SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 35 Mayang berulah


__ADS_3

Arya tampak termenung di meja kerja nya . pikiran nya menerawang dengan kejadian beberapa Minggu yang lalu . Pertemuan nya dengan Deri beberapa Minggu yang lalu membuat pikiran Arya kacau saat mengingat ucapan Deri . saat itu Arya menemani Mayang ke mall untuk belanja bulanan .


" Ternyata elo nikah sama Mayang ?? "


" Gue terpaksa nikahin dia karena


waktu itu gue khilaf dan akhir nya dia mengandung anak ku . . . !! "


" hehe . . elo yakin itu anak elo ?? " Gue saranin sebaiknya elo selidiki dulu kebenaran nya . .Gue harap elo gak nyesel ngebuang berlian demi memungut batu kerikil . . ?! " kata Deri seraya menepuk-nepuk bahu Arya lalu pergi .


Arya menghela nafas berat . hati dan pikiran nya sedikit kacau oleh ucapan Deri . Namun saat mengingat bercak darah di sofa saat kejadian itu , hati Arya sedikit tenang .


" Mayang pasti mengandung anak ku . Karena aku yang pertama menyentuh nya . . ?! " batin Arya .


Namun dahi Arya sedikit mengernyit saat mengingat setiap Mayang akan cek kehamilan dia selalu meminta Arya untuk menunggu di luar ruang periksa , padahal Arya sangat ingin melihat perkembangan calon anak nya . Arya sedikit menyimpan rasa curiga .


" Apa Mayang memang menyembunyikan sesuatu ?? " gumam Arya .


Tanpa sadar Arya kembali mengingat semua kenangan nya bersama Hana , senyum Arya terbit saat mengingat tingkah Hana yang jahil . Dia menggelengkan kepala nya seraya tersenyum geli saat mengingat wajah cemberut Hana jika dia melarang Hana memakan coklat kesukaan nya .


" Sudah 3 hari Hana tidak masuk , kemana dia ?? Aah kenapa tiba-tiba aku jadi merindukan gadis itu . . ?!! " lirih Arya . Dia lalu melanjutkan pekerjaan nya saat hati nya sedikit tenang . * * *


Hana langsung menghempaskan tubuh nya ke kasur king size nya , Dia memejamkan mata nya .


" akhirnya bisa tiduran dengan tenang . . Kasur adalah tempat yang paling nyaman sekarang . . ?! " gumam Hana . Sedikit demi sedikit kesadaran Hana mulai terkikis . Hingga saat kesadaran nya hampir hilang , Dia di kejutkan oleh ketukan di pintu nya . Tubuhnya terasa bergetar karena terkejut di sertai dengan rasa panas dingin menyerang tubuh nya . Sejenak Hana diam mematung mengumpulkan sisa-sisa kesadaran nya . Setelah kesadaran nya pulih , dengan kesal dia bangkit lalu membuka pintu kamar . Hana menatap kesal ART yang berdiri di depan nya .


" a . Anu non , di panggil sama tuan besar . Sudah di tunggu di ruang tamu . . ?! "


Tanpa menjawab , Hana langsung pergi menemui Daddy . Saat menuruni tangga , Hana melihat ada Devan juga di ruang tamu . Dengan wajah yang masih di tekuk , Hana menghempaskan bokong nya ke kursi di sebelah Daddy .


" ada apa manggil Hana ?? " kata Hana


" gak , cuma pengen ngobrol aja . . muka kamu kok pucet ?? kamu sakit . ?? " kata Devan . Hana melotot mendengar ucapan kakak nya . Dia lalu merebahkan tubuh nya di sofa lalu menempatkan kepala nya di pangkuan Daddy . Daddy mengelus rambut Hana hingga Hana merasa nyaman .


" Kamu masih mau kerja di hotel Devan , sweetie ? " tanya Daddy . Hana menganggur dengan mata terpejam .


" Apa kamu gak tertarik kerja di perusahaan Daddy ?? "


" Belum Dad . . ?! " jawab Hana pelan .


