
Hana keluar dari kamar nya dengan wajah yang segar . Dia mendengar sayup-sayup suara dari arah halaman depan . Dia melangkahkan kaki mengikuti arah suara .
*cring
cring*
Suara gemerincing menghiasi setiap langkah ringan Hana , Devan yang mendengar suara lonceng kecil itu menoleh ke belakang nya . Dia tersenyum pada Hana yang terlihat semakin manis dengan pakaian feminim pilihan mommy .
" hy Hana . Udah puas tidur siang nya . . ? " kata Sam sok akrab .
" kaki elo masih sakit ? " kata Hana balik bertanya.
" Udah gak terlalu sakit lagi . . ! " kata Sam . Hana tertegun melihat senyum Sam yang tampak familiar .
Sedangkan Sean terlihat kesal dengan tatapan Hana pada Sam .
" Mommy mana ? " kata Hana mengedarkan pandangan nya mencari sang Mommy .
" Mommy sama Tante Elly keluar . . Biasa lah ibu-ibu sosialita lagi arisan . . ! " Devan .
" kalau Daddy ? "
" Daddy dan om Albert pergi sama teman-temannya ke pemancingan . . ! "
Hana mengangguk ,. dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling nya . Cuaca yang biasa nya berkabut kini tampak terang walau sinar matahari tak bisa menembus awan sampai bumi . Tatapan nya tertuju pada Tara yang terlihat selalu menempel pada Sean .
" Apa lihat-lihat , , ?!! " ketus Tara
" gak usah ke G-R an ya , yang lihatin elo , siapa ? gak nafsu gue lihat tampang kayak elo . gue mandangin Sean kali . . . !! " jawab Hana santai . Dia melirik Sean yang juga menatap nya .
" Sean , jalan-jalan yuk . Mumpung cuaca nya bersih . . ! " rengek Hana manja , Membuat Sean tersenyum melihat nya sikap manja yang beberapa hari ini sangat di rindukan nya .
" Ayo , , aku juga bosan di villa terus . . ! " kata Sean bangkit lalu melangkah mendekati Hana . Hana melihat Tara hendak meraih tangan Sean , Hana melangkahkan kaki nya dan pura-pura hampir terjatuh hingga Sean dengan repleks langsung berjalan cepat dan menangkap tubuh Hana .
" Makasih berubah kutub ku . .! " kata Hana tersenyum manis .
" kamu itu selalu saja ceroboh . . . ! " kata Sean mencubit hidung Hana pelan membuat Hana tertawa .
" Yuk jalan , kak Devan , Sam yuk ikut jalan-jalan , Hitung-hitung cuci mata sambil menghibur seseorang yang gak bisa liburan bareng bebeb nya . . ! " kata Hana melirik Devan. Devan memasang muka masam . Hana dan Sean terkekeh .
" Tara , kamu di villa aja ya , kamu kan lagi sakit sebaik kamu istirahat aja biar nanti malam bisa ikut acara bakar-bakar . . ! " kata Sean .
" Gak mau aku mau ikut . . ! " kata Tara bangkit dan mendekat ke arah Sean hendak merangkul tangan nya . Tapi dengan cepat Hana memasang badan di depan Sean hingga tangan Tara terhenti .
" Ikut boleh tapi jangan pegang-pegang sama Sean . . ! " kata Hana sengit .
" Apa urusan nya sama elo , gue lebih dulu kenal sama kak Sean . . Dan gue lebih dekat sama kak Sean . . ! " balas Tara tak kalah sengit .
" oh ya , ? kak Devan , siapa yang dulu lebih kenal sama Sean . . ? " kata Hana
" Kamu dan Sean sudah saling mengenal saat kamu masih umur 2 tahun , . ! " jawab Devan santai .
" Dengar tuh , bahkan Sean sendiri yang bilang kalau saat aku masih kecil , Sean lah yang selalu mengelap ingus di wajah ku . . Anda paham ?? " ledek Hana membuat Tara semakin geram . Sedangkan Sean mati-matian menahan tawa nya saat membayangkan ucapan Hana tadi.
