SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 123 Hana di temukan


__ADS_3

" jadi jangan pernah sok jadi majikan . .


kraakh


" aaaakh . . !! "


Rina menjerit kencang saat terdengar suara yang merdu dari jari telunjuk nya . ya , Adhara mematahkan jari telunjuk Rina yang dia pakai menunjuk wajah nya .


Drap


drap


" Adhara ada apa ? " kata Faisal dan Nadira cemas . Mereka melihat Adhara yang tengah mengusap tangan Rina .


" ini yah , Bun . Tadi pas Dhara mau nutup pintu , Dhara gak tahu kalau Rina ada di balik pintu padahal tadi Dhara dorong pintu nya kencang banget saking semangat nya mau lihat belanjaan Dhara . Jari Rina jadi kejepit , duh , maaf ya Rin , aku gak sengaja . . " kata Dhara dengan wajah sendu .


" Astaga . ya udah sana minta di urut sama bi Rumi . .! " kata Nadira . Rina melirik sekilas pada Adhara , dia langsung membuang muka nya saat melihat tatapan datar dari Adhara dan buru-buru keluar .


" ya sudah , kamu istirahat ya sayang . " kata Faisal .


" Iya yah , tapi Adhara mau rapiin belanjaan dulu . kira-kira Lastri sibuk gak ya . ?. . " kata Adhara .


" Nanti biar bunda panggilkan . .! " kata Nadira .


" makasih bunda , . " kata Adhara .


Nadira dan Faisal pun keluar dan menutup pintu . Tatapan Adhara yang tadi nya nampak ceria kini seketika berubah datar . Dia menatap dress yang di pakai Rina tadi lalu memasukkan nya kembali ke paperbag dan melemparnya ke sofa . Tak lama terdengar suara ketukan pintu kamar , Dhara langsung mempersilahkan masuk . Ternyata Lastri yang datang , Lastri langsung membantu Adhara merapikan belanjaan nya . Diam-diam Adhara memperhatikan sikap Lastri yang terlihat sungkan pada nya . Dia mengangguk pelan . Tak terasa semua belanjaan Adhara yang seabrek itu kini sudah selesai di rapikan . Lastri pun permisi keluar .


" Lastri , kamu bawa paperbag di meja rias ya . itu buat kamu . " kata Adhara .


" Buat saya , non ? " kata Lastri


" iya , anggap aja hadiah dari saya . " kata Adhara .


" Makasih non . kalau begitu saya ambil ya . " kata Lastri terlihat senang . Adhara mengangguk , Lastri meraih paperbag yang di maksud Adhara dan langsung keluar seraya menutup pintu . Adhara menghela nafas panjang dan membaringkan tubuhnya ke ranjang . Pikiran nya melayang-layang berusaha mengingat siapa diri nya , tapi bukan nya mengingat sesuatu dia malah nyasar ke alam mimpi dan terlelap dengan damai .


_______


Di tempat lain.


Sebuah mobil Lamborghini Black-gold melesat dengan sangat cepat menuju suatu tempat yang di sampaikan oleh seorang anak buah nya .


" tunggu kakak, Hana . . " lirih Devan . ya , Devan baru saja menerima laporan dari salah satu anak buah nya jika mereka menemukan Hana di sebuah taman . Tanpa membuang waktu Devan langsung menuju tempat yang di beritahu kan anak buah nya

__ADS_1


Lamborghini Black-gold itu berhenti di tepi taman . Tampak Devan turun dengan tergesa-gesa dan mencari anak buah nya berada nya . Devan langsung berlari saat melihat beberapa anak buah nya tampak mengelilingi seorang gadis berpenampilan sedikit dekil yang tengah duduk di bangku taman dengan memakan sepotong roti .


" Hana . . . ! " seru Devan langsung mendekati gadis yang berwajah sama seperti adiknya .


