
Setelah meninggalkan hotel SINAR MENTARI. Hana langsung tancap gas menuju perusahaan induk yang di pimpin oleh Daddy nya. Dengan kecepatan tinggi Hana tiba di kantor Daddy nya. Setelah menyimpan helm nya , dia langsung masuk ke lobby kantor. Tapi langkah nya terhenti oleh suara resepsionis yang menghalanginya.
" e eeh . Maaf anda siapa nyelonong masuk aja. ini bukan pasar ya . ini kantor ya , disini punya peraturan. .?! " kata resepsionis yang berambut pendek dengan kencang hingga menarik perhatian karyawan yang sedang berlalu lalang.
" Siapa yang bilang ini pasar ?? " kata Hana ketus.
" Maaf mbak . kalau boleh tahu ada keperluan apa datang kesini dan ingin bertemu siapa ? " kata resepsionis yang berambut di sanggul ramah. Hana melihat name tag nya , tertulis Sandra . Hana berganti melihat name tag resepsionis yang berambut pendek tadi . Tertulis nama Melinda .
" Saya ingin bertemu bapak Satria Winata. .?! "
" emang kamu siapa datang-datang nyelonong mau ketemu DIRUT ? " kata Melinda. Sandra menyikut siku Melinda , mengkode untuk diam.
" Maaf , apa mbak sudah membuat janji ?? " kata Melinda tetap ramah.
" Belum . .?! "
" Maaf mbak sebaik nya mbak membuat janji dulu supaya bisa mengatur jadwal pertemuan dengan DIRUT . Untuk sekarang Dirut kami tidak bisa di ganggu karena sedang mengadakan rapat. ?! " kata Sandra.
" Lagian kamu siapa mau menemui Dirut. ? " kata Melinda menatap Hana sinis.
" Tidak ada urusan nya dengan anda . .?! " kata Hana datar.
" hee , paling kamu datang buat godain Dirut dan morotin dia kan ?? " kata Melinda merendahkan Hana.
" Mel, jangan asal ngomong . Kita juga gak perlu mengurus urusan orang yang ingin menemui Dirut. . Yang penting kita menjalankan tugas dengan baik. .?! " tegur Sandra.
" Elo anak baru gak tahu apa-apa . Banyak yang ingin bertemu dengan Dirut dengan alasan masing-masing. Tapi ujung-ujungnya tetap mengincar uang. Aku curiga jangan-jangan gadis ini adalah simpanan Dirut . Dia pasti datang kesini untuk meminta uang . Apa itu benar ****** ?? " kata Melinda semakin lancang .
Hana menatap Melinda dengan sangat tajam saat mendengar ucapan nya yang merendahkan dia dan Daddy nya. Dengan gerakan cepat Hana mencengkeram dan menarik kerah baju Melinda dengan kasar hingga tubuh bagian atas Melinda menempel dengan meja di depan nya.
" Jaga ucapan elo. Sekali lagi elo ngerendahin Daddy , Gue bisa membuat elo bisu selama nya saat ini juga. . ?! "
" haha , bahkan elo manggil Dirut dengan sebutan Daddy . Hot Daddy maksud elo ?? " balas Melinda sinis.
" Mbak . tolong lepaskan Melinda. Jangan membuat keributan disini . Nanti mbak dapat masalah. .?! " kata Sandra.
" Satpam. .Tolong ada orang gila mengamuk disini . .?!!!! " teriak Melinda.
Dua satpam masuk dengan gagah .
" Ada apa ini ?? lepaskan dia . Jangan membuat keributan disini. .?! " kata satpam mencoba melepaskan cengkeraman tangan Hana . Tapi cengkeraman tangan Hana semakin kuat. Satpam itu kewalahan menghadapai Hana.
" Ada apa ini ?? " Suara berat seorang laki-laki di belakang Hana.
" Asisten Jordan . tolong ada orang gila mengamuk. Dia memaksa ingin bertemu dengan Dirut. .?! " kata Melinda.
