
Mommy menatap lekat cucu nya yang tengah tertidur lelap . Kehadiran cucu pertama nya itu membuat perasaan mommy bercampur aduk antara bahagia dan sedih . Bahagia karena keinginan nya menimang cucu telah tercapai , tapi juga sedih karena rupa sang cucu sangat mirip dengan Hana sewaktu bayi , membuat mommy semakin memikirkan putri kesayangan nya . Dia perlahan bangkit dan keluar dari kamar Bella yang juga sudah tertidur lalu menutup pintu pelan . Mommy lalu menuju ke dapur dan duduk di kursi meja makan sambil menuang air ke gelas dan meminum nya .
" nyonya , ayo makan dulu . Dari tadi pagi nyonya belum makan loh . . " kata bibi
" nanti saja bi , saya belum lapar . " kata mommy lesu .
" Gak lapar gimana , ini udah siang loh Nya . Kalau nyonya gak makan nanti nyonya sakit . Nah , kalau nyonya sakit , non Hana pasti sedih kalau dia tahu nyonya sakit karena mikirin nona . . " bujuk bibi . Mommy menatap bibi yang sudah bekerja pada nya sejak mereka baru menikah dulu . Boleh di bilang bibi adalah teman curhat nya . Bahkan Devan dan Hana sudah menganggap bibi adalah anggota keluarga nya .
" ayo , Nya . Nyonya harus makan walau sedikit . Supaya nanti saat nona muda pulang , nyonya bisa menemani nona muda . . " kata bibi . Bibi menyendok nasi lalu menyuapkan nya pada mommy . Perlahan mommy membuka mulut nya dan mengunyah makanan nya dengan pelan . Tapi tiba-tiba airmata nya jatuh melintasi pipi nya .
" Bi , kira-kira Hana sudah makan belum ya ? . . hiks hiks hiks . . " mommy kembali menangis , bibi meletakkan piring lalu merangkul mommy hingga mommy menangis semakin kencang .
" Nyonya , sudah jangan menangis lagi . kita semua tahu kalau non Hana gadis yang kuat , non Hana pasti baik-baik aja . ." kata bibi mencoba menghibur mommy .
" Tapi kapan princess ku pulang , hiks hiks , kapan bi , , kapan . . " ratap mommy penuh dengan kepiluan .
" Kita terus berdoa , semoga tuan muda dan tuan Sean membawa non Hana pulang secepat nya . . " kata bibi berusaha kuat agar tidak ikut menangis .
________________________
Tak terasa waktu tiga hari telah berlalu . Luka-luka Adhara juga sudah pulih , kini kecantikan Hana alias Adhara kembali terpancar . Adhara juga sudah bisa bergerak sedikit bebas karena retak di rusuk nya berangsur baik berkat perawatan yang tepat .
Saat ini Adhara sendirian karena Faisal dan Nadira sudah kembali beraktivitas . Tapi Nadira selalu datang tepat jam makan siang dan menemani Adhara hingga besok pagi . Karena Nadira selalu menemani nya dan selalu memberikan perhatian yang tulus , sedikit demi sedikit Adhara mulai menyukai Nadira dan merasa ketergantungan pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu . Adhara bangkit dan berdiri di dekat jendela kaca , dia memperhatikan pemandangan di luar yang di hiasi beberapa gedung yang tinggi serta deretan bangunan lain nya yang berjajar rapi . Langit yang biru cerah dengan sedikit awan , serta burung-burung yang berseliweran di dahan pohon yang tak jauh dari jendela .
__ADS_1
Pikiran Adhara kini tengah melayang , dia mencoba mengingat sesuatu tentang diri nya . Tapi sayang , dia tidak menemukan ingatan apapun . Dia juga telah memeriksa tubuh nya sendiri saat berada di kamar mandi , dia tidak menemukan apapun . Hanya sebuah tato Naga yang melilit sebuah pedang yang terukir di lengan kanan nya . Adhara mendesah kesal saat tak berhasil mengingat sedikitpun tentang diri nya .
" saat keluar dari ruangan sakit nanti , kemana aku harus pulang ? Jangan kan tempat tinggal , nama ku saja aku tidak ingat , Uang apalagi , , ! " batin Adhara , dia menghela nafas panjang memikirkan nasib nya setelah ini . Saat dia tengah galau dengan pikiran nya , tiba-tiba dia kejutkan dengan suara pintu yang terbuka . Seulas senyum terlukis di wajah wanita yang selama ini menemani nya .
" Adhara , kamu merasa bosan ya di kamar terus ? " kata Nadira meletakkan paperbag ke atas meja dan mendekati Adhara .
" ya , aku sedikit bosan . . " kata Adhara tersenyum tipis .