" Kamu masih betah di hotel kakak ?? maksud nya gak apa-apa ketemu sama mantan kamu tiap hari ?? kakak gak mau nanti kamu semakin sakit hati Hana . . ?! "


" i'm fine . .?! " jawab Hana . Tanpa dia sadari kesadaran nya terlepas dari otak nya . kini Hana terbang menjelajahi dunia mimpi yang indah .


Merasa tidak ada respon atas ocehan nya , Devan memanggil Hana keras , namun tak ada jawaban .


" dasar , Orang ngajak ngobrol dia malah tidur . . ?! " sunggut Devan .


" Hana pasti lelah . Biarkan dia istirahat . . ?! " kata Daddy . dia bangun perlahan seraya menahan kepala Hana dengan tangan nya . Lalu dia menggendong Hana ala bridal dan memindahkan putri tercinta nya ke kamar nya . Setelah itu mereka juga kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat .


_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Hana memacu motor matic nya dengan sedikit cepat menuju tempat kerja nya . S lain takut telat , Hana juga belum sempat sarapan karena bangun kesiangan . Dia mengejar waktu agar bisa sarapan nasi uduk kesukaan di kedai tak jauh dari hotel SINAR MENTARI.


Setelah memarkirkan motor nya dia menyimpan helm dan langsung menuju kedai . memesan nasi uduk dan teh tawar . Dia menikmati sarapan sederhana nya . Setelah menghabiskan sarapan nya dia membayar nya lalu menuju hotel . Saat baru memasuki lobby Hana di sambut dengan berbagai pertanyaan dari rekan kerja nya . Hana hanya menjawab dia pulang kampung karena keluarga nya sakit . Dia langsung menuju ruang ganti . setelah mengganti pakaian seragam hotel dia langsung keluar lalu menyimpan tas nya di loker . Dia langsung keluar . Saat baru akan memulai pekerjaan Rio yang menjawab sebagai supervisor memanggil nya dan mengintrogasi nya .


" Sudah 3 hari kamu gak masuk dan tidak meminta izin , kamu kemana ?? "


" Maaf pak , kemarin saya gak sempat izin karena saya pulang kampung karena keluarga saya sakit . Mau nelpon juga gak ada sinyal . . ?! "


" Alasan aja kamu . . Sebagai peringatan kamu di denda , gaji kamu dipotong 10% . . ?! "


" Baik pak . . ?! "


" Sudah silahkan lanjutkan pekerjaan . . ?! "


Hana meninggalkan Rio dengan mendorong troli barang menuju kamar yang akan di siap kan . Saat akan mencapai tujuan nya , Hana berlintasan dengan Mayang . Tatapan nya jatuh pada perut Mayang yang terlihat sedikit menonjol . Membuat hati nya kembali sakit. Lalu kembali menatap mata Mayang yang menatap nya dengan merendahkan .

__ADS_1


" kenapa lihat perut gue ?? Iri ?? " kata Mayang . Hana menatap mantan sahabat nya lalu menggelengkan kepala nya .


" anggap aja hormon ibu hamil. . ?! " batin Hana.


Hana meneruskan langkah nya . Namun tiba-tiba dia terkejut saat ada yang mendorong nya dari belakang hingga dia jatuh tertelungkup ke lantai .


" Hana . . !!!! " terima sebuah suara yang sangat dia kenal yang bernada kekhawatiran . Mayang yang melipat tangan nya di depan dada nya seraya menatap Hana sinis seketika menoleh ke belakang .


" Arya . .ng .. ngapain kamu di sini ?? " kata Mayang tergagap saat melihat Arya yang berlari ke arah mereka . Mata nya terbelalak saat melihat Arya menghampiri Hana dan membantu nya berdiri .


" Semestinya aku yang bertanya . Kenapa kamu dorong Hana sampai dia jatuh ke lantai . . ?! " kata Arya ketus .


