SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 138 sepotong ingatan


__ADS_3

" Elo , , , ngapain elo kesini. ? ooh , atau jangan-jangan elo masih mau minta ganti rugi , iya. ?? " kata Adhara berkacak pinggang . Bukan nya tersinggung cowok itu malah tersenyum .


" Dhara , gak boleh gitu . Ingat kita tamu disini. . " tegur Nadira takut keluarga itu akan tersinggung dengan sikap Adhara . Adhara menurunkan tangan nya tapi wajah nya masih terlihat kesal . Devan ingin sekali tertawa dengan kencang , melihat sikap Adhara yang galak mengingatkan nya pada sebuah cerita .


" Adhara , kenalkan dia teman ku . Nama nya . . . Sean Dominic . .


*slash *


*Bayangan buram kembali melintas seperti kaset rusak . Kali ini bayangan buram itu menampilkan siluet sepasang muda mudi yang berpelukan , dimana pemuda yang berwajah sama dengan cowok di depan Adhara memeluk gadis yang sama persis dengan nya dari belakang . Senyum dan tatapan mereka begitu jelas memancarkan cinta dsn kasih sayang yang yang besar . *


" I love you Nana . .


" I love you too , Sean .


" Sudah , sudah . Nanti saja di lanjutkan lagi perkenalan nya , ya. Ayo kita makan siang dulu . . " kata mommy dengan riang tapi seketika membuyarkan bayangan itu dari memori Adhara . Devan tersenyum tipis melihat mommy yang kini terlihat lebih bersemangat .


Di ruang makan , meja yang biasa nya hanya di isi empat orang kini terlihat hampir penuh . Meja pun sudah penuh dengan berbagai hidangan . Mereka makan siang dengan tenang . Di sela suapan nya , Sean mencuri pandang pada Adhara yang duduk di seberang nya . Tapi Adhara tak mengangkat pandangan nya selama dia makan . Setelah semua menyelesaikan makan siang nya , beberapa pelayan kini menghidangkan puding coklat sebagai dessert . Mommy kembali terlihat senang saat melihat reaksi Adhara yang berbinar saat menatap puding di depan nya . Tanpa berkomentar Adhara langsung menyendok puding itu dan melahap nya , dia tampak begitu menikmati nya .


" Bagaimana rasa puding nya ? enak non . ? " kata bibi .


" Uum , Apa ini bibi yang bikin . ? " kata Adhara ramah .


" Benar , non . " kata Bibi mencoba menahan perasaan rindu nya sekuat tenaga .


" Rasa nya enak banget . . " kata Adhara berbinar . Melihat binar di mata nona kesayangan nya , bibi tak mampu lagi membendung perasaan nya , dia terisak dengan wajah menunduk . Melihat ART itu terisak , buru-buru Adhara bangkit dan mendekati nya .


" Bi , bibi kenapa ? apa Dhara ada salah kata . ? " kata Adhara khawatir . Bibi itu hanya menggeleng .


" Maaf , mata bibi perih , mungkin gak sengaja kena bumbu . Saya permisi , non . " kata bibi langsung pergi . Adhara menatap kepergian bibi itu dengan sendu .


" Sudah ,tidak apa-apa , sayang . Ayo ,makan lagi puding nya . Lihat itu masih banyak , kamu boleh ambil lagi . " kata mommy antusias .


" Apa boleh . ? " kata Adhara berbinar .


" Tentu saja . Ayo habiskan . Mommy akan sangat senang jika kamu menghabiskan nya . " kata mommy . Adhara dengan senang hati mengambil satu cup lagi dan melahap nya .


" Dasar , ratu coklat . . " gumam Sean dengan senyum tipis nya .

__ADS_1


skip


Setelah makan siang , mommy dan Daddy mengajak bersantai sejenak di ruang tamu untuk mencerna makanan yang baru saja masuk ke perut . Para lelaki sibuk membahas soal bisnis , sedangkan para wanita hanya menyimak dan sesekali ikut tertawa saat sebuah gurauan mengisi sela percakapan mereka . Mommy melirik Adhara yang tampak memperhatikan sekeliling ruangan karena merasa bosan .


