
Di sebuah ruangan yang luas bernuansa metalik , tampak dua orang gadis tengah pingsan dengan tangan dan kaki yang terikat . Mereka di biarkan tergeletak di lantai yang dingin . Sesekali terdengar suara benturan dari bawah lantai . Mungkin karena suara benturan yang cukup keras , membuat kelopak mata dua gadis itu perlahan bergerak .
" euugh . . ! "
Lenguhan kecil terdengar dari salah satu gadis yang mulai sadar . Dia mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menetralkan penglihatan nya yang masih buram . Setelah penglihatan nya jelas dia celingukan menatap di sekeliling nya .
" Dimana ini ?? " batin nya .
Dia ingin menyentuh kepala nya yang terasa berdenyut , tapi dia merasa kesusahan untuk menggerakkan tubuh nya , dia melihat tangan dan kaki nya baru lah dia sadar kalau tangan dan kaki nya terikat tali . Dia mencoba mengangkat tubuh nya dengan susah payah di iringi dengan gemerincing lonceng kecil yang samar yang berasal dari gelang kaki nya , hingga akhir nya dia berhasil duduk . yah , tebakan kalian benar , gadis itu adalah Hana ( 👏👏👏 ) . Dia berdiam sejenak untuk mengatur nafas nya sambil memperhatikan seseorang yang bernasib sama dengan nya yang juga tergeletak tak jauh dari nya . Dia memperhatikan sosok gadis itu dengan seksama . Alis nya mengernyit saat menyadari siapa gadis itu .
" Tara . . ? kok dia juga bisa berada di sini . . ? " batin Hana .
Sebuah suara berderit dari pintu yang di buka , memecah keheningan ruangan itu dan mengalihkan perhatian Hana . dari pintu yang terbuka masuk lah dua orang pria berpakaian hitam dengan wajah tertutup topeng yang menyeramkan , tapi terlihat keren di mata Hana .
tatapan Hana jatuh pada seorang pria yang memakai baju you can see hitam . Hana memperhatikan tubuh atletis nya yang tampak tak asing di mata Hana . Dia menatap manik coklat itu , semakin dekat Hana merasa sangat familiar dengan pria itu .
" Hey , bangun . . !! " teriak pria berbaju you can see itu seraya menendang kaki Tara . Tara terbangun dengan gelagapan . Dia celingukan seperti orang linglung . Tatapan mata nya tertuju pada Hana .
" Hahahaha , , , gimana rasa nya di ikat , , enak kan . ?? " ejek Tara tertawa puas . Hana hanya memasang wajah datar menatap Tara yang seperti orang stress .
" coba elo rasain , enak gak di ikat. . ! " balas Hana . Tara mengernyitkan alis nya , lalu dia menggerakkan badan nya , dia baru sadar kalau anggota tubuh nya juga di ikat . Dia meronta dengan kasar hingga ikatan itu semakin erat .
tagkh
tagkh
Pria itu meletakkan dua gelas air putih masing-masing di depan Hana dan Tara .
" apa ini ?? cuma air putih . . ? hey kalian jangan terlalu pelit , masa sarapan cuma pake air putih doank . . !! " teriak Tara .
" Ini makan siang kalian . . ! " kata pria satu lagi melempar sepotong roti yang masih terbungkus ke arah Hana dan Tara . Tapi roti itu terpental cukup jauh dari posisi mereka .
" Hey berikan semua roti itu , aku sangat lapar , . ! " teriak Tara tanpa rasa malu .
__ADS_1
" Elo awasi mereka , gue mau ke toilet dulu . . ! " kata pria yang memakai jaket hitam langsung pergi dengan berlari .
Pria yang masih tinggal di ruangan itu melihat Tara yang sudah berhasil mengambil roti yang tidak jauh dari nya . Tapi dia kesusahan membuka bungkus nya .
" Woy , tolong bukain , terus suapin ke gue . . ! " kata Tara angkuh . pria itu tak menanggapi ucapan Tara . Dia malah mendekati Hana sambil memungut roti jatah Hana , dia memberi Hana minum terlebih dahulu . Baru kemudian dia membukakan roti untuk Hana , perlahan Hana menggigit roti itu . Mata nya berbinar saat mengunyah roti itu yang ternyata di isi selai coklat .
" Elo gak takut kalau roti dan air ini sudah di beri racun . . ? "
Deg
Hana berhenti mengunyah saat mendengar suara yang dia kenal . Dia menatap pria bertopeng itu lekat .
" Mata itu , , dia . . .
