SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 15 INSIDEN


__ADS_3

" KAKAK. .


Hana tersentak saat seorang laki-laki berpakaian seragam karyawan hotel tengah menyerang Devan dengan sebuah belati . Saat ini posisi Devan sedang tersudut . Selain luka di punggung nya yang belum pulih , tampak sebuah luka tusuk di betis nya Devan yang mengucurkan darah segar. Ruangan itu pun tampak kotor oleh darah.


Melihat Devan yang sempat lengah , pria itu mengayunkan belati nya tepat ke dada Devan yang tersandar ke dinding . Namun . . .


Braaakh


praanng


Sebuah vas bunga mengenai kepala pria tadi dan pecah. Pria itu terhuyung ke samping . Hana berlari menghampiri Devan.


" Kakak . . kakak terluka . .?!


Hana hendak membawa Devan untuk duduk di sofa, tapi gerakan Hana terhenti saat pria itu kembali menyerang . Hana terpaksa melepaskan Devan dan melawan serangan itu. Suara Serangan dan tangkisan menghiasi ruangan president suite itu yang kini sangat berantakan. Hana beberapa kali mendapatkan pukulan , sudut bibir Hana pun terluka dan meneteskan darah. pria itu pun juga mendapatkan pukulan dari hana. keadaan mereka sama . Sebuah tendangan Hana tepat mengenai kepala sisi kiri pria tadi. pria itu terjatuh, namun dalam hitungan detik pria itu bangkit seraya menggeleng-gelengkan kepala nya untuk mengumpulkan kesadaran nya. pria itu semakin emosi. dia menyerang Hana semakin brutal, entah bagaimana caranya pria itu berhasil menangkap tangan Hana lalu memutar tubuh Hana dan mendorong kepala Hana hingga pelipis nya membentur dinding. Hana merasa telinga nya berdenging. pandangan nya kabur. Devan menghampiri Hana .


" dek , kening kamu terluka. .?! " kata Devan lirih . Hana menyentuh pelipis nya yang terasa nyut-nyutan.


" Siapa elo. dan kenapa elo nyerang kakak gue. .?! sarkas Hana.


" hee , ternyata kau nona muda keluarga Winata yang di sembunyikan itu . . bagus kalian berdua telah berkumpul disini. Jadi gue bisa melenyapkan kalian berdua sekaligus. .?! "


Pria itu kembali melancarkan serangan. Mau tak mau Hana dan Devan kembali melakukan perlawanan. Di saat menghadapi musuh yang berniat akan membunuh kita. Pilihan kita hanya ada dua. Pertama , di bunuh . Atau kedua , membunuh.


Devan terlempar menghantam sofa saat mendapat tendangan di perut nya. Tubuh nya terasa remuk. Hana hendak menghampiri Devan , tapi terhalang oleh serangan pria tadi . Pergerakan Hana semakin lambat karena fokus nya terbagi antara melawan pria tadi dan Devan yang semakin pucat. Hana semakin tersudut oleh serangan pria tadi hingga . . .


Buukh . .


sekali lagi kening Hana di benturkan oleh pria tadi dan tepat pada luka pertama tadi. Hingga mengakibatkan darah mengucur dengan deras. Pandangan Hana semakin kabur, pendengaran nya semakin samar. Dia masih merasakan sebuah sentakan menarik rambut nya yang telah terurai berantakan.


" Lepaskan dia. . ?! " kata Devan lemah.


" Ternyata nona muda keluarga Winata sangat cantik. Aku rasa dia menjadi kesayangan kalian bukan ?? aku ingin melihat kalian merasakan kehilangan orang yang kalian sayang . .?! " kata pria itu menekan leher Hana ke dinding . Hana berusaha memberontak namun tenaga nya sudah habis.


" Devan Winata , tatap lah adik kesayangan mu untuk yang terakhir kali nya . ?! " kata pria itu mengangkat belati nya tinggi dan menghujamkan belati itu ke arah dada kiri Hana.


" Tidaaaaakk . . .!!!!!! " Devan bangkit dan berlari


DOR . .DOR . .


Langkah Devan terhenti saat mendengar suara tembakan dari arah pintu .


*BRUUKH .


BRUUKH*


Hana dan pria itu terjatuh ke lantai. Dua orang pria masuk.


" Sean , syukurlah kau datang tepat waktu. .?! " kata Devan menjatuhkan tubuh nya ke lantai karena betis nya terasa kram.


Tanpa menghiraukan Devan, Sean langsung menghampiri Hana dan merangkul nya. Sedangkan Dirga langsung meringkus pria tadi.


" Hana , Hana , kau dengar aku ?? bertahanlah . .?! " kata Sean dengan wajah cemas.


