Salah Lamar

Salah Lamar
Kamu di mana?


__ADS_3

Pikiran Ramzi sudah semakin kacau, ia merasa sangat kehilangan kekasih halalnya. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi Ramzi saat ini hanya mengendarai mobil, mutar-mutar kota Cirebon. Ramzi menatap layar handphonenya, ia membuka galeri yang berisi foto-foto Inayah. Perih hati melihat wajah Inayah dalam foto.


"Sayang kamu di mana? Kenapa kamu tidak tanya aku ketika kamu melihat aku dengan Delisha duduk berdua. Sejak aku menyatakan cinta denganmu. Nama Delisha sudah terhapus di hatiku dan berganti menjadi namamu, sikapku denganmu itu adalah nyata bukan kepura-puraan. Kamu di mana Inayah, aku sangat merindukan mu," ucap Ramzi monolog.


Ramzi masih menjalankan mobilnya, ia memilih pulang ke pesantren. Terasa hampa karena Inayah tidak ada di sampingnya. Saat masuk kamar, ia makin teringat dengan Inayah. Kakinya terasa lemas ketika berada di dalam kamar.


"Kamu sedang apa sayang? sudah makan belum? Mas minta maaf, bukan maksud Mas untuk berbohong sama kamu. Mas sangat cinta sama kamu, kamu akan selalu menjadi istri Mas satu-satunya sampai jiwa Mas Allah ambil, Mas kangen belaian kamu, Mas tahu setiap malam kamu selalu mengelus rambut Mas yang sedang tidur tapi sebenarnya Mas ndak tidur. Mas dengar doa kamu ketika tahajud, kamu selalu mendoakan Mas, doamu agar hati Mas hanya milikmu 'kan. Allah sudah mengabulkan doamu sayang. Hati Mas hanya untuk kamu. Tapi kenapa, ketika Mas merasakan manisnya cinta yang Mas berikan ke kamu, kamu malah tinggalin Mas, ah kamu sayang jangan bercanda seperti ini. Sungguh candaan kamu gak lucu untuk meninggalkan Mas sendirian." Ramzi berbicara monolog ketika melihat foto pernikahannya dengan Inayah.


Ramzi memasuki kamar mandi, ia membersihkan dirinya sebelum tidur. Tubuhnya sudah terasa segar dengan air yang kena dengan kulitnya. Ia memakai handuk dengan melilitkan di bagian pinggangnya.


"Sayang, baju ganti Mas ma..." Ramzi menggantungkan kalimatnya, ia menitikkan. air mata.


Ramzi seperti orang gila ketika Inayah meninggalkannya. Rasa cintanya terasa sesak di dada, rasa rindunya menguras detak jantung menjadi berdebar karena emosi yang tidak melihat Inayah di kamarnya.


Ramzi duduk di atas ranjang, Ramzi memejamkan matanya ia membelai sperai ranjang.


'Wangi tubuhmu masih tercium sayang, semalam kamu menuntun aku ke atas awan bersama, ternyata itu caramu untuk memberi bekas kenangan sebelum kamu pergi, saat kubuka mataku kamu tahu? kutatap lekat wajahmu, wajahmu begitu cantik bagiku, nafasmu begitu hangat kurasa ketika deru nafasku menghembus di kulit wajahku, senyumku merekah melihat bidadari surgaku sedang tertidur. Ah kenangan itu yang kamu tinggalkan untukku,' batin Ramzi.


Ramzi merebahkan tubuhnya, ia memejamkan kedua bola matanya.


***


Pagi hari Ramzi sudah bersiap untuk menuju rumah sakit tempat Inayah bekerja. Semalam ia hanya tertidur 2 jam lamanya. Tepat pukul 8 pagi dia sudah berada di rumah sakit, ia langsung menuju ruang dirut rumah sakit.


"Assalamu'alaikum," ucap salam Ramzi.


"Waalaikumsalam," Dirut menjawab salam Ramzi.


"Maaf, saya suami dari dokter Inayah, saya mau menanyakan ke negara mana istri saya mendapatkan bea siswa dari rumah sakit ini?"


"Dokter Inayah, kami kirim ke Jepang. Ia mendapatkan bea siswa di sana," jawab Dirut.


"Jepang daerah mananya Pak dan universitas apa?" tanya Ramzi.

__ADS_1


"Maaf untuk itu saya tidak bisa memberitahu di mana dokter Inayah sekarang berada, karena itu permintaan dokter Inayah sendiri sebelum berangkat. Kami memberangkatkan 3 dokter yaitu dokter Azril, dokter Inayah, dan dokter Syifa," ucap Dirut.


