
BRUUKH
seisi ruangan terkejut dan menoleh pada Irene yang pingsan .
" Mamah . . ?! " Rendra dan Chalista menghampiri tubuh Irene yang tergeletak di lantai . Rendra langsung menggendong Irene ala bridal dan membawa nya pergi . sejenak suasana menjadi hening .
" Maaf semua nya atas kejadian ini hingga membuat sedikit tidak nyaman . Ayo kita lanjutkan acaranya . . ?! " kata Albert .
Musik kembali mengalun lembut . Para tamu melanjutkan perbincangan mereka . Bahkan kejadian tadi juga tak luput menjadi topik mereka . Sean melirik Hana yang berjalan menjauh dari keramaian menuju balkon . Diam-diam dia mengikuti Hana . Sesampai nya di balkon tampak Hana menghadap keluar balkon dengan memeluk lengan nya . Sean melepas jas nya lalu menyelimutkan nya ke punggung Hana ,membuat Hana terkesiap .
" Sudah tahu udara dingin , tapi masih nekat keluar . ?! " kata Sean mensejajarkan tubuh nya ke samping Hana . Dia menatap Hana yang tampak termenung .
" Sean . . besok kita pulang kan ?? " kata Hana
" Kenapa ? kau tak betah disini ?? " kata Sean
" aku sudah bolos kerja selama 3 hari . . !!? "
" Hee , bolos kerja . Bilang saja kalau kau Merindukan mantan pacar mu itu . . ?! " sarkas Sean . Hana menatap wajah Sean yang tampak tak suka .
" Haa elo benar . gue kangen banget sama mantan gue . . ?! " kata Hana asal. Namun jawaban Hana justru memancing emosi Sean . Dia melempar gelas nya ke sudut balkon lalu pergi meninggalkan Hana dengan langkah kasar . Hana terpaku ,dia heran dengan sikap Sean .
" Dasar cowok aneh . . ?! " kata Hana tidak peka . Dia kembali menatap keluar .
Disisi lain , Sean menghampiri Devan yang sedang duduk bersama beberapa pebisnis yang masih lajang yang cukup akrab dengan nya . Sean duduk di samping Devan lalu menenggak dengan kasar minuman beralkohol yang baru saja di tuangkan oleh Devan. Devan yang paham dengan sifat sahabat nya itu , dia jelas tahu kalau Sean sedang kesal .
" sudahlah Sean . Gak usah di pikirkan masalah tadi . Itu cuma hal kecil . nyokap elo juga punya kartu as untuk menghadapi keluarga Samantha . . ?!! ' kata Devan .
" Gue gak mikirin masalah sepele itu . . ?! " kata Sean tajam .
" lalu apa yang bikin elo kesal kayak gini ?? " kata Devan bingung.
" Adik elo . . ?! " kata Sean , namun dalam hitungan detik raut wajah Sean berubah tersentak dengan ucapan nya yang tak sengaja . Sean menatap sekilas pada Devan lalu membuang tatapan nya .
" Hana ?? memang Hana kenapa ?? " kata Devan d Ngan alis mengernyit.
" sudah lah . . ?! " kata Sean lalu menyesap minuman nya . Sean melirik sekilas Devan yang masih memperhatikan nya .
" bodoh , kenapa bisa sampai keceplosan sih . . ?!! " batin Sean .
" Dev , Sean , gimana kalau kita samperin para gadis itu . Sepertinya berjalan-jalan menikmati angin malam di halaman cukup nyaman . . ?! " kata Romeo .
" boleh juga . . ayo . ?! " kata Reno.
Devan pun mengikuti rekan nya termasuk Sean .
Di sofa yang di susun melingkar , tampak para gadis sedang berbincang dengan teman masing-masing di temani minuman dan makanan . Hana pun sudah bergabung dan sedang mengobrol dengan Bella dan gadis lain nya .
" Hana , kamu pake jas siapa ?? " tanya Chalista yang yang merasa familiar dengan jas merah itu .
