SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 32 HANA DI TEMBAK


__ADS_3

BRUUKH


seisi ruangan terkejut dan menoleh pada Irene yang pingsan .


" Mamah . . ?! " Rendra dan Chalista menghampiri tubuh Irene yang tergeletak di lantai . Rendra langsung menggendong Irene ala bridal dan membawa nya pergi . sejenak suasana menjadi hening .


" Maaf semua nya atas kejadian ini hingga membuat sedikit tidak nyaman . Ayo kita lanjutkan acaranya . . ?! " kata Albert .


Musik kembali mengalun lembut . Para tamu melanjutkan perbincangan mereka . Bahkan kejadian tadi juga tak luput menjadi topik mereka . Sean melirik Hana yang berjalan menjauh dari keramaian menuju balkon . Diam-diam dia mengikuti Hana . Sesampai nya di balkon tampak Hana menghadap keluar balkon dengan memeluk lengan nya . Sean melepas jas nya lalu menyelimutkan nya ke punggung Hana ,membuat Hana terkesiap .


" Sudah tahu udara dingin , tapi masih nekat keluar . ?! " kata Sean mensejajarkan tubuh nya ke samping Hana . Dia menatap Hana yang tampak termenung .


" Sean . . besok kita pulang kan ?? " kata Hana


" Kenapa ? kau tak betah disini ?? " kata Sean


" aku sudah bolos kerja selama 3 hari . . !!? "


" Hee , bolos kerja . Bilang saja kalau kau Merindukan mantan pacar mu itu . . ?! " sarkas Sean . Hana menatap wajah Sean yang tampak tak suka .


" Haa elo benar . gue kangen banget sama mantan gue . . ?! " kata Hana asal. Namun jawaban Hana justru memancing emosi Sean . Dia melempar gelas nya ke sudut balkon lalu pergi meninggalkan Hana dengan langkah kasar . Hana terpaku ,dia heran dengan sikap Sean .


" Dasar cowok aneh . . ?! " kata Hana tidak peka . Dia kembali menatap keluar .


Disisi lain , Sean menghampiri Devan yang sedang duduk bersama beberapa pebisnis yang masih lajang yang cukup akrab dengan nya . Sean duduk di samping Devan lalu menenggak dengan kasar minuman beralkohol yang baru saja di tuangkan oleh Devan. Devan yang paham dengan sifat sahabat nya itu , dia jelas tahu kalau Sean sedang kesal .


" sudahlah Sean . Gak usah di pikirkan masalah tadi . Itu cuma hal kecil . nyokap elo juga punya kartu as untuk menghadapi keluarga Samantha . . ?!! ' kata Devan .


" Gue gak mikirin masalah sepele itu . . ?! " kata Sean tajam .


" lalu apa yang bikin elo kesal kayak gini ?? " kata Devan bingung.


" Adik elo . . ?! " kata Sean , namun dalam hitungan detik raut wajah Sean berubah tersentak dengan ucapan nya yang tak sengaja . Sean menatap sekilas pada Devan lalu membuang tatapan nya .


" Hana ?? memang Hana kenapa ?? " kata Devan d Ngan alis mengernyit.


" sudah lah . . ?! " kata Sean lalu menyesap minuman nya . Sean melirik sekilas Devan yang masih memperhatikan nya .


" bodoh , kenapa bisa sampai keceplosan sih . . ?!! " batin Sean .


" Dev , Sean , gimana kalau kita samperin para gadis itu . Sepertinya berjalan-jalan menikmati angin malam di halaman cukup nyaman . . ?! " kata Romeo .


" boleh juga . . ayo . ?! " kata Reno.


Devan pun mengikuti rekan nya termasuk Sean .


Di sofa yang di susun melingkar , tampak para gadis sedang berbincang dengan teman masing-masing di temani minuman dan makanan . Hana pun sudah bergabung dan sedang mengobrol dengan Bella dan gadis lain nya .