" Ya udah jalan yuk , kelamaan drama Korea kalian . .! " kata Devan langsung melangkah keluar di ikuti Sam ,
" ayo sayang . . kau tahu rindu ku sudah menumpuk dan tak terbendung lagi , rindu ku sudah tumpah ruah dan bahkan sudah membanjiri hati ku . . ! " kata Hana langsung masuk ke pelukan Sean . Tanpa membuang waktu Sean membalas pelukkan Hana dengan erat bahkan mencium puncak kepala Hana secara bertubi-tubi tanpa menghiraukan reaksi Tara . Tara menghentakkan kaki nya lalu berjalan dengan keras menuju pintu pagar . Hana tersenyum puas melihat ekspresi Tara . Dia mendongakkan wajah nya menatap wajah sang kekasih . Sean tersenyum menatap mata biru cerah berbintang itu lalu . . .
Cup
Sean mencium b*bir Hana pelan membuat wajah Hana tegang . Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap aksi mereka dengan tatapan tajam .
" Aku harus bergerak lebih cepat untuk menghancurkan hubungan mereka dan merusak kepercayaan keluarga Winata pada Sean . . ! " batin nya .
__ADS_1
_________
Kelima muda mudi itu berjalan santai menyusuri jalan yang cukup ramai oleh pejalan kaki yang juga sedang menikmati liburan mereka . Hana tampak ceria sambil mengobrol dengan Sean dan yang lain nya . Sesekali mereka berhenti dan menikmati hijau nya hamparan kebun teh yang terlihat seperti permadani yang indah . Seperti kebiasaan nya , Hana mengambil ponsel dan mulai berfoto ria dengan background yang menarik , Hana menempel ke bahu Sean dan mengambil foto mereka berdua dengan pose yang santai , lucu bahkan gaya yang terlihat konyol . Devan dan Sam juga tak mau ketinggalan mereka langsung bergabung di belakang Sean dan Hana . Hana sempat heran melihat Devan dan Sam terlihat akur dan kompak dalam waktu singkat , tapi Hana bersyukur setidak nya Sam di perlakukan dengan baik walau mereka baru saling mengenal . Sementara Tara hanya melihat kelakuan mereka berempat dengan ekspresi tidak suka .
Setelah puas berfoto ria , mereka melanjutkan perjalanan mereka . Hana berteriak heboh saat melihat ikan-ikan kecil berenang riang di sungai yang cukup lebar . Dia langsung berlari dan berjongkok di jembatan pendek yang di letakkan di atas sungai .
" waah , lihat , ikan-ikan ini bahagia banget . Air nya jernih lagi . Kak kita mandi di sini yuk . . ! " kata Hana dengan wajah lucu
" Ayo sini kakak mandiin . . ! " kata Devan langsung merangkul Hana yang sedang berjongkok dan mengangkat nya hendak melemparkan Hana ke sungai .
" Ampun, ampun , . Hana cuma bercanda kok . . ! " kata Hana berpaut erat pada lengan Devan . Mereka tertawa melihat tingkah kakak adik itu . Devan ikut berjongkok di sebelah Hana dan ikut memperhatikan ikan-ikan kecil yang berenang kesana-kemari .
" Hey , lihat di sana ada warung bakso . kesana yuk . . ! " kata Sam antusias menunjuk ke seberang jembatan . Serempak mereka menoleh ke arah yang di tunjuk Sam .
" waah seru nih , ayo ngebakso . . ! " ajak Hana . Sam lebih dulu melangkah menuju warung bakso , Devan beranjak dari tempat lalu menyusul Sam . Hana masih asyik melihat ikan yang asyik berenang seperti bermain kejar-kejaran . Melihat Sean sudah berjalan duluan Tara menyusul Sean , saat lewat di belakang Hana , dengan sengaja dia menyenggol punggung Hana dengan lutut nya hingga Hana hampir nyungsep ke dalam sungai .
" Hana , , !! " teriak Sam dan Devan yang melihat kejadian itu . Sam langsung berjalan cepat menuju Hana .
" sorry , gak sengaja . . ! " kata Tara sinis lalu berjalan mendekat kearah Sean . Sean menatap Tara dengan datar padahal dalam hati nya sangat ingin memukul wajah munafik Tara . Dia ingin menolong Hana tapi langkah nya keduluan oleh Sam .
Hana bangkit dengan mengibas-ibaskan lengan jaket nya yang basah . Sam menolong melepas jaket Hana lalu memerah lengan nya . Setelah itu dia melepas jaket nya lalu memberikan nya pada Hana .