" Kenapa ?? " kata Hana cuek .
" Gue tanya itu jas siapa ?? " kata Chalista masih ngotot.
" Gak penting . . ?! " kata Hana memasukan kue tart ke mulut nya .
" Tapi . .
" Guys ,seperti nya kita kedatangan tamu. . ?! " kata salah satu gadis . Para gadis sontak menoleh pada arah yang dimana pandangan gadis itu tertuju . Tampak empat cogan tengah mendekati mereka . mereka mulai merapikan rambut dan penampilan mereka . Sedangkan Bella menatap mereka dengan tersenyum . Chalista tampak duduk dengan pose yang anggun , tatapan nya tak lepas dari Sean . Namun mata nya seketika sedikit melebar saat melihat Sean hanya memakai kemeja putih nya tanpa jas . tatapan Chalista berpindah dari Sean ke Hana . Hati nya menjadi panas setelah rasa penasaran nya pada jas yang di tersampir di bahu Hana sudah terjawab . Dia berusaha untuk tersenyum semanis mungkin pada Sean . tatapan Sean terkunci pada Hana yang masih asyik menguyah kue nya tanpa menghiraukan kedatangan para cowok . Sangat berbeda dengan ekspresi para gadis lain nya yang memasang sikap manis.
" sungguh gadis yang unik . . Kau akan menjadi milik ku . Hana . . ?! " batin Sean .
Senyum tipis terbit di bibir nya yang tipis .
" HY girls . Mau ikut kita memandang pandangan malam ?? " tawar Romeo mengulurkan tangan nya pada Anna . Tanpa menjawab Anna menerima uluran tangan Romeo dengan tersenyum .
Devan menghampiri Bella dan mengulurkan tangan nya di sambut oleh Bella dengan senang hati membuat Jesi menatap Bella tajam . Bella yang biasa nya akan menunduk jika di tatap tajam oleh Jesi , kali ini dia membalas tatapan Jesi dengan tajam . Membuat Jesi terkejut .
" Hana , mau berjalan dengan ku ?? aku ingin mengenal kamu lebih dekat . . ?! "" kata Reno mengulurkan tangan nya . Hana mendongakkan kepala nya melihat cowok yang menyapa nya . Dia menelan kue yang masih dia kunyah .
" Aku . . .
" Maaf tapi Hana sudah punya janji dengan ku . . ?! " kata Sean memotong ucapan Hana seraya menghampiri Hana .
" janji ?? " beo Reno .
" Iya , kau lihat jas yang di pakai Hana ?? " kata Sean .
Reno memperhatikan jas merah itu . Dia pun mengangguk paham .
" sorry bro , gue gak perhatiin jas itu tadi . ok .Gue ngalah . ?! " kata Reno lalu menghampiri jesi . Dengan terpaksa Jesi menerima ajakan Reno karena ingin mengikuti Devan .
" Ayo , berhenti lah memakan makanan manis . . ?! " kata Sean merebut piring kue Hana .
" Sean , balikin . . sayang loh kue nya masih tinggal dikit lagi . . ?! " protes Hana dengan nada yang lucu di telinga Sean . Sean tersenyum , membuat Chalista dan gadis lain tercengang melihat Sean tersenyum kali ini . Pasal nya mereka mendengar rumor kalau Sean adalah pria dingin dan kejam.
" Bawel . . ?! " kata Sean menyendok sepotong kecil kue yang masih tersisa lalu menyodorkan nya ke mulut Hana . Dengan kesal Hana menerima suapan Sean dengan kasar hingga sedikit belepotan di sekitar bibir nya . Sean terkekeh lalu menarik tisu di meja dan mengelap bibir Hana yang tampak belepotan oleh coklat .
" aneh loh . Tadi tiba-tiba ngamuk sekarang sok manis . . ?!! " sunggut Hana .
" Ayo . . ?! " kata Sean menarik tangan Hana.
" Mau kemana sih ?? " kata Hana .