" Hana , kamu pake jas siapa ?? " tanya Chalista yang yang merasa familiar dengan jas merah itu .


" Kenapa ?? " kata Hana cuek .


" Gue tanya itu jas siapa ?? " kata Chalista masih ngotot.


" Gak penting . . ?! " kata Hana memasukan kue tart ke mulut nya .


" Tapi . .


" Guys ,seperti nya kita kedatangan tamu. . ?! " kata salah satu gadis . Para gadis sontak menoleh pada arah yang dimana pandangan gadis itu tertuju . Tampak empat cogan tengah mendekati mereka . mereka mulai merapikan rambut dan penampilan mereka . Sedangkan Bella menatap mereka dengan tersenyum . Chalista tampak duduk dengan pose yang anggun , tatapan nya tak lepas dari Sean . Namun mata nya seketika sedikit melebar saat melihat Sean hanya memakai kemeja putih nya tanpa jas . tatapan Chalista berpindah dari Sean ke Hana . Hati nya menjadi panas setelah rasa penasaran nya pada jas yang di tersampir di bahu Hana sudah terjawab . Dia berusaha untuk tersenyum semanis mungkin pada Sean . tatapan Sean terkunci pada Hana yang masih asyik menguyah kue nya tanpa menghiraukan kedatangan para cowok . Sangat berbeda dengan ekspresi para gadis lain nya yang memasang sikap manis.


" sungguh gadis yang unik . . Kau akan menjadi milik ku . Hana . . ?! " batin Sean .


Senyum tipis terbit di bibir nya yang tipis .


" HY girls . Mau ikut kita memandang pandangan malam ?? " tawar Romeo mengulurkan tangan nya pada Anna . Tanpa menjawab Anna menerima uluran tangan Romeo dengan tersenyum .


Devan menghampiri Bella dan mengulurkan tangan nya di sambut oleh Bella dengan senang hati membuat Jesi menatap Bella tajam . Bella yang biasa nya akan menunduk jika di tatap tajam oleh Jesi , kali ini dia membalas tatapan Jesi dengan tajam . Membuat Jesi terkejut .


" Hana , mau berjalan dengan ku ?? aku ingin mengenal kamu lebih dekat . . ?! "" kata Reno mengulurkan tangan nya . Hana mendongakkan kepala nya melihat cowok yang menyapa nya . Dia menelan kue yang masih dia kunyah .


" Aku . . .


" Maaf tapi Hana sudah punya janji dengan ku . . ?! " kata Sean memotong ucapan Hana seraya menghampiri Hana .


" janji ?? " beo Reno .


" Iya , kau lihat jas yang di pakai Hana ?? " kata Sean .


Reno memperhatikan jas merah itu . Dia pun mengangguk paham .


" sorry bro , gue gak perhatiin jas itu tadi . ok .Gue ngalah . ?! " kata Reno lalu menghampiri jesi . Dengan terpaksa Jesi menerima ajakan Reno karena ingin mengikuti Devan .


" Ayo , berhenti lah memakan makanan manis . . ?! " kata Sean merebut piring kue Hana .


" Sean , balikin . . sayang loh kue nya masih tinggal dikit lagi . . ?! " protes Hana dengan nada yang lucu di telinga Sean . Sean tersenyum , membuat Chalista dan gadis lain tercengang melihat Sean tersenyum kali ini . Pasal nya mereka mendengar rumor kalau Sean adalah pria dingin dan kejam.


" Bawel . . ?! " kata Sean menyendok sepotong kecil kue yang masih tersisa lalu menyodorkan nya ke mulut Hana . Dengan kesal Hana menerima suapan Sean dengan kasar hingga sedikit belepotan di sekitar bibir nya . Sean terkekeh lalu menarik tisu di meja dan mengelap bibir Hana yang tampak belepotan oleh coklat .


" aneh loh . Tadi tiba-tiba ngamuk sekarang sok manis . . ?!! " sunggut Hana .


" Ayo . . ?! " kata Sean menarik tangan Hana.