Tiba-tiba Hana mendorong Melinda dengan kuat hingga dia menabrak dinding kaca di belakang nya dan terjatuh dengan sangat tidak elit dengan posisi terkangkang. Lalu membalik badan nya menghadap asisten Jordan. Jordan tersentak sedetik kemudian dia tersenyum setelah melihat siapa yang membuat keributan itu.
" Nona , apa resepsionis itu telah menyinggung anda ?? " kata Jordan hormat , membuat mereka yang melihat terkejut. Asisten Jordan yang terkenal tegas dan bermulut pedas , kini tampak hormat pada gadis yang berpenampilan sederhana terkesan tomboy itu .
Tapi bukan nya menjawab hana malah menatap Jordan dengan tatapan tajam . Jordan menghembuskan nafas pelan. Dia sudah mengerti tujuan putri bos nya.
" Baiklah . mari saya antar. .?! " kata Jordan pasrah.
" hancur sudah reputasi ku ." batin jordan.
Jordan memimpin jalan menuju lift , lalu menekan tombol lantai teratas. Keheningan didalam lift membuat Jordan bergidik. Dia melirik Hana yang diam dengan sikap dingin nya.
" *Benar-benar keluarga kutub . .?! " batin jordan.
TING*
Pintu lift terbuka. Jordan berjalan di depan . Seorang wanita muda berumur sekitar 25 tahun , memakai blus biru di padu padan dengan Blizzard hitam serta celana bahan panjang berwarna hitam, berdiri dan menundukkan kepala tanda hormat. Sekilas Hana melirik name tag wanita itu. Tertulis " Chatrine " . Jordan membalas dengan menganggukkan kepala nya sekali dan berhenti di sebuah pintu.
" Nona bisa menunggu di ruangan Dirut. Sebentar lagi rapat akan selesai. .?! " kata Jordan.
" Kalian berdua . Jangan memberitahu Daddy kalau aku berada di ruangan ini. .?! " kata Hana dengan raut wajah datar.
Tanpa menunggu jawaban mereka , Hana membuka pintu dan menutup kembali pintu itu dengan kencang hingga membuat Chatrine terlonjak. Jordan menghela nafas panjang.
" Maaf asisten Jo , siapa dia ? kenapa dia di suruh menunggu di ruang Dirut ? Apa Dirut tidak akan marah ? " Pertanyaan Chatrine beruntun.
" Dia nona muda keluarga Winata . Sebaik nya kau siap kan minum Dan camilan untuk nona muda. ?! " kata Jordan sambil berjalan menuju lift.
Chatrine terkejut mendengar ucapan Jordan. Dia buru-buru turun pantri mengambil minuman dan beberapa camilan lalu membawa nya ke ruang Dirut.
Tok . .Tok . .Tok. .
Chatrine langsung membuka pintu setelah mengetuk.
" Permisi nona muda. Saya membawakan makanan dan minuman. Silahkan di nikmati sembari menunggu Dirut. .?! " kata Chatrine dengan senyum lembut.
Hana bisa melihat jika senyum Chatrine tulus tanpa niat mencari muka demi jabatan nya.
" Terima kasih.
__ADS_1
" Baik nona. kalau begitu saya permisi. .?!
Chatrine keluar dari ruangan. Hana menyambar gelas berisi soft drink dan meminum setengah nya. Dia mencomot camilan dan menguyah nya dengan pelan.
Sementara itu di ruang rapat.
" Baik. Rapat hari ini saya bubarkan. .?! "
Para klien berjabat tangan lalu keluar dari ruang rapat satu persatu. Pak satria berjalan menuju lift.
" Tuan saya tidak bisa mengantar tuan ke ruangan karena saya harus menyelesaikan laporan bulan ini. .?! " kata Jordan.
" Baik lah. .?! " pak Satria pun masuk ke lift.
