SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 46 Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

" Baiklah tuan putri. . ! " kata Sean . Mereka lalu berjalan keluar tadi toko itu . namun baru beberapa langkah , tiba-tiba . .


" AWAASS . . . !! teriak suara panik di sekitar mereka . Hana melihat tatapan mereka tertuju pada belakang mereka . sontak Hana dan Sean membalik badan mereka menghadap ke belakang . tapi . .


JLEEBB


" NANA . . . !!! "


Wajah Hana menegang . Dia merasakan sesuatu yang tajam telah menembus kulit perut nya . Dia menatap seorang pria yang berpenampilan kotor dan dekil yang tertawa girang . Perlahan tatapan Hana menurun dan tertuju pada rasa sakit di perut .


*buugkh


buugkk* .


Orang gila itu terpental akibat tendangan Sean .


" Kau harus mati . kau harus mati . .hahaha . kau harus mati . !!! " teriak orang gila itu . Untung nya beberapa laki-laki berperawakan besar dengan berpakaian hitam meringkus orang gila itu .


" Nana . . Nana . maaf aku lalai . . !! " kata Sean ingin menyentuh pisau yang masih bersarang di perut Hana . Namun Hana menghalangi nya . Wajah Hana tampak mulai memucat . Tangan Hana perlahan menyentuh gagang pisau itu , dan . .


" Uukh . . !! "


" Nana . . . .


Hana mencabut pisau itu dari perut nya . Dia menatap pisau yang terasa tak asing bagi nya . Baju putih Hana kini ternoda oleh darah yang mulai merembes dari luka tusukan di perut Hana .


traang


Pisau di tangan Hana terjatuh . Wajah Hana semakin memucat . Tangan Hana meremas luka di perut nya untuk menghentikan aliran darah . Beberapa orang yang melihat kejadian itu merinding saat melihat keberanian Hana yang mencabut sendiri pisau yang tertancap di perut nya .


Dengan wajah yang penuh kekhawatiran , Sean langsung menggendong Hana ala bridal . Beberapa orang berpakaian hitam datang menghampiri Sean .


" Bos , maaf kami lalai . . !! "


" Selidiki kasus ini . Aku merasa ini tidak sesederhana ini . kau siapkan mobil ku . !! " kata Sean dengan tatapan tajam .


" Baik bos . . !! " jawab mereka serentak .


" Simpan pisau itu . . !! " kata Hana setengah berbisik.


Pria yang di tugaskan Sean menyiapkan mobil mengambil pisau yang terjatuh tadi lalu menyimpan nya di saku . Mereka membubarkan diri . Sedangkan Sean berlari menuju mobil nya . Anak buah Sean membukakan pintu mobil . Sean menurunkan Hana dengan sangat hati-hati lalu menyusul masuk dan kembali merangkul tubuh Hana . Anak buah Sean melajukan mobil dengan kecepatan tinggi . Hanya dalam waktu 5 menit , mobil Sean tiba di rumah sakit yang tak jauh dari tempat kejadian . Anak buah Sean langsung keluar dari mobil dengan gerakan cepat ,


" Sayang , bertahan lah . . !! " kata Sean lirih .


" Sean , aku gak apa-apa . Kau terlihat jelek saat panik seperti itu. !! " kata Hana mencoba tersenyum untuk menenangkan Sean . Sean mencium kening Hana lalu membawa tubuh Hana keluar dengan pelan .


Dua orang perawat datang dengan tergesa-gesa dengan mendorong brangkar menuju Sean . Dengan sangat hati-hati Sean menurunkan Hana . Mereka langsung mendorong brangkar menuju ruang UGD .


" Tuan , tolong tuan tunggu di luar , biarkan tim dokter yang bekerja . . !! " kata perawat itu dengan tegas .


" Berikan perawatan yang terbaik untuk gadis ku . jika kalian lalai , kalian tidak akan bisa melihat dunia lagi . . !! " kata Sean keras .


Sean mengusap wajah nya kasar . Dia memukul dinding melampiaskan kekesalan nya yang telah lalai menjaga Hana . anak buah Sean mendekati bos nya.


" Bos , tenang . Berhentilah menyakit diri anda sendiri . jika bos ikut terluka bagaimana bos akan menjaga dan merawat nona . . !! "


" Bagaimana aku bisa tenang , gadis ku terluka tepat di depan mata ku . aku gagal . . aku gagal menjaga kekasih ku . . !! " lirih Sean , tubuh nya merosot di dinding .


