Salah Lamar

Salah Lamar
Mengantar Ke Hotel


__ADS_3

Mendengar hal itu ayah Ve pun menangis karena terharu melihat anaknya yang sudah bisa berusaha dengan usahanya sendiri. Ayah Ve pun mendekat ke Ve dan memegang kedua bahu Ve lalu bilang, "Nak, maaf karena selama ini masih menganggap kamu sebagai anak kecil ternyata kamu sudah dewasa".


"Iya Pa, makasih telah merawat Ve dan relakan Ve untuk hidup bersama orang lain yang juga menyayangi Ve," ucap Ve.


"Siapa yang bilang papa akan restui kalian!!!", ucap ayah Ve.


"Terus ayah menangis tadi buat apa, bukannya ayah sudah setuju dan merelakanku untuk bersamanya?" tanya Ve.


"Ayah menangis karena usaha kamu dalam mencari pekerjaan bukan karena aku merelakan kalian menikah" ucap Ayah Ve menegaskan.


"Jadi ayah belum setuju dengan hubungan kami, padahal aku sudah mulai sayang sama dia" ucap Ve lalu pergi menghampiri Ahmad dan memegang tangannya.


Ayah Ve pun lalu menepis tangan Ve yang sedang berpegangan dengan Ahmad, "Jangan pegang dulu, ayah gak mengizinkan kamu karena ayah mau tau, siapa Ahmad sebenarnya", ucap Ayah Ve


"Dia itu orangnya baik ayah, gak pemarah, dan sangat menyayangiku" ucap Ve.

__ADS_1


"Itu menurut kamu, ayah kan belum melihat hal itu, makanya ayah datang sekalian mau mengenal Ahmad dan keluarganya", ucap Ayah Ve.


"Tapi yah", ucap Ve menyanggah.


"Gak ada tapi tapi", ucap Ayah Ve.


Setelah mendengar hal itu, Ve pun menyerah dengan kuputusan ayah Ve yang keras kepala itu. Ve pun membiarkan ayahnya untuk mengenal Ahmad, mungkin ini akan merubah pola pikirnya menjadi lebih baik lagi. Setelah itu Ahmad pun pamit kepada Ve dan kedua orang tuanya namun ketika Ahmad mau pergi, tiba-tiba ayah Ve pun memanggil Ahmad kembali. Ahmad pun kembali menghadap Ayah Ve dan Ibu Ve juga. Ayah Ve pun bertanya kepada Ahmad, "Hotel dekat sini penginapan sini ada gak?" tanya Ayah Ve.


"Ada, tapi lumayan jauh jadi kalau jalan kaki bisa kecapekan juga", ucap Ahmad.


"Kalo gitu, kamu bisa antar kami kesana!" ucap Ayah Ve.


Setelah itu Ve pun berniat untuk ikut mengantar orang tuanya namun tidak di perbolehkan sama ayahnya. Setelah itu Ahmad pun mengantar keluarga Ve ke hotel menggunakan mobil Ahmad. Ahmad pun tak lupa berpamitan dengan Ve. Setelah itu berangkatlah Ahmad menuju ke hotel yang tak jauh dari penginapan Ve. Selama perjalanan ayah Ve pun melontarkan pertanyaan ke Ahmad, "Kamu kenapa tidak membantunya tinggal ke tempat lebih baik?" tanya Ayah Ve.


"Sudah aku lakukan, namun dia gak mau karena menurut dia akan menghambur-hamburkan uang saya, mending patungan berdua agar tempat tinggalnya bisa jadi milik bersama", jawab Ahmad.

__ADS_1


"Tapi kan itu sama saja, tempat tinggal itu akan jadi rumah buat kalian juga", ucap ayah Ve.


"Iya, aku juga tidak mengerti kenapa dia bilang seperti itu", ucap Ahmad.


"Mungkin dia tidak ingin terlalu membebanimu, dia ingin membantu walaupun kamu lebih kaya dari dirinya", ucap ibunya Ve yang duduk di belakang mobil.


"Benar juga sih, dia itu terlalu baik", ucap Ahmad sambil tersenyum sendiri.


"Kenapa kamu senyum?, aku belum selesai bertanya", ucap ayah Ve yang duduk di sebelah Ahmad.


"Maaf Pa, saya memikirkan Ve" ucap Ahmad.


"Kenapa memanggilku pakai Pa, itu hanya anakku yang boleh memanggilku papa", ucap Ayah Ve.


"Maaf, kirain boleh, soalnya aku bingung mau manggil apa" ucap Ahmad.

__ADS_1


"Panggil saja Pak Edward" ucap ayah Ve.


Bersambung


__ADS_2