
Saat mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman yang luas dengan di hiasi berbagai macam kembang dan tanaman jenis bonsai sebagai pembatas . Dari jauh Adhara dan keluarga bisa melihat seorang laki-laki paruh baya tapi masih terlihat tegap sudah menunggu di depan pintu . Setelah mobil berhenti , satu persatu mereka turun . Saat Adhara menginjakkan kaki nya ke tanah dan memandang sekeliling nya , tanpa dia minta kilatan demi kilatan bayangan berlalu dengan cepat melintas di memori nya seperti kaset rusak . Karena kilatan bayangan itu membuat Adhara terlihat termenung dengan nafas yang memburu . Nadira yang melihat gelagat aneh dari Adhara langsung melangkah hendak menghampiri nya . Tapi Faisal langsung menahan Nadira dan menggeleng pelan . Sedangkan Willy , diam-diam dia tersenyum tipis melihat reaksi Adhara yang seakan memikirkan sesuatu .
" Sepertinya tebakan ku benar . Jika Adhara adalah nona Hana . Dia terlihat linglung saat menginjakkan kaki di halaman ini , jelas menunjukkan jika sebuah kenangan mencoba masuk ke ingatan Hana . . " batin Willy .
Salah satu bayangan itu adalah dimana terlihat tiga orang muda mudi yang tengah bermain sepeda dengan saling mengejar mengelilingi halaman . Tak lama terlihat seorang wanita paruh baya yang masih cantik meneriaki mereka dengan mengacungkan sendal jepit berwarna pink ke arah mereka .
" Hehehe . . " tanpa sadar Adhara terkekeh ketika bayangan itu melintas . Nadira dan Faisal sontak menoleh pada Adhara yang terkekeh di sertai dengan mata yang berkaca-kaca .
" Sayang , kamu kenapa .? " kata Nadira .
" Gak apa-apa , bunda . Entah kenapa saat Dhara menginjakkan kaki disini , Dhara merasa jika tempat ini tidak asing bagi Dhara . . Seolah-olah Dhara sering ke tempat ini . " kata Adhara . Nadira terdiam menatap Adhara dengan lekat setelah mendengar ucapan Adhara .
" Apa jangan-jangan benar , Adhara adalah anggota keluarga Winata . ? " batin Nadira .
" Sepertinya Adhara memang punya hubungan dengan keluarga Winata . . " batin Faisal menatap Adhara sendu .
" Selamat datang , pak Faisal sekeluarga . . " sapa Jhonatan yang sudah dari tadi menunggu mereka di depan pintu .
" Terima kasih atas sambutan . " kata Faisal mereka berjabat tangan secara bergantian .
" Ayo , silahkan masuk . Tuan dan nyonya sekeluarga sudah menunggu di dalam . " kata Jhonatan menahan perasaan nya saat menatap Adhara . Mereka pun masuk beriringan mengikuti Jhonatan dengan di ikuti beberapa pekerja yang membawakan koper .
ceklek
Deg deg deg
Jantung Adhara berdebar kencang saat memasuki rumah mewah itu . Semakin melangkah ke dalam , perasaan Adhara semakin kacau , sampai tangan nya terasa gemetar dan lutut nya pun terasa melunak . Dada nya terasa sesak seakan menahan beban yang begitu berat .
" Selamat datang , pak Faisal sekeluarga . . "
Saat mendengar suara sapaan itu , sontak Adhara yang berjalan dengan kepala menunduk , langsung mengangkat wajah nya .
Deg deg deg deg deg .
Jantung Adhara berdetak semakin kencang hingga membuat nafas nya terasa berat saat melihat wajah-wajah yang pernah dia lihat dalam mimpi nya . Mata nya tak berkedip menatap kedua orang tua nya yang tengah bersalaman dengan tuan rumah secara bergantian . Dan tanpa mereka sadari , mommy juga menatap Adhara dengan lekat tanpa berkedip sama seperti Adhara , bernafas pun rasa nya berat .
" Dhara , ayo Salim dulu . . " tegur Nadira lembut saat melihat ekspresi tegang yang di tunjukan Adhara . Perlahan Adhara melangkahkan kaki nya dengan menatap wajah-wajah yang terasa akrab bagi nya . Dan tatapan nya terhenti pada mommy yang sudah berkaca-kaca bersamaan dengan langkah Adhara yang terhenti . Tapi Adhara tetap diam dan terus menatap wanita paruh baya yang masih terlihat masih cantik yang tampak meneteskan airmata nya . Entah kenapa Adhara merasakan sesak di dada nya saat melihat tetes airmata yang terus mengalir di pipi wanita itu . Dan tanpa dia sadari , setetes airmata nya juga melintas di pipi Adhara yang memang sudah terasa panas . Adhara mengedipkan mata nya hingga beberapa tetes kembali berjatuhan . Adhara meraba wajah nya dan melihat jari nya basah .
" Airmata . ? kenapa aku ikut menangis dan merasa sakit melihat Tante ini menangis . ? " batin Adhara .