" Sean, to . .long kak Devan. . . . . ?! " kata Hana hampir seperti berbisik dan kesadaran nya pun hilang. Dia terkulai dalam pelukan Sean.


Beberapa orang berpakaian serba hitam masuk .


" Kalian bawa dia ke markas. Jangan sampai dia lolos ,atau kepala kalian taruhan nya. . .?! " kata Sean dingin.


" Siap bos. .?! " mereka membawa pria tadi.


" Dirga , percuma kau membangunkan Kelvin. Kelvin terkena bius . Sebaik nya kau siapkan mobil , kita bawa mereka ke rumah sakit. .?! " kata Sean langsung menggendong Hana ala bridal. Dirga membimbing Devan.


Saat mereka keluar dari lift di lantai 1 , semua orang heboh melihat keadaan Devan dan Hana yang bersimbah darah .


" Hana . . Hanaaa. . .?! " jerit Mayang yang saat itu sedang berada di meja resepsionis langsung berlari mendekati nya. Namun langkah nya terlalu lambat karena Hana sudah berada di dalam mobil dan mobil itu langsung melaju.


Mayang menangis saat membayangkan wajah Hana yang bersimbah darah tadi. pikiran Mayang semakin kacau. Tiba-tiba dia teringat Arya. Dia langsung berlari masuk ke hotel. .


___________


Di dalam mobil. Sean duduk di bangku belakang sambil memeluk Hana . Perlahan dia membersihkan darah yang mengotori wajah Hana . Tapi darah di pelipis terus mengalir .


" Dirga , kenapa kau menyetir lambat sekali . ijak pedal gas nya. .?! " kata Sean keras.


" Sean , aku juga harus menjaga keselamatan kita . Kau tenangkan pikiran mu. .Sebentar lagi kita akan sampai. .?! " kata Dirga.


Dari kaca spion depan , Dirga memperhatikan raut wajah bos nya yang terlihat panik dan cemas .


Saat mobil berhenti di depan rumah sakit. Dirga langsung memanggil suster untuk membawa dua brangkar. Dengan pelan Sean menidurkan Hana di brangkar. Mereka segera di larikan ke ruang IGD.

__ADS_1


" Maaf , anda tidak bisa ikut masuk. silahkan tunggu di luar .?! " kata seorang suster lalu menutup pintu rapat.


Sean duduk di bangku tunggu dengan gelisah. Dirga memperhatikan bos nya.


" Baru hari ini gue lihat dia mencemaskan seorang gadis setelah sekian lama setelah kejadian itu. Saking panik nya bahkan dia gak sadar kalau dia gak pake alas kaki . .?! "


Dirga terkikik pelan. namun Devan mendengar nya dan menatap Dirga tajam.


" Apa yang kau tertawakan ?? "


" Sean elo sadar gak ?? saking panik nya elo bahkan lupa pake alas kaki. .?! " kata Dirga jujur dengan diiringi tawa pelan .


" Apa ini lucu ?? " kata Sean semakin dingin.


" Sorry , sorry. Tapi ini lucu bagi gue. Baik lah kalau begitu gue keluar dulu, mau nyariin sendal buat elo. .?! " kata Dirga berlalu.


Sepeninggal Dirga. Sean melirik kaki nya yang telanjang. Dia tersenyum sendiri menyadari diri nya yang konyol.


" Ada apa dengan ku ?? kenapa aku bisa sekonyol ini hanya gara-gara gadis bar-bar itu ?? " batin Sean sambil tersenyum geli.


Namun senyuman nya pudar saat mendengar suara langkah yang mendekat. Dia menoleh kaan kepala nya.


" Om, Tante . .?! " kata Sean menyambut kedatangan tuan dan nyonya Winata .


" Sean , kamu disini ?? bagaimana keadaan Devan dan Hana ?? " kata mommy dengan mata yang sudah memerah.


" Devan dan Hana masih di dalam ruang IGD , Tante . .Bagaimana om dan Tante tahu kalau Devan dan Hana di rumah sakit ini ??! "


" Sean , kau lupa ?? Rumah sakit ini adalah salah satu aset keluarga Winata . .?! " jelas Daddy .


" Astaga , saya lupa om . .?! "" kata Sean sedikit malu.


" Sean , bagaimana insiden ini bisa terjadi ?? " kata Daddy serius.


" Saya juga tidak tahu kejadian pasti nya om. Saya mengetahui kalau terjadi keributan di kamar Devan dari laporan mata-mata kami. .?! " jelas Sean.


" Dimana Kelvin ?? " tanya mommy.


