Salah Lamar

Salah Lamar
Merasakan sakit Hati


__ADS_3

Kenzo menghanyutkan diam-diam, setelah pertemuan itu Kenzo selalu mengirim WhatsApp ke nomor Emi menanyai kabar Emi yang sedang kuliah meneruskan S2 nya di UI. Mulai sejak itu mereka pun Intens untuk berkomunikasi melalui WhatsApp.


Emi pun menerima Kenzo karena dia memang sudah kenal Kenzo sejak dia kecil. Kenzo pun jika berbicara melalui WhatsApp dengan bersikap sopan dan sewajarnya.


Kenzo \= ["Emi hari ini kamu libur kuliah? Kalau libur aku ke Depok ya. Bagaimana kalau kita makan malam bersama?"]


Emi \=["Memangnya kamu ndak jalan sama pasangan kamu? Ini kan malam minggu."]


Kenzo \=["Aku nggak punya pasangan ini, ini lagi usaha."]


Emi \=["Lalu kamu mau ngajak kencan aku?"]


Kenzo \=["Memangnya kamu mau jadi pacar aku?"]


Emi \=["Aku maunya langsung dilamar."]


Kenzo \=["Bercanda aja kamu ini ah, mau nggak? Kalau mau aku langsung ke Depok nih kerena lumayan perjalanan dari rumahku ke sana."]


"["Yah sudah aku tunggu jemputan kamu."]


Emi sekarang dekat dengan Kenzo, perasaan Kenzo yang sebenarnya itu tertarik dengan Emi. Tapi Emi menganggap Kenzo hanya sebagai teman karena Mamahnya dan juga Dina itu berteman sangat baik. Ketika Kenzo menanyakan ingin makan malam di mana Emi memilih makan malam di pinggir jalan. Ia memilih seafood yang berada di jalan di pinggir jalan, Kenzo mengerutkan keningnya karena dia tidak pernah makan di pinggir jalan seperti itu tapi Kenzo menuruti apa kemauan Emi.


"Makanlah Kenzo, enak loh. Memang kamu ndak pernah apa makan di pinggir jalan seperti ini?" tanya Emi.


"Pernah kok Emi sering malah sama dengan teman-teman tongkrongan aku." Padahal kenyataannya Kenzo tidak pernah makan di pinggir jalan, ia kumpul dengan teman-temannya di cafe.


Ketika Emi sedang makan dari kejauhan dia melihat sosok yang ia kenal. Ia pernah bertemu seseorang itu, dia ingat-ingat ternyata yang ia lihat itu adalah Hasan sosok lelaki ketika mobilnya mogok di Bandung Hasan yang menolong Ramzi. Emi pun langsung berdiri ia melangkahkan kakinya untuk mendekati Hasan tapi Emi melihat Hasan sedang merangkul perempuan. Parasnya cantik seperti paras mix orang Indonesia dan juga Arab. Emi memberhentikan langkahnya, ia berbalik badan dan kembali duduk lagi.


"Kenapa kamu Emi? Tadi lihat siapa?" tanya Kenzo.


"Ah tidak, tadi aku pikir aku melihat seorang yang aku kenal ternyata bukan," jawab Inayah.


"Emi seketika itu dia langsung diam dan meminta diantarkan kembali ke tempat kosnya.


"Nggak mau jalan-jalan lagi Emi? Ya kali kamu di kamar kos terus nggak enak tahu bosan," ucap Kenzo.


"Ndak Kenzo aku mau istirahat aja di kamar kosan," ucap Emi.

__ADS_1


Akhirnya dengan rasa kecewa Kenzo mengantarkan Emi untuk ke tempat kosnya Kenzo merasa ada perubahan dari Emi. Emi terlihat sedih setelah ia melihat seseorang yang dianggap kenalannya.


Emi menyukai Hasan, dari pandangan pertama. Tapi ia kecewa karena Hasan sudah mempunyai pasangan. Baru kali ini Emi merasakan sakit hati sebelum ia menyatakan perasaannya kepada Hasan. Biasanya Emi yang membuat patah hati laki-laki yang melamar dia. Berangkat dari rumah penuh harapan di terima lamarannya tapi kenyataannya ketika pulang para lelaki patah hati.


'Aku harus melupakan perasaanku ini kepada Hasan, karena ia sudah memiliki pasangan. Hasan merangkul wanita itu penuh kasih sayang. Wanita itu sangat cantik, parasnya mix Indonesia Arab. Ndak seperti aku paras jawa,' ucap batin Emi.


Ia tak sadar air matanya menetes di pipi. Emi langsung mengusap air matanya itu.


