
" Tato ??
" ya , tato itu berbentuk kalajengking. . ?! " kata Dirga.
Sean terdiam. Dia menatap lurus ke depan. Dia menatap tak suka pada Arya yang sedang menggenggam tangan Hana.
" Sebaiknya kalian pulang. Biarkan Hana beristirahat dengan baik. .?! " kata Dirga seakan mengerti dengan tatapan Sean .
" Tapi pak , biarkan saya disini . saya sahabat Hana . .?! " kata Mayang .
Namun Dirga menatap Mayang dengan tajam . Mayang menunduk takut menerima tatapan itu.
" Baiklah kami akan pergi . kami akan kembali besok. .?! " kata Arya mengalah , sebelum dia keluar dia sempat mencium tangan Hana. Sean memalingkan wajah nya .
Arya dan Mayang keluar dengan berat hati. Setelah kepergian kedua orang tadi. Sean meminta Dirga untuk membeli makanan. Dirga langsung pergi mendengar bos nya kelaparan. setelah Dirga pergi , Sean mendekati Hana dengan membawa tisu basah yang tersedia di atas meja . Dengan lembut dia mengelap tangan Hana yang sudah di pegang dan dicium oleh Arya.
" Menjijikkan . .?! " kata Sean dengan dingin.
Sean terdiam saat melihat kelopak mata Hana bergerak.
" Hana ...?! panggil Sean.
perlahan mata Hana terbuka , mata nya mengedip beberapa kali . hingga tatapan nya terpaku pada sosok yang berdiri disampingnya.
" mom, Dad . .?! " lirih Hana.
" Hana , bagaimana perasaan kamu ?? apa ada yang tidak nyaman ? " kata Sean.
Hana menggeleng , setelah beberapa lama , tatapan Hana kembali normal. Dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan.
" Mereka kemana ?? " kata Hana.
" Ini , kamu minum dulu ...?! " kata Sean mencoba mengalihkan pertanyaan Hana.
Hana meminum nya hingga habis dan menyerahkan gelas kosong pada Sean bertepatan dengan Dirga masuk membawa makanan.
" Wah , anda sudah bangun nona , kebetulan saya sudah bawa makanan. sebentar. . . ?! " kata Dirga mengambil kotak berisi nasi dan membawanya pada Hana.
" Ayo dimakan Nona , supaya kamu cepat sembuh. .?! " kata Dirga tersenyum manis.
tanpa menjawab Hana membuka kotak yang berisi nasi dan lauk. Dengan tangan gemetaran Hana menyendok nasi dan memasukkan nya ke mulut dengan lambat.
" Nona , biar saya suapi . .?! " kata Dirga mengambil sendok.
" Dirga , seperti nya kau belum menyelesaikan pekerjaan mu . pergi lah dan selesaikan . .?! " kata Sean merebut sendok dari tangan Dirga membuat Dirga terbengong .
Namun Dirga tersadar saat melihat tatapan tajam Sean . Dia menghela nafas.
" Ok. .aku pergi . .?! " kata Dirga menuju pintu.
Hana hanya memperhatikan tingkah Sena dan Dirga. Sean menyendok nasi dan mulai menyuapi Hana perlahan. sesuap demi sesuap masuk ke mulut Hana . Hana hanya bisa pasrah menerima suapan Sean , orang yang sangat menyusahkan menurut Hana.
" Terima kasih , maaf telah merepotkan. .?! " kata Hana setelah menghabiskan sekotak nasi.
" Katanya sakit , tapi sanggup menghabiskan sekotak nasi. . ?! " kata Sean dingin.
" Yang sakit itu kepala gue , bukan perut gue . kalau gak ikhlas gak usah sok baik nolongin orang . .?! " kata Hana tak kalah tajam.
Tanpa menjawab ucapan Hana , Sean menyerah kan gelas kecil berisi pil dan menyerahkan nya pada Hana. Dengan kesal Hana memasukkan obat itu ke mulut nya lalu menguyah nya seperti memakan kacang. Sean tercengang melihat perbuatan Hana.
