
" eh , selamat datang tuan Sean . " sapa pelayan toko yang melihat Sean berdiri di belakang Hana . Sontak Hana menoleh ke belakang nya . Sean bisa melihat tatapan berbinar dari mata Hana .
" Sean , kok kamu ada di sini . ? " kata Hana sumringah .
" Aku habis ketemu klien di restoran sebelah , Kamu lagi lihat apa . ? " kata Sean dengan wajah datar.
" oh , ini aku lagi milih jam . Coba kamu lihat , jam ini cocok gak sama aku . ? " kata Hana menunjukkan jam di pergelangan tangan nya .
" Bagus . kamu suka . ? " pancing Sean .
" Suka banget . " kata Hana penuh harap .
" Kalau kamu suka ambil aja . . " kata Sean .
" hmm , tapi uang jajan aku bulan ini udah habis . hehe . . " kata Hana
" Aku yang akan bayar . Apapun yang kamu mau aku akan traktir kamu hari ini . . " kata Sean mencoba tersenyum .
" serius . ? " kata Hana
" ya . " kata Sean .
" Yee, , ,asyik . . .mbak tolong bungkus jam ini ya . hmm. , ,ah , ,sekalian sama gelang ini dan kalung ini . . ." kata Hana penuh semangat menunjuk kalung dan gelang mahal yang berhias batu berlian .
__ADS_1
" Total belanjaan nya senilai 187 juta , mau di bayar cash atau pakai kartu , tuan . ? " kata pelayan sopan . Sean melempar Black card ke atas etalase , Sean bisa melihat kalau Hana menatap kartu itu dengan tatapan rakus . Diam-diam Sean tersenyum miring melihat reaksi Hana di depan nya .
" seperti nya ada rubah licik yang menyamar menjadi tuan putri . . " batin Sean .
Sean sangat tahu seperti apa sifat tunangan nya . Sean sudah berapa kali ingin memberikan fasilitas nya pada Hana , tapi Hana menolak dengan alasan belum saat nya dia menikmati jerih payah Sean .
" Untuk sekarang biarkan aku menikmati hasil jerih payah aku sendiri . Nanti jika kita sudah menikah , aku akan menerima apapun yang kamu kasih ke aku . . "
Senyum Sean terbit kala kalimat itu terngiang di benak nya . Hana yang melihat senyum itu , menjadi salah tingkah karena merasa Sean tersenyum senang karena melihat penampilan nya yang menarik .
" Makasih , Sean . ." kata Hana memasang muka manis setelah menerima paperbag berisi belanjaan nya tadi .
" Gak usah berterima kasih , lalu sekarang kamu mau kemana lagi . ? " kata Sean menjauhkan sedikit langkah nya dari Hana .
" hmm , ,kamu udah makan siang belum .? " kata Hana .
" Boleh , kita makan dimana . ? " kata Hana terlihat senang .
" ayo , ikuti aku . " kata Sean . Hana mengangguk dan mengangkat tangan nya mengira Sean akan menggandeng tangan nya . Tapi senyum Hana memudar saat melihat Sean sudah berjalan sedikit mendahului nya .
" Perasaan dulu saat sama Hana , Sean romantis banget dan suka gandeng tangan Hana . Tapi kok sekarang malah cuek banget sih . . hhff . .Tapi gak apa-apa lah , yang penting aku bisa jalan bareng Sean dan bisa membeli apapun dengan uang keluarga Winata . Akhirnya gue gak perlu capek-capek jual diri lagi buat dapatin uang . . Tinggal tadahin tangan uang pun berjatuhan . . hahaha . . "
Hana berlari kecil menyusul Sean yang sudah cukup jauh dari nya. Hana sudah beberapa kali mencoba mendekatkan tubuhnya pada Sean , Berharap agar Sean merangkulnya atau menggandeng tangan nya . Tapi Sean selalu menghindar dan sedikit menjaga jarak dengan Hana .
__ADS_1
" Kita mau makan dimana . ? " kata Hana melihat Sean membawa nya ke sebuah deretan kedai di pinggir jalan .
" ayo masuk . . " kata Sean masuk ke sebuah kedai di pinggir jalan yang menyediakan ketoprak .
" kami ngajak aku makan disini . ? gak salah . ? " kata Hana menatap ke sekeliling kedai dengan tatapan jijik .
" Kenapa . ? " kata Sean pura-pura tidak menyadari maksud perkataan Hana
" Sean , kamu gak lihat , ini di pinggir jalan loh . Lihat , lantai nya tanah , peralatan makan nya berdebu . Apalagi makanan nya , pasti gak higienis . Sean , sebaiknya kita cari tempat lain .ayo . ! " kata Hana hendak menarik tangan Sean . Tapi dengan cepat Sean menjauhkan tangan nya hingga Hana hanya menangkap udara .
" Hana , aku sengaja ngajak kamu makan disini , supaya kamu bisa mengingat apa saja yang biasa kamu lakukan .Contoh nya makan di sini , kamu tahu , sebelum kamu amnesia kamu lebih suka makan di kedai kecil seperti ini , selain lebih dekat dari mall , kamu beralasan dengan kita membeli dagangan mereka kita juga sedikit membantu mengurangi beban mereka dan sedikit membantu untuk memajukan usaha mereka . Apa kamu ingat . ? " kata Sean .
" gak , aku gak ingat . Pokok nya aku mau kita pindah ke tempat makan lain . Aku gak mau lagi makan di tempat kayak gini , Malu-maluin tahu gak . . " kata Hana ketus . Sean tersenyum miring melihat reaksi dan ucapan dari Hana barusan . Melihat ekspresi Sean yang sedikit berbeda , Hana baru menyadari kalau sikap nya terlalu mencolok untuk seorang Hana yang selalu bersifat rendah hati .
" Sean , maksud aku , lebih baik kita makan ke tempat lain aja . Kalau ada rekan bisnis kamu yang lihat kamu makan di tempat ini , mereka pasti mencemooh kamu dan merusak reputasi kamu . Ini semua demi kebaikan kamu . Sayang . . " kata Hana mencoba meralat ucapkan nya . Raut wajah Sean seketika berubah memerah saat mendengar panggilan sayang dari Hana . Entah kenapa , bukan nya merasa senang , Sean malah menjadi jijik mendengar panggilan itu dari Hana yang ada di hadapan nya . Sebaliknya , melihat wajah Sean yang memerah setelah mendengar ucapan nya , Hana mengira jika Sean tersipu mendengar panggilan sayang yang baru saja dia ucapkan .
" Sayang . .
" aku tahu , . . . Hana seperti nya aku harus kembali ke kantor , ada urusan penting yang harus aku selesaikan . Maaf aku tidak bisa menemani mu makan siang . Aku pergi dulu . . " kata Sean dengan nada dingin lalu pergi .
" CK , tadi ngajak makan siang bareng , sekarang malah pergi , gimana sih . . ! " gerutu Hana menatap punggung Sean yang semakin menjauh .
" Neng , jadi gak makan disini . ? " kata penjual ketoprak . Hana mendelik pada penjual dan langsung pergi dengan cepat . Di dalam sebuah mobil , diam-diam Sean masih memperhatikan Hana dari jauh .
__ADS_1
" Aku yakin kalau kau bukan Hana . Hana tidak pernah berkata kasar seperti itu dan tidak matre seperti kau . Aku harus cepat-cepat menyelidiki siapa yang telah berani mencoba meniru Hana dan berniat menggantikan posisi Hana . . ! " kata Sean menatap tajam mobil Hana yang baru saja lewat di depan mobil nya .
BERSAMBUNG