" ka . . kalian siapa . .? " kata gadis itu tampak terlihat sedikit ketakutan . Devan tercengang melihat sang adik yang tak mengenali nya .


" Hana , kamu , , kamu tidak mengenali kakak . ? " kata Devan mengernyit . gadis itu menggeleng


" bos , saat kami menemukan nona , dia sedang bersama dengan seorang ibu-ibu yang bernama Ani . Dia mengatakan jika dia menemukan nona tersangkut di bebatuan di dekat desa kembang Sari . ." jelas anak buah Devan .


" Desa kembang Sari ? bukan kah desa itu terletak di sekitar hutan area markas . ? " kata Devan tetap menatap gadis di depan nya yang terlihat gelisah .


" Benar bos , dan ibu Ani mengatakan jika dia menemukan nona dalam keadaan hilang ingatan . Lalu ibu Ani merawat nona sampai kesehatan nya pulih , dan setelah itu ibu Ani sengaja membawa nona ke kota untuk menitipkan nya ke panti asuhan . Tapi untung nya kami bertemu mereka di taman ini sebelum ibu Ani benar-benar mengantar nona ke panti asuhan .. ! "


Devan memperhatikan Hana di depan nya . Dia terdiam sejenak , lalu dia mengulurkan tangan nya hendak mengusap kepala sang adik , namun Hana menggeser duduk nya menjauhkan diri dari jangkauan Devan .


" Tenang lah , aku adalah kakak mu . .! " kata Devan mencoba menenangkan nya .


" kakak . ? " kata gadis itu terlihat bingung . Devan tersenyum dan menarik tangan gadis itu dan menggenggam nya .


" Dengar , nama mu adalah Hana , dan aku adalah kakak kandung mu . Jangan takut ya , ayo kita pulang . mommy sama Daddy pasti sudah menunggu di mansion . . " kata Devan .


" Hana . ? jadi nama ku Hana . ? " kata gadis itu . Devan mengangguk dan tersenyum . Devan menarik lembut tangan gadis itu agar mengikuti nya . Devan tersenyum tipis melihat gadis yang tampak patuh itu . Lalu dia membawa nya ke Lamborghini milik nya . Dia membantu Hana masuk ke mobil dan menutup pintu kembali .


" kembali lah ke markas . kalian pasti lelah mencari Hana . . ! "


Devan pun masuk ke Lamborghini , dia tersenyum pada Hana yang tampak kagum dengan Lamborghini Devan . Mobil Devan kembali meluncur dan kini menuju ke mansion .


s


k


i


p


Mobil Devan telah berhenti di depan sebuah mansion yang sangat besar dan mewah . Devan turun lebih dulu dan membukakan pintu di sebelah nya . Saat Hana turun , Devan bisa melihat sorot mata nya yang berbinar kala menatap mansion keluarga Winata .


" apa ini rumah keluarga kita . ? " kata Hana kembali dengan tampang polos nya .


" Benar . ayo kita masuk . " kata Devan dengan perasaan campur aduk . Mereka berjalan menuju pintu yang tinggi menjulang itu .


ceklek

__ADS_1


Devan dan Hana berjalan beriringan masuk ke mansion , saat mereka masuk ke ruang tamu , tampak keluarga Winata sudah menunggu .


" Sayang , , akhirnya kamu kembali . . ! " kata mommy berlari dan langsung memeluk Hana . Tapi Devan tiba-tiba mengernyitkan alis nya tipis saat melihat ekspresi mommy , yang tadi nya tampak bahagia kini terlihat bingung .


" Mommy . ? "


" Ya sayang . ." kata mommy melepaskan pelukannya.


" jadi benar ini mommy . ? " kata Hana dengan wajah linglung , tapi bagi orang yang jeli mereka bisa melihat sorot mata nya yang berbinar .


