SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 145 Sean dan Adhara 2


__ADS_3

Keparat . . Mati kau . . !! " teriak laki-laki yang masih berdiri kokoh menodongkan pistol nya .


Door


" Nanaaaaaaaa . . !!!! "


Suasana menjadi hening setelah terdengar letusan pistol . Jantung Sean berdegup kencang saat tak melihat pergerakan dari Adhara . Seakan mendapat tenaga baru , Sean bangkit dan berjalan sedikit terseok ke arah Adhara yang membelakangi nya .


" Nana , , ,please . Jangan tinggalin aku lagi . aku mohon . . ! " teriak Sean dengan penuh penyesalan . Bayang-bayang dimana Hana celaka karena dia yang terhanyut perasaan pada paman nya waktu itu , kembali berkelebat di benak Sean hingga membuat langkah nya semakin cepat .


Bruukh


Langkah Sean terhenti saat melihat sebuah tubuh tumbang ke tanah . Tatapan nya nanar pada tubuh laki-laki yang terkapar dan sosok gadis yang masih berdiri membelakangi nya .


" Cih , lemah . . " Kata gadis yang tak lain adalah Adhara . Adhara berbalik arah menghadap Sean , Tapi baru saja berputar arah dia di kaget kan dengan sebuah pelukan yang secara tiba-tiba membungkus tubuh mungil nya .


" Syukurlah . . . syukurlah . terima kasih Tuhan kau melindungi Nana ku . . " ratap Sean , dia menangkup wajah Adhara dengan kedua tangan nya dan mencium kening Adhara cukup lama lalu kembali memeluk nya dengan erat .


" Sean . . . sesak . . " kata Adhara menepuk pinggang Sean karena Sean memeluknya terlalu erat .


" Maaf . . maaf . . Apa kau terluka ? " Kata Sean memutar badan Adhara .


" Sean , stop . Kau membuat ku pusing . . " kata Adhara cemberut . Sean bernafas lega karena Adhara baik-baik saja .


" Uugh. . " Sean tiba-tiba memegang kepala nya yang terasa pening . Pandangan nya tiba-tiba berkunang-kunang .


" Sean , ada apa ? " kata Adhara . Pandangan Adhara seketika menuju perut Sean yang terluka yang ternyata masih mengalirkan darah .


" Tidak apa-apa . " kata Sean dengan suara lemah .


" Tidak apa-apa , apa nya . Ayo kita harus ke rumah sakit . . " kata Adhara berlari ke arah motor Sean yang masih dalam posisi terjatuh . Dia memakai helm nya dan membawa helm milik Sean . Dia memakaikan helm untuk Sean dan naik ke motor dan melepas jaket nya .


" Ayo , cepat naik . . " kata Adhara dengan nada khawatir .


" Kau mengkhawatirkan ku , Nana . ? " goda Sean dengan suara lirih .


" Sean , jangan bercanda . ayo cepat naik . . " kata Adhara dengan suara serak yang hampir menangis . Sean perlahan naik ke jok belakang dan menjatuhkan tubuh nya ke punggung Adhara . Dengan cepat Adhara mengikat tubuh Sean ke tubuh nya dengan menggunakan jaket nya .


Bruuuum .. .


Adhara melajukan motor nya secepat mungkin . Dia bahkan sampai menahan nafas nya saat berkonsentrasi pada jalan yang gelap dan sepi . Adhara menambah kecepatan nya saat Sean merapatkan pelukan nya ke pinggang Adhara dengan tubuh bergetar .


" Tahan sebentar , Sean . Sebentar lagi kita sampai . " kata Adhara menggenggam tangan Sean dengan tangan kiri nya . Mendapat perhatian kecil serta melihat kekhawatiran dari Adhara , Sean hanya tersenyum hangat tanpa bisa menjawab karena tubuh nya terasa lemas .


Motor yang di kendarai Adhara terus membelah keramaian jalan . Tapi keramaian jalanan menjadi ricuh saat dengan tanpa perasaan Adhara menekan klakson panjang . Dan benar saja mereka yang berkendara di depan Adhara memberi jalan walau masih ada yang menggerutu bahkan ada yang mengumpat dengan kasar . Tapi semua itu tak menghalangi jalan Adhara , dengan lincah dia berbelok ke kiri dan memasuki area rumah sakit yang ternyata juga salah satu milik keluarga Winata .

__ADS_1


" Suster . . tolong bawa brangkar kesini , cepat. .!! " teriak Adhara panik saat bobot tubuh Sean semakin berat . Dua suster mendorong brangkar yang sudah tersedia di dekat pintu , Adhara dengan cepat melepas ikatan jaket nya dan untung nya perawat laki-laki itu sigap menangkap tubuh Sean yang hampir terjatuh .


trek trek trek


Mereka berlari mendorong brangkar yang berisi Sean yang sudah lemas dengan wajah pucat . Sean terus menggenggam tangan Adhara seakan tak ingin terlepas sedikit pun . Sean terus menatap Adhara yang tampak cemas dengan senyum nya yang tak luntur .


" Sean , gak udah senyum-senyum bodoh kayak gitu . Elo lagi sekarat bukan main drama . . " kata Adhara dengan suara serak sambil terus berlari mendorong brangkar menuju UGD . Tanpa dia sadari setetes bening jatuh di pipi nya yang dingin .