" Dasar rakus . obat saja kau makan seperti makan kacang . .?! " kata Sean menyodorkan segelas air dan langsung di minum oleh Hana.
" apa pil itu tidak pahit ?? " tanya Sean dengan alis mengernyit .
" Dasar bodoh . dimana-mana obat itu pasti pahit . Apa kau tak pernah sakit sampai-sampai kau tak tahu rasa obat ?? " ketus Hana masih kesal. Sean hanya diam.
" oh ya , kau belum menjawab pertanyaan ku. dimana keluarga ku ?? " kata Hana .
Sean menatap Hana lekat . Hana membalas tatapan Sean. Sean menarik kursi nya lebih dekat .
" Hana , dengar . Kau harus berjanji apapun yang kau dengar , kau harus tegar dan kuat . .?! " kata Sean serius.
__ADS_1
"ok . .?! " kata Hana dengan perasaan deg-degan. Sean menatap mata Hana lekat.
" Saat ini keluarga mu sedang berada di negara K . Saat kau pingsan , paman mu menelpon dan mengabarkan kalau grandma mu masuk rumah sakit . .?! " kata Sean pelan.
" Grandma . . ?? kata Hana tersentak. perlahan mata Hana mulai memerah.
" Hana , kau sudah berjanji akan tegar . .?! " kata Sean.
Hana menundukkan wajah nya. Terdiam beberap saat . Rerlihat dia menghela nafas panjang seraya mengangkat wajah nya.
" Lalu bagaimana keadaan nya sekarang ?? " kata Hana dengan suara berat .
" Dia . . . . . .
ucapan Sean terpotong oleh dering ponsel nya. Dia mengambil ponsel di saku celana nya . Dia melirik Hana .
" Angkat saja . .?! " kata Hana. Sean menerima telpon dan me-loudspiker nya.
" halo . .
" Halo Sean. gimana kabar Hana ? apa dia sudah bangun. . ! " terdengar suara Devan di panggilan ponsel Sean.
" Hana baik-baik aja . Dia baru saja selesai minum obat. .?! " kata Sean menyerahkan ponselnya pada Hana.
" Halo kak , kak Devan kalian tega , kenapa kalian ninggalin Hana ?? " rengek Hana manja.
Sean menatap tak percaya pada Hana yang berubah manja saat berbicara dengan Devan. Berbeda saat dia berbicara dengan nya tadi.
" maafkan kami Hana , karena keadaan darurat , kami terpaksa pergi tanpa menunggu kamu bangun , .?! "
" Lalu bagaimana keadaan grandma ?? "
Devan terdiam di seberang telpon. Membuat jantung Hana berdegup kencang.
" Kak Devan. grandma baik-baik aja kan ?? " ulang Hana .
" Hana , kamu kuat ya . apapun yang terjadi kamu harus tegar . .?! "
" Hana , grandma . . . . .grandma udah gak ada . . .?! " suara Devan tercekat .
" Maksud Kakak ?? " kata Hana dengan perasaan was-was.
" sweetie , syukurlah kami sudahh bangun. Sweetie , tadi uncle Brandon memberi kabar kalau grandma masuk rumah sakit karena tensi darah nya naik. Saat kami tiba di rumah sakit . . . .grandma sudah meninggalkan kita untuk selama nya . . .?! "
pptaakh . . . handphone di tangan Hana jatuh .
" Apa ?? gak . .ini gak mungkin . .?! " kata Hana lirih .
" Hana . kamu harus kuat . .?! " kata Sean.
" ini gak mungkin , Sean mereka cuma bercanda kan ?? grandma baik-baik aja kan ? grandma pasti minta mereka untuk nge-prank aku supaya aku datang ngunjungin grandma kan . . hahaha mereka pasti nge-prank . . .hahaha . . .?! " ceracau Hana .