" Sean , kenapa kamu gak ngajak aku ?? " kata Chalista tanpa rasa malu .
Tanpa menjawab pertanyaan Chalista , Sean menarik tangan Hana menuju halaman yang sudah di hias .
Di atas balkon , karisma, Elly dan Riska tampak tersenyum melihat interaksi putra putri nya .
" Ell , seperti nya kita tidak akan terlalu repot mengurus perjodohan putra putri kita . . ?! " kata mommy .
" Kau benar Risma , sepertinya putra ku sudah tertarik lebih dulu pada calon mantu ku . .Seperti nya sebentar lagi kita akan menimang cucu . . ?! " kata Elly bahagia .
__ADS_1
" No , no, no . bukan kau dengan Risma yang akan menimang cucu , tapi Risma dan aku yang akan menimang cucu duluan . .haha . . ?! " tawa Riska tampak bahagia .
" Kenapa bisa begitu ?? kau lihat putra ku sangat gigih mendekati Hana . . ?! " kata Elly tak terima
" Tapi kau lihat putri ku dan putra Karisma ?? Mereka sudah sama-sama saling mencintai . Dan Devan adalah anak sulung keluarga Winata . Jadi otomatis Devan yang akan duluan menikah dan segera memberi kami cucu . .hahaha . . ?! " kata Riska kembali tertawa senang .
" Ya , ya. ya . . Kau menang Riska . . ?; " kata Elly mengalah , membuat karisma dan Riska tertawa pelan .
" Oh iya Ell , tadi kamu bilang kalau kamu tahu rahasia keluarga Samantha Memang rahasia apa sih . .?? " kata Mommy penasaran .
"Iya Ell, aku juga penasaran . ?! " timpal Riska .
" Dulu aku tak sengaja mendengar percakapan Irene dan ayah kandung putri nya di rumah sakit . ?! "
" ayah kandung ?? Si Rendra kan ?? " kata Riska
" Bukan Rendra . . tapi . . . .
FLASHBACK ON .
Beberapa jam lagi , jadwal operasi Caesar ku akan tiba . Aku mengeluas perut buncit ku dengan penuh rasa bahagia . Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu .Siapa yang tidak akan bahagia .
ceklek
Aku menoleh ke arah pintu yang di buka dari luar . Aku tersenyum saat melihat suami ku , Wiliam , masuk dengan wajah yang sumringah . Dia menghampiri ku dan mencium kening ku .
" Kamu yang kuat ya . Demi aku dan buah hati kita . . ?! " kata Wiliam .
" asal kau selalu ada di samping aku . Aku akan kuat . . ?! "
" Pasti , aku akan selalu berada di sampingmu . Ayo kita berangkat . ?! "
Wiliam membantu ku bangun , dia memapah ku berjalan pelan menuruni tangga . Semua keperluan ku dan bayi kami sudah di taruh di bagasi mobil . Setelah aku duduk dengan nyaman di bangku depan . Wiliam langsung masuk dan duduk di bangku sopir. mobil m laju dengan santai .
" sayang , kau ingin camilan ?? " tawar Wiliam .
" Tidak sayang . Aku di anjurkan agar tidak memakan apapun sebelum operasi . ?! "
Suasana kembali hening . Aku menyandarkan kepala ku ke bangku dan memejamkan mata . Terasa Wiliam mengusap perut ku , lalu mengusap kepala ku dengan lembut . Dapat ku rasakan besarnya cinta dan kasih sayang Wiliam untuk ku .
Beberapa menit kemudian , kami tiba di rumah sakit . Setelah memarkirkan mobil nya , dia meminta kursi roda pada suster untuk ku . Lalu dia mendorong kursi roda dengan penuh hati-hati menuju ruang operasi . Saat di ruangan , semua alat yang di perlukan sudah di siapkan . Aku berbaring di brangkar dengan di bantu Wiliam .
" Maaf bapak , silahkan bapak tunggu di luar ya . . ?! " kata suster .