" Ar , kok kamu belain dia sih ?? Semestinya kamu itu perhatian sama aku . Aku hamil anak kamu jadi kamu harus lebih mencemaskan aku . . ?! "


" aku buka belain Hana , aku tanya sama kamu , kenapa kamu dorong dia ?? Emang dia ngapain kamu ?? " kata Arya menahan emosi nya . hati nya merasa khawatir saat melihat luka lecet di telapak tangan Hana .


" Aku gak suka dia lihat-lihat perut ku . .Maka nya aku dorong . . ?! " kata Hana marah .


" hanya gara-gara dia lihatin perut kamu terus kamu dorong dia sampai terluka , gitu ?? kelewatan kamu May . . ?! " wajah Arya memerah


" Sudah lah pak Arya . saya tidak apa-apa . Mungkin itu bawaan bayi Mayang tidak mau di lihatin sama orang . . Saya permisi mau melanjutkan pekerjaan . . ?! " Hana kembali mendorong troli barang dan memasuki sebuah kamar . Arya menatap Mayang dengan tatapan kesal .


" Mayang , aku harap kamu bisa menjaga sikap kamu ke depan nya . Kalau kamu tidak merubah sikap kamu yang seenak nya seperti ini , bersiap-siap lah hidup kekurangan karena aku yakin jabatan ku sebagai GM akan di cabut . . ?! " kata Arya lalu pergi meninggalkan Mayang yang tampak marah .


" Sialan , Arya lebih memperhatikan Hana daripada aku . Arya pasti masih punya perasaan sama Hana . Gak . gak boleh terjadi , aku harus lakuin sesuatu . . ?! " kata Mayang . * *


Hana mendesis saat tanpa sengaja luka nya bergesekan dengan barang yang dia pegang . Setelah menyelesaikan pekerjaan nya , dia mendorong troli kosong keluar dari kamar itu . Dia mengembalikan troli barang dan kembali ke ruang ganti sekaligus ruang beristirahat para housekeeping . hana mengambil kotak P3K lalu membersihkan luka nya dengan cairan antiseptik . Juli yang kebetulan baru masuk menghampiri Hana .


" Loh tangan elo kenapa Han? " kata Juli bertepatan dengan kedatangan Mayang .


" Tadi gue gak sengaja jatuh . . ?! " kata Hana


" yah sini gue bantu bersihin . duuh maka nya kalau kerja itu hati-hati . . ?! " kata Juli membantu membersihkan luka Hana .


" iya bawel . . ?! " kata Hana tersenyum. Juli ikut tertawa pelan .


" luka nya di perban aja ya , biar gak kena debu . . ?! " kata Juli melilitkan perban di tangan Hana .


" Gak apa-apa yang penting luka kamu aman . . ?! " kata Juli menyimpan kotak P3K.


" Makasih ya . . ?! " kata Hana tulus .


" it's ok . Eh nanti makan siang bareng aja ya . . ?! " kata Juli .


" Ok . nanti gue traktir elo sebagai rasa terima kasih gue karena elo udah bantu gue . . ?! " kata Hana .


" Wuuiih asyik . .Biasa nya traktiran itu enak banget loh . . ?! " kata Juli .


" yang nama nya gratisan itu pasti enak lah . . ?! " timpal Hana . mereka tertawa pelan lalu keluar melewati Mayang yang memperhatikan interaksi Juli dan Hana sedari tadi . Mayang merasa tidak suka melihat Hana tertawa bersama orang lain .


s


k


I


p


kantin menjadi sangat ramai karena sudah masuk jam makan siang . Seperti janji mereka , Hana dan Juli makan siang bersama . Beberapa rekan nya juga ikut bergabung . Mereka sempat bercanda dan tertawa di sela makan siang mereka . Mayang yang melihat nya semakin tidak suka . Dia mengangkat mangkuk SOP nya dan berjalan menuju meja Hana . Tanpa basa basi dia menumpahkan SOP nya ke mangkuk mie ayam Hana hingga kuah menciprati baju dan wajah Hana . Juli dan rekan nya terkejut dan sontak berdiri .


" May , elo apa-apaan sih . . ?! " kata Juli tersadar .


