SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PAR 60 Rindu berubah kecewa


__ADS_3

* * * Seminggu kemudian


Hana berjingkrak senang saat Devan mengabarkan kalau dia akan pulang . Dia sudah sangat merindukan kakak nya .


" Aku akan jemput kakak . . ok . . ! " kata Hana bersemangat .


" Ok adik ku yang cantik . . kakak akan menunggu mu . kemungkinan kakak akan tiba di bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 12 siang . . ! " kata Devan tak kalah senang akan bertemu dengan orang-orang yang dia sayang .


" Ok . . ! " sambungan telpon berakhir .


" Yeeey . . senang nya hati ku , kakak ku akan pulang . sebentar lagi dapat keponakan baru . . yuuhuuu . . . ! " Hana bernyanyi dan berjoget ria dengan gerakan asal tanpa sadar jika ada yang memperhatikan nya . gerakan Hana mendadak terhenti saat melihat tiga pemuda yang menahan tawa nya di depan pintu .


" kalian . . !! " kata Hana dengan wajah memerah menahan malu .


" Hahahaha . . . ! " Justin tak bisa lagi menahan tawa nya saat melihat wajah Hana yang sudah seperti kepiting rebus .


" Senang banget kayak nya , sampai joget jaipong patah-patah . . ! " kata Roky . Justin semakin tertawa terbahak-bahak sedangkan Anton menggigit bibir bawah nya seraya menggelengkan kepala nya menahan tawa .


" kalian jahat . .kak Anton , , lihat kak Justin dan kak Roky ngeledek aku . . ! " rengek Hana dengan manja . Melihat sikap manja Hana yang menggemaskan membuat Anton mengambil sikap layak nya seorang kakak .


pl**etak


pletak


" aaw . .


" Sakit , bego . .


Roky dan Justin meringis saat geplakan mendarat di kening mereka .


" rasain tu geplakan ala kak Anton . syukurin . . .hahahah . . . !! "


Anton tersenyum puas bisa membuat Hana tertawa . Beberapa bulan berinteraksi dengan Hana , membuat dia merasa hari-hari nya terasa lebih berwarna . Dia merasa terhibur dengan sikap Hana yang seperti bunglon , Bisa berubah di setiap kondisi . Yang paling dia suka adalah rengekan Hana yang meminta pembelaan nya saat mendapat ledekan dari kedua teman nya .


" siapa suruh ngeledek adik gue . . ! " kata Anton dengan mata memicing


" dia adik gue juga kali . . ! " kata Justin tak mau kalah .


" tahu nih , ,kita juga kakak nya . . ! " tambah Roky .


Hana tersenyum lebar mendengar perdebatan tiga pemuda itu . Dia merasa bahagia karena orang-orang di sekitar nya ternyata sangat menyayangi nya .


" Sudah , sudah . . kalian semua kakak ku kok . . kakak yang rese' . . . oh iya hari ini kak Devan pulang , aku akan menjemputnya nanti siang . . ! " kata Hana


" Mau aku antar . . ? " tawar Anton


" Gak usah , , aku mau ajak Bella , aku mau ngasih kejutan buat kak Devan . . ! "


" Ok . aku akan siapkan mobil . . ! " kata Roky . Mereka lalu meninggalkan Hana untuk bersiap .


______________


Sebuah jet pribadi mendarat dengan sempurna . pintu perlahan terbuka bersamaan dengan tangga otomatis yang langsung turun sampai ke tanah . Seorang pria tampan memakai kacamata hitam turun dengan gagah nya . Di bawah tangga sudah menunggu asisten nya yang di dampingi seorang pria bertubuh besar.


" Selamat datang tuan , . ! "


" hhm .! " pria itu menjawab dengan deheman .


" Sebentar lagi aku akan bertemu dengan gadis kesayangan ku . . Dia pasti kaget dengan kedatangan ku . . Nana , tunggu aku . . ! "


yah , dia adalah Sean . Sean sengaja tidak memberitahu kepulangan nya pada Hana untuk memberi kejutan . Dia melangkah dengan cepat karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang kekasih . Saat memasuki lobby bandara hati nya semakin berdebar tak karuan . Bayangan Hana yang tengah tersenyum seakan melambai-lambai di depan nya , membuat langkah nya semakin cepat .


