Salah Lamar

Salah Lamar
Season 2 (Kenyamanan)


__ADS_3

"Ayah, Mamah, check in 1 kamar aja yah. Bolehkan ayah, aku ingin tidur di peluk Mamah," ucap Emi.


"Emi, kamu sudah besar. Sudah lulus S1 masih manja aja dengan Mamah. Check in 2 kamar," protes Ramzi.


"Ayah setiap hari tidur dengan Mamah juga, sadis banget sih dengan putri semata wayangnya. Mah, aku mau tidur sama Mamah," rengek Emi di lengan Inayah. Inayah membelai kepala Emi.


"Iya sayang, boleh. Mamah juga kagen tidur sama kamu." Ramzi melotot ketika Inayah menyetujui permintaan Emi.


"Ayah, jika Emi sudah menikah. Dia tidak akan lagi tidur sama aku. Pasti suaminya ndak rela. Seperti kamu yang ndak bolehin aku tidur sama umma," ucap Inayah menyindir Ramzi. Emi memeletkan lidahnya ke arah Ramzi, Ramzi langsung mencubit pipi Emi. Kali ini Ramzi kalah dengan Emi, Inayah punya Emi malam ini. Dia tidak bisa memeluk tubuh Inayah ketika tidur.


Di dalam kamar hotel, Inayah dan Emi membuka hijabnya. Rambut Emi sudah panjang. Inayah tersenyum melihat Emi, karena parasnya semakin cantik dan ketika di buka jilbabnya kecantikannya semakin terpancar.


"Mamah kenapa tersenyum melihat aku?" tanya Emi.


"Kamu cantik, lebih cantik dari Mamah," ucap Inayah.


"Mamah waktu muda juga sangat cantik, aku melihat foto-foto Mamah terdahulu," ucap Emi.


Ramzi sudah merasa lelah, setelah ia mandi dan salat isya, ia langsung merebahkan tubuhnya di sofa karena ranjang hanya cukup berdua untuk Inayah dan Emi. Sedangkan Inayah dan Emi masih asik mengobrol tentang kesehariannya selama di kampus.


Inayah bertanya tentang Ahsan, Emi pun bercerita bahwa Ahsan memang sering mengatakan cinta kepadanya. Tapi Emi selalu menolaknya mentah-mentah karena Ahsan merupakan playboy kampus. Emi berpendapat, jika sebelum menikah sudah gonta ganti pacar, tidak setiap. Apalagi nanti setelah menikah. Karena hari mulai larut, akhirnya mereka tertidur, Emi memeluk Inayah sangat erat ketika tertidur.


Pukul 3 Inayah terbangun untuk melakukan salat malam, ternyata Emi sudah terlebih dahulu untuk bangun. Inayah mengucapkan syukur karena Emi tidak melupakan akan salat malamnya itu. Inayah membangunkan Ramzi untuk salat tahajud bersama, Emi tidak langsung tidur kembali karena ia tadarus terlebih dahulu. Inayah berdoa agar Emi mendapatkan jodoh yang seiman dan sekufu dengan dirinya.


Ramzi check out pukul 10 pagi, karena habis subuh mereka tidur kembali dan bangun pukul 9 pagi untuk membersihkan diri dan salat dhuha. Ketika mereka hendak check out, Emi di tegur oleh dosennya Bu Hasna.


"Emi, ternyata masih di Bandung," ucap Hasna.


"Iya Bu, soalnya kemarin dijalanan ada kecelakaan. Mamah saya menolong korban kecelakaan," ucap Emi. Hasna tersenyum mendengarkan Emi.


"Oh iya, perkenalkan ini putra saya," ucap Hasna. Putra Hasna mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tapi Emi menangkup kedua tangannya.


"Emi." Emi memperkenalkan namanya.


"Fadli." Putra Hasna menyebutkan namanya. Fadli tidak berkedip melihat Emi, karena parasnya yang cantik tidak kalah dengan arti-artis korea. Tapi kecantikan Emi bukan dari operasi plastik memang merupakan anugrah dari Allah.


"Bu Hasna," ucap Inayah karena ia dan Ramzi baru menyelesaikan pembayaran check outnya.


"Bu Inayah, Pak Ramzi, kebetulan yah kita bertemu di sini. Kalian sudah sarapan belum?" tanya Hasna.


"Kami be..." ucapan Ramzi langsung di potong oleh Emi.


"Kami sudah sarapan Bu dan ingin langsung berangkat. Terima kasih Bu atas tawarannya. Mari Bu Hasna dan Fadli kami pamit dulu, assalamu'alaikum," ucap Emi yang langsung menggandeng tangan Inayah dan Ramzi. Inayah paham, anaknya itu ada rasa tak nyaman berlama-lama. Ia pun langsung pamit ke Hasna.


"Wa'alaikumsalam," ucap Hasna.

__ADS_1


Setelah kepergian Emi, Fadli langsung berbicara dengan ibunya.