Ramzi dadanya menjadi panas ketika mengetahui dokter Azril juga mendapatkan bea siswa itu.


"Saya suaminya Pak, saya berhak tahu di mana istri saya sekarang berada," teriak Ramzi.


"Anda jangan buat ribut di kantor saya, saya sudah membuat perjanjian kepada dokter Inayah dan sekali lagi saya katakan, saya tidak akan memberi info ke Anda tentang di mana dokter Inayah sekarang berada. Silahkan Anda keluar sekarang juga dari kantor saya," ucap Dirut.


"Saya tidak akan keluar, sampai Bapak memberitahu di mana istri saya berada!" teriak Ramzi.


Dirut memanggil satpam, dan Ramzi di paksa untuk keluar dari ruang Dirut rumah sakit.


Flash Back On


"Pak, saya akan terima bea siswa untuk S2 ke Jepang. Tapi ada 1 permintaan saya Pak, saya berjanji setelah selesai masa pendidikan saya di Jepang, saya akan mengabdi di rumah sakit ini dan tidak akan keluar dari rumah sakit ini," ucap Inayah.


"Apa permintaan Dokter Inayah?" tanya Dirut.


"Tolong jangan memberikan info kepada keluarga saya terutama suami saya di mana saya akan tinggal dan universitas mana saya akan belajar. Jika Bapak setuju, kita buat perjanjian hitam di atas putih bahwa rumah sakit ini mengikat saya dengan perjanjian yang saya buat hari ini, saya tidak akan bekerja di rumah sakit manapun tanpa izin dari rumah sakit ini," ucap Inayah tegas.


Flash back off


"Dokter Azril juga ke Jepan? artinya mereka berduaan? ndak...ndak..., Inayah masih istriku, istri sahku. Gak mungkin Inayah akan bersama dokter Azril, ahhhhh kenapa dengan dokter itu." Ramzi berteriak memukul setir mobilnya.


Tidak dapat informasi dari rumah sakit, Ramzi melajukan mobilnya menuju rumah Syifa, dia berpikir pasti suami Syifa tahu dimana istrinya mendapatkan bea siswa. Suami Syifa merupakan mantan murid abah Amar di pesantren.


Sesampainya di rumah Syifa, Ramzi memberi salam. Ia berdiri di pagar rumah sampai 20 menit sambil berteriak mengucapkan salam.


"Maaf Pak, cari siapa?" tanya Andi, Rt di kampung itu.


"Saya mencari Ahmad, Pak," jawab Ramzi.


"Wah pak Ahmad semalam sudah berangkat ke Jepang Pak untuk menyusul istrinya Dokter Syifa," ucap Andi.

__ADS_1


"Bapak tahu ndak, pak Ahmad itu pergi ke Jepangnya daerah mana?" tanya Ramzi.


"Wah, saya gak tahu Pak, pak Ahmad gak pernah ngomong," jawab Andi.


"Oh yah sudah Pak, saya permisi. Terima kasih atas infonya. Mari Pak," ucap Ramzi dengan sopan.


"Iya Pak sama-sama," ucap Andi.


Ramzi mengendarai mobilnya kembali.


"Sayang kamu di mana? apakah aku harus ke Jepang tanpa tahu daerah mana yang kamu tinggal saat ini? Kyoto, Osaka, Tokyo, Fukuoka, Hiroshima, Nagoya, Sapporo, Naha, kamu di mana Inayah? kamu gak berpaling dari aku 'kan, di sana kamu hanya belajar 'kan, bukan bersama dokter Azril, Ahhh kenapa dengan Dokter Azril yang mempunyai perasaan dengan istriku. Apakah Inayah akan kena rayuannya dan akan menikah dengan Dokter Azril? ah ndak...ndak..., ia ndak bisa menikah dengan Inayah karena Inayah masih istri sahku," ucap Ramzi monolog.


Sudah setengah hari Ramzi mencari info tentang Inayah, akan tetapi Ramzi tidak punya petunjuk akan keberadaan Inayah. Lelah tubuhnya, lelah perasaannya, lelah hatinya.


"Inayah...kamu di mana..." teriak Ramzi di dalam mobilnya.


Bersambung


***


Para reader jika kalian suka dengan tulisan saya. Banyakin komentar, komentar kalian itu membuat aku semangat.


jangan lupa juga like, SUBSCRIBE, dan Follow author.


Mampir juga di novelku yang lain



5 tahun menikah tanpa cinta


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)


__ADS_1


I love you sekebon dari Author


__ADS_2