Setelah berada di dalam lift beberapa menit. pintu lift terbuka pak Satria berjalan dengan langkah ringan . Chatrine berdiri dan menunduk tanda hormat , pak Satria mengangguk dan memutar handle pintu. Saat berjalan ke dalam ruangan. Alis nya mengernyit saat melihat kursi kebesaran nya terbalik arah serta terlihat bergoyang pelan.
" Siapa ?? " kata pak Satria waspada.
Perlahan kursi itu berputar dan terlihat lah siapa yang duduk di sana. Senyum pak Satria terbit .
" Ternyata putri Daddy mengunjungi Daddy . ?! " kata Daddy duduk di sofa tamu.
" Jelaskan. .?! " kata Hana datar sambil berjalan menuju sofa dan duduk di sebelah Daddy nya.
pak Satria menatap Hana sejenak. terlihat dia tersenyum dan menggeleng pelan.
" Ayah , kenapa sikap dingin mu menurun pada putri ku . .?! " batin Daddy.
Hana melirik Daddy nya tajam. Senyum pak Satria semakin lebar saat ditatap tajam oleh putri kesayangan nya. Dia menarik nafas panjang .
" Daddy melakukan nya demi kebaikan kamu. .?! " kata pak Satria yang sudah tahu tujuan kedatangan putri nya.
" Kebaikan ? Kebaikan apa Dad ? Hana sudah bilang Dad , Hana ingin mandiri dan sukses dengan usaha dan keringat Hana sendiri. . .!! " kata Hana sengit.
" sweety , kita memang mempunyai planing masing- masing untuk menata kehidupan yang akan kita jalani . Tapi kita juga tidak tahu seperti apa perjalanan hidup kita ke depan nya. Entah lah , tapi Daddy merasakan suatu firasat buruk yang akan terjadi pada putri kesayangan Daddy ini. Jadi Daddy berinisiatif untuk memindahkan kuliah mu ke luar negeri untuk jaga-jaga . Kamu tenang aja , jika kamu belum berminat melanjutkan kuliah kamu sekarang. kamu bisa menunda nya. .?! " jelas pak Satria sambil mengusap lembut rambut Hana.
" Really ?? " Daddy mengangguk.
" Maaf jika Daddy tak meminta izin terlebih dahulu . . dan satu lagi. your grandmother Miss you so much . maka nya Daddy sengaja memindahkan kuliah mu ke Negara K agar kau bisa menemani grandma .?! " kata Daddy.
" Grandma ? aku sudah sangat lama tidak bertemu grandma . .?! " kata Hana sedikit baper.
Daddy tersenyum dan menepuk pelan bahu putri nya.
" Hana akan pikirkan dulu Dad , ?! " kata Hana dengan pikiran nya tertuju pada Arya.
" Oh ya , Daddy dengar , kau sudah memiliki kekasih , apa itu benar ?? " kata Daddy .
blush
pipi Hana merona. Daddy tertawa pelan.
" kalau Daddy boleh tahu , siapa nama nya ?? " kata Daddy penasaran.
" Namanya Arya Dad. Dia manager di hotel tempat Hana bekerja. .?! " jawab Hana dengan malu-malu.
" Apa dia tahu latar belakang mu ?? " kata Daddy .
Hana menggeleng.
" Tidak ada yang tahu identitas Hana yang asli. ?! " kata Hana. Daddy mengangguk.
" Bagaimana kalau kita maka siang ?? " ajak Daddy .
" Ayo . Daddy harus mentraktir Hana makanan enak . ?! " kata Hana penuh semangat dengan mata berbinar. Sangat berbeda dengan tatapan tajam nya tadi.
Mereka keluar dari ruangan. Hana tersenyum manis saat melihat Chatrine akan menunduk.
Hana berjalan santai di samping Daddy nya. setiap karyawan yang berpapasan akan menunduk hormat pada pak Satria. Ada juga karyawati Yang menatap sinis pada Hana karena mereka tidak tahu siapa yang berjalan di samping Dirut nya yang masih terlihat tampan dan gagah dalam usia berkepala 4 itu. Saat mendekati meja resepsionis Hana melirik Melinda yang menatap nya dengan sinis. Hana menghentikan langkah nya.
