SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 142 Seekor tikus


__ADS_3

Adhara tersentak bangun dari tidur nya dengan nafas yang tersengal di sertai keringat yang membanjiri tubuh nya .


"Sayang , , kamu mimpi buruk lagi ? "


Adhara langsung menoleh saat mendengar suara lembut yang begitu menenangkan . Seulas senyum hangat menghiasi wajah cantik di samping nya .


" mommy . . " lirih Adhara berusaha bangun . Mommy membantu Adhara duduk dan menumpuk beberapa bantal di sandaran ranjang agar Adhara lebih nyaman . Setelah nya , mommy memberikan segelas air putih pada Adhara dan langsung di habiskan oleh Adhara . Mommy kembali meletakkan gelas kosong ke atas nakas . Dia tersenyum seraya mengusap lembut punggung tangan Adhara . Adhara tampak mengedarkan pandangan nya ke sekeliling kamar yang tak terlalu luas itu .


" Bunda mana , mom ? " kata Adhara .


" Bunda dan ayah mu tadi kembali ke kota M karena ada urusan mendadak di kantor . Mereka tidak bisa menunggu kamu kembali karena urusan nya sangat mendesak . Tapi mereka akan segera kembali setelah urusan nya selesai untuk menjemput kamu . " kata mommy .


" Lalu kak Devan ? " kata Adhara .


" Kakak mu ada di kamar nya . Hana , apa yang kamu rasakan sekarang , sayang ? " kata mommy . Adhara tak langsung menjawab , dia menatap wajah mommy lekat lalu menghela nafas panjang .


" Entah lah , mom . Semenjak Dhara masuk ke rumah ini , Dhara selalu merasa gelisah . Pikiran dan hati Dhara kacau entah karena apa . Seolah ada yang mempermainkan perasaan Dhara . Apalagi ketika kalian memanggil Dhara dengan nama . . . Hana . . .kepala Dhara rasa nya berdenyut sakit serasa ingin meledak . Tapi disisi lain hati Dhara tidak bisa membantah panggilan itu dan bahkan cenderung senang . ." kata Adhara . mommy tersenyum lembut dan mengusap puncak rambut Dhara .


" Tenangkan pikiran mu , sayang . Jangan di paksa , biarkan semua nya berjalan sebagaimana mestinya . Mommy yakin Siring berjalan waktu nya waktu perlahan ingatan kamu pasti akan kembali . Sekarang , ayo kita makan siang dulu . Kamu pasti lelah habis ' bermain ' tadi kan ? " kata mommy . Adhara mengernyitkan alis nya mendengar kata ' Bermain ' yang di ucapkan mommy , tapi merasa tidak asing dengan kata itu setelah dia menghubungkan nya dengan kejadian itu .


" Kau sudah enakan , sweetie . ? " kata Daddy saat mommy dan Adhara masuk ke ruang makan .


" Iya , dad . . halo Thata . . " kata Adhara saat melihat Thalita yang duduk di baby Walker sambil di suapi oleh baby sitter . Thata adalah panggilan sayang Adhara pada Thalita . Adhara mencubit gemas pipi cubby Thalita saat melihat pipi nya yang ikut bergoyang saat Thata mengunyah . Dia lalu duduk di kursi nya dan mengambil makan siang nya .


skip


Tok tok tok


Devan yang tengah menatap layar laptop nya terkejut saat mendengar ketukan pintu .


" Masuk . ! " kata Devan sedikit keras .


ceklek


" Kakak sibuk ? " kata Adhara menyembulkan kepala nya di sela pintu yang terbuka sedikit . Devan tersenyum melihat tingkah Adhara yang terlihat lucu bagi Devan .

__ADS_1


" Masuk lah . Kakak gak terlalu sibuk , kok . " kata Devan . Adhara masuk seraya memperhatikan sekeliling ruang kerja Devan . Tatapan nya tertuju pada dua bingkai foto besar yang tergantung di dinding . Alis nya mengerut saat melihat potret keluarga Winata , yang salah satu nya adalah gadis berwajah sama dengan nya . Tanpa sadar dia melangkah mendekati foto itu dengan terus memperhatikan gadis di foto itu .


" Ya , itu memang kamu . " kata Devan yang sudah berada di samping Adhara .


" Aku ? " kata Adhara . Devan mengangguk .


" Ini foto keluarga kita saat kamu baru saja lulus SMA . " kata Devan tersenyum getir .


Ruangan itu menjadi hening , namun tak berselang lama keheningan itu pecah oleh suara Devan yang mengajak Adhara duduk di sofa .


" Ada apa kamu nyari kakak ? " kata Devan setelah mereka duduk .


" Hmm , , Dhara boleh nanya sesuatu ? " kata Adhara .


" Tanya aja , tapi sebelum itu , di saat kamu di kediaman Winata . Nama kamu disini adalah Hana . Kamu mengerti kan ? " kata Devan lembut . Adhara menatap Devan sejenak , lalu dia mengangguk walau terlihat sedikit ragu .


" Aku bingung dengan diri ku sendiri kak . Kakak tahu , saat aku berantem dengan cowok tadi . Entah kenapa saat melihat gerakan bela diri nya , tiba-tiba Dhara , , hmm , , maksud ku , Hana . . . Tiba-tiba Hana dengan mudah mengikuti gerakan cowok tadi tapi dengan gerakan berlawanan . Bahkan , Hana merasa gak asing dengan cowok itu tadi . Apalagi saat dia tersenyum licik , seakan-akan Hana sangat paham dengan isi pemikiran nya . . . " kata Adhara dengan kening mengerut hampir menyatu . Devan terkekeh melihat ekspresi Adhara yang terlihat rumit .


