
Setelah melalui jalan yang masih belum di aspal serta tanah yang berlobang , di tambah dengan keadaan jalan yang berlumpur akibat hujan karena memang jalan nya yang masih tanah . Kini iringan mobil dan motor itu memasuki sebuah desa yang masih sangat asri . Mengikuti arahan Nadira , mereka menuju sebuah rumah yang tampak sedikit lebih besar dari rumah sekitar nya . Terlihat beberapa orang bergerombol di depan rumah itu yang seperti nya telah menunggu kedatangan mereka . Saat Faisal dan Nadira turun dari mobil di ikuti yang lain , seorang laki-laki paruh baya datang menghampiri mereka .
" Selamat datang di desa Kembang Sari , semua nya . Perkenalkan , saya Bahari , kepala desa di sini ."
" Terima kasih atas sambutan nya , paman . Ini , perkenalkan mereka adalah keluarga Winata . Dan ini adalah Devan Winata beserta istri nya , dia lah yang memberikan sumbangan dan yang mengajukan pembangunan jalan sebagai sarana penunjang ekonomi desa kita . " jelas Nadira .
" Terima kasih , pak Devan . Berkat bantuan dari bapak , kami bisa membangun bendungan yang lebih bagus dan membuat PLTA yang lebih baik , dan kini desa kami memiliki penerangan yang jauh lebih memadai . " kata Bahari menjabat tangan Devan erat .
" Sama-sama pak . Saya senang bisa membantu perkembangan desa ini . Anggap saja sebagai rasa terima kasih kami karena Tante Nadira telah menyelamatkan dan merawat adik saya . Dan untuk masalah pembangunan jalan , mungkin tak lama lagi pengerjaan nya akan segera di laksanakan " kata Devan .
" Sekali lagi , terima kasih pak Devan . " kata kepala desa terharu .
" Dan ini , ini adalah bapak satria Winata beserta istri nya . Beliau lah yang membantu mengajukan proposal pembangunan , serta sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah di desa kita . . " kata Nadira .
Kepala desa hanya mengangguk dengan mata berkaca-kaca , tanpa bersuara pak Bahari langsung menjatuhkan lutut nya di depan Daddy .
" Pak , apa yang bapak lakukan , ayo bangun . . " kata Daddy langsung menarik bahu kepala desa agar kembali berdiri .
" Terima kasih , , hiks , terima kasih pak . Saya tidak tahu harus apa untuk mengucapkan rasa terima kasih kami atas bantuan yang keluarga Winata berikan . Hiks , saya mewakili semua warga desa , mengucapkan beribu terima kasih pada bapak sekeluarga . " kata kepala desa terisak . Daddy tersenyum dan mengangguk dan merangkul kepala desa .
" Ayo masuk . Kalian pasti capek habis perjalanan jauh . Ayo Dira ajak masuk . " kata Sutri , istri kepala desa .
" Iya , bibi . Ayo semua nya kita masuk . Setelah beristirahat baru kita lanjut ke lokasi kemah . " kata Nadira menarik tangan mommy .
" Ayo , ayo masuk . Maaf karena terbawa perasaan saya jadi menghambat waktu istirahat nya . " kata kepala desa mengusap sisa air mata nya . Akhirnya mereka masuk ke rumah sederhana namun cukup luas itu . Bapak-bapak yang lain nya sebagian ada yang ikut ke dalam dan sebagian lagi ada yang di luar . Kebanyakan yang menunggu di luar adalah pemuda desa yang penasaran dengan rupa anak angkat Nadira yang ternyata ceritanya sudah tersebar di desa . Bukan hanya bapak-bapak yang ikut menunggu kedatangan orang penting bagi desa mereka , ternyata di dalam rumah , tepat nya di bagian dapur banyak ibu-ibu dan para gadis yang tampak sibuk memasak berbagai macam makanan . Ada yang memasak nasi dan sayur , ada juga yang sibuk membuat penganan khas desa .
" Ini anak-anak pada kemana sih , kok belum juga nyampe . " gerutu mommy melihat ke arah belakang mobil .
" Nadira kata nya kamu sekarang punya anak angkat ya ? " kata Sutri .
" Iya , bi . Nama nya Adhara . Kami menemukan Adhara di sungai yang ada di tepi hutan . . " kata Adhara .
Mereka asyik mengobrol tentang Adhara sambil menikmati teh dan penganan yang di buat oleh ibu-ibu tadi . Dari luar terdengar suara motor yang memasuki halaman rumah . Nadira bangkit keluar , Saat dia keluar Nadira tersenyum tipis melihat para pemuda yang tercengang saat melihat Adhara melepas helm nya . Melihat tatapan kekaguman dari para pemuda itu , membuat Sean terlihat tidak suka membuat Nadira menahan tawa nya .
__ADS_1
" Pantas aja bunda nyuruh bawa motor trail , ternyata jalan nya sungguh menantang . Maaf , pakaian kami kotor , . " kata Adhara menangkupkan kedua tangan di depan dada nya pada pemuda di hadapan mereka .
" Gimana jalan nya , seru kan ? " kata Nadira yang kini sudah begitu memahami sifat Adhara .
" Seru banget Bunda . Tapi Dhara pengen ke kamar mandi , lihat pakaian Dhara kotor . " kata Adhara .