" Mau kemana sih ?? " kata Hana .


" Sean , kenapa kamu gak ngajak aku ?? " kata Chalista tanpa rasa malu .


Tanpa menjawab pertanyaan Chalista , Sean menarik tangan Hana menuju halaman yang sudah di hias .


Di atas balkon , karisma, Elly dan Riska tampak tersenyum melihat interaksi putra putri nya .


" Ell , seperti nya kita tidak akan terlalu repot mengurus perjodohan putra putri kita . . ?! " kata mommy .


" Kau benar Risma , sepertinya putra ku sudah tertarik lebih dulu pada calon mantu ku . .Seperti nya sebentar lagi kita akan menimang cucu . . ?! " kata Elly bahagia .

__ADS_1


" No , no, no . bukan kau dengan Risma yang akan menimang cucu , tapi Risma dan aku yang akan menimang cucu duluan . .haha . . ?! " tawa Riska tampak bahagia .


" Kenapa bisa begitu ?? kau lihat putra ku sangat gigih mendekati Hana . . ?! " kata Elly tak terima


" Tapi kau lihat putri ku dan putra Karisma ?? Mereka sudah sama-sama saling mencintai . Dan Devan adalah anak sulung keluarga Winata . Jadi otomatis Devan yang akan duluan menikah dan segera memberi kami cucu . .hahaha . . ?! " kata Riska kembali tertawa senang .


" Ya , ya. ya . . Kau menang Riska . . ?; " kata Elly mengalah , membuat karisma dan Riska tertawa pelan .


" Oh iya Ell , tadi kamu bilang kalau kamu tahu rahasia keluarga Samantha Memang rahasia apa sih . .?? " kata Mommy penasaran .


"Iya Ell, aku juga penasaran . ?! " timpal Riska .


" Dulu aku tak sengaja mendengar percakapan Irene dan ayah kandung putri nya di rumah sakit . ?! "


" ayah kandung ?? Si Rendra kan ?? " kata Riska


" Bukan Rendra . . tapi . . . .


FLASHBACK ON .


Beberapa jam lagi , jadwal operasi Caesar ku akan tiba . Aku mengeluas perut buncit ku dengan penuh rasa bahagia . Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu .Siapa yang tidak akan bahagia .


ceklek


Aku menoleh ke arah pintu yang di buka dari luar . Aku tersenyum saat melihat suami ku , Wiliam , masuk dengan wajah yang sumringah . Dia menghampiri ku dan mencium kening ku .


" Kamu yang kuat ya . Demi aku dan buah hati kita . . ?! " kata Wiliam .


" asal kau selalu ada di samping aku . Aku akan kuat . . ?! "


" Pasti , aku akan selalu berada di sampingmu . Ayo kita berangkat . ?! "


Wiliam membantu ku bangun , dia memapah ku berjalan pelan menuruni tangga . Semua keperluan ku dan bayi kami sudah di taruh di bagasi mobil . Setelah aku duduk dengan nyaman di bangku depan . Wiliam langsung masuk dan duduk di bangku sopir. mobil m laju dengan santai .


" sayang , kau ingin camilan ?? " tawar Wiliam .


" Tidak sayang . Aku di anjurkan agar tidak memakan apapun sebelum operasi . ?! "


Suasana kembali hening . Aku menyandarkan kepala ku ke bangku dan memejamkan mata . Terasa Wiliam mengusap perut ku , lalu mengusap kepala ku dengan lembut . Dapat ku rasakan besarnya cinta dan kasih sayang Wiliam untuk ku .


Beberapa menit kemudian , kami tiba di rumah sakit . Setelah memarkirkan mobil nya , dia meminta kursi roda pada suster untuk ku . Lalu dia mendorong kursi roda dengan penuh hati-hati menuju ruang operasi . Saat di ruangan , semua alat yang di perlukan sudah di siapkan . Aku berbaring di brangkar dengan di bantu Wiliam .