" Kelvin pingsan akibat terkena bius . Dia masih di kamar hotel. .?! " .


mereka terdiam dengan pikiran nya masing-masing. Sean menoleh saat melihat bayangan mendekat. Ternyata Dirga yang membawa paperbag berisi sepatu sneaker dan kaos kaki putih semata kaki untuk Sean. mommy tersenyum geli saat menyadari kalau Sean tidak memakai alas kaki.


" ya Allah , lindungi lah anak-anak ku. .?! " doa mommy .


____________


Di sebuah kamar hotel. Tampak seorang pria yang bersandar di sofa dengan mata terpejam . Perlahan kelopak mata pria itu bergerak-gerak di sertai alis nya yang menaut. Terdengar desisan dari mulut nya seraya tangan nya memijit pelipis nya.


" Pak Kelvin, anda sudah sadar ?? " seru sebuah suara .


Yah , pria itu adalah Kelvin . perlahan mata nya terbuka , tatapannya mata nya tampak linglung. Kelvin mencoba mengedarkan pandangannya di sekeliling kamar yang tampak berantakan. Tampak beberapa housekeeping hotel sedang membersihkan sisa kekacauan yang terjadi di kamar itu


" ada apa ini ? apa yang terjadi ? dimana bos Devan ?? " tanya Kelvin.


" maaf asisten Kelvin Bos depan dan Hana telah dibawa ke rumah sakit. saat Anda pingsan sebuah insiden penyerangan terjadi di kamar ini yang menyebabkan Bos Devan dan Hana mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit . ?! "


" Hana ?? " kata Kelvin bingung.


" iya , pak. Dari cerita yang kami dengar Hana mengalami luka benturan yang cukup besar di pelipis nya akibat mencoba melawan penyusup itu . Sedangkan bos Devan mengalami luka tusuk di betis nya. .?! "


Kelvin mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dia kehilangan kesadarannya. Seingat Kelvin, saat itu dia dan Devan tengah duduk di sofa sambil membahas sebuah misi yang akan di jalankan oleh kelompok mafia nya. Tiba-tiba seorang pria berpakaian seragam karyawan hotel masuk dengan membawa troli berisi sebotol anggur dan 2 gelas . Melihat anggur itu dengan senang Kelvin menerima nya . Tapi Devan Hanya diam . pria tadi pun langsung keluar . Tanpa curiga Kelvin langsung menenggak segelas anggur itu . Dan setelah beberapa detik dia kehilangan kesadaran nya.


" pak , bapak tidak apa-apa ? " tegur sebuah suara membuyarkan lamunan Kelvin.


" Saya tidak apa-apa . silahkan lanjutkan pekerjaan kalian. .?! " kata Kelvin seraya bangkit lalu menuju kamar nya.


____________


sshh .


Terdengar desisan di sebuah ruang VVIP.


" Hana , kamu bangun nak . .ini mommy . .?! "


Sebuah suara yang akrab memenuhi Indra pendengaran nya . Dia mencoba membuka mata nya. Samar-samar dia melihat beberapa bayangan yang mengelilingi nya. Bayangan itu semakin jelas , dan akhir nya nampak orang-orang terdekat nya.


" Mommy , Daddy . .?! " kata Hana pelan.


" Bagaimana perasaan kamu sekarang sweetie ?? apa ada yang tidak nyaman ?? " kata Daddy mengelus kepala Hana.


" kak Devan . .?! " kata Hana tersentak dan seketika duduk .

__ADS_1


" Aaawww . kepala ku . . sakit . .?! " rintih Hana menekan-nekan kepala nya.


" Tiduran lagi sayang . Biar kamu lebih baik. Kamu gak usah khawatir . Kakak mu baik-baik aja. .?! " kata mommy menunjuk seseorang yang berbaring di ranjang yang tak jauh dari ranjang Hana. Hana bernafas lega saat melihat kakak nya . Dia membaringkan kembali tubuh nya . mungkin karena tubuh nya yang masih lelah , dia kembali tertidur .


Ruangan yang sunyi di pecah oleh dering handphone mommy .


" Brandon ?? " gumam mommy


" Hallo my old brother ?? . . . . . .


thaakh . .


Suara benda jatuh itu ternyata ponsel mommy . Raut wajah mommy tampak memucat. .


" sayang . . ada apa . .?! " kata Daddy menghampiri mommy. mommy tetap diam dengan genangan air di mata nya yang siap meluncur . Daddy lalu mengambil handphone mommy , Untungnya handphone itu berkualitas tinggi sehingga tidak mengalami kerusakan saat terjatuh ke lantai.


" Halo , brand . . . what ??? ok . . see you . .?! "


panggilan telpon terputus . Dia memeluk mommy erat.


