SAHABAT RASA PELAKOR

SAHABAT RASA PELAKOR
PART 74 Penculikkan 2


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang luas bernuansa metalik , tampak dua orang gadis tengah pingsan dengan tangan dan kaki yang terikat . Mereka di biarkan tergeletak di lantai yang dingin . Sesekali terdengar suara benturan dari bawah lantai . Mungkin karena suara benturan yang cukup keras , membuat kelopak mata dua gadis itu perlahan bergerak .


" euugh . . ! "


Lenguhan kecil terdengar dari salah satu gadis yang mulai sadar . Dia mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menetralkan penglihatan nya yang masih buram . Setelah penglihatan nya jelas dia celingukan menatap di sekeliling nya .


" Dimana ini ?? " batin nya .


Dia ingin menyentuh kepala nya yang terasa berdenyut , tapi dia merasa kesusahan untuk menggerakkan tubuh nya , dia melihat tangan dan kaki nya baru lah dia sadar kalau tangan dan kaki nya terikat tali . Dia mencoba mengangkat tubuh nya dengan susah payah di iringi dengan gemerincing lonceng kecil yang samar yang berasal dari gelang kaki nya , hingga akhir nya dia berhasil duduk . yah , tebakan kalian benar , gadis itu adalah Hana ( 👏👏👏 ) . Dia berdiam sejenak untuk mengatur nafas nya sambil memperhatikan seseorang yang bernasib sama dengan nya yang juga tergeletak tak jauh dari nya . Dia memperhatikan sosok gadis itu dengan seksama . Alis nya mengernyit saat menyadari siapa gadis itu .


" Tara . . ? kok dia juga bisa berada di sini . . ? " batin Hana .


Sebuah suara berderit dari pintu yang di buka , memecah keheningan ruangan itu dan mengalihkan perhatian Hana . dari pintu yang terbuka masuk lah dua orang pria berpakaian hitam dengan wajah tertutup topeng yang menyeramkan , tapi terlihat keren di mata Hana .



tatapan Hana jatuh pada seorang pria yang memakai baju you can see hitam . Hana memperhatikan tubuh atletis nya yang tampak tak asing di mata Hana . Dia menatap manik coklat itu , semakin dekat Hana merasa sangat familiar dengan pria itu .


" Hey , bangun . . !! " teriak pria berbaju you can see itu seraya menendang kaki Tara . Tara terbangun dengan gelagapan . Dia celingukan seperti orang linglung . Tatapan mata nya tertuju pada Hana .


" Hahahaha , , , gimana rasa nya di ikat , , enak kan . ?? " ejek Tara tertawa puas . Hana hanya memasang wajah datar menatap Tara yang seperti orang stress .


" coba elo rasain , enak gak di ikat. . ! " balas Hana . Tara mengernyitkan alis nya , lalu dia menggerakkan badan nya , dia baru sadar kalau anggota tubuh nya juga di ikat . Dia meronta dengan kasar hingga ikatan itu semakin erat .


tagkh


tagkh


Pria itu meletakkan dua gelas air putih masing-masing di depan Hana dan Tara .


" apa ini ?? cuma air putih . . ? hey kalian jangan terlalu pelit , masa sarapan cuma pake air putih doank . . !! " teriak Tara .


" Ini makan siang kalian . . ! " kata pria satu lagi melempar sepotong roti yang masih terbungkus ke arah Hana dan Tara . Tapi roti itu terpental cukup jauh dari posisi mereka .


" Hey berikan semua roti itu , aku sangat lapar , . ! " teriak Tara tanpa rasa malu .

__ADS_1


" Elo awasi mereka , gue mau ke toilet dulu . . ! " kata pria yang memakai jaket hitam langsung pergi dengan berlari .


Pria yang masih tinggal di ruangan itu melihat Tara yang sudah berhasil mengambil roti yang tidak jauh dari nya . Tapi dia kesusahan membuka bungkus nya .


" Woy , tolong bukain , terus suapin ke gue . . ! " kata Tara angkuh . pria itu tak menanggapi ucapan Tara . Dia malah mendekati Hana sambil memungut roti jatah Hana , dia memberi Hana minum terlebih dahulu . Baru kemudian dia membukakan roti untuk Hana , perlahan Hana menggigit roti itu . Mata nya berbinar saat mengunyah roti itu yang ternyata di isi selai coklat .


" Elo gak takut kalau roti dan air ini sudah di beri racun . . ? "


Deg


Hana berhenti mengunyah saat mendengar suara yang dia kenal . Dia menatap pria bertopeng itu lekat .