" Maaf bapak , silahkan bapak tunggu di luar ya . . ?! " kata suster .


" Elly sayang . ingat kamu harus kuat ya . Aku akan menunggu kamu di luar . . !!? "


Wiliam meninggalkan ku dengan langkah yang berat .Aku tersenyum untuk menenangkan nya . Setelah itu dokter dan suster memulai proses operasi , mulai dari penyuntikan anestesi di tulang belakang , kemudian di lanjutkan dengan proses lain nya hingga selesai . Antara sadar dan tidak , sayup-sayup aku mendengar suara tangisan bayi . Hingga akhir nya kesadaran ku hilang .


samar-samar aku merasakan nyeri di bagian perut ku ,membuat kesadaran ku semakin tertarik . hingga akhir nya mata ku perlahan berhasil terbuka setelah aku berusaha cukup lama . Aku melihat sosok laki-laki yang begitu mencintai ku tengah tersenyum pada ku .


" Mas Wiliam . . ?! "


" Akhir nya kamu siuman Ell . . ?! "


" Apa terasa nyeri ?? " kata Wiliam . aku mengangguk . Dia menyodorkan gelas berisi air putih pada ku . Aku meminum nya sampai habis . Wiliam mengambil gelas itu kembali .


" mas , aku mau ke kamar mandi . . ?! "


Wiliam langsung membantu ku turun dari ranjang . Lalu menuntun ku ke kamar mandi . Bahkan dia ikut ke kamar mandi . Aku melarang nya untuk ikut karena takut nanti dia jijik . namun dia tak mengindahkan ucapan ku dan malah membantu ku menyelesaikan hajat ku . Dia tertawa pelan melihat wajah ku yang memerah karena malu lalu mencium pipi ku .


" gak usah malu . Sudah kewajiban ku untuk merawat mu. Kalau bukan aku lalu siapa lagi ?? " sungguh sangat menyejukkan hati mendengar ucapan Wiliam yang sangat tulus . Setelah selesai dia kembali menuntun ku menuju ranjang .


" kamu makan dulu ya , setelah itu minum obat . .?! "


dengan telaten Wiliam menyuapi ku bubur ayam yang masih hangat . Perut ku terasa nyaman saat bubur itu meluncur menuju lambung ku . Setelah menghabiskan semangkuk bubur , Wiliam menyodorkan beberapa macam obat . Aku langsung memakan obat itu. Wiliam membantu ku kembali berbaring .


" Mas. , anak kita mana ?? laki-laki apa perempuan ?? "


" Laki-laki . Kau tahu aku sangat cemburu dengan mu karena wajah nya sangat mirip dengan mu . aku hanya kebagian. bibir nya saja . Padahal aku bekerja dengan keras . . ?! " aku tertawa mendengar celotehan nya .


" Aku mau melihat bayi ku . . ?! "


" Kita tunggu aja disini . Kata suster nanti bakal di antar kesini . . ?! "


" Tapi aku bosan berbaring terus mas . . ?! " rengek ku .


" Baik lah . sebentar aku ambil kursi roda dulu . . ?! " Wiliam pergi sebentar lalu kembali dengan membawa kursi roda. Setelah aku duduk dengan nyaman Wiliam mendorong dengan pelan menuju ruang bayi yang tak terlalu jauh dengan ruang rawat ku . Hati ku terasa sangat bahagia saat Wiliam menunjuk seorang bayi yang sangat manis yang tengah tertidur .


" Itu putra kita . . ?! "


Wiliam benar , wajah bayi ku sangat identik dengan ku . tanpa ku sadari airmata kebahagian ku jatuh . Wiliam yang mengerti perasaan ku langsung memeluk dan mencium ku .


