
" ini. . . " kata Hana tertahan . Dia melipat pisau itu dan menggenggam nya erat .
" Hana , apa kau mengetahui tentang pisau ini ?? " kata Sean .Hana terdiam sejenak . Dia menatap mata tajam Sean .
" Lupakan , tentang masalah ini , gak usah di selidiki lagi . . ! " kata Hana meletakkan pisau itu ke dalam laci nakas .
" Tapi kenapa ?? " kata Sean bingung .
" Tidak apa-apa . B , tolong panggilkan keluarga ku . . !! "
" karena aku sudah tahu siapa orang nya. Jangan sampai mereka menemukan jejak nya . . ! " batin Hana
" Baik nona . . !! " B langsung keluar , dan tak lama masuk bersama keluarga Winata . Hana menatap tajam pada Devan . membuat Devan menurunkan pandangan nya .
" sweetie , ada apa ?? " kata Daddy melihat Hana yang menatap Devan tajam .
" Dad , aku harap kau menasehati putra kecil mu itu lebih tegas lagi agar bisa berpikir lebih tenang . . !! " kata Hana tetap menatap Devan tajam .
" Sayang , apa maksud mu adalah kakak mu Devan ?? " tanya Mommy .
" Apa kalian memiliki putra lain selain dia ?? " kata Hana dingin ,membuat Daddy dan Mommy sedikit terkejut .
" Hana , jaga ucapan mu . . !! " Devan sedikit meninggikan suara nya . Membuat Daddy dan Mommy menoleh Devan yang terlihat emosi .
" Devan , kenapa kamu membentak adik mu ??! " kata Mommy melototi Devan .
" Mommy , Devan gak suka Hana asal bicara . . ! " kata Devan membela diri .
" Apa ucapan ku salah ?? " kata Hana dingin .
" Hana , jangan panggil aku dengan sebutan putra kecil , aku kakak mu. anak tertua di keluarga kita , aku sudah dewasa . . !! " kata Devan tajam .
" Tidak . Kau belum dewasa , hanya umur mu saja yang semakin tua . . ! " kata Hana dengan nada rendah , tapi mampu membuat lubang kecil hati Devan Devan . Devan termangu mendengar ucapan Hana yang telak .
" kenapa kau pukul Sean ?? " kata Hana
" aku tidak menanyakan perihal luka nya pada Sean , tapi aku tahu siapa yang menyebabkan luka itu . Kalau bukan kau yang berani memukul Sean , lalu siapa lagi ??? " sambung Hana saat melihat Devan akan menjawab .
" Dia pantas menerima nya karena lalai menjaga mu. !! " jawab Devan . Hana menatap wajah kakak nya yang datar .
" Kemari lah . . !! " kata Hana pada Devan . Devan menatap Hana sejenak , perlahan Devan melangkahkan kaki nya mendekati Hana . Saat jarak mereka sangat dekat , tiba-tiba . .
buugkh
Tinju Hana mendarat di pipi Devan . mommy terkejut melihat kejadian itu . Devan menatap Hana dengan tajam .
" Kau memukul kakak mu demi laki-laki lemah ini ??? haa sungguh naif . . !! " kata Devan menendang kursi di samping ranjang membuat ruangan itu sedikit gaduh . Hana hanya menatap Devan datar .
__ADS_1
" Devan . !! " Daddy menjadi geram melihat sikap Devan .
" Kau yang naif Devan Winata . . aku memukul mu bukan untuk membalas apa yang kau lakukan pada Sean . Tapi itu pukulan untuk mu karena telah lalai menjaga Bella di pulau waktu itu hingga membuat Bella hampir celaka . . ! " kata Hana dengan wajah datar . namun tidak dengan Devan , dia menatap Hana lekat dengan penuh tanda tanya .
" Hana , . apa .Maks . . .
Namun kalimat Devan terhenti saat Hana membaringkan tubuh nya dengan membelakangi mereka . Daddy menghela nafas pelan , dia menarik selimut tipis dan menyelimuti Hana , Daddy mengusap lembut kepala Hana dan mencium nya lalu mengajak mommy keluar tanpa menoleh Devan yang masih terdiam di tempat nya . Sean dan B juga keluar .
" Hana . aku . .
Namun ucapan Devan kembali terhenti saat Hana menarik selimut hingga menutupi seluruh badan nya . Dengan berat hati dan di penuhi rasa ingin tahu maksud dari ucapan Hana , Devan melangkah kan kaki nya keluar dari ruang rawat Hana .
" apa maksud ucapan Hana tadi ?? aku harus menghubungi Bella . . ! " batin Devan .
_____
Devan yang duduk termenung di kursi tunggu , di kejutkan oleh langkah tergesa-gesa yang menghampiri nya . Dia mengangkat wajah nya .
" Dev, gimana keadaan Hana ?? " kata Bella dengan wajah cemas yang baru datang bersama orang tua nya .
" Hana sekarang sedang beristirahat . Luka nya gak terlalu serius . ! jawab Devan lesu .
" Apa yang terjadi sampai Hana bisa terluka ?? " kata Zidan . Sean menceritakan semua kejadian nya . Sedangkan Devan menatap Bella dengan tatapan sendu .