" Lepaskan aku . . aku tidak akan ikut dengan kalian . . ! " sebuah suara yang familiar menghentikan langkah Sean . Sean menoleh ke arah kanan tampak seorang gadis yang tak asing bagi nya tengah memberontak dari pegangan dua orang perempuan yang berbeda umur .


deg


" Lepaskan aku . . lepaskaaan . . ! " teriak gadis itu meronta semakin kuat hingga pegangan di tangan nya terlepas . Dia buru-buru ingin berlari , tapi tangan nya kembali di cekal oleh wanita yang berpakaian glamor .


" LEPASKAN DIA . . ! " ketiga wanita itu menoleh .

__ADS_1


DEG


" Sean . . . " lirih gadis itu dengan wajah yang tampak memerah . Tapi tidak dengan dua wanita tadi , melihat Sean berjalan ke arah mereka , wanita paruh baya tadi meraih tangan gadis yang satu lagi lalu mereka berlari dengan wajah ketakutan .


" Sean . . . .


Mereka bertatapan cukup lama , hingga . . .


GREEPH


Sementara di sisi lain , Hana dan Bella melambaikan tangan pada Devan yang baru saja memasuki bandara . Devan berlari lalu memeluk kedua gadis kesayangan nya itu .


" i Miss you so much , my brother . . .


" sayang , akhir nya kamu pulang . . ! "


Devan melerai pelukan nya . Dia menatap lekat kedua gadis itu . Dia terkekeh saat melihat sudut mata sang pujaan hati meneteskan air mata .


" Hey , hey , , aku sudah datang , apa yang kamu tangisi , ,hmm . . ! " kata Devan mengusap kristal bening itu lalu memeluk Bella dengan erat seraya mencium puncak kepala nya .


" ehem . ehem . . beginilah nasib jomblo , , ! " kata Hana mencebikkan mulut nya . Devan tertawa lalu mengacak rambut Hana .


" Kalau di dengar beruang kutub mu itu , bisa-bisa dia ngamuk dan meratakan bandara ini loh . . ! " kata Bella yang telah melepaskan pelukkan nya . Hana tertawa , hati nya merasa semakin rindu saat sang kakak menyebut beruang kutub nya .


" Ayo kita pulang . . ! "


Devan menggengam tangan Bella erat , sedangkan Hana berjalan santai di samping Devan . mereka masih bercanda dan tertawa , namun langkah Hana terhenti saat melihat sebuah pemandangan di depan nya yang mampu meremas hati nya hingga menimbulkan sensasi rasa sesak di dada nya dan rasa panas di mata nya . Devan dan Bella mengikuti arah pandangan Hana . Devan pun diam terpaku melihat apa yang ada di depan mereka .


" Devan , , ! " panggil Bella tak bisa berkata apa-apa .


Devan hendak menghampiri Sean yang tengah memeluk seorang cewek yang tampak sedang menangis . Tapi langkah nya terhenti saat Hana menarik tangan Devan . Devan melirik adik nya yang tampak memucat . Hana mengeluarkan ponsel nya lalu mengotak-atik sebentar dan menempelkan nya ke telinga . Devan melihat ke arah Sean yang tampak melepas pelukkan nya dan mengambil ponsel di saku nya hingga Devan bisa melihat rupa cewek itu ,


*Deg


" Tara . . ?? " batin Devan .


" Halo*


" aku baik-baik aja , Nana . kamu dimana rame banget ?? "


" Aku lagi di mall , , aku bosan , nunggu kamu juga gak balik-balik . . mending aku cuci mata ke mall . . Sean , kamu dimana ?? kok kedengaran rame banget . . ! "


" Aku lagi di luar , mau ketemu teman lama . . baik-baik ya kamu disana . . Awas jangan kebablasan cuci mata nya . . nanti aku hubungi lagi , bye ,Nana ku . .! "


Sambungan telpon terputus . Hana menjauhkan ponsel dari telinga nya , tubuh nya terasa semakin lemas saat melihat Sean kembali memeluk gadis itu . Dia mengarahkan kamera ponsel nya ke arah mereka .


cekrek


cekrek


Devan mengeratkan rahang nya , hati nya sakit saat melihat mata Hana yang memerah , dia melihat Hana menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan .


" dek . .


" aku baik-baik aja kak . Ayo kita pergi . . ! " kata Hana dingin , Dia memakai penutup kepala hoodie yang dia pakai dan memasukkan tangan nya ke kantong depan . Dia berjalan dengan cepat dan dengan sengaja dia menyenggol bahu Sean dengan cukup keras hingga gadis di samping Sean oleng dan hampir terjatuh .


" Hey . . be carefull . . ! " kata Sean keras .


Hana terus berjalan tanpa menoleh ke belakang . Sean memperhatikan sosok yang memakai Hoodie biru yang menyenggol nya tadi , dia merasa familiar dengan gaya berjalan serta wangi yang samar itu .


" kak Sean , , gimana kabar mu . . ?? " kata gadis itu.


" Aku baik-baik aja , Tara . . ayo kita pulang . kamu harus menjelaskan semua nya pada ku dan mamah. . . ! " kata Sean menggengam tangan gadis yang ternyata Tara itu lalu berjalan menuju pintu .


Devan menatap kepergian Sean dan Tara dengan tatapan tajam . Bella yang melihat ekspresi buruk Devan , langsung mengelus lengan nya .


" Ayo kita pergi , aku takut nanti Hana kenapa-kenapa . . . ! " kata Bella lembut .


" Ayo . . ! "

__ADS_1


( skip )


Di depan bandara , Devan melihat Roky yang sudah menunggu . Tapi dia tidak melihat Hana .


" Selamat datang bos , nona . . ! "


" dimana adik ku . . ! "


" Nona Hana sudah pergi du . .


" Pergi ?? kemana. . . ?? potong Devan .


" nona tidak mengatakan akan pergi kemana . Tapi kami melihat gelagat lain dari nona , jadi Justin diam-diam mengikuti nya . bos jangan khawatir . ! " kata Roky .


" Aku dan Hana memakai satu mobil saat kesini . Lalu dia mengendarai apa ?? " kaya Bella dengan wajah cemas .


" Saya dan Justin menyusul nona ke bandara dengan mengendarai motor masing-masing saat kesini . Jadi nona Hana memakai motor saya . . mari bos , saya yang akan menyetir . . ! "


Devan dan Bella duduk di bangku belakang . Bella bisa melihat kekhawatiran di mata Devan .


" Hana akan baik-baik aja . . aku tahu Hana gadis yang kuat , dan dia tidak akan berbuat yang macam-macam walau dalam keadaan sesedih apapun . . ! " hibur Bella dengan menggengam tangan Devan , walau dia juga sangat mengkhawatirkan Hana .


" Roky , percepat lah laju mobil , aku ingin segera sampai ke mansion . . ! "


" Baik bos . . !


_______________


Di sebuah kafe yang cukup ramai pengunjung , Jesika dan Burhan duduk berhadapan di sebuah meja di sudut dekat pintu .


" om kemana aja sih , udah hampir seminggu baru ngasih kabar , mana video yang saya bilang waktu itu . . ! " sunggut Jesi dengan kesal .


" sorry, Jesi , waktu itu saya punya urusan mendadak ke luar kota . Untuk masalah Bella , maaf aku tidak bisa video apa-apa . Hari itu aku gagal menguasai nya , saat aku ingin beraksi tanpa aku sadari dia sudah memegang sebuah pisau lipat dan menusukkan nya ke paha ku . Aku berusaha menangkap nya tapi dia berhasil kabur . . ! " kata Burhan dengan wajah memerah .


" Kok bisa kabur sih om . . ck . gagal deh rencana gue . . ! " kata Jesi kesal .


seorang pelayan datang mengantarkan minuman dan camilan ,lalu langsung pergi .


" saya gak mau tahu ya , om harus tangkap dia lagi . Dan om harus merekam adegan r****Ng Kalian lalu kirim ke aku . . kalau bisa dalam waktu dekat ini , atau saya akan bilang tentang om yang membeli adik saya pada istri om untuk memuaskan n**su om. . . !! " ancam Jesi dengan tatapan melotot .