" Diam elo . Ini bukan urusan elo . Hana elo makan mie ayam elo . . ?! " kata Mayang dengan wajah tidak suka .


" Eh May. jangan keterlaluan Donk . Mie ayam Hana udah elo tidak rusak tu . . ?! " kata rekan Hana yang sem ia dengan Hana . Hana menatap Mayang dengan tatapan datar .


" Apa lihat-lihat , gue bilang makan ya makan . . cepatan . . !!!? " bentak Mayang seraya menarik mangkuk mie ayam yang penuh oleh SOP ke dekat Hana hingga kuah nya kembali tumpah mengenai sepatu Hana .

__ADS_1


" cukup Mayang . . !!!! " bentak yang keras terdengar dari mulut Hana . Membuat ruang kantin itu sedikit sunyi . tatapan mereka tertuju pada Hana dan Mayang .


" Mau elo itu apa sih sebenar nya. haa . . ?! " sengit Hana .


" Gue mau elo makan makanan ini . . ?!! " kata Mayang menunjuk mangkuk tadi .


" Atas dasar apa elo nyuruh-nyuruh gue . Emang elo siapa . . ?! "


" Gue istri GM disini .Jadi elo harus menuruti apa perintah gue . . ?! " kata Mayang angkuh .


" kalau gue gak mau , elo mau apa ?? " kata Hana dengan suara rendah namun penuh dengan ancaman .


" Ada apa ini . . ?! " kata sebuah suara di belakang Mayang . Tampak 3 orang pria masuk membuat ruangan itu menjadi semakin sunyi .


" Selamat siang pak Willy , pak Arya . . ?! " kata Juli seraya menundukkan kepala nya di ikuti yang lain .


" Ada apa ini ?? kenapa berantakan sekali . . ?! " kata Willy seraya menatap Hana yang tampak kotor .


" Saya meminta teman saya untuk memakan makanan itu pak Willy , tapi dia tidak mau , padahal ini keinginan bayi saya . . ?! " kata Mayang dengan raut wajah sedih .


" Maaf pak Willy saya bukan teman nya . . ?! " kata Hana santai .


" Kenapa penampilan kamu sangat berantakan ?? " kata Willy menahan emosi nya melihat nona nya di ganggu .


" itu ulah Mayang pak .. ?! " kata Juli berani .


" elo diam aja ya . . ?! " kata Mayang penuh ancaman .


" Jelaskan . . ?! " kata Willy dingin menatap Juli .


Juli menelan Saliva nya dengan susah payah .


" awal nya kami makan siang dengan tenang pak .Sampai Mayang datang dan tiba-tiba langsung menyiram mie ayam Hana dengan SOP dan bukan meminta tapi memerintahkan Hana untuk memakan makanan yang terlihat menjijikkan itu. Bahkan memaksa Hana dengan menyombongkan jabatan pak Arya selaku suami nya . . . ?! " jelas Juli .wajah Arya seketika berubah merah setelah mendengar penjelasan Juli. Dia menatap Mayang penuh amarah .


" Tapi ini permintaan bayi ku pak Willy .Kalian tahu kan kalau permintaan bayi tidak di turuti nanti ngences .Kalian mau lihat bayi ku ngences . ?? " kata Mayang penuh drama .


" bodo amat .Bukan urusan kita . .?! " ketus Juli .


" Kalau memang bawaan bayi , setidak nya kan bisa meminta secara baik-baik , gak usah secara paksa kayak tadi . ?! " kata Reni teman satu meja dengan Juli tadi .


" Hana aku mau kamu makan itu ya . .Please . . ?! " kata Mayang dengan senyum miring . Hana tahu arti senyuman itu .


" Aku gak mau . . ?! " tegas Hana .


" Hana ini demi anak GM . . ?! " lirih Mayang


" aku gak peduli . Dan itu gak ada urusan nya sama aku . . ?! "


" Makan atau elo di pecat dari hotel ini . . ?! " kata Mayang dengan suara tinggi . .


*BRAAKH . . .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G*


__ADS_2