" Cepat habiskan sebelum dia kembali . . ! " kata nya menyodorkan roti ke mulut Hana . Hana menerima suapan itu dan mengunyah nya dengan cepat . pria itu memberikan sisa air di gelas Hana hingga roti itu tertelan dengan mudah .
" Hey , jangan pilih kasih . Aku juga lapar. . ! " teriak Tara .
" jangan khawatir , semua nya akan baik-baik saja . ! " bisik pria itu lalu bangkit . Dia menghampiri Tara lalu membuka bungkus roti itu dan memaksa Tara untuk memakan roti itu sekaligus . Tara tersedak karena seret , pria itu menyodorkan gelas air , Tara meminum nya dengan rakus sampai sebagian air membasahi pakaian nya . Pria itu lalu pergi dari ruangan itu .
" he , gadis manja . elo jangan berharap kalau Sean datang untuk membantu mu . Dia pasti akan menolong ku dan tak mempedulikan kamu . Bahkan dia sudah mengatakan pada Tante Elly kalau dia akan menikahi ku . . . ! " kata Tara memprovokasi Hana .
" Seperti nya mereka sedang berperang . Bantuan akan segera datang . . ! " gumam Hana . Hana bisa mendengar suara bergedebuk dan sesuatu yang di banting dari luar ruangan . Sedang fokus mendengarkan pergerakan di luar , pintu kembali berderit dan masuk lah seorang pria patuh baya bersama seorang pria seumuran Devan dengan di ikuti sekelompok orang berpakaian serba hitam .
" Gantung mereka . . ! " kata salah satu pria berjaket hitam yang seperti nya pemimpin mereka.
Beberapa pria lain langsung bergerak . Tara yang di tegakkan secara kasar menjerit dan memaki pria itu .
" Tuan , kenapa aku juga ikut di ikat , bukan kah aku sudah membantu tuan . . tuan tolong suruh anak buah mu melepaskan aku . . ! " kata Tara penuh harap .
" DIAM DAN IKUTI SAJA PERINTAH KU . . !! " teriak pemimpin kelompok itu keras membuat Tara bungkam .
Sedangkan Hana dengan tenang memperhatikan pria berbaju you can see tadi yang kembali mendekati nya dan mengangkat tubuh Hana hingga Hana berdiri . teman nya memberikan tali pada pria yang akan mengikat Hana . pria itu melilitkan tali tambang di tubuh Hana , saat dia melilitkan tali di tangan Hana , pria itu sengaja memposisikan tubuh nya lebih rapat pada Hana hingga Hana bisa mencium aroma parfum pria itu yang membuat nya tersentak .
" bertahanlah sedikit , Hana . . ! "
__ADS_1
Hana terdiam dengan menatap mata pria itu dengan lekat . perlahan pria itu mundur seraya mengangguk samar pada Hana . Sedikit kelegaan mengisi hati Hana setelah dia yakin siapa pria itu .
trek trek treek Tek Tek Tek
Seorang pria memutar derek yang berfungsi untuk menarik dan mengulur tali yang kini terikat pada Hana dan Tara .
" Sialan kalian semua . Sean tidak akan melepaskan kalian karena telah menyakiti aku . . . lepaskan aku . . lepaskaaan. . . !!! " Teriak Tara memaki keempat pria itu .
Perlahan Tara dan Hana mulai di tarik ke atas hingga kaki mereka kini tak lagi menyentuh lantai . Mereka di gantung beberapa meter dari lantai dengan posisi tangan tertarik keatas . Hana tetap diam dan terlihat tenang sambil masih memantau keadaan di luar .
" Seperti nya perang ini sebentar lagi akan berakhir . ! " batin Hana .
" Seperti nya gadis yang satu lagi sudah pasrah , lihat lah , dia seperti mayat hidup . . hahaha . . ! kata pria patuh baya itu .
" tuan Robert , dia adalah adik dari musuh ku . Dia akan menjadi senjata andalan ku untuk menguasai kelompok BLACK DRAGON , dan gadis itu akan menjadi senjata kita untuk merebut semua kekayaan Sean . . hahaha . . ! " kata pria muda itu dengan wajah penuh kemenangan menunjuk Tara .
" Sesuai dengan kesepakatan , setelah Sean menyerahkan harta nya , kau hanya berhak mendapatkan sebagian , dan tiga bagian lain nya untuk ku . . . hahaha . . !!! " mereka tertawa bersama. Tapi
BRAAKH . . .
B
E
R
S
A
M
B
U
__ADS_1
N
G