" Bos , dulu kita tidak memperketat penjagaan nona , karena identitas nona belum terekspos . Tapi situasi sekarang berbeda . seperti nya beberapa rekan dan rival bisnis anda telah mengetahui hubungan Anda dan nona . mereka mencoba mencari kesempatan untuk memukul mental anda melalui nona . Untuk ke depan nya , saya akan lebih memperketat penjagaan nona . . !! "


" Lakukan yang terbaik untuk keamanan nona Kalian . !! "


" Siap bos . Bos saran saya sebaiknya sekarang anda menghubungi keluarga nona . . !! "


" Kau benar . Aku hampir lupa . !! "


Sean bangkit lalu merogoh saku nya . Dia mengotak atik ponsel nya dan menempelkan ponsel ke telinga nya .


" Halo om . . Om saya minta maaf ,atas kelalaian saya. . . Hana terluka dan sekarang di rawat di rumah sakit xxx . . . Baik om . sekali lagi maaf om . . . !! "


Sean memutuskan sambungan telpon nya . Dia menatap pintu ruang UGD yang masih tertutup rapat . Dia duduk di bangku tunggu dengan perasaan yang cemas . anak buah nya masih setia menanti Sean .


_____


" Aaaakh . . sial . .sial . . Dasar orang gila . . Udah di kasih tahu tusuk bagian rahim nya , malah di tusuk bagian perut nya . . hhhh . . dasar orang gila. . !!! " teriak Mayang kesal .


*Flashback on


Saat Mayang keluar dari restoran , dia melirik Hana yang tampak menatap nya lekat. Dia berpikir bagaimana cara nya merebut kekasih baru Hana yang di kenal sebagai pebisnis yang sangat kaya dan berpengaruh dalam dunia bisnis . Saat dia tengah termenung mencari cara , dia melihat Hana dan Sean keluar dari restoran , Hana langsung berlari dan bersembunyi di balik salah satu mobil . dia melihat mereka berjalan dan masuk ke toko pakaian , Mayang perlahan bergeser posisi untuk memperhatikan pergerakan Hana . Saat dia tengah bersembunyi , tak sengaja mata nya menatap orang gila yag tengah duduk bersembunyi di sudut dekat tong sampah. Dia tersenyum licik saat mendapat ide gila . Perlahan dia mendekati orang gila itu .


" Hey , apa kau lapar ?? " kata Mayang dengan sedikit takut jika orang gila itu mengamuk .

__ADS_1


" Lapar ?? aku lapar . . !! "


Mayang memberanikan diri menyodorkan sebungkus roti yang dia beli di salah satu minimarket sebelum masuk ke restoran . Orang gila itu makan dengan rakus membuat Mayang bergidik . Dalam sekejap roti itu habis . dia menatap Mayang lekat .


" Mau lagi ??


" mau . . !!


" Aku akan memberi mu makan setelah kau melakukan sesuatu untuk ku . . !! orang gila itu menatap Mayang lekat . Hana mengeluarkan pisau lipat dari tas nya . dia menatap pisau lipat itu dengan tajam*



" aku akan menggunakan pisau ini sesuai pesan mu dulu . . jadi jangan menyesali pemberian mu ini . . !! "


Mayang tersenyum miring menatap pisau di tangan nya. dia kembali menatap orang gila di depan nya.


" Kau harus menancapkan pisau ini ke rahim wanita itu. jika kau berhasil maka aku akan memberi mu makan enak . ayo aku tunjukkan orang nya. . ! "


Seperti mengerti ucapan Mayang , orang gila itu bangkit dan mengikuti Mayang . Mereka masih bersembunyi di sudut dekat tong sampah . Dari kejauhan Mayang melihat Sean dan Hana keluar dari toko* .


" Kau lihat perempuan itu. ingat , tancapkan pisau ini tepat disini . . ! " kata Mayang menunjuk perut bagian bawah nya . Orang gila itu kembali menatap Mayang .


" Cepat pergilah . lakukan seperti apa yang ku ucapkan tadi . maka aku akan memberi mu makanan yang enak . !! "


Mayang melihat orang gila itu berlari kencang menuju Hana dan Sean . Mata Mayang berbinar saat melihat Hana membalik badan nya menghadap orang gila tadi. Mayang hampir saja berteriak kegirangan saat melihat pisau itu menancap di perut Hana . Namun kegirangan nya hanya sesaat karena dia melihat jika pisau itu menancap di perut bagian samping , setelah orang gila itu terpental oleh tendangan Sean , pria yang dia ketahui sebagai pebisnis terkenal dan sangat kaya . Dia mengetahui identitas Sean saat dia menginap di hotel SINAR MENTARI ( ingat kan di bab awal ). Lamunan Mayang buyar saat melihat beberapa orang mendekati orang gila itu dan meringkus . Karena takut ketahuan Mayang langsung melarikan diri dari tempat persembunyiannya .


Flashback off


" Seperti ya gue harus mencari cara lain untuk membalas Hana . Ya . kita tunggu kesempatan berikut nya. . !! "


Mayang pergi melangkah menuju pinggir jalan menunggu taksi . Tak lama taksi berhenti di depan nya lalu Mayang naik ke mobil .