" Ada apa sweetie ??! " kata pak Satria ikut berhenti.
" Seperti nya resepsionis di kantor ini harus di ganti . .?! " kata Hana dingin.
" Maaf pak Dirut , perempuan ini telah membuat keributan di sini , bahkan dia telah menyakiti saya dengan mendorong saya sampai membentur dinding . .?! " kata Melinda langsung membela diri dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin. Hana berdecih melihat wajah munafik itu.
" Apa yang terjadi sampai dia mendorong mu ?? " kata pak Satria dengan wajah datar. Memang sikapnya akan kembali dingin jika berada di luar.
" dia. . eeh. dia . .
" Sandra. . !! " kata Hana dingin memotong ucapan melinda yang terbata-bata.
Sandra mengangkat wajah nya yang tertunduk . Dia melihat tatapan Hana dan mengerti maksud nya.
" Izin menjawab pak . Hana mendorong Melinda karena telah merendah kan bapak l dan Hana. ?! " jawab Sandra tanpa embel-embel nona di depan nama Hana karena di tidak tahu status Hana.
__ADS_1
" Merendah kan saya dan Hana ?? " kata pak Satria penuh tekanan.
" Benar pak . Melinda mengatakan kalau Hana adalah simpanan bapak , dan Hana datang kesini untuk morotin tuan. .?! "
" tidak pak. bukan itu maksud saya. Saya hanya mencurigai kalau perempuan ini akan menggoda bapak. Saya tidak mau kalau bapak tergoda dan akhir nya keluarga bapak akan berantakan karena orang ketiga. .?! " kata Melinda membela diri.
" Apa kau masih ingat dengan sebutan terakhir perempuan ini , Sandra ?? " kata Hana
Sandra menatap Hana dan pak Satria bergantian lalu tertunduk. Sedangkan wajah Melinda tampak pucat pasi.
" Katakan . .?! " kata pak Satria tegas.
" Melinda menyebut Hana dengan sebutan . .Ja . ****** , pak . .?! " kata Sandra terbata-bata.
Wajah pak satria memerah . Dia menatap Melinda tajam. sangat tajam hingga membuat yang melihat nya merasa kaku.
" Kurang ajar . . Berani-berani nya kau menyebut putri kesayanganku dengan sebutan ******. .Jordan ... !!! " teriak pak Satria kencang. Jordan yang tak jauh dari sana berlari menghampiri bos nya.
" Saya pak. .?! "
" Aku tidak mau melihat wajah ****** ini di kantor ku. Dan pastikan tidak ada tempat yang menerima nya bekerja. .?! " kata pak Satria penuh amarah.
" Baik pak...?! "
" Daddy , sudah jangan marah lagi. nanti tensi naik loh. . sudah . ayo kita pergi . Hana udah laper banget nih. .?! " kata Hana manja.
melihat kemanjaan putri nya. amarah pak Satria mereda.
" Maaf kan Daddy . ayo . .?! "
Anak dan ayah itu pun pergi meninggalkan kehebohan di loby.
" Jadi gadis itu benaran anak nya Dirut ?? wah Melinda dalam masalah besar. .?!
" Kau dengar ucapan Dirut tadi ? Dia memecat Melinda bahkan mem-blacklist nya. .?!
" Beruntung Sandra memperlakukan nona muda dengan ramah . .Kalau tidak dia pasti juga dapat masalah. .?! "
" Melinda , segera pergi ke kantor HRD dan ambil gaji terakhir mu. kau di pecat . Dan untuk kalian yang ada disini , jangan ada yang membocorkan identitas nona muda. jika ada yang nekat kalian tanggung akibat nya.?! " kata asisten Jordan langsung pergi .
Melinda diam terpaku tanpa bisa bersuara. Dia masih tidak percaya kalau dia yang sudah lama bekerja disini di pecat secara tidak hormat.