" Elly sayang . ingat kamu harus kuat ya . Aku akan menunggu kamu di luar . . !!? "
Wiliam meninggalkan ku dengan langkah yang berat .Aku tersenyum untuk menenangkan nya . Setelah itu dokter dan suster memulai proses operasi , mulai dari penyuntikan anestesi di tulang belakang , kemudian di lanjutkan dengan proses lain nya hingga selesai . Antara sadar dan tidak , sayup-sayup aku mendengar suara tangisan bayi . Hingga akhir nya kesadaran ku hilang .
samar-samar aku merasakan nyeri di bagian perut ku ,membuat kesadaran ku semakin tertarik . hingga akhir nya mata ku perlahan berhasil terbuka setelah aku berusaha cukup lama . Aku melihat sosok laki-laki yang begitu mencintai ku tengah tersenyum pada ku .
" Mas Wiliam . . ?! "
" Akhir nya kamu siuman Ell . . ?! "
" Apa terasa nyeri ?? " kata Wiliam . aku mengangguk . Dia menyodorkan gelas berisi air putih pada ku . Aku meminum nya sampai habis . Wiliam mengambil gelas itu kembali .
" mas , aku mau ke kamar mandi . . ?! "
Wiliam langsung membantu ku turun dari ranjang . Lalu menuntun ku ke kamar mandi . Bahkan dia ikut ke kamar mandi . Aku melarang nya untuk ikut karena takut nanti dia jijik . namun dia tak mengindahkan ucapan ku dan malah membantu ku menyelesaikan hajat ku . Dia tertawa pelan melihat wajah ku yang memerah karena malu lalu mencium pipi ku .
" gak usah malu . Sudah kewajiban ku untuk merawat mu. Kalau bukan aku lalu siapa lagi ?? " sungguh sangat menyejukkan hati mendengar ucapan Wiliam yang sangat tulus . Setelah selesai dia kembali menuntun ku menuju ranjang .
" kamu makan dulu ya , setelah itu minum obat . .?! "
dengan telaten Wiliam menyuapi ku bubur ayam yang masih hangat . Perut ku terasa nyaman saat bubur itu meluncur menuju lambung ku . Setelah menghabiskan semangkuk bubur , Wiliam menyodorkan beberapa macam obat . Aku langsung memakan obat itu. Wiliam membantu ku kembali berbaring .
" Mas. , anak kita mana ?? laki-laki apa perempuan ?? "
" Laki-laki . Kau tahu aku sangat cemburu dengan mu karena wajah nya sangat mirip dengan mu . aku hanya kebagian. bibir nya saja . Padahal aku bekerja dengan keras . . ?! " aku tertawa mendengar celotehan nya .
" Aku mau melihat bayi ku . . ?! "
" Kita tunggu aja disini . Kata suster nanti bakal di antar kesini . . ?! "
" Tapi aku bosan berbaring terus mas . . ?! " rengek ku .
" Baik lah . sebentar aku ambil kursi roda dulu . . ?! " Wiliam pergi sebentar lalu kembali dengan membawa kursi roda. Setelah aku duduk dengan nyaman Wiliam mendorong dengan pelan menuju ruang bayi yang tak terlalu jauh dengan ruang rawat ku . Hati ku terasa sangat bahagia saat Wiliam menunjuk seorang bayi yang sangat manis yang tengah tertidur .
" Itu putra kita . . ?! "
Wiliam benar , wajah bayi ku sangat identik dengan ku . tanpa ku sadari airmata kebahagian ku jatuh . Wiliam yang mengerti perasaan ku langsung memeluk dan mencium ku .
