
Sesampai nya di villa , mereka melihat ternyata tenda kecil sudah terpasang di halaman . Tungku untuk bakar-bakar pun juga sudah tersedia bahkan api nya pun sedang berkobar . Beberapa pekerja di villa tampak sedang sibuk menyiapkan perlengkapan untuk acara bakar-bakar nanti malam .
Hana meminta Sam untuk menurunkan nya . Mereka berjalan masuk ke villa . Tampak Mommy dan Elly tengah berkumpul dengan beberapa teman mereka .
" Kalian udah pulang . . ? Loh tangan kamu kenapa , sayang . . ? " kaya mommy panik saat melihat tangan Hana berdarah .
" Tadi Hana jatuh Tante . . ! " jawab Sam .
" Kalian gimana sih , , kalian tadi bilang aman kalau Hana pergi sama kalian . . Ini kenapa bisa terluka . cepat ambil kotak obat . . ! " kata mommy panik . Dia menarik tangan Hana untuk duduk di dekat nya.
" Mommy , ini hanya luka kecil . .! " kata Hana .
" Tetap aja harus di obati . . ! " kaya mommy memeriksa luka di telapak tangan Hana .
" Tante , ,hiks, hiks , lutut Tara sakit. .! " kata Tara berjalan terpincang-pincang mendekati Elly .
" Loh kok kamu bisa terluka juga . . ? " kata Elly melihat lutut Tara .
" Tante , ini kotak obat nya . .! " kata Sam
mommy mengambil kotak obat lalu mulai membersihkan luka Hana .Hana meringis saat kapas yang sudah di basahi dengan cairan antiseptik menyentuh luka nya .
" hiks , hiks , tadi Tara jatuh .. ! " kata Tara terisak . Elly juga melakukan hal serupa dengan Mommy.
" Dia siapa , El ?? " tanya salah satu wanita berpakaian mewah menatap Tara yang terlalu lebay bagi dia .
" Dia Tara . . ! " kata Elly singkat . Tara melirik Elly , dia merasa kecewa saat Elly tak mengakui nya sebagai anak angkat nya .
" Udah mom . .perih . . ! kata Hana meringis . Mommy menyudahi membersihkan luka Hana , lalu mengambil plester .
" Gak usah mom. gak usah di plester nanti susah sembuh nya . . ! " kata Hana .
" Ya sudah , sana kalian mandi , , Bentar lagi malam ..! " kata mommy .
" Ya udah. Hana pamit dulu ya tante-tante cantik . . ! " kata Hana mencium pipi mommy lalu pergi ke kamar nya . Devan dan Sam juga beranjak menuju kamar mereka .
" Hana cantik ya , sopan lagi . Nanti aku kenalin sama putra ku , siapa tahu berjodoh . .! " kelakar wanita berambut pendek .
" Hey , hey , hey . Hana itu calon mantu ku . Hana sudah menjadi kekasih Sean . Jadi jangan coba-coba untuk merebut mantu ku . . Atau arisan mu gak akan aku kasih , Relly .! " kata Elly langsung menyahut .
" Hahahaha , , tidak masalah El , selagi janur kuning belum melengkung , masih banyak jalan yang terbuka . .! " kata wanita yang yang berambut pendek bernama Relly tadi .
" no , no , no , gak akan aku kasih kesempatan untuk kalian merebut mantu ku . . ! " Mereka tertawa dengan celotehan mereka .
" Tara , kamu mandi gih ,. , ! " kata Elly . Tara bangkit dari tempat duduk nya dan langsung pergi .
" El , dia siapa nya kamu sih ? "
" Dia anak sopir ku dulu . Karena dia anak yatim-piatu jadi aku rawat aja dia . Dia baru kembali beberapa hari yang lalu setelah di culik oleh bibi nya sendiri . . ! " jelas Elly .
" Tadi kamu bilang Hana pacar nya Sean kan ? " kata Relly
" Iya , kenapa ?? " kata Elly
" Tapi aku lihat Sean lebih peduli sama si Tara daripada Hana . ? bukti nya Sean lebih memilih membantu Tara daripada menggendong Hana . . ? " kata Relly dengan wajah serius . Elly dan mommy melirik satu sama lain .
__ADS_1
" Tara memang tidak terlalu suka sama orang baru . Hana gadis yang pengertian , dia pasti memaklumi Tara yang memang akrab dengan orang baru . .! " kata Elly ragu .
" Hati-hati El , takut nya nanti Sean malah terpengaruh sama Tara , bisa-bisa hubungan Sean dan Hana hancur karena dia. .! " kata Relly.
" Itu gak akan terjadi . . Sean memang akrab dengan Tara tapi Sean lebih mencintai Hana. . ! " kata Elly .
" yang penting mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati . .! " kata Relly .
_________
Senja berganti malam . Lampu-lampu jalan menerangi setiap orang yang tengah berjalan bersama teman , pacar ataupun dengan keluarga mereka . Lampu-lampu yang terlihat di kejauhan , bagaikan untaian mutiara yang berserakan . suara-suara serangga malam mengiringi desiran angin malam yang mulai menyapa alam .