Tanpa dia sadari seorang pria memperhatikan gerak gerik Mayang dari kejauhan . Dia tersenyum misterius lalu pergi dari tempat nya .


__________


Sean bangkit dari duduk nya saat melihat tuan Satria dan nyonya Karisma berlari kecil ke arah nya . Dengan jantung yang berdebar-debar dia menyambut calon mertua nya .


" Om ,Tante . . !! " kata Sean lemas .


" Sean , bagaimana keadaan Hana ?? " kata nyonya Karisma dengan mata yang bengkak akibat menangis .


" Hana masih di dalam ruang UGD Tante . .!! " jawab Sean lemas .


" maaf om, Tante . . saya menjemput Hana di ruang pribadi nya di mall untuk makan siang , saat kami makan siang , ada seseorang yang menyenggol meja kami hingga minuman Hana tumpah dan mengotori celana Hana . Lalu kami ke toko pakaian yang tak jauh dari restoran . Namun saat kami baru saja keluar dari toko , tanpa kami sadari ada orang gila yang berlari ke arah dan menusukkan pisau ke perut Hana . .


*buugkh


buugkh*


Sean terpental dan punggung nya menabrak dinding saat sebuah pukulan mendarat di perut dan wajah Sean .


" Devan . berhenti nak . . jangan gegabah seperti ini . !! " teriak Mommy menarik Devan yang tampak masih emosi .


" Dasar pria lemah . . elo udah janji untuk menjaga Hana , tapi Hana sekarang terluka karena di serang oleh orang gila . Pria macam apa elo . menjaga Hana sekarang saja tidak becus . bagaimana elo akan menjaga keluarga elo nanti . Kalau elo gak bisa menjaga Hana , gak usah dekati Hana lagi . .Biar gue yang cariin cowok yang bisa di andalkan untuk menjaga Hana. . !!!! " teriak Devan penuh emosi .


BRUKK


Sean menjatuhkan tubuh nya di depan keluarga Winata . Mommy menatap Sean sendu .


" Maaf . . aku minta maaf . .aku akui kali ini aku lalai menjaga Hana . Untuk ke depan nya aku janji aku akan lebih siaga menjaga Hana . Devan Aku janji. . Tapi tolong jangan pisahkan aku Dan hana . aku tidak akan sanggup berpisah dengan Hana . . !! " kata Sean bersimpuh di depan keluarga Winata . Devan membuang muka tidak ingin melihat Sean yang akan semakin memancing emosi nya.


" Sean, ayo bangun dulu . . !! " kata Mommy.


" gak Tante . aku gak akan bangun sebelum kalian berjanji untuk tidak memisahkan aku dan Hana . Aku sungguh mencintai Hana Tante . tolong jangan pisahkan kami . .aku mohon . . !!! " suara Sean terdengar serak . Mommy semakin tak tega melihat nya. Mommy melirik Daddy dengan tatapan penuh arti .


" Sean , bangun lah . . !! " kata Daddy penuh wibawa .


" Om , Sean mohon jangan pisahkan kami . . aku janji aku akan lebih bersiaga menjaga Hana . . . !! " kata Sean sedikit bergetar .


" Baiklah . ayo bangun . . !! " kata Daddy membantu Sean bangkit . mereka duduk di bangku tunggu dengan perasaan was-was.


ceklek


Devan langsung berlari mendekati dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD .


" Dokter bagaimana dengan keadaan adik saya . . ?!! "


" Pasien sekarang baik-baik saja . Walau luka nya cukup dalam , tapi tidak sampai mengenai organ dalam . Untung nya pasien cepat mendapat penanganan hingga tidak terlalu banyak kehilangan darah . . "


" Apa bisa kami menemui nya dok . . ? " kata Mommy menahan tangis nya .

__ADS_1


" Tunggu 2 jam lagi . baru kalian bisa menemui nya . . baiklah kalau begitu saya permisi dulu . "


" Terima kasih dokter . ! "


Mereka kembali duduk . Kali ini hati mereka sedikit lega mendengar keadaan Hana baik-baik aja . Mereka di kejutkan oleh kedatangan beberapa orang berpakaian hitam . Mereka mendekati Sean .


" Bos . . ! "


" Bagaimana ?? " "


" bos , kami mendapat informasi dari seorang anak kecil yang mengatakan kalau dia melihat ada seorang wanita cantik yang berbicara dengan orang gila itu sebelum dia menyerang nona , wanita itu juga yang telah memberikan pisau yang di gunakan untuk mencelakai nona. . Saat ini anggota kita masih melanjutkan penyelidikan tentang wanita ini . . !! "


" Lanjutkan tugas kalian . ! "


" baik bos . "


Mereka lalu pergi lagi . Kini tinggal lah keluarga Winata dan Sean bersama satu anak buah nya . Devan melirik Sean yang terlihat sangat terpukul . rasa bersalah menusuk hati nya atas apa yang telah dilakukan pada Sean , sahabat nya .