" Terima kasih sayang , kau rela mempertaruhkan nyawa mu demi melahirkan darah daging ku . anak kita . . ?! " Aku hanya bisa menganggukan kepala ku tanpa bisa bersuara . tiba-tiba ponsel Wiliam berdering . Dia pamit untuk mengangkat telpon dan sedikit menjauh . Aku menikmati memandang putra ku yang tampak menggeliat dengan wajah yang memerah . Aku tertawa pelan melihat nya . Tiba-tiba dua orang laki-laki seumuran Wiliam mendekati kaca penyekat ruang bayi . Salah satu pria mendorong kursi roda yang di duduki oleh seorang wanita cantik .
" Kau lihat kak , itu bayi ku . Dia sangat cantik bukan ?? " kata pria yang berambut ikal itu .
" Kau benar Rendra . Dia sangat cantik . . Apa sudah di beri nama ?? " kata pria yang berambut lurus
" Belum kak , apa kau punya usul ?? " kata wanita itu menatap pria berambut lurus dengan pandangan yang penuh arti.
" bagaimana kalau Chalista ?? " usul nya .
" hmm , nama yang bagus . Apa kau setuju Irene ?? " kata Rendra .
" Nama yang cantik aku suka , sayang . ?! " kata Irene .
" Baik lah , nama putri kita salah Chalista Samantha . . kita akan memanggilnya Lista. . ?! " putus Rendra .
" Haloo Lista sayang . ini mamah nak . . ?! " sapa Irene . Entah memang mengerti ucapan mamah nya atau hanya kebetulan , bayi itu tersenyum saat Irene memanggil nama yang di semat kan untuk nya . Membuat mereka tertawa . tiba-tiba ponsel Rendra berdering lalu dia menjauh untuk mengangkat telpon nya .
" Terima kasih Irene , kau telah melahirkan putri ku dengan sehat . . . ?! " kata pria itu mencium kening Irene.
" Putri kita , mas Candra . . ?! " kata Irene memeluk pinggang kakak ipar nya .
__ADS_1
" sayang . . !!? aku tersentak mendengar suara Wiliam karena aku sedang fokus mendengar percakapan orang di sebelah ku dengan posisi ku yang seperti sedang menatap bayi ku . Bisa ku lihat dari sudut mata ku kalau mereka menghentikan acara romantis mereka dengan terkejut .
" iya sayang . ?! " jawab ku .
" Apa sudah puas menatap bayi kita ?? kamu harus banyak istirahat supaya luka bekas operasi kamu cepat sembuh . . ?! " kata Wiliam merapikan poni ku .
" Sebentar lagi mas . . ?! "
" Baik lah . ?; " kata Wiliam tersenyum .
" Loh , Wiliam . . ?! " sapa seseorang di samping kami .
" Rendra . elo juga disini ?? " kata Wiliam sedikit terkejut .
" Iya , Dua hari yang lalu istri ku melahirkan . Kau lihat bayi cantik itu ?? dia putri ku . . ?! " kata Rendra tertawa bangga .
" Wah , selamat ya Ren , kebetulan hari ini istri ku operasi Caesar , itu putra ku . . ?! " kata Wiliam tak kalah bangga .
" haha selamat ya . Siapa nama putra mu ?? " kata Rendra tampak sangat bahagia .
" Belum di beri nama . Apa kau sudah menyiapkan nama nya sayang ?? " tanya Wiliam .
" Hmm . dulu aku ngidam nya ke pantai terus . Rasa nya suka banget lihat air laut yang bergelombang . Gimana kalau nama nya Sean ?? "
" Sean , bagus . baik lah boy , karena dulu kau ngidam ke pantai , nama mu adalah Sean Dominic . . Apa kau suka ?? ayo jawab papah, ha . . ?! " canda wiliam. Tanpa di duga bayi Sean menggeliat dan terdengar kentut nya yang cukup besar . Membuat aku dan Wiliam tertawa keras . Rendra pun ikut tertawa melihat tingkah bayi ku .
" Rendra , mereka siapa ?? " kata Irene mendekati kami dengan di dorong oleh kakak ipar nya .
" Sayang , kenalin dia Wiliam dan istri nya , dia rekan bisnis ku . ?! " kata Rendra .
" Irene.
" Elly . .