" Maka nya punya mulut itu jangan terlalu ember. Disaring dulu apa yang akan di ucapkan. Kena batu nya kan sekarang ?? "
Sindiran demi sindiran di lontarkan oleh karyawan . Dengan langkah lunglai Melinda pergi ke kantor HRD.
__________
Semenjak Hana menyanggupi permintaan Sean . Dia semakin sibuk dalam pekerjaan nya . Apalagi harus mengurus dua pria yang manja menurut Hana. Bagaimana tidak selain mengurus keperluan dan kebutuhan Sean sebagai kompensasi ganti rugi akibat peristiwa di lorong toilet itu , Hana juga mengurus Devan yang masih terluka akibat perkelahian nya dengan beruang liar di pulau HIJAU . pulau HIJAU adalah nama pemberian Hana untuk pulau dimana mereka berlibur kemarin. Karena kesibukan nya , Hana hampir tak mempunyai waktu untuk berinteraksi sejenak dengan kekasih nya.
Saat ini Hana tengah berjalan sambil mendorong troli makanan yang kosong menuju dapur untuk mengambil makan siang Devan dan Sean . Wajah nya tampak lelah , tapi dia berusaha profesinal.
" Hana . .?! " kata sebuah suara menghentikan langkah nya.
" Ar . .?! " kata Hana tersenyum .
Arya menatap mata kekasih nya yang tampak lelah . Arya mendekati Hana.
" Kau terlihat sangat lelah . Ayo istirahat dulu . .?! " ajak Arya .
" Ar , aku tidak bisa beristirahat sekarang. Aku harus menyiapkan makan siang untuk bos dan tuan Sean. Jika aku terlambat , aku takut nanti akan menimbulkan masalah. .Aku duluan nya . .?! " kata Hana hendak pergi.
" Hana tunggu. .?! "
Hana menghentikan langkah nya. Arya menyodorkan sesuatu hingga membuat senyum manis Hana terlukis di bibir seksi nya.
" Makasih Ar , kamu selalu mengerti aku . ?! " kata Hana riang menerima 2 batang coklat kesukaannya.
" Jangan lupa makan siang. Aku gak mau dengar kamu sakit . .?! " kata Arya mengusap pipi Hana lembut.
" kamu juga jangan lupa makan siang ya . . I love You sekebon pisang ...?! " kata Hana ceria
" I Love You bunga setaman . .?! " kata Arya tertawa geli mendengar gurauan mereka.
Mereka berpisah berlawanan arah.
" Beruntung banget aku punya pacar yang pengertian . ?! " batin Hana.
Hana mendorong troli yang sudah berisi makan siang untuk Devan dan Sean. Hana mengantar makanan untuk Sean terlebih dahulu karena kamar Sean terletak di lantai sebelum kamar Devan. Hana bisa langsung masuk ke kamar Sean karena sudah mendapat izin langsung dari penghuni kamar . Saat membuka pintu kamar Sean , Hana tak menemukan keberadaan Sean, dia hanya mendengar suara shower yang menyala . Hana menyimpulkan kalau Sean sedang mandi. Setelah dia menata makan siang di meja , Hana keluar lalu kembali masuk ke lift untuk naik ke lantai teratas . Dalam hitungan menit Hana keluar dari lift sambil mendorong troli ke kamar Devan. Saat akan membuka pintu kamar Devan, Hana di kejutkan oleh sebuah suara barang-barang jatuh yang terdengar di dalam kamar Devan . Karena takut terjadi apa-apa dengan kakak nya Hana langsung mendorong pintu . Mata Hana terbelalak saat melihat apa yang terjadi di dalam kamar Devan . .
" KAKAK . . . . . .
#***BERSAMBUNG
KIRA-KIRA APA YANG TERJADI DI DALAM KAMAR DEVAN SAMPE BARANG-BARANG BERJATUHAN ?????" TUNGGU DI PART SELANJUT NYA***.
__ADS_1