" Sudah , tidak perlu di pikirkan . Biarkan semua nya mengalir apa ada nya . Biarkan waktu yang menjawab nya , yang jelas mulai sekarang apapun yang kami lakukan kami ingin membantu mengembalikan ingatan kamu . Sudah cukup satu tahun berlalu kami kehilangan kamu , Hana . " kata Devan menarik Adhara ke dalam dekapan nya . Adhara tak menolak nya , bahkan dia memejamkan mata nya merasakan sebuah kehangatan yang seakan telah lama hilang .


" Kak , apa benar nama ku adalah Hana , dan aku keluarga kalian ? " kata Adhara melerai dekapan Devan dan menatap Devan lekat .


" Jangan menangis . . " kata Adhara dengan suara bergetar . Devan tersenyum dan mengusap mata nya .


" Awal nya kakak juga ragu untuk mengakui kamu kalau kamu adalah Hana . Kau tahu , sebelum kau datang ada seorang perempuan yang berwajah sama dengan mu dan mengaku sebagai Hana . Kami langsung menerima nya karena terlalu merasa bahagia . Tapi lama kelamaan kami menjadi ragu karena sifat dan sikap nya terlihat jauh berbeda dari Hana kami . Kami pun memaklumi nya karena saat itu dia mengaku kalau dia mengalami amnesia . Tapi semakin lama sifat nya semakin bertolak belakang dari keseharian Hana yang kami kenal . Hingga kami menemukan mu beberapa waktu lalu . Untuk mengantisipasi sesuatu yang buruk , kami mengirim Hana ke Korea untuk berlibur dan mengundang kalian . Diam-diam kami memperhatikan sikap dan kepribadian mu , dan kami menemukan kesamaan pada Hana kami . Dan saat kakak melihat tato yang ada di lengan mu tadi , kakak pun percaya kalau Adhara adalah Hana kami yang hilang satu tahun yang lalu . . "


" Tato ini ? " kata Adhara menyingkap lengan t-shirt nya menunjukan tato itu .


" Benar . Tato ini bukan tato sembarangan . Jadi Hana harus menyembunyikan nya sebisa mungkin dari orang luar . " kata Devan dengan wajah geram .


" Kakak kenapa ? " kata Adhara melihat perubahan ekspresi Devan .


" Tidak apa-apa . Kakak baru ingat kalau kakak harus mengerjakan sebuah berkas . " kata Devan berusaha menahan emosi nya .


" Ya sudah , kalau begitu Dhara permisi , ya . " kata Adhara bangkit , tapi gerakan nya terhenti saat mendapat tatapan datar dari Devan . Dia menyadari kesalahan nya .

__ADS_1


" Hehe , maaf . Hana pamit , Kak . " kata Adhara mundur perlahan lalu berlari keluar dan menutup pintu . Tingkah Adhara justru membuat Devan tertawa kecil . Tapi dalam hitungan detik, tatapan Devan berubah tajam .


" Seperti nya kau kembali berhasil mengelabuhi kami . Tak ku sangka ternyata kau cerdas juga , sampai kau berhasil menaruh seekor tikus di sekitar kami . . " gumam Devan dengan seringai licik nya .Dia meraih ponsel nya dan menghubungi seseorang .


* * *


Adhara berjalan santai setelah keluar dari ruang kerja Devan . Dia merasa kering di tenggorokan nya dan langsung menuju dapur .


" Non Hana butuh sesuatu ? " kata seorang cewek berpakaian seragam baby sitter warna abu-abu .


" Eh , Anis . Aku mau ambil minum . . Thata mana ? " kata Adhara menuang air ke gelas .


" Di ruang bermain . Ini saya lagi bikinin susu buat non Thalita . Saya duluan , non . " kata baby sitter bernama Anis itu . Adhara hanya mengangguk dan meneguk air minum nya .


" Main sama Thata , aah . . " kata Adhara melangkah menuju ruang bermain .


* * *


Di sebuah sudut yang sepi , seseorang berpakaian abu-abu pendek tampak celingukan memeriksa sekitar . Setelah yakin tak ada orang dia mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang .


" Halo .


" Halo , nona saya baru saja mendapat informasi baru . . "


" Katakan . . "


" Tadi saya mendengar percakapan tuan Devan dan Hana asli . Tuan Devan mengatakan kalau Hana yang asli memiliki tato di lengan kanan nya . . "


" tato ? kau tahu tato seperti apa ? "


" Nona tenang saja . Saya sudah mendapat foto tato itu . Kebetulan tadi Hana asli tertidur di ruang bermain bersama Thalita . Jadi saya bisa mengambil foto nya dengan mudah . . "


" Bagus Anis , segera kirim foto tato itu . "


" Baik , nona . . "

__ADS_1


Sambungan telpon terputus . Perempuan yang ternyata Anis itu mengotak Atik ponsel nya sebentar lalu tersenyum . Setelah merasa kepentingan nya selesai , dia langsung pergi dari sana tanpa dia tahu jika ada sepasang mata mengawasi semua gerak gerik nya .


BERSAMBUNG


__ADS_2