Burhan menyesap minuman nya lalu meraih sepotong cookies dan mengunyah nya dengan santai . Karena terlalu emosi Jesi merasa kerongkongan nya kering , lalu tanpa ragu dia meraih gelas di depan nya dan meminum nya hingga setengah . Burhan menatap Jesi sekilas .


" Om harus bergerak secepat nya . Atau Bella akan mengadukan tindakan om pada orang tua nya . Mereka pasti akan melaporkan om sama polisi . . ! " hasut Jesi .


" Aku akan segera menangkap Bella . . ! " jawab Burhan .


" Harus lah . . masa nangkap gadis lemah aja om gak bisa . Jangan-jangan om lebih lemah dari Bella . Dasar orang tua lemah . . . ! " gerutu Jesi . Semenit kemudian , dia merasa gerah . Dia mengipaskan tangan ke leher nya .


" Ini kafe kok panas banget sih , , apa AC nya mati ya . . ! " kata Jesi lalu meraih minuman nya dan menenggak hingga hingga bersisa seperempat gelas . Burhan terlihat tersenyum sinis .


" Kau benar , kafe ini terasa panas . Bagaimana kalau kita keluar saja , aah , bagaimana kalau kau bantu aku mempersiapkan kamar untuk menangkap Bella . Hotel nya tidak jauh dari sini . . ! " kata Burhan .


" Baiklah , ayo . Aku akan menyimpan kamera di tempat yang aman untuk merekam adegan kalian . . ! " kata Jesi bersemangat .


Mereka lalu beranjak dari tempat . Burhan tersenyum miring lalu meletakkan beberapa lembar uang di bawah piring camilan . Jesi dan Burhan mengendarai mobil masing-masing dengan Burhan memimpin jalan . Hanya menempuh waktu 5 menit mereka di tiba di sebuah hotel yang cukup mewah walau tak semewah hotel SINAR MENTARI . Burhan dan Jesi turun dari mobil lalu masuk ke lobby dan megambil kunci kamar yang sudah di booking Burhan . Saat berada di dalam lift , Burhan melirik Jesi yang bergerak tidak nyaman .


TING


Pintu lift terbuka , Burhan berjalan ke sebuah kamar dan membuka pintu lalu mereka masuk . Kamar itu cukup luas dengan nuansa putih khas kamar hotel . Jesi memperhatikan setiap sudut , dia lalu berjalan ke sudut yang di hiasi dengan tanaman hias , lalu mengambil sebuah handycam dan menyimpan nya di balik tanaman itu .


" tempat yang sempurna . . ! " gumam nya .


" Jesi , aku tinggal sebentar ya ,


Jesi duduk di tepi ranjang , dia mengambil tisu dari tas nya dan mengelap keringat yang kini membasahi dahi dan leher nya . Semakin lama dia merasa suhu tubuh nya semakin tinggi . Dia lalu beranjak dari tempat hendak kekamar mandi berniat membasuh muka nya . Tapi tiba-tiba dia merasa sedikit pusing hingga dia berjalan sempoyongan . Tapi dia merasa ada yang menyangga tubuh nya hingga dia tidak terjatuh ke lantai . Dia menetralkan pandangan nya yang sedikit mengabur .


" Kamu gak apa-apa . . ?? "


" Devan . . . Devan kamu di sini . . ?? Devan , aku , . . aku mencintai mu . Kenapa kamu memilih gadis lemah itu ketimbang aku . . ?? aku tulus mencintai mu , , bahkan jika kau meminta diri ku , , , aku rela . . ! " kata Jesi dengan wajah sendu .

__ADS_1


" Benarkah apa yang kamu ucapkan . . ?? "


Tanpa menjawab Jesi langsung mendekatkan wajah nya lalu mencium nya . Saat itu juga Jesi merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuh nya yang seakan-akan ingin meledak saat kulit nya bersentuhan dengan pria di depan nya . Dia semakin agresif bahkan dia dengan kasar mendorong pria yang memeluk nya ke ranjang dan langsung menaiki nya . . .


__ADS_2