" Terima kasih sayang , kau rela mempertaruhkan nyawa mu demi melahirkan darah daging ku . anak kita . . ?! " Aku hanya bisa menganggukan kepala ku tanpa bisa bersuara . tiba-tiba ponsel Wiliam berdering . Dia pamit untuk mengangkat telpon dan sedikit menjauh . Aku menikmati memandang putra ku yang tampak menggeliat dengan wajah yang memerah . Aku tertawa pelan melihat nya . Tiba-tiba dua orang laki-laki seumuran Wiliam mendekati kaca penyekat ruang bayi . Salah satu pria mendorong kursi roda yang di duduki oleh seorang wanita cantik .


" Kau lihat kak , itu bayi ku . Dia sangat cantik bukan ?? " kata pria yang berambut ikal itu .


" Kau benar Rendra . Dia sangat cantik . . Apa sudah di beri nama ?? " kata pria yang berambut lurus


" Belum kak , apa kau punya usul ?? " kata wanita itu menatap pria berambut lurus dengan pandangan yang penuh arti.


" bagaimana kalau Chalista ?? " usul nya .


" hmm , nama yang bagus . Apa kau setuju Irene ?? " kata Rendra .


" Nama yang cantik aku suka , sayang . ?! " kata Irene .


" Baik lah , nama putri kita salah Chalista Samantha . . kita akan memanggilnya Lista. . ?! " putus Rendra .


" Haloo Lista sayang . ini mamah nak . . ?! " sapa Irene . Entah memang mengerti ucapan mamah nya atau hanya kebetulan , bayi itu tersenyum saat Irene memanggil nama yang di semat kan untuk nya . Membuat mereka tertawa . tiba-tiba ponsel Rendra berdering lalu dia menjauh untuk mengangkat telpon nya .


" Terima kasih Irene , kau telah melahirkan putri ku dengan sehat . . . ?! " kata pria itu mencium kening Irene.


" Putri kita , mas Candra . . ?! " kata Irene memeluk pinggang kakak ipar nya .

__ADS_1


" sayang . . !!? aku tersentak mendengar suara Wiliam karena aku sedang fokus mendengar percakapan orang di sebelah ku dengan posisi ku yang seperti sedang menatap bayi ku . Bisa ku lihat dari sudut mata ku kalau mereka menghentikan acara romantis mereka dengan terkejut .


" iya sayang . ?! " jawab ku .


" Apa sudah puas menatap bayi kita ?? kamu harus banyak istirahat supaya luka bekas operasi kamu cepat sembuh . . ?! " kata Wiliam merapikan poni ku .


" Sebentar lagi mas . . ?! "


" Baik lah . ?; " kata Wiliam tersenyum .


" Loh , Wiliam . . ?! " sapa seseorang di samping kami .


" Rendra . elo juga disini ?? " kata Wiliam sedikit terkejut .


" Iya , Dua hari yang lalu istri ku melahirkan . Kau lihat bayi cantik itu ?? dia putri ku . . ?! " kata Rendra tertawa bangga .


" Wah , selamat ya Ren , kebetulan hari ini istri ku operasi Caesar , itu putra ku . . ?! " kata Wiliam tak kalah bangga .


" haha selamat ya . Siapa nama putra mu ?? " kata Rendra tampak sangat bahagia .


" Belum di beri nama . Apa kau sudah menyiapkan nama nya sayang ?? " tanya Wiliam .


" Hmm . dulu aku ngidam nya ke pantai terus . Rasa nya suka banget lihat air laut yang bergelombang . Gimana kalau nama nya Sean ?? "


" Sean , bagus . baik lah boy , karena dulu kau ngidam ke pantai , nama mu adalah Sean Dominic . . Apa kau suka ?? ayo jawab papah, ha . . ?! " canda wiliam. Tanpa di duga bayi Sean menggeliat dan terdengar kentut nya yang cukup besar . Membuat aku dan Wiliam tertawa keras . Rendra pun ikut tertawa melihat tingkah bayi ku .


" Rendra , mereka siapa ?? " kata Irene mendekati kami dengan di dorong oleh kakak ipar nya .


" Sayang , kenalin dia Wiliam dan istri nya , dia rekan bisnis ku . ?! " kata Rendra .


" Irene.


" Elly . .