" Mata itu , , dia . . .


" Cepat habiskan sebelum dia kembali . . ! " kata nya menyodorkan roti ke mulut Hana . Hana menerima suapan itu dan mengunyah nya dengan cepat . pria itu memberikan sisa air di gelas Hana hingga roti itu tertelan dengan mudah .


" Hey , jangan pilih kasih . Aku juga lapar. . ! " teriak Tara .


" jangan khawatir , semua nya akan baik-baik saja . ! " bisik pria itu lalu bangkit . Dia menghampiri Tara lalu membuka bungkus roti itu dan memaksa Tara untuk memakan roti itu sekaligus . Tara tersedak karena seret , pria itu menyodorkan gelas air , Tara meminum nya dengan rakus sampai sebagian air membasahi pakaian nya . Pria itu lalu pergi dari ruangan itu .


" he , gadis manja . elo jangan berharap kalau Sean datang untuk membantu mu . Dia pasti akan menolong ku dan tak mempedulikan kamu . Bahkan dia sudah mengatakan pada Tante Elly kalau dia akan menikahi ku . . . ! " kata Tara memprovokasi Hana .


" Seperti nya mereka sedang berperang . Bantuan akan segera datang . . ! " gumam Hana . Hana bisa mendengar suara bergedebuk dan sesuatu yang di banting dari luar ruangan . Sedang fokus mendengarkan pergerakan di luar , pintu kembali berderit dan masuk lah seorang pria patuh baya bersama seorang pria seumuran Devan dengan di ikuti sekelompok orang berpakaian serba hitam .


" Gantung mereka . . ! " kata salah satu pria berjaket hitam yang seperti nya pemimpin mereka.


Beberapa pria lain langsung bergerak . Tara yang di tegakkan secara kasar menjerit dan memaki pria itu .


" Tuan , kenapa aku juga ikut di ikat , bukan kah aku sudah membantu tuan . . tuan tolong suruh anak buah mu melepaskan aku . . ! " kata Tara penuh harap .


" DIAM DAN IKUTI SAJA PERINTAH KU . . !! " teriak pemimpin kelompok itu keras membuat Tara bungkam .


Sedangkan Hana dengan tenang memperhatikan pria berbaju you can see tadi yang kembali mendekati nya dan mengangkat tubuh Hana hingga Hana berdiri . teman nya memberikan tali pada pria yang akan mengikat Hana . pria itu melilitkan tali tambang di tubuh Hana , saat dia melilitkan tali di tangan Hana , pria itu sengaja memposisikan tubuh nya lebih rapat pada Hana hingga Hana bisa mencium aroma parfum pria itu yang membuat nya tersentak .


" bertahanlah sedikit , Hana . . ! "

__ADS_1


Hana terdiam dengan menatap mata pria itu dengan lekat . perlahan pria itu mundur seraya mengangguk samar pada Hana . Sedikit kelegaan mengisi hati Hana setelah dia yakin siapa pria itu .


trek trek treek Tek Tek Tek


Seorang pria memutar derek yang berfungsi untuk menarik dan mengulur tali yang kini terikat pada Hana dan Tara .


" Sialan kalian semua . Sean tidak akan melepaskan kalian karena telah menyakiti aku . . . lepaskan aku . . lepaskaaan. . . !!! " Teriak Tara memaki keempat pria itu .


Perlahan Tara dan Hana mulai di tarik ke atas hingga kaki mereka kini tak lagi menyentuh lantai . Mereka di gantung beberapa meter dari lantai dengan posisi tangan tertarik keatas . Hana tetap diam dan terlihat tenang sambil masih memantau keadaan di luar .


" Seperti nya perang ini sebentar lagi akan berakhir . ! " batin Hana .


" Seperti nya gadis yang satu lagi sudah pasrah , lihat lah , dia seperti mayat hidup . . hahaha . . ! kata pria patuh baya itu .


" tuan Robert , dia adalah adik dari musuh ku . Dia akan menjadi senjata andalan ku untuk menguasai kelompok BLACK DRAGON , dan gadis itu akan menjadi senjata kita untuk merebut semua kekayaan Sean . . hahaha . . ! " kata pria muda itu dengan wajah penuh kemenangan menunjuk Tara .


" Sesuai dengan kesepakatan , setelah Sean menyerahkan harta nya , kau hanya berhak mendapatkan sebagian , dan tiga bagian lain nya untuk ku . . . hahaha . . !!! " mereka tertawa bersama. Tapi


BRAAKH . . .


B


E


R


S


A


M


B


U

__ADS_1


N


G


__ADS_2