Di sebuah halaman villa , tampak sebuah kumpulan tengah asyik bercengkerama dengan santai di temani beberapa jenis camilan .
" malam ini kami para orang tua ada acara di luar ,cuma sebentar kok , nanti kita acara bakar-bakar ya . . ! " kata Elly .
" Devan , Sam . Ingat pesan Mommy . .! " kata mommy menatap tajam Devan dan Sam .
" siap , mom . . ! " kata Devan .
" Ayo kita berangkat . . ! " ajak Albert .
Para orang tua masuk ke mobil masing-masing lalu pergi meninggalkan para muda mudi . Setelah mobil itu pergi , Sam langsung duduk ke sebelah Hana dan meraih tangan Hana yang terluka .
" masih sakit gak . . ? " kata Sam
" sedikit . . ! " kata Hana . Sean melirik tajam Sam yang masih memegang tangan Hana .
tring tring tring
Sementara Sean , dia terus menarik tangan Hana yang terus meronta dan merengek menjauh dari halaman depan , hingga kini mereka tiba di dekat kolam ikan yang di penuhi dengan tumbuhan teratai .
" Sean lepasin , ,! " kata Hana meronta dan menghempaskan tangan nya hingga genggaman Sean terlepas . Tatapan mereka beradu , Sean merasa sesak di dada nya saat mendapat tatapan tajam dari Hana .
greeph
Sean memeluk Hana dengan erat . Dia menghirup aroma tubuh Hana yang sangat dia rindukan . Dia membenamkan wajah nya di ceruk leher Hana .
" Sean , lepas.
" Biarkan seperti ini dulu , Nana .Please . . ! " kata Sean dengan suara lelah . Hana berhenti meronta dan hanya berdiam diri . Sean semakin mengeratkan pelukkan nya .
" Hana , tolong jauhi Sam . . ! " kata Sean melerai pelukkan nya .
" Kenapa . . ? " kata Hana terlihat sinis .
" Aku gak suka kamu dekat-dekat sama dia . Apalagi dia suka megang tangan kamu seenak nya . Aku gak suka , Nana . . ! " kata Sean penuh tekanan . Hana terlihat tersenyum sinis .
" Kalau aku minta kamu jauhi Tara lalu tinggalkan saja dia di villa ini , akupa kamu bersedia . . ? " balas Hana
" Nana , tolong mengerti posisi aku , aku harus menjaga dia karena janji ku pada ayah nya . . ! " kata Sean dengan wajah frustasi
" Sama , Sean . aku juga harus memperlakukan Sam dengan baik karena dia yang telah menolong ku saat aku terjatuh , bahkan dia juga menggendong ku saat aku terluka . . Jadi kenapa aku harus menjauhi orang yang sudah peduli dengan ku . . ? " kata Hana santai
" Tapi kamu pacar aku , Nana . Aku gak suka kamu dekat-dekat cowok lain . . . ! " kata Sean semakin frustasi .
__ADS_1
" Kamu juga pacar aku , tapi kamu malah lebih care sama cewek lain daripada aku , tapi aku gak pernah protes kan ?? tapi kenapa kamu sekarang malah memprotes apa yang aku tiru dari kamu . . . ? " kata Hana dengan menahan sesak di dada nya.
" Tapi , Nana . .
" Gimana rasa nya lihat pacar elo lebih dekat sama cowok lain dari elo ? sakit kan ?? sama Sean , gue juga sakit . Gue sakit hati lihat elo lebih perhatian sama cewek lain daripada gue . Gue cemburu saat lihat elo di sentuh sama cewek lain , sedangkan gue ada di depan mata elo . . DIMANA HATI ELO , SEAN . . . !!!! " teriak Hana melampiaskan perasaan nya , dada nya naik turun dengan cepat akibat emosi yang membuncah . Sean menatap Hana dengan tatapan sendu .
" Cukup , Sean . . Cukup . . Cukup gue nahan emosi gue , elo pulang tanpa ngasih kabar ke gue , elo ketemu Tara di bandara tanpa di sengaja dan meluk cewek lain di belakang gue . ok , fine , gue masih bisa terima . Tapi elo udah cuekin gue dan lebih perhatian sama cewek lain tepat di depan mata gue . . gue nyerah , gue capek . . gue lelah di sakitin terus , Sean . . ! " kata Hana serak seraya mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah dan mundur dua langkah .
" Hana , please , dengerin aku aku dulu . . aku gak ada hubungan apa-apa sama Tara . Aku hanya terikat janji dengan ayah nya untuk menjaga dia . . . ! " kata Sean memelas
" Menjaga dia bukan berarti harus mengorbankan perasaan ku , kan . . ?? " kata Hana terkekeh penuh kesakitan .
" Nana , , , aku mohon mengerti lah . . mana Nana yang ku kenal kuat dulu . . . ! " kata Sean
" fisik ku memang kuat , Sean . Tapi hati ku tetap lah hati seorang gadis yang rapuh dalam perasaan . Sean , tolong , jangan sakiti hati ku lagi , , please , sakit rasa nya Sean , sakit . . ! " suara Hana semakin serak hingga akhir nya tumpah lah airmata nya yang sudah membendung di kelopak mata nya . Dia membalik badan nya hendak pergi , tapi . .
bruukh
byuurr
" HANA . . . ! " teriak Sean saat melihat tubuh Hana jatuh ke kolam ikan yang cukup dalam . Tapi mata nya terbelalak saat melihat ada dua orang yang terjatuh .