"Bu, mahasiswi Ibu yah. Cantik banget Bu. Kira-kira kalau aku jadikan pacar mau nggak yah. Bening banget Bu," ucap Fadli. Hasna langsung menjewer telinga anaknya itu.


"Pantas kamu nggak dapat jodoh, pikirannya pacaran bukan nikah. Tadinya Emi, Ibu mau jodohkan sama kamu tapi dia menolak. Belum ketemu saja sudah menolak. Hari ini ketemu kamu, kamu nggak jaga matamu, dia jadi ilfeel sama kamu. Emi keturunan kiai," ucap Hasna.


"Kalau aku di suruh menikah sama Emi, aku mau Bu. Lamarin Emi Bu buat aku," rengek Fadli.


***


Emi menghela nafasnya ketika sudah berada di mobil. Ramzi bertanya kenapa Emi tidak mau sarapan bersama dosennya padahal mereka belum sarapan. Emi menjawab Ramzi, karena dia tidak suka dengan putranya yang menatap dia dengan tajam seakan ingin menerkam dirinya, membuat hati Emi tidak nyaman dan ingin pergi secepatnya dari situ.


Ramzi pun tidak mau berkata apa-apa lagi, karena ia membebaskan putrinya untuk dekat atau menjauhi seseorang. Biasanya hati seorang muslim jika berdekatan dengan seseorang yang tidak sekufu dengan dirinya maka hati kecil akan berbicara dan menolak orang tersebut. 30 menit sudah di dalam mobil, Inayah menyuruh Ramzi untuk berhenti di restoran depan. Di Bandung banyak sate kelinci, Inayah ingin mencobanya karena Emi selalu bilang jika menelepon dia bahwa saya kelinci di Bandung sangat enak.


Selesai makan, mereka bergegas untuk melanjutkan perjalanannya. Tapi mobil mereka tidak mau menyala, Ramzi mencoba untuk melihat mesinnya padahal sebelum berangkat ke Bandung di servis terlebih dahulu. Hampir 1 jam lamanya Ramzi mencoba untuk membenarkan mobilnya, tapi nihil tidak menyalah.


Ada pengunjung yang sama-sama memakan sate kelinci di restoran yang sama. Ia melihat Ramzi yang kelelahan mencoba memperbaiki mobilnya. Ia menghampiri Ramzi.


"Pak, maaf saya lihat sejak tadi belum nyala juga mobilnya. Boleh saya bantu Bapak? kebetulan saya biasa bekerja di bengkel," ucap pemuda itu.


Ramzipun mempersilahkan pemuda itu untuk melihat mesin mobilnya. Tidak butuh waktu lama, hanya 10 menit mobil Ramzi hidup kembali.


"Alhamdulilah." Ramzi lega karena mobilnya hidup kembali.


"Nama saya Hasan Pak," jawab Hasan.


Ramzi ingin memberikan uang sebagai tanda terima kasih, tapi Hasan menolak dengan sangat sopan. Ketika melihat Emi, Hasan pun langsung menundukkan kepalanya dan tidak menatap Emi kembali.


"Nak Hasan mau ke mana?" tanya Ramzi.


"Saya mau pulang Pak ke Semarang. Ingin ke rumah nenek dan kakek saya di sana," ucap Hasan.


"Kamu bawa kendaraan?" tanya Ramzi.


"Saya naik angkot Pak," jawab Hasan.


Ramzi menawarkan untuk Hasan naik mobilnya sampai jalanan besar, setelah itu ia bisa langsung naik bis yang menuju Semarang. Hasan pun menyetujui tawaran dari Ramzi dan duduk di kursi depan sebelah Ramzi.


"Nak Hasan kuliah?" tanya Ramzi.


"Baru lulus Pak," jawab Hasan.


"Universitas mana?" tanya Ramzi kembali.


"ITB Pak ambil teknik mesin, saya mau buka bengkel. Nggak terus-terusan jadi pegawai bengkel terus," ucap Hasan.

__ADS_1


"Wah sama dengan putri saya. Putri saya baru lulus juga dari ITB jurusan arsitek. Bagus jika niat kamu seperti itu, anak muda memang harus wirausaha sendiri," ucap Ramzi.


Ramzi menjadi sangat senang ada teman untuk berbicara, karena Emi dan Inayah hanya berbicara tentang urusan wanita dan jika mereka tidak berbicara maka tidur.


"Terima kasih Pak atas tumpangannya. Mari Bu, Mbak. Assalamu'alaikum," ucap Hasan.


Emi langsung menurunkan kaca mobilnya dan berteriak ketika Hasan berjalan.


"Nama saya Emi, wa'alaikumsalam," teriak Emi, Hasan memberikan senyuman kepada Emi.


Inayah menatap Emi, "tadi ada orangnya ndak tanya, nyesel kan. Insha Allah, jika kalian berjodoh akan bertemu kembali," ucap Inayah meledek Emi.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Love dari author sekebon karet ❤💞💝


 

__ADS_1


__ADS_2