
Sudah 5 tahun Ahmad menjalani hubungan bersama pacarnya, Ahmad sudah tidak sabar ingin melamar gadis yang di cintai nya di sebuah restoran mewah yang ada di Jakarta. Ahmad sudah berpakaian rapi bak pangeran tampan mempesona.
Demi mempersiapkan kejutan ke pasangannya, dia sudah menyuruh pelayan untuk memasukkan cincin lamarannya ke dalam makanan pacar yang sangat di cintainya. Ahmad sudah mempersiapkan matang-matang termasuk dengan makanan kesukaan pacarnya dan musik yang di sukai agar dia lebih enjoy ketika menyantap makanannya.
Setelah persiapan sudah siap, dia pun menjemput pacarnya yang sedang berada di rumahnya. Setelah sampai ke rumah pacarnya, dia pun mempersilakan pacarnya untuk masuk. Setelah itu mereka berdua pergi ke restoran yang sudah di pesan. Setelah sampai di restoran, mereka berdua duduk di meja yang memang di sediakan untuk mereka.
"Tempatnya bagus ya sayang" puji Vera kepada Ahmad
"Iya sayang, aku sengaja pesan khusus buat kamu"
"Kamu baik banget, jadi makin sayang"
"Dan aku juga sudah memesan makanan yang kamu paling suka"
"Apa itu sayang?"
"Kita akan makan spagetti"
"Wow, kamu kok tau, aku suka banget spagetti"
"Tau dong, kamu kan pacar aku, masa' aku gak tau"
"Iya juga ya sayang"
Makanan pun sudah datang di meja mereka. Setelah pelayan itu pergi, musik pun di nyanyikan oleh penyanyi restoran itu.
"Sayang, lagu ini kan?"
"Iya bener sayang, lagu ini adalah lagu kenangan kita saat pertama kali pacaran"
"Kamu masih inget banget ya?" Vera sedikit tertawa
"Tau dong, masa' aku lupa sih"
Vera dan Ahmad pun melanjutkan makan mereka. Ahmad pun mulai memperhatikan Vera dan menunggu Vera merasakan sesuatu saat memakan makanannya. Namun anehnya dia belum berkomentar tentang apapun. Ahmad pun memanggil pelayan yang di suruhnya. Datanglah pelayan itu ke meja Ahmad.
"Mas, telingamu sini" Ahmad ingin berbisik kepada pelayan itu agar Vera tidak mendengarnya
__ADS_1
"Kamu bener gak masukinnya?"
"Bener mas, sudah saya masukkan di situ"
"Aduh...mati aku,,, pasti ketelen..." sambil menunjukan ekspresi gelisah
Ahmad pun menyuruh pelayan itu pergi. Dan Vera pun tiba-tiba bertanya kepada Ahmad.
"Sayang, ada apa?, Kenapa kamu tampak gelisah?"
"Gak sayang, gak ada apa-apa"
"Beneran gak ada apa-apa?"
"Iya beneran"
"Tadi kamu bicara apa ke pelayannya?"
"Tadi cuma bilang, makanan disini enak, nanti saya akan datang lagi"
Setelah lama mengobrol lalu tiba-tiba Vera batuk-batuk, tampak seperti ada yang sangkut di tenggorokanya.
"Sayang kamu gak apa-apa?"
"Sang.......uhuk.....uhuk....kut...?"
"Hah...sangkut...."
Ahmad pun buru-buru membantu Vera untuk mengeluarkan cincin dari tenggorokannya. Ahmad pun mencoba memukul dari belakang namun belum berhasil.
"Sayang, coba masukkan jari kamu di tenggorokan, biar kamu muntah jadi lebih nyaman ngeluarinnya"
"Uhuk.....uhuk.....ma...lu..."
"Baiklah, aku akan coba lagi memukul dari belakang"
Ahmad pun mencoba memukul kembali, namun tetap tak berhasil.
__ADS_1
"Sayang kita coba sekali lagi, tapi aku akan memukul lebih kuat, kamu siap?"
Vera menunjukkan isyarat ok dari tangan nya. Lalu Ahmad pun memukul untuk ketiga kalinya. Dan cincin itu pun keluar dari tenggorokan Vera dan jatuh di meja mereka.
"uhukk....uhukkk....uhukkk....hah..."
"Sayang kamu sudah baikkan?"
"Sudah sayang" Vera pun mengambil cincin yang di keluarkan tadi
"Sayang ini cincin siapa?"
"Itu cincin lamaran sayang"
"Kenapa bisa ada di makananku?"
"Biar suprise sayang...."
"Suprise dari mana sayang, lo hampir membunuh gue!!!"
"Gue gak tau akan jadi seperti ini"
"Lo tu memang selalu berfikir seperti itu, lo gak berfikir kalau tadi ada kesalahan, gue bisa aja mati tau gak?"
"Tau sayang, maafin gue..."
"Gak ada maaf lagi, lo sudah berkali-kali lakuin itu, kita sebaiknya sampai disini saja"
"Sayang jangan gitu, aku itu ingin melamar kamu"
"Aku nolak, mending aku pergi dari sini daripada aku di permalukan sama kamu"
"Sayang, jangan pergi..."
Vera pun pergi meninggalkan restoran itu. Ahmad pun terduduk lesu di kursinya. Tampak sekali dari wajahnya yang sangat kecewa akan rencana lamaran yang gagal. Ahmad pun lalu seketika mengingat masa-masa saat mereka berpacaran, saat kencan dan saat pertama kali ciuman.
Bersambung
__ADS_1