" Devan , Sean . Coba kalian ajak Dhara jalan-jalan di sekitar , seperti nya Dhara bosan . " kata mommy


" gak kok . Dhara gak apa-apa . " kata Adhara cepat .


" Sudah , gak apa-apa . Sana ikut Kakak mu sama Sean . " kata mommy yang seakan sudah mengakui kalau Adhara adalah putri nya .


" Ayo , kamu pasti suka tempat yang akan aku tunjukkan . " kata Devan bangkit di ikuti Sean yang terus menatap Adhara . Mau tak mau karena memang merasa bosan , Adhara pun mengikuti langkah Devan . Tapi tatapan nya berubah tajam saat melihat Sean yang masih terus menatap nya .


" Elo ngapain sih dari tadi ngelihatin gue Mulu . ? Gue tahu gue cantik tapi gak usah di pelototin juga kali . . ! " kata Adhara geram dengan membalas tatapan Sean tak kalah tajam .


Mommy dan Daddy terkekeh melihat sikap Adhara yang galak pada Sean . Begitu juga dengan Devan , dia menahan senyum nya melihat sikap galak Adhara . Tapi Sean tersenyum sendu melihat sikap Adhara yang tak bersahabat pada nya seperti saat pertama mereka bertemu dulu . Mereka terus berjalan hingga mereka memasuki kebun buah yang cukup luas , bahkan ada beberapa pohon yang sedang berbuah , seperti jambu kristal , rambutan , anggur dan beberapa pohon buah import lain nya . Adhara yang tadi nya cemberut karena Sean selalu mencoba mengusiknya , kini langsung berbinar saat melihat kebun buah itu . Dia menatap sekeliling nya dengan alis yang mengernyit .


" Kenapa dek . ? apa kau merasakan sesuatu . ? " kata Devan penuh harap .


" Entah lah , tapi Dhara merasa kalau tempat ini sangat akrab dengan Dhara . " kata Adhara menoleh Devan . Adhara melangkah pelan menuju jambu kristal dan menyentuh batang nya . Dia juga merasakan kalau dia begitu menyukai pohon jambu kristal yang berukuran sebesar betis orang dewasa itu . Devan mendekati Adhara mendongak ke atas , senyum nya terbit kala melihat buah jambu kristal yang tengah matang .


" Jambu kristal nya sudah banyak matang . Kau ingat , dulu kau paling suka memanjat pohon ini dan memakan langsung buah nya di atas pohon . . " kata Devan memancing reaksi Adhara . Adhara menoleh Devan yang tampak sedih , membuat hati nya terenyuh .


" Yee aku mendapatkan nya . .wleee aku menang . hahahaha. . !! " gelak tawa adhara terdengar dari atas pohon membuat Devan tersenyum lebar . Dia begitu bahagia bisa mendengar tawa yang selama setahun ini sangat dia rindukan . Mereka tak menyadari jika mommy tersenyum dengan di iringi tetesan bening mengalir di pipi nya , kala mendengar suara tawa sang putri .


" Lihat , kini aku bisa mendengar kembali suara tawa putri ku . Princess ku telah kembali , dad . . " kata mommy dengan suara menahan tangis haru . Daddy mengusap lengan mommy untuk menenangkan nya . Ya , sepeninggal nya Devan dan Adhara , Daddy dan mommy langsung menanyakan tentang Adhara . Melihat tatapan lembut dan penuh kerinduan dari keluarga Winata pada Adhara , membuat Faisal yakin jika Adhara memang ada hubungan dengan keluarga Winata . Faisal dan Nadira akhirnya sepakat tak ingin menyembunyikan apapun tentang Adhara . Mereka pun menceritakan semua nya saat mereka menemukan Adhara yang tersangkut di bebatuan di sungai dengan keadaan Adhara yang mengenaskan . Mommy menangis terharu karena ternyata insting nya sebagai ibu tak salah , karena ketika pertama kali melihat Adhara , dia langsung bisa merasakan kehadiran kembali putri kesayangan nya . Tidak sama seperti saat dia menatap Hana yang selama setahun ini tinggal bersama mereka .