" Aku gak apa-apa . Jangan menangis. . " lirih Sean tersenyum .


" Bodoh . siapa juga yang nangis . " kata Adhara mengusap kasar pipi nya membuat Sean tersenyum lebar . Dia mengeratkan genggaman nya dan di balas oleh Adhara .


" maaf , nona muda . Nona muda tidak bisa masuk . . " kata suster yanhg menyambut kedatangan mereka di depan UGD .


" Sean , lepas. . " kata Adhara .


" Tidak akan . " kata Sean .


" Tapi Sean . kau harus segera di rawat . . Tolong lepas ya . " bujuk Adhara menarik tangan nya. Tapi tetap saja , Sean tidak ingin melepas genggaman nya .


" Ikut atau kita tetap disini . " kata Sean memejamkan mata nya .


" Sean , aku akan tetap disini menunggu kamu ,ok . Aku gak akan pergi . . " bujuk Adhara mengusap pipi Sean .


" Janji . ? " kata Sean .


cup


Entah mendapatkan keberanian darimana , Adhara mengecup kening Sean . Sean tersenyum hangat dan perlahan melepaskan genggaman nya . Adhara pun tersenyum hangat pada Sean sampai pandangan mereka terputus dengan tertutup nya pintu UGD . Adhara menghela nafas lega dan beranjak hendak duduk di bangku tunggu .


" **** , , bisa-bisanya gue kasih cium sama Sean . CK , gimana nanti gue ketemu lagi sama Sean . Astaga , bikin malu aja . " gerutu Adhara dengan pipi bersemu .


" Maaf , nona muda . Saya akan membersihkan luka nona . " kata seorang suster menghampiri Adhara .


" Maaf , sus . Tapi saya tidak terluka . " kata Adhara .


" Tapi saya lihat punggung anda penuh dengan darah . . " kata suster itu. Sontak Adhara menarik baju bagian belakang nya dan ternyata benar memang penuh dengan darah .


" Oh , ini bukan darah saya . . " kata Adhara .


" Baiklah , kalau begitu saya permisi . Jika nona merasa ada yang tidak nyaman . Mohon beritahu kami . " kata suster itu .


" Baik suster . Terimakasih . "


Suster itu pun pergi meninggalkan Adhara yang masih menatap pakaian nya yang kotor . Dia pun mengambil ponsel di tas kecil nya dan mengotak Atik sebentar.

__ADS_1


Berselang beberapa waktu , seorang kurir datang menghampiri Adhara dengan membawa sebuah paperbag .


" Dengan mbak Adhara ? "


" Benar . . "


" Ini pesanan Mbak . Silahkan . . " kata kurir itu ramah .


" Makasih . Kembalian nya buat mas aja ya . "


" wah , makasih mbak . kalau gitu saya permisi dulu ."


Adhara mengangguk . setelah kurir itu pergi Adhara menghampiri seorang suster yang kebetulan lewat dan menanyakan arah kamar mandi .


Skip


Setelah bebersih dan berganti pakaian , Adhara berjalan kembali ke ruang UGD . Dari kejauhan dia bisa melihat beberapa orang-orang yang dia sudah menunggu di depan UGD .


" Hana , sayang . . kamu gak apa-apa kan sayang ? " kata mommy menyongsong Adhara dengan wajah khawatir .


" Hana gak apa-apa , mom . Tapi Sean . . . Sean terluka di bagian perut dan punggung . " kata Adhara terbata . Dia menatap dua orang lain yang bersama mereka .


" Mereka orang tua Sean . Tante Elly dan om Albert . " kata mommy memahami ekspresi Adhara. Adhara berjalan menghampiri pasangan itu dan mencium punggung tangan kedua nya . Adhara sedikit tersentak saat tiba-tiba Elly memeluk nya erat .


" Syukurlah akhirnya kamu kembali , sayang . Walau kamu hilang ingatan , setidak nya Sean bisa kembali hangat dengan kehadiran kamu . . " kata Elly . Adhara hanya diam karena tak tahu harus bersikap .


Pelukan itu terlepas saat pintu UGD terbuka . Mereka langsung menghambur menuju dokter yang baru saja keluar .


" Dokter , bagaimana keadaan putra saya . ? " kata Elly.


" Kondisi tuan muda Sean sekarang sudah lebih baik . Tuan Sean kehilangan darah cukup banyak , tapi sekarang sudah stabil . Dan untuk luka nya , luka tusuk di perut pasien tidak terlalu dalam . " kata dokter .


" Terus luka di punggung nya , dokter ? " kata Adhara .


" punggung ? kami tidak melihat luka di punggung tuan Sean . Baiklah , karena kondisi tuan muda sudah membaik kami permisi dulu . "


" Boleh kami masuk dokter ? " kata Elly .


" Untuk sekarang belum bisa nyonya . Biarkan tuan Sean beristirahat dulu . Sebentar lagi tuan akan di pindahkan ke ruang rawat dan kalian semua bisa menemani nya . " kata dokter .


" Baik , terimakasih dokter . "


Dokter itu pun pergi meninggalkan mereka yang kini bernafas lega . Di sela mereka yang tersenyum lega , Adhara celingukan mencari seseorang .


" kak Devan man , mom ? " kata Adhara .

__ADS_1


" Kakak mu masih ada urusan . Nanti dia kesini . " kata mommy mengusap puncak kepala Adhara .


BERSAMBUNG


__ADS_2