" Hana , . . .?! " kata Sean tak tahu harus mengatakan apa melihat Hana hilang kendali . Sean bangkit lalu memeluk Hana . Entah kenapa Sean merasakan hati nya sakit saat melihat keadaan hana yang kacau.
" Hana , kamu harus sabar . Cobalah untuk menerima kenyataan ini . .?! "
mendengar ucapan Sean. tangis Hana pecah . Dia meraung dengan bahu yang terguncang hebat. Sean semakin mengeratkan pelukan nya . Hana meronta dan memukul punggung Sean.
" aaaaaaaa . . . ini gak mungkin . .grandma gak mungkin ninggalin aku . .Aku belum sempat menemani Grandma . . Grandmaaaaaa. . . . . . !!!!!! "
jerit Hana histeris dalam pelukkan Sean. Sean membiarkan Hana melampiaskan emosi nya .
" Hana , ingat keadaan kamu sekarang masih sakit. jika keadaan kamu kembali memburuk . Bagaimana kamu bisa menemui grandma untuk yang terakhir kali nya ? " bujuk Sean.
Hana mendongak kan wajah nya dan menatap Sean lekat.
" kamu benar . aku akan menemui grandma untuk yang terakhir kali nya . Kita berangkat sekarang. .?! " kata Hana bersemangat .
Sean menyeka airmata yang membasahi pipi Hana dan merapikan rambut Hana .
" Baiklah . Tapi kamu janji jangan menangis lagi . .?! " kata Sean berubah lembut. Hana mengangguk dengan cepat .
__ADS_1
" Baiklah , sekarang kamu istirahat sebentar . aku akan menyiapkan keberangkatan kita . .?! " kata Sean membaringkan Hana pelan. Hana menuruti ucapan Hana. Sean mengambil ponsel nya yang terjatuh lalu berjalan keluar .
Tinggal lah Hana seorang diri . Tatapan mata Hana kosong . Pikiran nya melanglang buana mengingat waktu kebersamaan nya bersama grandma. Bayangan-bayang saat dia bermain bersama grandma memenuhi pelupuk mata nya . Hana tersenyum getir saat mengingat grandma menghukum Hana karena memotong bunga mawar kesayangan grandma . bayangan-bayangan grandma melintas di benak Hana. hingga lamunan nya buyar saat mendengar suara pintu di buka. Tampak Sean masuk dengan membawa sebuah paperbag yang cukup besar , dengan di ikuti 2 suster.
" Hana , ayo bersiap . .?! " kata Sean menyerahkan paperbag pada Hana. Hana melihat isi paperbag itu , ternyata pakaian ganti. Kedua suster itu mendekati Hana .
" permisi mbak . kita lepas dulu infusnya ya . .?! " kata salah satu suster.
Hana hanya diam melihat suster itu melepas jarum infus dari tangan nya . setelah jarum terlepas suster itu menutup bekas jarum dengan kapas lalu di rekatkan dengan plester. setelah itu Hana turun dengan pelan dari ranjang menuju kamar mandi di bantu suster tadi.
" Saya bisa sendiri memakai baju saya. .?! " kata Hana .
" Baiklah , jika nona kesulitan segera panggil kami. .?!
Hana masuk ke kamar mandi. Tak berapa lama dia keluar dengan pakaian yang dibawakan Sean , yaitu sebuah baju kaos longgar dengan celana jeans panjang. suster itu membimbing Hana duduk di sofa. Lalu Sean berjongkok didepan Hana dan memakaikan sepatu flatshoes berwarna merah .
" Ayo . pelan-pelan . . !!? " kata Sean membantu Hana berdiri.
Hana dan Sean berjalan beriringan . Namun belun jauh keluar dari pintu ruangan , Hana sempoyongan sambil memegang kepala nya . dengan sigap Sean menahan tubuh Hana .
" aku gak apa-apa . .ayo jalan lagi . .?! " kata Hana berusaha menahan sakit dan pusing di kepala nya .