Irene tampak menatap ku lama. seperti menyelidiki sesuatu . Aku tahu apa yang ada di pikiran nya . Dia pasti menebak-nebak apakah aku mendengar dan melihat perbuatan dia dan kakak ipar nya atau tidak . Aku bersikap biasa saja , karena itu bukan urusan ku dan gak ada sangkut-pautnya dengan ku .
" Mas , kaki ku mulai kesemutan , . ?! "
" Oh , ya sudah , kalau begitu kami pamit duluan , Ren . . ?! " pamit Wiliam .
" Baik lah . Kami juga akan kembali ke ruang rawat . ?! "
lalu Wiliam mendorong ku menuju ruang VIP yang dia sewa untuk kami beristirahat . .
FLASHBACK OFF.
" Astaga . benar-benar tega. . ?! " kata Riska repleks .
" Tak ku sangka , dia menyimpan rahasia ini bertahun-tahun dengan sangat rapi . . ?! " kata Mommy .
" ingat , rahasia ini cukup kita bertiga yang tahu . . ?! " kata Elly .
Mereka mengangguk bersama lalu kembali memperhatikan gerak-gerik pasangan yang berbincang di halaman . Tampak Devan dan Bella bergabung dengan Sean dan Hana .
" Dek , tadi Sean bilang kalau kamu bikin dia kesal ?? " kata Devan menatap adik nya .
" Haa ?? kapan aku bikin dia kesal ?? " kata Hana menoleh Sean yang ternyata sedang menatap nya dengan tajam .
" Tadi , dia datang bergabung bareng kami dengan wajah yang jengkel setelah kembali dari balkon . . ?! " jelas Devan .
Hana memutar tubuh nya hingga berhadapan langsung dengan Sean . Hana menatap Sean lekat lalu kembali menatap Devan
" emang gue ngelakuin apa sampai bikin elo kesal ?? Perasaan gue gak ngapa-ngapain deh , tadi gue cuma tanya , besok kita balik ke kota kan ?? dia tanya memang kenapa ?? " gue jawab gue udah bolos kerja 3 hari . Nah di bilang gini , " bilang aja kalau elo kangen sama mantan pacar elo ." Gue emosi lah di tuduh yang enggak-enggak . Gue jawab aja " iya , gue kangen sama mantan gue . " Tiba-tiba dia banting gelas nya lalu pergi . .nah salah gua dimana sampai bikin dia kesal ??? " kata Hana kembali menatap Sean yang masih betah menatap nya . Devan dan Bella saling pandang lalu tertawa pelan seraya menggelengkan kepala nya .
" Sean. maafin adik gue ya , dia memang orang nya gak peka . . ?! " kata Devan . Bella hanya tersenyum lucu melihat wajah Hana yang bingung.
" Ini maksud nya apa sih. . . ??! " kata Hana bingung .
" Hana ,. . semestinya kamu itu ngerti kenapa Sean bisa marah karena ucapan kamu itu .. ?! " kata Bella . Hana tampak seperti berpikir .
" sumpah , gue gak ngerti maksud nya .. jelasin lah woy biar gue ngerti . . ?! " kata Hana .
" Sean elo ngomong aja langsung biar Adek gue ngerti . . ?! " kata Devan . Hana menoleh Sean . Tampak Sean membenarkan duduk nya dan menghadap Hana . dia menatap lekat mata Hana yang sangat menenangkan bagi Sean .
" Gue gak suka elo ungkit-ungkit tentang mantan elo . . ?! " sarkas Sean .
" yang ngungkit masalah mantan gue itu siapa ?? elo kan tadi yang ngungkit . Dia yang ngungkit dia yang marah . Dasar cowok aneh . . . ?! " kata Hana . Namun tiba-tiba wajah nya tampak terkejut setelah menyadari sesuatu . Dia menatap Sean lekat .
" Sean . .
" Karena aku suka sama kamu . . . ?!!? " potong Sean .
DEG
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
__ADS_1