" Pakai ini . . ! " kata Sam lembut .
" Tapi kamu masih terluka , Sam . . kamu aja yang pakai . . ! " tolak Hana .
" No , gak ada penolakan . Cepat pakai , atau mau aku tolong pakai kan . . ?! " kata Sam . Hana lalu memakai jaket Sam yang di pinjamkan oleh Devan . Setelah Hana memakai jaket Sam , Sam menarik tangan Hana menyusul Devan yang memanggil mereka .
" Ayo , hati-hati nanti jauh. . ! " kata Sam saat mereka melewati Sean dan Tara .
" Lebay banget sih . . aku kan bukan anak kecil . . ! " sunggut Hana
" Tapi kamu tetap gadis kecil . . ! "
Sean menyusul Hana dan Sam dengan wajah masam . Tatapan tajam nya tertuju genggaman tangan Sam pada Hana . Sesampai nya di warung ternyata Devan sudah memesan meja bahkan lima mangkok bakso sudah tersedia .
" tuh , , kata nya tadi gak sengaja nyenggol , mungkin mata nya udah juling sampe salah ngelihat jalan selebar itu . . ! " kata Hana menunjuk Tara dengan dagu nya . Sam tertawa keras, sedangkan Devan menahan tawa nya . Sean hanya diam menatap Hana yang tak melirik nya. Mereka kini asyik menikmati bakso yang panas dan pedas itu . Dalam hitungan menit bakso itu lenyap , hanya tertinggal kuah nya saja .
" aah , enak banget bakso nya . . ! " kata kata Sam .
" enak kan bakso nya ? sana bayar . . ! " kata Hana . Sam menatap Hana dengan tersentak , dia melirik Devan yang sedang memainkan ponsel nya .
" Dev , , ! " kata Sam lirih .
" apa . . ? " kata Devan menoleh .
" Hmm , , bayar bakso nya gih . . ! " kata Sam lirih .
" Haa ? gue yang bayar ?? bukan nya elo yang ngajak ngebakso tadi . elo yang bayar lah . . ! " kata Devan acuh . Sedangkan Hana menahan tawa nya melihat wajah Sam yang panik .
" Tahu nih , dia yang ngajak ngebakso malah nyuruh orang lain yang bayar . . Modal dikit wooy. . ! " kata Hana mengompori
" Dev , ayo lah . . ! " kata Sam dengan wajah penuh harap , Hana tak bisa lagi menahan tawa nya hingga dia tertawa keras .
" Ck , iya, iya , , , nih bayar sana . . ! " kata Devan memberikan uang pada Sam .
" Sisa nya buat gue ya . . ! " kata Sam langsung pergi ke meja kasir .
" Dasar . . ! " gerutu Devan .
" Hahahaha , udah lah kak . . hitung-hitung berbagi rejeki. .Biar rejeki kakak makin lancar . ! " kata Hana
" Amin . . ! " kata Devan mengacak rambut Hana . Sam kembaki dengan wajah riang .
__ADS_1
" Berapa kembalian nya ?? " kata Hana iseng .
" Ada deh , kenapa mau minta ? sorry Devan udah kasih ke aku . . ! " kata Sam .
" Diih , yang ada elo yang minta . . ! " kata Devan mereka tertawa .
Suara ponsel Devan menghentikan tawa mereka. Devan meraih ponsel nya dan mengangkat telpon .
" halo mom ,. . . . mommy tenang aja sweetie aman sama Devan . . . . iya mom. . . . bye mom . . .! "
Devan meletakan kembali ponsel nya ke meja . Dia menatap Hana lekat , membuat Hana jadi curiga .
" Ada apa ?? " kata Hana
" Mommy kesal , kamu melanggar hukuman mommy pergi tanpa bersama mommy . .! " kata Devan.
" Oh , my my . . aku lupa kak .Duh gimana ini . . ! " kata Hana panik .
" ya udah , kita pulang sekarang ya . Kamu tenang aja mommy gak bakalan marah kalau kamu jalan nya bareng kakak .Yuk cabut . ! "
Mereka beranjak pergi dari warung . Saat mereka melewati jembatan tadi Hana kembali memperhatikan gerak gerik ikan yang berseliweran . Kali ini Sam berdiri di belakang Hana , seolah-olah tengah melindungi Hana agar tidak di senggol Tara lagi .