" Bella , bisa ikut aku sebentar ?? " kata Devan .
" Baiklah . ayah , bunda , Bella sama Devan dulu . !! "
" Ada apa sih , Dev . . ??? " kata Bella bingung . Devan menghela nafas panjang .
" Bella , apa yang sebenarnya terjadi pada kamu saat di pulau Einstein . jawab dengan jujur , Bell . . ! " kata Devan .
" Devan , kenapa kamu menanyakan itu ?? " kata Bella sedikit terkejut .
" Jawab Bella . . !! "
Bella menatap Devan cukup lama . Dia menghela nafas panjang lalu menceritakan semua yang dia alami hingga dia bertemu dengan Hana yang menyelamatkan nya .
_____________________
Saat ini , semua orang sudah berada di ruang rawat Hana . Hana terlihat sedikit segar setelah beristirahat . Wajah nya sudah tidak terlalu pucat .
" Hana , bagaimana perasaan kamu , nak ?? " kata Riska .
" Hana sudah lebih baik , Tante . makasih Tante dan om sudah menyempatkan diri untuk membesuk Hana . oh ya , Bella mana ?? " kata Hana mengedarkan pandangan nya .
" Hana masih bersama Devan . . ! " jawab Riska . Hana hanya mengangguk .
__ADS_1
ceklek .
Mereka serentak menoleh saat pintu terbuka. Ternyata Sean yang datang dengan membawa kresek berisi makanan .
" Hana , makan dulu ya , habis ini minum obat . ! " kata Sean membuka kotak makanan dan menyuapi Hana. kedua pasang suami istri itu lalu duduk di sofa untuk memberi waktu pada sepasang kekasih itu. Sean menyuapi Hana dengan telaten.
ceklek
" Hana , kamu sudah bangun . . apa yang kamu rasakan?? apa luka nya sakit ?? " kata Bella berlari mendekati Hana . Hana tersenyum menyambut Bella .
" udah lebih baik kok . . yang nama nya luka pasti sakit lah . ! " kata Hana kembali menerima suapan Sean . Bella tersenyum simpul melihat perhatian Sean . Sedangkan Devan berdiri di belakang Sean dengan wajah yang sendu . dia menatap Hana dengan tatapan penyesalan . Tapi sedikit pun Hana tak melirik nya.
Hana dan Bella asyik mengobrol tanpa menghiraukan yang lain .
" Sean ,gue minta maaf . Gue terlalu gegabah . . maafin gue ya . . !! " kata Devan menunduk . Bella menatap Sean dan Devan bergantian , tapi Hana tetap tak melirik Devan . membuat hati Devan merasa hampa.
" Baiklah , karena Hana sudah baik-baik aja , kalau begitu kami permisi dulu. . . ! " kata Zidan .
" terima kasih om ,Tante . ! "
" kamu istirahat yang cukup ya , biar kamu cepat sembuh , ingat acara pertunangan kakak mu tinggal 2 minggu lagi . .Gak asyik Donk kalau kamu masih sakit . . " kata Riska .
" Baik Tante . . ! "
Zidan dan keluarga nya pun pamit pulang . Devan masih menatap Hana lekat , tapi Hana tetap tidak melirik nya . Devan menghembuskan nafas panjang karena merasa sesak di hati nya .
" Hana , kakak minta maaf ya . . kakak memang salah . kakak memang gegabah dalam menghadapi situasi. Tapi itu karena kakak terlalu khawatir sama kamu sampai kakak gak bisa mengontrol emosi kakak . maafin kakak ya . Jangan diamin kakak kayak gini . kakak gak sanggup Hana . semua ini karena kakak sayang sama Hana . . !? " wajah Devan tampak putus asa .
" Dad, Hana mau pulang hari ini juga . ! " kata Hana tanpa menghiraukan Devan .
" apa kamu sudah merasa lebih baik, sweetie ?? "
" Iya Dad , Hana udah baik-baik aja kok . ! " kata Hana mantap .
" Baiklah , kalau begitu Daddy urus administrasi dulu ya . . ! "
" Sekalian Mommy mau cari baju ganti buat Hana ya. !! "
" Makasih , Mom . !! " mommy mengusap rambut Hana . Daddy dan Mommy pun pergi.
" Sean , tolong pijat bahu ku , kok bahu ku kerasa pegel banget . . ! " kata Hana . Sean langsung mendekati Hana dan memijat bahu kanan Hana . Mungkin efek samping dari luka Hana . Hana memejamkan mata nya menikmati pijatan di bahu nya .
Tak lama , Daddy dan mommy kembali . Mommy membawa paperbag dan meletakkan nya di nakas .
" Daddy sudah urus administrasi nya . . Jadi kamu sudah bisa pulang . ! "
" Ayo , Mommy bantu ganti baju . !! "
__ADS_1
Hana turun perlahan dari ranjang di bantu Sean . Lalu mommy membimbing Hana ke kamar mandi , setelah menunggu beberapa lama , Hana dan Mommy keluar dari kamar mandi . Daddy ikut membantu mommy membimbing Hana berjalan menuju mobil .
bersambung