" Ayo , sini nenek antar ke kamar mandi . Walah ini toh anak angkat mu . Cantik banget ya . . " kata Sutri yang ternyata sudah berada di belakang Nadira . Sutri menuntun Adhara ke kamar mandi lewat pintu belakang di ikuti Sean . Sedangkan Nadira beranjak menuju mobil untuk mengambil handuk dan pakaian ganti untuk Adhara , sedangkan Dirga mengambil keperluan Sean .
skip
" bbbrrh , , dingin banget air nya , tapi seger . . " kata Adhara keluar dari kamar mandi , dia tersenyum pada para ibu-ibu dan gadis yang tampak menoleh pada nya , karena letak kamar mandi memang menyatu dengan dapur .
" Dingin ya . ? " kata Sutri .
" Iya , nek , tapi seger . . " kata Adhara mengalungkan handuk kecil nya ke leher .
" Mau di bikinin teh ? kenalin aku Nadia , " kata seorang gadis seraya mengulurkan tangan nya pada Adhara . Adhara tersenyum dan menyambut uluran tangan Nadia yang ternyata adalah cucu kepala desa .
" Boleh , makasih sebelum nya . Maaf merepotkan . " kata Adhara .
" Thata kenapa , mom ? " kata Adhara
" Gak tahu , pas dia bangun tidur dia langsung nangis kejer kayak gini . . " kata mommy dengan wajah panik nya . Sedangkan Devan dan Bella tampak begitu cemas melihat Thata yang tak mau berhenti menagis . Adhara beringsut mendekati Bella yang masih sibuk menenangkan Thata .
" Thata , sayang . Kenapa ada yang gak nyaman ya ? sini gendong anty yuk . . " kata Adhara mengangkat tangan ke arah Thata . Dan ajaib , Thata langsung diam dan meraih tangan Adhara masuk ke dalam gendongan Adhara .
" Cup , cup cup . Keponakan anty yang gemoy ini pasti capek ya . . " kata Adhara mengusap punggung Thata yang kini menyandarkan kepala nya ke leher Adhara . Semua orang kini bisa bernafas lega .
" Ternyata ngambek pengen gendong anty nya , ya . . " kata Bella mengusap dahi Thata yang berkeringat dengan tisu basah . Tapi Thata menarik tisu basah itu dari tangan Bella dan memberikan nya pada Adhara .
" Ooh , mau nya anty yang ngelapin keringat nya ? " kata Adhara .
" Ty , . .lap , ty . . ( anty , lap , anty . ) " celoteh Thata .
__ADS_1
Mereka tertawa melihat tingkah manja Thata pada anty nya . Sedangkan Bella tampak cemberut melihat kemesraan Adhara dan Thata .
" Sebenarnya yang ibu nya ini aku atau Hana sih , Dev . ?!! " kata Bella cemberut .
" Hehehe , , apa kamu lupa ,sayang ? waktu masih di dalam kandungan aja Thata pengen apa-apa pasti sama Hana . Apalagi sekarang udah bisa bergerak sendiri . . Sudah jangan sedih ,toh kamu tetap mamah nya Thata kok . . " kata Devan merangkul Bella .
" Ty , , ty . . " celoteh Thata seraya menunjuk keluar .
" Thata mau main keluar ? " kata Adhara . Bayi yang tinggal beberapa hari lagi genap berumur satu tahun itu mengangguk dengan antusias sampai pipi nya ikut bergoyang . Adhara bangkit dan membawa Thata keluar , bersamaan dengan itu Sean kembali ke ruang tamu bersama Dirga .
" Hana mana Dev ? " tanya Sean saat tak melihat Hana .
" Hana di luar bersama Thata . Udah disini aja , sebentar lagi mereka pasti masuk kok . " kata Devan .
" Kalian beristirahat saja dulu disini , saya dan ya h lain nya akan pergi ke lokasi kemah untuk memastikan jika semua nya sudah siap . . " kata Bahari .
" Baik paman , maaf telah merepotkan . " kata Nadira .
" Gak apa-apa kok , Dira . Ini belum sebanding dengan bantuan yang kalian berikan untuk desa kita . Jika orang tua mu masih ada , mereka pasti bangga dengan mu . Berkat kebaikan mu , kau bertemu dengan orang-orang baik ini dan juga membawa kebaikan untuk desa kita . Kalau begitu paman pergi dulu . " kata Bahari menatap sendu anak saudara sepupu jauh nya itu . Nadira hanya tersenyum getir mengingat kedua almarhum orangtuanya. Nadira menoleh saat merasa pundak nya di sentuh oleh seseorang .
" Kamu jangan sedih , sekarang kamu gak sendiri kok . Ada kami , mulai sekarang panggil aku kakak , karena kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami . " kata mommy . Mata Nadira membulat mendengar ucapan wanita yang terkenal dengan butik nya yang tersebar dimana-mana itu dengan brand sendiri .
" ka , ,kakak ? " kata Nadira terbata .
" Benar , kalian adalah keluarga kami . " kata Daddy menegaskan ucapan mommy .
" Kakak . . hiks hiks . . " Nadira menangis terharu . Tak pernah sedikit pun dia terpikir jika dia akan memanggil seseorang dengan panggilan kakak . mommy merangkul Nadira hingga tangis Nadira semakin kencang .
" Menangis lah , menangis lah sampai puas . Tapi setelah ini jangan pernah menangis lagi . oke . " kata mommy menepuk pelan lengan Nadira .
" Makasih , ,hiks , makasih kak . . " kata Nadira mengeratkan pelukan nya .
Suasana menjadi haru oleh persatuan persaudaraan tak sedarah itu . Tak ketinggalan , Adhara tersenyum dengan mata berkaca-kaca melihat adegan itu dari pintu .
__ADS_1
BERSAMBUNG