__ADS_1
Adhara kembali menatap wanita itu , dia terkejut melihat airmata nya yang semakin deras . Repleks Adhara mengangkat tangan nya dan menyeka airmata wanita itu .
" Don't cry , mom . please . . " ucap Adhara tanpa sadar mengucapkan kalimat yang biasa nya dia ucapkan kala mommy nya sedang sedih . Dia pun ikut terkejut setelah menyadari apa yang telah dia ucapkan secara repleks itu .
" Hiks ,hiks hiks . Hana. . huhuuu. . Jangan tinggalkan mommy lagi nak . .huhuuu . mommy gak sanggup hidup tanpa kamu , sayang . . !! " Raung mommy memeluk Adhara erat . Mendapat pelukkan mendadak dari mommy , bukan nya kaget Adhara malah membalas pelukan nya dengan erat . Dia membenamkan wajah nya ke pundak mommy dan memejamkan mata nya menikmati kehangatan pelukkan yang seakan telah lama tidak dia rasakan . Dia membuka mata nya saat merasakan pelukan lain dari berbagai sisi di sertai dengan isakan kecil . Dia menoleh dan melihat semua tuan rumah tengah memeluk nya .
" Hey , kalian membuat princess ku sesak . . ! Kata mommy melototi Daddy dan Devan yang ikut memeluk Adhara dari samping . Mereka terkekeh melihat sikap mommy yang tak berubah jika bersangkutan dengan Hana , mereka langsung melepaskan pelukkan mereka . Setelah Adhara merasa terbebas dari pelukan masal tadi , dia menoleh ke arah Daddy dan Devan yang masih berdiri di belakang nya . Adhara menatap mereka lekat .
" Sweetie . . " kata Daddy tersenyum dengan menatap Adhara penuh kerinduan .
" Sweetie . . ? " ulang Adhara merasa sangat akrab dengan panggilan itu .
" Sweetie . . " Kata-kata itu terus terngiang di benak Adhara .
" Hana , ini aku Devan . Aku kakak mu . . " kata Devan dengan kerinduan yang mendalam .
" Devan . ? " kata Adhara mengernyitkan ia nya mencoba mengingat sesuatu .
" Sudah jangan di paksakan . . . Ayo silahkan duduk . " Kata Daddy mempersilahkan tamu nya duduk . Adhara mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan . Dia tak merasa asing di tempat ini .
" Dhara , ayo duduk . gak sopan seperti itu. . . " kata Nadira .
" Ini rumah mu . Jadi bersikap lah seperti biasa . Ayo duduk disini . " kata mommy menepuk sofa di samping nya karena tak bisa menahan perasaan nya lagi .
" Rumah ku . ? " kata Adhara terlihat linglung .
" Benar , kamu adalah . .
oek oek oek . .
Perhatian mereka teralih pada seorang wanita muda yang menuruni tangga dengan tergesa-gesa sambil menggendong seorang bayi perempuan yang berumur kurang lebih 1 tahun yang menangis dengan kencang .
" Dev , Thalita demam lagi . Badan nya panas banget . " kata Bella panik tanpa menyadari ada orang lain di sana . Saat dia menoleh baru lah dia sadar jika di tengah di perhatikan .
" Maaf , saya tidak tahu kalau sedang ada tamu . maaf . . . . Hana . ?! " Bella terbelalak saat baru menyadari jika Adhara tengah menatap nya lekat .
" Kamu , , , siapa kamu ? kau sering masuk ke mimpi ku belakangan ini . . " kata Adhara bingung . Dia kembali teringat dengan mimpi yang sering melihat Bella yang sedang hamil .
" Aku , , , aku hiks . aku Bella ,Hana . . Aku kakak ipar mu . . Ini , lihat . hiks , ini keponakan mu . Maafkan aku , demi menyelamatkan kami kau mengorbankan diri mu hingga kau mengalami amnesia . . " kata Bella merasa bersalah .
__ADS_1
oek . .oek . oek . .
Belum sempat Adhara menanggapi ucapan Bella , Mereka menjadi panik saat Thalita menangis kejer . Adhara pun sontak menoleh bayi di gendongan Bella dan merasakan sebuah kehangatan di hati nya .
" Thalita , sayang . . kamu kenapa nak . ? mana yang sakit . . " kata Bella panik . Devan dan mommy pun bangkit hendak menghampiri Bella dan mencoba menenangkan Thalita . Mereka menggendong Thalita dengan bergantian sambil mencoba menenangkan nya . Tapi Thalita malah semakin kejer , melihat Thalita yang semakin menjerit . Perasaan Adhara merasa terpanggil untuk menggendong nya . Dia menghampiri Bella yang terlihat sudah menangis karena tertekan dengan jeritan bayi nya .
" Bella , boleh aku menggendong nya . ? " kata Adhara .
" Apa tidak merepotkan . ? " kata Bella . Adhara menggelengkan kepala nya . Bella mengangsurkan Thalita ke arah Adhara . Dengan hati-hati Adhara mengambil Thalita dari gendongan Bella dan menggendong nya .
