nya masih terlihat marah , tapi lama-lama dia semakin tenang dan terlihat nyaman dengan usapan Hana . Hana meraih ponsel nya lalu menelpon seseorang .


" Kita tunggu anggota kak Alan datang . . ! " kata Hana menyimpan kembali ponsel nya. Dia masih asyik mengelus bulu singa betina itu yang terasa sedikit kasar.


" kau singa betina , jadi aku kasih kamu nama , Leona . Kau mau kan menjadi pasangan untuk Leo . . ?? " kata Hana . Leo dan Leona menyentuhkan hidung mereka masing-masing membuat Hana tertawa .


" Aku anggap itu adalah persetujuan dari kalian . . ! " kata Hana mengelus kepala Leo dan Leona . Leo mengendus luka Leona , dan terlihat dia menjilati luka itu seperti sedang membersihkan nya. Tak lama terdengar suara langkah mendekati mereka , dan ternyata itu adalah Alan dan beberapa anggota Devan .


" Kak Alan , tolong obati Leona . Seperti nya Luka nya sudah terlalu dalam . . ! " Alan memeriksa luka Leona , setelah di bersihkan dan di obati , Alan memerintahkan anggota lain nya untuk membawa Leo dan Leona masuk ke area kawasan Leo. Setelah mereka pergi , Hana membawa Alan menuju lubang yang mereka lalui .


" Seperti nya ada dua kemungkinan , pertama , mungkin ini adalah perbuatan Leo untuk keluar dari arena kawasan nya , dan kedua ada penyusup di dalam markas kita . . !! " kata Alan setelah melihat lubang itu .


" Aku akan menghubungi Anton dan Justin , sebaiknya kita kembali ke markas sekarang . . ! " Abung Alan . Mereka lalu kembali ke markas .


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2