" mommy , sabar ya . . semua ini ujian buat kita . Sekarang ayo kita pulang . kita bersiap-siap berangkat ke negara K . .?! " kata Daddy . mommy tak bisa bersuara lagi karena shock dan menangis .


" ke negara K ? Dad , apa yang terjadi ?? " kata Devan yang ternyata sudah bangun.


" Devan , kamu sudah bangun . Barusan Brandon nelpon dan mengabarkan kalau grandma kalian kritis. . .?! " kata Daddy .


" Devan ikut ke negara K . .!! "


" Tapi Hana . . . . . . ??! " kata mommy ragu setelah menguasai hati nya.


" Hana biar saya yang jaga Tante , kalian pergi lah . .?! " kata Sean mantap .


" Benarkah ?? kalau begitu kami titip Hana , jika Hana terbangun nanti tolong jelaskan dengan pelan. .?! " kata Devan. Sean mengangguk . Mereka bergantian mencium pipi Hana sebelum berangkat.


Ruangan itu kembali sunyi . Sean menatap wajah Hana yang tampak damai dalam tidur nya dengan berdebar.


" ada apa ini ?? kenapa aku selalu berdebar saat menatap Hana. .?! "


Tak sengaja mata nya melirik noda merah di perban Hana . Rasa sakit menghujam hati Sean . Seakan tak tega membiarkan Hana merasakan rasa sakit itu. Sean refleks menghampiri Hana dan mengusap sekitar luka di pelipis Hana berharap bisa mengurangi kesakitan gadis itu. Tangan kiri nya mengangkat tangan Hana dan menggenggam nya erat , seperti mentransfer energi nya untuk menambah tenaga Hana .


Sedetik kemudian dia sadar atas apa yang dia lakukan. Dia melepas genggaman tangan dan meletakkan tangan Hana pelan.


" Apa kau menyukai gadis bar-bar ini Sean ?? " suara Dirga mengejutkan Sean yang tak menyadari kehadiran Dirga di sudut ruangan.


" Konyol. Mana mungkin aku menyukai gadis ini. . ??! " sanggah Sean menjauhi Hana dan menuju sofa.


" Lantas apa yang kau lakukan tadi ?? " kata Dirga tak mau kalah.


" Aku hanya ingin mengurangi rasa sakit nya . Karena dia di bawah pengawasan ku sekarang. .?! " Kila Sean meminum air di gelas.


Dirga terkekeh melihat sikap Sean yang Kembali dingin.


" setelah sekian lama nya kau menyembunyikan perasaan mu setelah pengkhianatan wanita itu. Kini hati mu sedikit menghangat . .?! " batin Dirga.


kedua laki-laki tampan itu menoleh saat pintu di buka dari luar . Tampak seorang laki-laki dan perempuan masuk dengan wajah cemas.


" Hana , sayang . .syukurlah kami menemukan mu . .?! " kata pria itu.


" Mak , kok elo bisa jadi kayak gini sih ?? gue kan jadi sedih ngelihat elo bersimbah darah tadi ?? " kata perempuan tadi.


Yah mereka adalah Arya dan Mayang. Setelah mencari di setiap rumah sakit , akhir nya mereka menemukan informasi tentang Hana dan Devan di rumah sakit ini .


" Kecilkan suara kalian . Hana sedang istirahat . .?! " sebuah suara yang dingin mengejutkan Arya dan Mayang. Sontak mereka menoleh sumber suara .


" Maaf tuan , . .?! " kata Arya .


Mayang menatap kedua laki-laki itu sekilas lalu kembali sibuk dengan memijat tangan Hana. Sedangkan Arya mengusap kepala Hana dengan lembut.


" Hana , kamu istirahat yang cukup ya . .?! " kata Arya. ingin sekali dia memeluk dan mencium kekasih nya itu . Tapi sayang kehadiran kedua laki-laki itu menghalangi niat nya.


Handphone Dirga berdering . Dia langsung mengangkat nya.


" Halo . . . . . . . pastikan orang itu tidak kabur . .?! " kata Dirga tajam. dia menyimpan ponsel nya kembali.


Sean menatap Dirga tajam.


" Orang itu hanya suruhan . Anak buah kita menemukan simbol berupa tatto di dada penyusup itu. .?! " kata Dirga serius.


" Tato ??? "


" ya , tato itu berbentuk . . . . . . . . . .

__ADS_1


# ***BERSAMBUNG


HALO PARA READERS . . MAKASIH BUAT YANG UDAH LIKE . BUAT YANG LEWAT AJA ,, TOLONG TINGGALKAN JEJAK YA . BIAR OTHOR MAKIN SEMANGAT DAN RAJIN UPDATE NYA . .DI TUNGGU SARAN DAN KRITIK NYA . .MAKASIH 😘😘😘😘***


__ADS_2