
Setelah mendekati hotel, Ahmad pun masuk ke pintu depan hotel untuk menurunkan kedua orang tua Ve. Setelah itu kedua orang tua Ve pun masuk ke dalam hotel bersama Ahmad lalu setelah masuk mereka di sambut oleh pelayan hotel. Namun entah kenapa penyambutannya terasa berbeda seperti kebanyakan hotel yang biasanya. Semua pelayan menuduk ke arah mereka lalu kedua orang tua Ve pun ikut menunduk ke pelayannya.
Ahmad kemudian berbisik ke ayah Ve dan bilang, "Jangan nunduk juga pak, disini hotelnya memang begitu jika menyambut tamu" ,ucap Ahmad.
Setelah itu kedua orang tua Ve pun pergi ke resepsionist untuk memesan 1 kamar hotel. Ayah Ve pun berbicara ke resepsionisnya, "Mbak, pesan 1 kamar untuk kami berdua?" ucap Ayah Ve.
"Maaf Pak, atas nama siapa ya?" tanya resepsionis yang berjaga.
"Atas nama Edward, mbak" ,ucap Pak Edward.
"Baiklah saya cek terlebih dahulu ya, namanya" ucap resepsionis itu sambil mengotak-atik komputernya mencari nama Edward.
Setelah ketemu, resepsionis ini pun bertanya kembali ke Pak Edward, "Ini kamarnya ternyata sudah bapak pesan dan sudah di bayar juga" ucap resepsionis itu.
Mendengar hal itu membuat ayah Ve bingung karena ayah Ve merasa belum ada memesan kamar di hotel ini sebelumnya, ayah Ve pun bertanya kembali ke resepsionis itu, "Kok bisa begitu mbak, kan saya belum memesan kamar", ucap Pak Edward.
__ADS_1
"Tapi di data komputer saya, bapak sudah memesan kamarnya", ucap resepsionis.
"Saya gak ada memesan mbak, mungkin itu Edward yang lain!", ucap Pak Edward yang mulai jengkel.
"Kalau bapak tidak percaya, silahkan bertanya kepada yang memesankan kamar untuk bapak!" ucap resepsionis.
"Memangnya siapa yang memesankan kamar untuk saya?" tanya Pak Edward.
"Orangnya ada di belakang bapak" ucap Pak Edward sambil sembari membalik badan dan melihat yang memesan kamar.
"Iya pak, Pak Ahmad yang memesan kamar disini karena beliau adalah pemilik hotel ini" ucap resepsionis.
"Apa!, tidak mungkin, dia bukankah hanya artis yang sering tampil di tv?" tanya Pak Edward.
"Iya, dia memang sering nampil cuma itu hanya sampingan saja, dia punya bisnis hotel dan sudah turun temurun dari kakek buyutnya" ucap resepsionis.
__ADS_1
"Kalo gitu, aku gak mau nginep di hotel ini, aku mau cari hotel yang lain" ,ucap Pak Edward.
"Pak mohon pak, beri saya kesempatan untuk buktikan bahwa saya layak menjadi menantu bapak" ,ucap Ahmad.
Ibu Ve pun mencoba membantu Ahmad untuk membujuk Pak Edward, "Sayang, dia sudah berusaha untuk dekat dengan kita, bukankah kita mesti memberinya kesempatan untuk lebih mengenalnya!" ucap Ibu Ve.
"Tapi bukan dengan uang juga, aku menilainya dari sikap dan aku merasa dia kurang tulus dengan Ve" ,ucap Pak Edward.
"Tenang saja, kamu percaya saja dengan Ahmad, dia gak bakalan ninggalin Ve", ucap Ibu Ve.
"Baiklah, aku akan menginap disini" ucap Pak Edward.
Setelah itu Pak Edward pun mengambil kunci dari resepsionis lalu pergi menaiki lift. Setelah naik lift, kedua orang tua Ve pun menunggu di dalam lift sambil berbicara ke Ahmad. Tak berapa lama, lift pun sudah mencapai lantai 8 dan kedua orang tua Ve pun turun lalu mencari kamarnya.
Bersambung
__ADS_1