" Thalita sayang . . kamu kenapa , , uum . . jangan nangis lagi ya , kasihan mama nya jadi sedih . cup cup sayang , jangan nangis ya . Ada anty di sini . . " kata Adhara mengoceh pada Thalita seraya mengayun pelan Thalita dalam pelukkan nya . Dia juga menepuk-nepuk punggung Lita dengan lembut yang dia sandarkan ke dada nya seraya bersenandung kecil . Perlahan tangisan bayi itu mereda hingga akhirnya benar-benar tenang . Dia tampak memejamkan mata nya dengan tenang dalam dekapan Adhara . Mereka akhirnya bisa bernafas lega , bahkan Bella terisak pelan melihat reaksi bayi nya saat dalam pelukan Adhara . Devan merangkul Bella untuk menenangkan nya .
" hiks hiks , ternyata Lita menangis karena ingin bertemu dan memeluk anty nya . . Hiks hiks . Ini semua salah ku , karena aku lemah , Hana mengorbankan diri nya untuk menyelamatkan aku dan Thalita hingga dia terpisah dari kita . . " lirih Bella dalam dekapan Devan .
" Ssst , sudah jangan di sesali . Hana sekarang sudah kita temukan . Dan sekarang kita akan mencoba untuk mengembalikan ingatan nya . Sudah jangan menangis . Lihat , Lita pun begitu menyukai anty nya . Ternyata ikatan batin mereka sangat kuat. . " kata Devan , Bella mengangguk setuju dengan ucapan Devan .
" kau lihat , tuan Winata , bahkan cucu kita bisa merasakan kehadiran anty nya . . " kata mommy menggoda suami nya . Dia merasa yakin jika Adhara memang putri kandung nya . Daddy tertawa pelan mendengar ocehan istrinya.
Faisal dan Nadira saling menatap cukup lama , dan pandangan mereka beralih pada Adhara yang masih sibuk mengayun Lita dalam dekapan nya .
Sementara itu , Adhara tersenyum menatap wajah Lita yang kini sudah tertidur pulas . Dia merasakan sesuatu yang tak bisa dia ungkapkan melalui kata-kata . Saat menggendong Lita , Adhara bisa merasakan suatu hubungan kasat mata dengan bayi itu .
" Hana , sini biar aku menidurkan Lita ke kamar . Kamu pasti capek habis perjalanan jauh . " kata Bella mengambil Lita pelan-pelan dari gendongan Adhara . Tapi baru saja terlepas dari dekapan Adhara , tiba-tiba Lita terbangun dan kembali menangis . Bella menimang Lita dan membujuknya agar tenang . Tapi Lita malah kembali menangis semakin kencang . Adhara mengambil kembali Lita dan memeluk nya . Seperti yang terjadi tadi , Lita kembali tenang saat dalam dekapan Adhara , mereka pun tertawa pelan melihat tingkah Lita yang terlihat manja pada Adhara.
" Tunjukan saja kamar nya , biar aku yang membawa Thalita . " kata Adhara . Bella pun menuntun Adhara ke kamar nya . Sesampai nya di kamar , Adhara menidurkan Lita ke box bayi dengan pelan . Setelah Lita benar-benar terlelap , dia pun beranjak dengan pelan .
" Terima kasih , Hana . Sepertinya Lita begitu merindukan mu sampai dia tidak ingin jauh dari anty nya . " kata Bella menatap Adhara lekat .
" Dari tadi kau memanggil ku dengan sebutan , Hana . Bisa kau jelaskan . ? " kata Adhara yang dari tadi begitu penasaran karena Bella terus memanggilnya Hana .
" Ya , kau adalah Hana . Anak kandung dari satria Winata dan Karisma Winata . Kau adik kandung dari suami ku , yaitu Devan Winata . Dan nama mu adalah Hana Zulfa Winata . " kata Bella . Adhara terdiam dengan tatapan kosong . Kesadaran nya kembali saat merasa sebuah sentuhan hangat di tangan nya . Dia menoleh ke tangan nya yang di genggam oleh Bella dan menatap Bella lekat.
" Kau hilang ingatan karena terjatuh ke jurang saat menyelamatkan ku yang tengah hamil Thalita dari musuh kakak mu . . Maafkan aku , karena aku , kau mengalami amnesia . " kata Bella penuh penyesalan . Adhara menatap lekat Bella .
" Mimpi itu sering muncul beberapa waktu belakangan ini . Dan aku akhirnya mengerti kalau itu bukan hanya mimpi , tapi potongan ingatan ku . . " kata Adhara . Dia menoleh Lita yang telah tertidur lelap .
" Ayo kita ke bawah . Sudah masuk waktu makan siang . " kata Bella . Mereka pun turun bersama . Saat mereka tiba di ruang tamu , tampak dua keluarga masih mengobrol santai . Saat tatapan Adhara tertuju pada seorang cowok yang tengah menatap nya , seketika Adhara kembali merasa kesal mengingat kejadian di toko coklat tadi .
" Elo , . . . . . .
__ADS_1
BERSAMBUNG