" Kak Sean, , , , tolong . . . !! " teriak Tara yang ternyata juga terjatuh ke dalam kolam . Dia menjadi panik saat teringat kalau Tara tidak bisa berenang .
" Sean , , tolong . .air nya dingin banget . . kaki ku kram . . ! " teriak Hana berusaha mempertahankan tubuh nya agar tidak tenggelam .
" Kak Sean , ,to . .long . . . ! " kepala Tara terlihat kelam timbul di permukaan air .
Sean sempat bingung harus menyelamatkan siapa terlebih dahulu . Melihat kepala Tara yang sudah tenggelam Sean tak bisa berpikir panjang lagi , dia langsung terjun ke kolam dan berenang menuju kedua gadis itu . Hana yang melihat nya merasa sedikit bahagia , tapi kebahagian itu tinggal perasaan nya saja , Sean yang terlihat berenang menuju mereka ternyata lebih dulu langsung menarik Tara ke tepi . Hati Hana semakin sakit melihat sikap Sean . Dalam kesakitan nya dia kehabisan tenaga menahan tubuh nya dan akhir nya membiarkan tubuh nya perlahan tenggelam . Tapi saat kepala nya hampir tenggelam dia mendengar samar-samar ada yang memanggil nama nya dengan suara yang penuh kecemasan . Saat tubuh nya hampir mencapai dasar kolam dan nafas nya yang hampir habis , bahkan air sudah masuk ke hidung dan mulut nya . Dia merasa ada yang menarik nya ke atas hingga dia merasa lega saat oksigen kembali mengisi paru-parunya yang terlanjur terisi air .Tapi dia merasa hati dan fisik nya terlalu lelah hingga merasa enggan untuk membuka mata nya . Suara-suara tak asing terus berdengung di telinga nya , hingga dia merasa sebuah tekanan kuat di dada nya . Dia merasa ada sesuatu yang mengaduk perut nya , hingga rasa itu semakin naik , semakin naik hingga mencapai tenggorokannya , dan . .
" uhuk , ,uhuk , ,uhuk. . .! " Hana terbatuk dan memuntahkan air yang sempat tertelan oleh nya tadi . Setelah memuntahkan air dari perut nya , Hana melihat siapa yang telah menyelamatkan nyawa nya dengan tatapan redup .
" Dek , kamu merasa ada yang gak nyaman ?? bilang sama kakak . . ! "
" Sam , , Sam . . hiks , , hiks , , hiks, , Sam . . . ! " saat melihat wajah Sam di depan nya yang juga basah kuyup , Hana masih bisa menyadari apa yang terjadi . Orang yang telah menyelamatkan nya adalah Sam . Dengan sekuat tenaga dia berusaha bangkit dan langsung memeluk Sam dan mencurahkan kesedihan nya dalam pelukkan Sam . Sam membalas pelukkan Hana , dia bisa merasakan tubuh Hana bergetar .
" ssst , udah ya jangan nangis . . Kamu udah baik-baik aja sekarang . . ! " hibur Sam mengusap punggung Hana lembut .
" Hana , Sam , kalian gak apa-apa . . ?? ini pakai handuk ini . . ! " kata Devan datang dengan membawa dua handuk tebal . Sam mengambil satu handuk dan langsung melilitkan nya ke tubuh Hana .
" Hana , kamu tenang ya , semua nya baik-baik aja sekarang , ya . . . ! " kata Devan memeluk Hana yang masih terisak . Dia memberikan satu handuk lagi pada Sam .
" Elo pakai ini biar gue yang bawa Hana . . . ! " kata Devan , Devan melirik Sean sekilas dengan tatapan tajam nya hingga membuat Sean semakin resah .
" Hati-hati. . gue akan menyusul Hana . . ! " kata Sam menatap khawatir pada Hana yang terlihat pucat . Setelah Devan pergi dengan membopong Hana , Sam membalik badan menghadap Sean yang berdiri di sebelah Tara , dan
BUUGK
" Jadi laki-laki itu yang tegas dikit , Sean . pacar elo Hana tapi elo lebih mentingin cewek munafik ini ketimbang Hana . Kalau elo gak sanggup lagi menjaga Hana ,elo lepas aja Hana , biar gue yang jaga dia . . ! " kata Sam setelah melayangkan sebuah pukulan ke wajah Sean. Setelah itu dia langsung pergi .
" Kak Sean , ,kakak gak apa-apa . . ? " kata Tara dengan suara terdengar lemah . Sean hanya diam dengan melihat kepergian Sam .. .
" *Cukup . . cukup sampai disini . Permainan ini harus segera di akhiri . Aku tidak sanggup melihat Hana menderita lebih dari ini . . . ! "
BERSAMBUNG*
__ADS_1