" iya , ini mommy dan ini Daddy . Lihat , dan ini kakak ipar mu . keponakan mu masih tidur , jadi dia masih di kamar nya . .! " kata mommy mengenalkan anggota keluarga nya . Hana mengedipkan mata nya beberapa kali seolah dia tengah mencoba mengingat sesuatu .


" Sudah , jangan di paksakan , sweetie . Biarkan ingatan mu kembali secara perlahan . ayo peluk Daddy . . " kata Daddy merentangkan kedua tangan , Hana perlahan mendekati Daddy dan memeluk nya . Devan beralih menatap Daddy nya . Saat Daddy memeluk Hana , Daddy memiringkan sedikit kepala nya seakan memastikan kalau yang dia peluk adalah putri kesayangan nya .


* * *


" apa ? Nana telah di temukan . ?. . . . . . . . baiklah aku akan segera kesana . . ! " kata Sean yang baru saja menerima laporan dari anak buah nya . Wajah tampan yang biasa terlihat datar dan dingin semenjak hilang nya sang kekasih , kini terlihat sangat bersemangat . Dia langsung bangkit dari tempat duduk nya dan langsung keluar dari ruang kerja .


" Halo , Dev , apa benar Nana sudah di temukan . . ? " kata Sean dalam sambungan telpon nya .


" benar Sean . Dan sekarang Hana sudah di mansion . hanya saja , Hana kehilangan semua ingatan nya sekarang . . ! "


" it's ok .yang penting sekarang adalah Nana sudah kembali . aku akan segera ke sana . . " kata Sean penuh semangat dan langsung memutuskan sambungan telpon tanpa menunggu jawaban dari Devan . Dengan senyum yang mengembang Sean masuk ke mobil nya , membuat karyawan nya tercengang melihat Sean yang tampak senang .


" Nana , tunggu aku . . ! " gumam Sean tak sabar . Sean melajukan mobil nya dengan cepat menuju mansion Winata .


skip


Sean dengan sedikit berlari langsung menerobos masuk ke pintu mansion . Saat dia masuk ke ruang tamu , dia terdiam sejenak saat melihat gadis yang sangat di rindukan nya itu , sekarang tampak tertawa lebar saat mendengar cerita keluarga nya yang menceritakan tentang diri nya .


" Sean , kau sudah datang . . " kata Devan saat melihat Sean berjalan ke arah mereka .


Mereka langsung menoleh pada Sean , tatapan Sean terpaku pada Hana yang kini tampak sedikit terlihat berbeda .


" Sayang , ini Sean , tunangan kamu . coba kamu lihat apa kamu mengingat sesuatu ? " kata mommy terlihat biasa-biasa saja . Hana menatap Sean dengan lekat , kening nya berkerut seperti berusaha mengingat sesuatu . Sean berjalan semakin mendekat pada Hana yang tampak menatap nya lekat.


" wajah nya memang seperti ingin mengingat sesuatu , tapi mata nya berbinar seperti melihat sesuatu yang memang sangat dia inginkan . Ada apa ini ? apa penglihatan ku saja yang terganggu ? " batin Sean .


" Sean ? dia tunangan ku ? tapi kenapa aku tidak memakai cincin ? " kata Hana dengan suara halus .


" Kami menemukan cincin pertunangan mu jatuh di dasar sungai saat kami melacak keberadaan mu . Lihat , aku selalu membawa cincin mu bersama ku . ! " kata Sean menunjukkan sebuah kotak berwarna merah dan membuka nya . Tatapan Hana terlihat berbinar saat melihat sebuah cincin berlian tersemat di dalam kotak itu .


" Cincin nya bagus banget . ." puji Hana . Sean tersenyum .

__ADS_1


" Karena kamu sudah kembali , kamu harus memakai cincin ini . . " kata Sean mengambil cincin itu dan hendak menyematkan nya ke jari manis Hana . Dengan raut wajah senang Hana mengulurkan tangan nya . Tapi . . . .


BERSAMBUNG . .


__ADS_2