
Di kamar Adhara . Nadira dan Faisal masih terlihat panik saat melihat Adhara yang tiba-tiba menjerit dan jatuh pingsan . Mereka semakin panik saat melihat Adhara yang sesekali mengernyitkan alis nya dalam tidur nya .
" Dhara sayang . Bangun nak jangan bikin bunda khawatir . Bangun nak jangan menyiksa diri sendiri seperti ini . Ayo bangun sayang , kamu bisa melampiaskan emosi kamu di dunia nyata bukan di alam bawah sadar kamu . . hiks hiks . Bangun sayang . . " Nadira terisak saat melihat ekspresi wajah Adhara yang berubah-ubah . Kadang terlihat marah , kadang terlihat senang , dan juga terlihat sedih . Faisal dan Nadira semakin khawatir saat melihat mata dan hidung Adhara memerah dan di susul dengan airmata yang mengalir di sudut mata Adhara .
" Dhara . Ayo bangun nak . Lihat , bunda mu menangis melihat kamu seperti ini . Ayo bangun nak , kamu jangan memaksakan ingatan kamu . Ada ayah sama bunda disini , kami akan menemani kamu . . Ayo bangun , sayang . . " kata Faisal dengan suara serak menahan tangis nya , dia mengusap puncak Adhara lembut untuk menenangkan Adhara yang tampak gelisah dalam tidur nya .
Sementara itu di alam bawah sadar Adhara . Bayangan-bayangan masa lalu Adhara terus berlalu secepat kilat membuat Adhara merasakan sakit yang amat sangat di kepala nya . Wajah-wajah yang terasa familiar bagi Adhara terus berseliweran di benak nya . Hingga berhenti di sebuah memori nya dimana di sebuah ruangan yang bernuansa putih , terlihat seorang laki-laki yang tengah menyandera seorang wanita hamil yang terlihat ketakutan .
" Jika kalian ingin perempuan ini selamat , serahkan simbol asli pada ku . . ! kata laki-laki itu . Seorang gadis yang hanya terlihat punggung nya melangkah sedikit demi sedikit mendekati penyandera itu . Terlihat gadis itu menarik sebuah kalung dengan liontin naga hitam yang melilit sebuah pedang dari leher nya lalu melempar nya ke arah laki-laki itu . Terlihat laki-laki itu tertawa puas dan mendorong wanita hamil tadi .
" Pewaris kelompok Black Dragon harus di musnahkan . . ! " kata penyandera itu menodongkan pistol ke arah wanita hamil itu . Hal itu membuat gadis itu marah dan secara tiba-tiba dengan cepat gadis tadi berlari dan mendorong penyandera itu keluar jendela setelah sempat melempar kalung liontin naga tadi ke lantai .
" Hanaaaaaa . . . !! " teriakan wanita hamil itu seraya berusaha menyambar tangan gadis yang terjatuh bersama laki-laki jahat tadi . Perlahan gadis itu terlihat membalik badan nya yang tengah melayang di udara menuju jurang hingga wajah nya terlihat dengan jelas yang di hiasi dengan senyum yang tulus .
DEG
" Dhara . . ! " pekik Nadira dan Faisal saat melihat Adhara yang terbangun secara paksa dengan nafas yang ngos-ngosan .
__ADS_1
" hosh , hosh , hosh . . ! " wajah Adhara tampak tegang dengan bulir keringat yang membasahi dahi nya . Faisal langsung menyodorkan segala air pada Adhara , dalam sekejap gelas itu telah kosong .
" Sayang , bagaimana perasaan kamu ? " kata Nadira seraya menyeka keringat di dahi Adhara dengan tisu .
" Dhara kenapa ? " kata Adhara terlihat linglung .
" Tadi tiba-tiba kamu jatuh pingsan . . " kata Faisal .
" Sayang , sebaiknya kita ke dokter ya . . " kata Nadira
" Beneran . ? " kata Nadira .
" Iya . Ayah , sebaiknya bawa bunda untuk beristirahat , biar bunda cepat pulih . . " kata Adhara .
" kamu juga istirahat ya . . " kata Faisal menepuk pelan puncak kepala Adhara setelah itu membawa Nadira keluar .
Adhara termenung mengingat mimpi nya tadi . Dia kembali teringat dengan gadis yang jatuh bersama laki-laki itu yang berwajah sama persis dengan nya .
__ADS_1
" Wanita hamil itu memanggil gadis itu dengan sebutan Hana . . Dan wajah gadis itu sama persis dengan wajah ku . . " kata Adhara meraba wajah nya sendiri . Tiba-tiba raut wajah Adhara berubah tegang .
" Apa jangan-jangan itu adalah aku ? dan siapa wanita hamil itu . ? " gumam Adhara semakin bingung . Adhara kembali mengingat wajah-wajah yang terlihat di dalam mimpi nya yang terasa familiar bagi nya .
" Siapa mereka . ? aku merasa familiar dengan wajah mereka . . . . Apa mungkin ini ada hubungan nya dengan keluarga Winata itu . Apa sebaik ya kami memenuhi persyaratan itu ya . ?. " kata Adhara . Dia melirik jam di dinding yang ternyata sudah menunjukan pukul 9 malam . Dia pun bangkit lalu menuju kamar mandi dan melepas baju nya menyisakan tank top hitam . Dia meraih sikat gigi dan odol nya , saat hendak menyikat gigi nya gerakan nya terhenti saat tatapan nya tertuju pada siluet hitam di lengan kanan nya . Dia memiringkan badan nya hingga terlihat tato di lengan kanan nya terlihat jelas . Adhara yang biasa nya tidak menghiraukan tato yang ada di lengan kanan nya . Kini dia mencoba memperhatikan tato itu dengan teliti .
DEG
Adhara terbelalak saat menyadari sesuatu , dia kembali memperhatikan tato hitam di lengan nya dengan lebih seksama . Jantung nya berdegup lebih cepat saat mengingat sesuatu .
" Tato ini . . . . Tato ini terlihat sama persis dengan liontin kalung di mimpi ku tadi . Dan kalung itu adalah milik gadis yang di panggil Hana itu . . . " kata Adhara , dia mencoba menyambungkan mimpi yang dia alami tadi dan menghubungkan nya dengan tato di lengan nya .
" simbol asli . . . liontin naga hitam melilit pedang . . . .aku dan gadis itu berwajah sama persis . Apa kami adalah orang yang sama atau . . . kami adalah saudara kembar . . . aaaakh. . . terlalu banyak pertanyaan . . . !! " teriak Adhara frustasi . Dia menghadap cermin dan menatap wajah nya sendiri .
" Uum , , seperti nya kami memang harus pergi menemui keluarga Winata itu . Mungkin aku bisa menemukan sebuah petunjuk dari mereka tentang diri ku yang sebenarnya . . " kata Adhara mantap . Dia kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersih nya , setelah selsai dia masuk ke ruang ganti dan memakai baju piyama nya . Adhara lalu berjalan menuju ranjang nya dan meraih bantal guling lalu berbaring . Gadis manis itu terlihat melamun , semakin lama mata nya semakin terlihat redup , dia terlihat menguap lebar . Dia mematikan lampu kamar lalu menyalakan lampu tidur kemudian memejamkan mata nya .
BERSAMBUNG
__ADS_1