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu . Kini Hana sudah di pindahkan di ruang VVIP atas perintah Sean . Sean bisa memerintakan apapun di rumah sakit ini karena rumah sakit ini adalah salah satu aset milik nya .


" Sayang . . !! " mommy berlari mendekati sang putri kesayangan . dia memeluk hana pelan takut menyakiti putri nya .


" Hana bagaimana keadaan kamu ?? "


" Sweetie , apa ada yang kurang nyaman ?? "


" Nana . . apa yang harus aku lakukan untuk mengurangi rasa sakit luka mu ?? "


Hana menatap tajam orang-orang di depan nya karena mendapatkan pertanyaan yang bertubi-tubi .


" Berisik . !! " kata Hana pelan hingga membuat mereka terdiam . Hana menyandarkan tubuhnya ke Mommy .


" Kalian gak usah khawatir , aku baik-baik aja kok . Jangan panik kayak gini lah . .! " kata Hana santai .


" Hana. apa luka nya mulai terasa sakit ?? " kata Devan mengusap rambut Hana .


" Ya , sedikit . . !! " kata Hana , tatapan nya jatuh pada wajah Sean yang memar . Tatapan Hana menjadi tajam .Dia melirik semua wajah di depan nya . tatapan nya jatuh pada Devan .


" Ada apa ?? " kata Devan


" Kalian keluar lah . aku ingin berbicara dengan Sean .. ! " kata Hana dingin . Mereka saling berpandangan .


" Baiklah . Tapi ingat berbicara lah dengan kepala dingin . Jangan terlalu gegabah dalam mengambil keputusan . . . " pesan Mommy. Hana mengangguk .


satu persatu mereka keluar meninggalkan ruangan .


" Kau ,tetap lah di sini . . !! " kata Hana saat melihat anak buah Sean akan pergi . Dia menghentikan langkah nya lalu menutup pintu dan berdiri di dekat pintu .


Hana menatap heran pada Sean yang tertunduk .


" Sean , kemari lah . !! " kata Han datar . Perlahan Sean mendekati Hana . Dia sedikit menjaga jarak dengan Hana seraya menatap Hana dengan sendu . tangan Hana menyentuh luka lebam di sudut bibir Sean .


" Devan yang melakukan ini ?? " kata Hana sudah bisa menebak nya .


" Aku pantas menerima nya . Karena aku gagal melindungi mu . . Nana , maafkan aku , . ! " kata Sean lirih . Hati Hana berdenyut mendengar nya .


" Kemari lah . . !! " kata Hana menarik tangan Sean untuk lebih dekat dan langsung memeluk nya pelan . Sean memeluk Hana dengan sedikit gemetar karena emosi nya .


" Sean ,jangan menghukum diri mu sendiri . Ini bukan salah mu . Ini adalah kecelakaan . . jadi jangan menyalahkan diri mu atas apa yang aku alami , ya . . ! " kata Hana mengusap punggung Sean . mereka melerai pelukan nya .


" Nana . . aku akan berusaha lebih keras lagi untuk menjaga mu . . Aku tidak ingin kejadian ini terulang kembali . . aku . aku gak sanggup melihat mu terluka seperti ini . !! " tubuh Sean semakin gemetar . Hana bisa merasakan nya , lalu mencoba menenangkan nya .


" Iya , sayang . aku percaya sama kamu . . ! "


ucapan Hana mampu membuat Sean kembali tenang . Mereka melerai pelukan nya . Sean menangkup wajah Hana .


" Kamu percaya sama aku ? " kata Sean .


" Aku sangat percaya . Kamu pasti akan menjaga ku lebih ketat lagi . . ! " kata Hana. Sean tersenyum , dia mengecup puncak rambut Hana dan mencium pipi Hana .


" Sean , haus . . ! "


Sean langsung mengambil gelas berisi air putih di atas nakas lalu membantu Hana minum . Dia menyeka sisa itu di sudut bibir Hana . Hana melirik anak buah Sean .


" Siapa nama mu ?? "


" Maaf nona , saya biasa di panggil B ( baca Bi ). . ! "


" Ooh , B , kemari lah , aku ingin melihat pisau tadi .! "


B mengeluarkan pisau lipat yang masih berlumuran darah dari saku dalam baju nya . Hana meminta di ambilkan tisu di atas meja . dengan hati-hati Hana mengelao pisau itu hingga benar-benar bersih . Dia membolak balik pisau itu .

__ADS_1


" Ini . . . .


BERSAMBUNG


__ADS_2