'Aku ndak boleh menangis karena seorang lelaki yang bukan jodohku,' gumam Emi.


Emi mencoba merebahkan tubuhnya, ia mencoba untuk memejamkan matanya. Susah payah dia memejamkan matanya untuk tidur karena wajah Hasan selalu terbayang-bayang. Emi pun tertidur, sampai ia melewatkan salat malamnya karena Emi tertidur sekitar pukul 2 pagi. Emi terbangun dan ia langsung mandi dan salat. Ia mengecek handphonenya banyak panggilan masuk karena semalam ia langsung mematikan handphonenya. Inayah menelepon Emi sudah 17 kali. Emi langsung menelepon Mamahnya.


"Assalamu'alaikum Mah."


"Waalaikumsalam, ya Allah Emi. Kamu buat mamah cemas."


"Maaf Mah."


"Loh, mata kamu kenapa? habis menangis kamu semalam. Kata tante Dina, semalam kamu makan malam dengan Kenzo. Apa Kenzo memperlakukanmu tidak sopan?"


"Ndak kok Mah, dia baik sama aku."


"Aku semalam melihat Hasan Mah, ia merangkul pundak wanita. Wanitanya sangat cantik."


"Hasan siapa?"


"Hasan yang tolong membenarkan mobil Ayah ketika di Bandung."


"Ya Allah, jadi benar kamu langsung menyukai Hasan pada pandangan pertama?"


Emi tidak menjawab, ia hanya menyeka air matanya yang menetes.


"Emi dengarkan Mamah, jika Hasan bukan jodohmu. Maka iklaskanlah."


Emi menganggukan kepalanya, setelah berbicara dengan Inayah. Emi merasa lebih lega. Ia harus menata hatinya agar jangan selalu mengingat cinta yang bertepuk sebelah tangan. Emi pun bergegas menuju kampus. Ketika ia sedang berjalan tak sengaja ia menabrak seseorang sehingga buku-buku yang Emi bawa terjatuh. Emi langsung mengambil bukunya dan orang yang di tabrak Emi ikut membantu Emi untuk mengambil bukunya.


"Maafkan saya ndak sengaja," ucap Emi, tanpa melihat wajah siapa yang ia tabrak.

__ADS_1


"Emi?" ucap lelaki yang di tampak Emi. Emi langsung menatap lelaki itu. Dirinya terkejut karena yang ia tabrak adalah Hasan. Hasan tersenyum kepada Emi, membuat pipi Emi merah karena melihat senyuman Hasan. Hasan memberikan buku-buku Emi yang jatuh.


"Terima kasih Hasan," ucap Emi.


"Kamu melanjutkan S2 di sini?" tanya Hasan.


"Iya, aku melanjutkan S2 di sini. Kamu?" tanya balik Emi.


"Iya, ini syarat dari Mamahku. Jika aku mau usaha mandiri, aku harus memutuskan S2 di sini," ucap Hasan.


Emi berdiri, ia hendak masuk ke gedung teknik.


"Kita masuk gedung teknik bareng yuk, aku ambil teknik mesin," ajak Hasan.


Emi hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Ia terus berkata kepada dirinya bahwa ia harus melupakan perasaannya kepada Hasan. Karena Hasan sudah mempunyai pasangan. Tapi jantung Emi ketika berdekatan dengan Hasan sangat berdebar.


"Hasan, boleh aku tahu nomormu?" tanya Emi. Tapi setelah Emi bertanya, ia mengutuk dirinya sendiri karena menanyai nomor Hasan. Hasan langsung memberikan nomornya dan Hasan pun bertanya nomor Emi. Mereka saling save nomor mereka.


"Ayahmu sehat?" tanya Hasan.


"Alhamdulilah sehat," jawab Emi.


Kring-kring


Hape Hasan berbunyi, ia langsung mengangkat teleponnya. Emi mendengarkan percakapan Hasan.


"Iya hari ini aku pulang, masakin menu yang enak yah. Spesial untuk aku."


Dalam hati Emi sangat sedih, karena ia berpikir Hasan sedang menelepon istrinya. Emi berpikir sudah fix bahwa Hasan, suami dari wanita yang ia lihat.


"Emi sudah sampai, itu gedung arsitek. Gedung teknik mesin masih sana lagi," ucap Hasan.


"Terima kasih Hasan, maaf hari ini aku menabrak kamu," ucap Emi.


Mereka berpisah, Hasan melambaikan tangannya dan tersenyum melambangkan perpisahan mereka hari ini.


Bersambung

__ADS_1


Baca novel terbaruku Yuk...


Karena Gendut suami buangku


__ADS_2