" Aku udah bawa makan siang , ayo kamu harus makan dulu . . " kata Nadira menarik pelan tangan Adhara dan mendudukkan di sofa . Nadira sibuk membuka rantang yang sudah dia siapkan . Ada nasi hangat dan semur ayam . Adhara terlihat berbinar saat melihat sebuah cup yang berisi eclair cake sebagai dessert nya .
" sepertinya kamu sangat suka coklat . " kata Nadira yang sudah memperhatikan kebiasaan Adhara .
" kamu benar , entah kenapa aku sangat senang melihat makanan yang berbahan coklat . " kata Adhara masih bingung harus memanggil apa pada Nadira . Nadira tersenyum melihat kecanggungan Adhara . Dia mempersilahkan Adhara makan karena Adhara sekarang sudah bisa makan sendiri .
" Makan yang banyak , biar kesehatan kamu semakin baik. " kata Nadira . Adhara hanya mengangguk karena mulut nya penuh dengan makanan . Saat sedang asyik , pintu terbuka dan Faisal masuk dengan tersenyum kala melihat Adhara makan dengan pipi menggembung .
" Semua nya sudah selesai . Adhara sudah bisa pulang , ." kata Faisal .
" Benarkah ? " kata Adhara setelah menelan makanan nya dengan di bantu air minum .
" benar . " kata Faisal . Mereka yang tadi nya tersenyum , kini tampak bingung dengan sikap Adhara yang terlihat gusar. Nadira menggenggam tangan Adhara lembut hingga Adhara menoleh .
" Adhara , ada apa ? " kata Nadira .
__ADS_1
" Terima kasih kalian telah menolong dan merawat aku dengan baik . Setelah ini aku akan mencoba berusaha bertahan sendiri , dan setelah aku berhasil nanti aku akan membalas kebaikan kalian . ." kata Adhara pelan . Nadira dan Faisal saling memandang .
" Memang nya setelah ini kamu mau kemana ? " kata Faisal mengerti maksud ucapan Adhara .
" Entah lah , aku belum tahu . " kata Adhara jujur . Faisal dan Nadira kembali saling berpandangan , terlihat mereka sama-sama mengangguk .
" Adhara , karena kamu hilang ingatan , otomatis kamu juga tidak akan ingat rumah mu kan . Maka dari itu kami berniat ingin membawa mu pulang ke rumah kami dan menjadikan mu anak kami . Itupun jika kamu setuju. " kata Faisal .
" kami tidak memaksa kok . Walau pun kamu tidak setuju kami akan tetap menyiapkan tempat tinggal untuk kamu dan memenuhi kebutuhan mu selama kamu belum mengingat semua nya . ." kata Nadira , tapi dia masih berharap kalau Adhara akan setuju .
Adhara menatap wajah pasangan itu dengan seksama . Adhara bisa melihat ketulusan mereka dari pancaran mata mereka yang jernih . Dia pun membenarkan ucapan Faisal , dia kembali menimbang permintaan mereka yang ingin mengangkat dia sebagai anak mereka .
" tapi bagaimana dengan anak-anak kalian ? Apa mereka setuju dengan niat kalian ? " kata Adhara takut jika akan ada kesalahpahaman .
" Kami tidak mempunyai anak . . Aku sangat ingin mendengar panggilan ibu dari seorang anak . Tapi takdir berkata lain . Saat kami menemukan mu kemarin , aku merasa kalau Tuhan mendengarkan doa ku dengan mengirimkan mu di hari anniversary kami . Tapi kau jangan merasa terbebani , seperti yang aku ucapkan tadi , kami tidak memaksa kok. " kata Nadira pasrah seraya menyeka airmata nya yang sempat turun . Faisal merangkul Nadira dengan wajah yang sendu . Entah kenapa Adhara merasa sedih melihat Nadira yang biasa nya ceria kini terlihat tertekan . Tanpa sadar tangan nya terulur dan menyeka sudut mata Nadira yang masih basah .
" Bunda sama ayah jangan sedih lagi ya . . " kata Adhara . Nadira dan Faisal tersentak mendengar ucapan Adhara .
" Adhara , tadi kamu bilang apa . ? " kata Nadira tidak percaya dengan pendengaran nya .
" Bunda sama ayah jangan sedih lagi . Adhara akan tinggal dan menemani bunda sama ayah . " kata Adhara .
" Alhamdulillah ya Allah . . Kau mengabulkan doa kami . . " kata Faisal bersujud lalu memeluk Nadira dan Adhara yang sudah lebih dulu berpelukan .
__ADS_1
" Terima kasih sayang , ,terima kasih . " kata Nadira serak menahan tangis haru nya lalu mencium kening Adhara penuh kasih sayang .
BERSAMBUNG