Sementara Sean , dia ikut tersenyum melihat tawa Adhara yang memang sangat dia rindukan . Dia berusaha sekuat tenaga menahan keinginan nya untuk memeluk kembali Adhara . Dia begitu menikmati tawa kemenangan Adhara yang telah berhasil mendapatkan jambu terbesar itu . Tapi tawa Adhara tiba-tiba terhenti ketika dia baru menyadari jika dia mengingat sesuatu .


" kak Devan . . . " lirih Adhara menatap Devan lekat .


" Adhara , kau . . kau memanggil ku kakak . ? apa kau mengingat sesuatu . ? " kata Devan dengan perasaan membuncah . Adhara mengedarkan pandangan nya mengelilingi sekitar nya .


" Aku , , tiba-tiba aku mengingat jika aku sering duduk di atas sini ketika aku lagi galau . . apa itu benar . ? " kata Adhara masih linglung .


" iya , , kau benar ,Dhara . Tidak , nama mu di sini adalah Hana . Aku akan memanggil mu Hana mulai sekarang , dan kamu harus memanggil ku kakak . Kau memang sering melamun di atas sini ketika kau lagi galau . Apalagi kalau . . . kalau kamu lagi ngambek sama . . . .


" sama siapa . . ? " kata Adhara penasaran ketika melihat Devan tampak ragu .

__ADS_1


" Ngambek sama , , Sean . . " kata Devan melirik Sean di bawah .


" Ngambek sama Sean . ? memang nya hubungan aku sama Sean , apa . . aaaakh . . . !!! " Adhara menjerit saat tubuh nya meluncur ke bawah ketika dahan yang dia pijak tiba-tiba terkulai .


" Dhara . . .


" Hana . . . .


Teriakan menggema di kebun belakang itu ketika tubuh Hana semakin mendekati tanah . hingga tinggal beberapa meter lagi mencapai tanah , Adhara menutup mata nya menunggu rasa sakit yang akan segera mendera tubuh nya . Tapi . .


HAP


Adhara sontak membuka mata nya dengan tangan yang berpaut erat pada leher seseorang yang menangkap tubuh nya . Tatapan mereka bertemu satu sama lain .


deg deg deg


" Tatapan ini . . " batin Adhara .


Adhara semakin lekat menatap mata coklat keemasan itu lebih dalam . Lebih dalam dan semakin dalam hingga Adhara alias Hana seakan bisa melihat sebuah potongan film . Dimana Sean tengah memeluk nya yang tengah menangis di tepi pantai .


" Are you ok , , ,Nana . . ? " kata Sean menahan kerinduan nya .


" Nana . . ? . . aaaakh . . !!! " Adhara tiba-tiba menjerit kesakitan dengan menekan kepala nya saat merasakan sakit yang luar biasa .


" Hana . . ! " teriak Devan langsung terjun dari ketinggian . Begitu juga dengan rombongan mommy , mereka langsung berlari menghampiri nya . Sean segera merendahkan tubuhnya dan menurunkan Adhara ke pangkuan nya .


" Nana . . tolong tenang lah . . " kata Sean berusaha tenang .


" Dhara , berhenti nak . Tolong jangan di paksakan . . tenanglah . . " kata Faisal ikut menenangkan Adhara .


" aakh , , sakit . . . aaaakh . . sakit . . . aaaaaaaakh . . !!! " Setelah menjerit dengan keras tiba-tiba Adhara jatuh pingsan membuat mereka semakin panik .


" Tenang semua nya , tenang . Adhara tidak apa-apa , jangan panik . " kata Faisal menenangkan mereka .


" Kenapa Hana menjerit kesakitan , , ? " kata mommy yang sudah terisak .


" Biasa nya , Dhara akan merasakan sakit ketika sebuah ingatan memaksa masuk ke memori nya . " kata Nadira . Mereka pun menjadi sedikit tenang . Mommy lalu menyuruh Devan untuk membawa Adhara ke kamar yang sudah di siapkan . Tapi Sean tak ingin menyerahkan Adhara dan langsung membopong nya ke dalam .

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2