Irene tampak menatap ku lama. seperti menyelidiki sesuatu . Aku tahu apa yang ada di pikiran nya . Dia pasti menebak-nebak apakah aku mendengar dan melihat perbuatan dia dan kakak ipar nya atau tidak . Aku bersikap biasa saja , karena itu bukan urusan ku dan gak ada sangkut-pautnya dengan ku .


" Mas , kaki ku mulai kesemutan , . ?! "


" Oh , ya sudah , kalau begitu kami pamit duluan , Ren . . ?! " pamit Wiliam .


" Baik lah . Kami juga akan kembali ke ruang rawat . ?! "


lalu Wiliam mendorong ku menuju ruang VIP yang dia sewa untuk kami beristirahat . .


FLASHBACK OFF.


" Astaga . benar-benar tega. . ?! " kata Riska repleks .


" Tak ku sangka , dia menyimpan rahasia ini bertahun-tahun dengan sangat rapi . . ?! " kata Mommy .


" ingat , rahasia ini cukup kita bertiga yang tahu . . ?! " kata Elly .


Mereka mengangguk bersama lalu kembali memperhatikan gerak-gerik pasangan yang berbincang di halaman . Tampak Devan dan Bella bergabung dengan Sean dan Hana .


" Dek , tadi Sean bilang kalau kamu bikin dia kesal ?? " kata Devan menatap adik nya .


" Haa ?? kapan aku bikin dia kesal ?? " kata Hana menoleh Sean yang ternyata sedang menatap nya dengan tajam .


" Tadi , dia datang bergabung bareng kami dengan wajah yang jengkel setelah kembali dari balkon . . ?! " jelas Devan .


Hana memutar tubuh nya hingga berhadapan langsung dengan Sean . Hana menatap Sean lekat lalu kembali menatap Devan


" emang gue ngelakuin apa sampai bikin elo kesal ?? Perasaan gue gak ngapa-ngapain deh , tadi gue cuma tanya , besok kita balik ke kota kan ?? dia tanya memang kenapa ?? " gue jawab gue udah bolos kerja 3 hari . Nah di bilang gini , " bilang aja kalau elo kangen sama mantan pacar elo ." Gue emosi lah di tuduh yang enggak-enggak . Gue jawab aja " iya , gue kangen sama mantan gue . " Tiba-tiba dia banting gelas nya lalu pergi . .nah salah gua dimana sampai bikin dia kesal ??? " kata Hana kembali menatap Sean yang masih betah menatap nya . Devan dan Bella saling pandang lalu tertawa pelan seraya menggelengkan kepala nya .


" Sean. maafin adik gue ya , dia memang orang nya gak peka . . ?! " kata Devan . Bella hanya tersenyum lucu melihat wajah Hana yang bingung.


" Ini maksud nya apa sih. . . ??! " kata Hana bingung .


" Hana ,. . semestinya kamu itu ngerti kenapa Sean bisa marah karena ucapan kamu itu .. ?! " kata Bella . Hana tampak seperti berpikir .


" sumpah , gue gak ngerti maksud nya .. jelasin lah woy biar gue ngerti . . ?! " kata Hana .


" Sean elo ngomong aja langsung biar Adek gue ngerti . . ?! " kata Devan . Hana menoleh Sean . Tampak Sean membenarkan duduk nya dan menghadap Hana . dia menatap lekat mata Hana yang sangat menenangkan bagi Sean .


" Gue gak suka elo ungkit-ungkit tentang mantan elo . . ?! " sarkas Sean .


" yang ngungkit masalah mantan gue itu siapa ?? elo kan tadi yang ngungkit . Dia yang ngungkit dia yang marah . Dasar cowok aneh . . . ?! " kata Hana . Namun tiba-tiba wajah nya tampak terkejut setelah menyadari sesuatu . Dia menatap Sean lekat .


" Sean . .


" Karena aku suka sama kamu . . . ?!!? " potong Sean .


DEG


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


__ADS_2