" Dedek , ayo jalan . . ! " kata Sam membuat Hana mendelik . Dia berdiri dengan kasar lalu menatap Sam kesal.
" Dedek , dedek . Gue banting nih . . ! " kata Hana berjalan dengan kasar . Sam tertawa melihat Hana kesal . Dia langsung menyusul Hana .
Saat Hana lewat di samping Sean , Sean langsung menangkap tangan Hana dan merangkul bahu nya . Hana terkejut atas perlakuan Sean . Tapi baru saja Sean ingin mengatakan sesuatu terdengar teriakan Tara yang mengadu kesakitan .
" Aduh , , kak Sean , sakit. . ! " rengek Tara yang sudah terjatuh dengan lutut berdarah . Sean langsung melepaskan rangkulan nya pada Hana lalu menghampiri Tara . Hana mendengus kasar melihat reaksi Sean yang cepat tanggap jika mendengar suara Tara . Dia merasa sakit hati saat dia hampir terjatuh dan Sean tak merespon sedikit pun .
" Maka nya kalau jalan itu hati-hati , , ayo . . ! " kata Sean lembut , dia mengaitkan lengan Tara ke tengkuk nya lalu membantu Tara berjalan yang terpincang . Sean tak melirik Hana saat melewati nya , dan Hana hanya menatap tajam pada Tara yang menatap nya penuh kemenangan .
" Sebenar nya mau Sean apa sih . . bentar-bentar perhatian , bentar-bentar cuek . Lama-lama gue bisa jadi miring . .! " gerutu Hana berjalan dengan kesal . Tapi karena kurang hati dia menginjak batu yang cukup besar dan terjatuh .
Bruukh . .
" aawwh . . !! "
" Hana . . . ! " teriak Devan dan Sam . Dengan cepat Sam berlari dan menolong Hana .
" kamu mikirin apa sih sampe jatuh kayak gini . tuh berdarahkan telapak tangan nya . . ! " omel Sam .
" hiks , hiks , sakit , Sam .
huhuhuuu . . . ! " Hana yang dari beberapa hari lalu menahan perasaan nya kini dia lampiaskan karena luka kecil di tangan nya . Devan yang melihat nya hanya tersenyum kecil seraya geleng-geleng kepala .
" cup , cup , cup , udah ya jangan nangis . sini kakak tiup biar ga sakit lagi . . ffuuh , ffuuh . . ! " kata Sam lembut . Di sela tangis pelampiasan nya , Hana menatap Sam lekat , Dia merasa Dejavu dengan situasi saat ini .
" Udah , gak terlalu sakit kan . Ayo kita pulang , sini kakak gendong . . ! " kaya Sam membalik badan nya .
" Tapi yang sakit kan tangan ku bukan kaki ku . .! " kata Hana polos . Sam kembali menghadap Hana dan tersenyum kecil .
" Kakak tahu , Bukan cuma tangan kamu aja yang sakit . Tapi di sini juga ( Sam menunjuk dada kiri Hana ). . .daripada kamu Meleng terus jatuh lagi mending kakak gendong aja biar cepat sampai . .Ayo jangan membantah . .! " kata Sam tegas . Hana tersentak saat Sam tahu tentang perasaan nya yang lagi galau . Seperti adik kecil yang penurut Hana naik ke punggung Sam , Sean melotot horor pada Devan yang hanya diam melihat interaksi antara Hana dan Sam yang notabene nya baru kenal . Devan pura-pura tidak tahu dengan tatapan Sean dan melanjutkan perjalanan .
Sepanjang jalan Hana kembali merasa Dejavu dengan perlakuan Sam yang manis pada nya . Dia menatap wajah Sam dari samping . Membuat Sam menahan senyum nya .
" kakak tahu kalau kakak mu ini tampan . . Jangan naksir ya . . ! " gurau Sam .
." Diih , GR . . Lagian sejak kapan aku manggil kamu kakak . . ? "
" *sejak kamu masih kecil , sayang . . . ! "
BERSAMBUNG .
__ADS_1
Siapa Sam sebenar nya . .?? nantikan part selanjut nya .
jangan lupa like dan koment ya . . makasih ❤️❤️❤️❤️*