Namun baru saja melangkah tiba-tiba Hana merasakan tubuh nya terangkat .
" Sean , turunkan aku . aku masih sanggup berjalan . .?! " kata Hana saat sadar kalau Sean telah menggendongnya ala bridal .Namun Sean tak mendengarkan ucapan Hana . Dia berjalan dengan langkah lebar hingga Hana secara refleks mengaitkan tangan nya ke leher Sean. membuat Sean tersenyum tipis . Sangat tipis hingga tak ada yang menyadari nya. Didepan telah menunggu Dirga dengan membuka pintu mobil . perlahan Sean menurunkan Hana ke jok mobil. Setelah Hana duduk dengan nyaman. Sean berjalan pintu di sisi lain dan duduk di sebelah Hana . Dirga duduk di belakang setir. mobil itu melaju dengan kecepatan normal.
Sepanjang perjalanan Hanya di isi dengan keheningan. ketiga manusia itu asyik sendiri dengan pikiran masing-masing. Setelah menempuh waktu lumayan lama mobil itu sampai di bandara . Sean turun dan berlari ke pintu di sisi Hana . Hana turun dengan pelan di bantu Sean .
Saat ini Hana dan Sean sudah duduk di ruang pesawat . awal nya Sean ingin membawa Hana menaiki jet pribadi nya . Tapi sayang jet pribadi nya dalam proses machine service.
Sean melirik Hana di samping nya. mungkin karena tubuh nya masih lemah di tambah pengaruh obat , Hana tertidur dengan kepala tertunduk. perlahan Sean membenarkan kepala Hana dan menyandarkan nya ke bahu nya . entah refleks atau bermimpi . Hana tiba-tiba melingkarkan tangan nya ke pinggang Sean dengan kepala nya yang dia sandarkan ke dada bidang Sean.
DEG . . .DEG . . .DEG . .
Sean merasakan jantung nya seperti akan lepas merasakan pergerakan Hana. Sean mengambil jaket nya dan menyelimutkannya pada Hana, lalu memeluk hana. Hangat . Itu yang dirasakan Sean saat mendekap tubuh Hana yang menempel pada nya.
" kenapa aku merasa nyaman saat berdekatan dengan gadis bar-bar ini ?? "
Sean mengendus rambut Hana . Wangi yang menenangkan , pikir Sean . Akhir nya Sean menyandarkan kepala nya dengan tetap mengendus rambut Hana. . .
BONUS VISUAL
DEVAN WINATA .
laki-laki dingin berhati kejam terhadap musuh dan orang-orang yang berani mengusik keluarga nya . Namun akan menjadi hangat dan ceria bila berkumpul dengan kelurga nya. gimana READERS , cocok gak ??
RAYHANA ZULFA WINATA .
Gadis mandiri dan bar-bar yang ceria . Lebih suka menyembunyikan identitas asli nya daripada mengumbar kemewahan keluarga nya. Sangat menyayangi kekasih dan sahabat nya , tapi apa mau dikata , Hana di khianati oleh keduanya.
babang ganteng kekasih Hana . awalnya sangat menyayangi Hana . Tapi karena tidak memiliki stok kesabaran yang banyak , dia termakan bujuk rayuan wanita cantik yang mengambil kesempatan dalam kerenggangan hubungan Arya dan kekasih nya.
Neng Mayang geulis .
wanita cantik yang dengan tega nya mengorbankan sahabat nya demi kepentingan pribadi nya.
SEAN DOMINIX
wah wah wah . . Babang SEAN bening ya ?? awal nya Sean adalah laki-laki yang romantis . Tapi sebuah pengkhianatan membuatnya menjadi sosok pria yang berwajah datar Dan dingin. Sangat kejam dalam melawan musuh nya .
GIMANA READERS , SUKA GAK SAMA VISUAL NYA ?? KALO GAK COCOK KALIAN BISA IMANJINASIIN SENDIRI YA SESUAI SELERA 😋😋😋
__ADS_1