Salah Lamar

Salah Lamar
Season 2 (Kecelakaan di tengah Jalan)


__ADS_3

Emi sangat terkejut dengan ucapan dosennya, dia tak menyangka bahwa dirinya langsung dilamar oleh dosen yang telah membimbingnya untuk putranya. Tapi Emi masih belum memikirkan untuk menikah, ia ingin melanjutkan kuliah S2 tapi entah ingin meneruskan di mana, dengan sopan santun Emi menolak lamaran dari Bu Hasna.


"Maaf Bu, saya masih belum kepikiran untuk menikah. Saya ingin terus belajar lagi melanjutkan S2 saya," ucap Emi.


"Kamu lanjutkan lah di sini, saya akan merekrut kamu sebagai dosen muda," ucap Hasna.


Emi berpikir dengan cepat, ia tidak mau banyak berhutang budi oleh seseorang karena kebanyakan manusia bersifat jika berhutang budi maka dia harus membayar utang budi tersebut. Emi tidak mau memiliki hutang budi kepada seseorang, biarlah ia menuju kesuksesan dengan caranya sendiri. Seperti mamahnya yang mempunyai kesuksesan karena kepandaiannya.


"Maaf Bu, saya akan mendiskusikan lagi dengan keluarga saya. Sekali lagi saya mohon maaf atas kerendahan hati saya ini, saya belum bisa menerima taaruf siapapun karena saya belum kepikiran ke sana," ucap Emi dengan sopan.


"Baiklah Emi, saya hargai keputusan kamu. Saya harap kamu bisa kuliah di sini lagi, dan terima kasih Bu Inayah dan Pak Ramzi atas waktunya. Emi saya pamit dulu ya, ada keperluan lain lagi," ucap


"Oh iya Bu, saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu," ucap Inayah.


"Assalamu'alaikum," ucap Hasna.


"Wa'alaikumsalam," ucap Emi.


Inayah dan Ramzi pun bergegas meninggalkan restoran tersebut bersama Emi. Mereka berencana untuk pulang ke Cirebon karena Emi pun meminta untuk pulang ke sana. Dia sudah rindu dengan ummi, abi, umma dan abah yang menjadi kakek neneknya. Karena sudah 2 tahun Emi tidak pulang ke Cirebon.


"Kamu bener nggak memikirkan ta'aruf? barangkali kamu mau berkenalan terlebih dahulu, kamu tolak ndak apa-apa kok," ucap Inayah.


"Nggak Mah, yang kemarin aja CV yang Mamah kasih ke aku itu, aku nggak ada yang serek di hati. Aku masih belum memikirkan ta'aruf Mah," ucap Emi.


"Ya sudah kalau kamu mau seperti itu," ucap Inayah.


"Mah Haidir dan Haidar pulang juga nggak Mah? 'kan mereka juga sudah liburan semester," tanya Emi.


"Mereka belum bilang tuh, jadi Mamah belum tahu kabarnya Haidir dan Haidar? semalam sih mereka 'kan video call, cuman ndak membahas tentang pulang ke Cirebon," jawab Inayah.


Ramzi mengendarai mobilnya dengan perlahan. Mereka memang merencanakan langsung ke Cirebon, perjalanan dari Bandung ke Cirebon memakan waktu 7 jam lamanya. Riba-tiba Ramzi menginjak rem mendadak mobilnya. Sampai Emi dahinya kejedot dan membiru. Inayah langsung mengucapkan istighfar dan melihat keadaan putrinya.


"Ayah kenapa sih kamu? rem mendadak seperti itu. Emi dahinya jadi lebam ini," ucap Inayah protes.


"Maaf sayang itu di depan ada kecelakaan," ucap Ramzi.


"Kecelakaan apa Ayah?" tanya Inayah.


"Motor dengan motor Mah, tadi ada motor yang menyalip Mah lewat di depan aku. Makanya aku rem mendadak, tapi motor itu menabrak motor yang ada di depannya. Motor yang di tabrak bawa anak, itu Mah kasihan anaknya masih kecil sepertinya terluka Mah," ucap Ramzi.

__ADS_1


Inayah langsung keluar dari mobil karena mendengar ucapan Ramzi yang ada seorang anak kecil yang terluka karena kecelakaan. Dia langsung melihat ibu sang anak sedang menangis meratapi anaknya yang sudah tidak sadarkan diri, karena anak itu terluka cukup parah dibagian kepala karena mengeluarkan banyak darah. Inayah meminta Ramzi untuk membantu ibu itu untuk segera ke rumah sakit.


"Aku seorang dokter," teriak Inayah dan ibu itu pun langsung naik ke mobil Ramzi karena Inayah menyuruhnya. Ramzi langsung membalikkan mobilnya ke arah berlawanan.


"Emi di mana rumah sakit terdekat di sini?" tanya Inayah.


"15 menit dari sini Mah ada rumah sakit. Mamah lurus aja ke depan nanti ada rumah sakit, besar kok rumah sakitnya," ucap Emi.


"Mas langsung ke rumah sakit itu aja Mas," pinta Inayah.


Inayah setelah sampai di rumah sakit langsung mengurus anak tersebut, ternyata di rumah sakit sedang kekurangan dokter. Inayah berkata bahwa dirinya adalah seorang dokter bedah di daerah Cirebon. Ia menunjukkan kartu identitas, awalnya rumah sakit itu menolak karena Inayah tidak bekerja di rumah sakit tersebut karena takut akibat nanti jika pasien kenapa-napa rumah sakit inilah yang akan disalahkan.


Sang Ibu pun maju, dia membuat perjanjian tidak akan menuntut rumah sakit ini ketika anaknya tidak tertolong. Setidaknya ada usaha untuk menyelamatkan anak ini daripada menunggu dokter yang lama datang. Ibu tersebut melihat wajah Inayah yang memang sangat baik karena suara hati ibu itu juga merasa yakin bahwa Inayah bisa menolong anaknya tersebut.


Akhirnya dengan perjanjian hitam di atas putih oleh ibu sang anak dan rumah sakit maka operasi pun diselenggarakan. Inayah dibantu oleh seorang perawat dan dua dokter untuk melakukan operasi kepala anak itu. Kepala anak itu terbentur sehingga mengalami pendarahan. Inayah mengoperasi pendarahan di kepala anak itu dengan sangat hati-hati, dalam waktu 5 jam Inayah melakukan operasi akhirnya operasi itu berjalan sukses dan mereka di dalam mengucapkan syukur alhamdulillah karena berhasil mengoperasi sang anak.


Setelah operasi anak itu selesai datanglah dokter bedah rumah sakit, ia mengatakan jika telat sedikit untuk mengoperasi anak ini maka anak ini tidak akan selamat. Sang ibu yang mendengar hal itu langsung sujud syukur dan berterima kasih kepada Inayah. Sang Ibu langsung memeluk Inayah sangat erat bahkan Inayah membayarkan operasi anak itu. Kedua orang tua dari anak tersebut hanya mengeluarkan biaya untuk pengobatan anaknya setelah operasi.


"Dokter saya minta nomor dokte, nanti saya cicil uang operasi anak saya," ucap sang ibu.


"Ibu, tidak usah. Saya ikhlas kok membantu ibu," ucap Inayah.


"Saya tinggal di Cirebon Bu, dan saya praktik menjadi dokter di sana juga. Saya ke sini hanya menghadiri wisuda anak tertua saya," ucap Inayah.


"Saya tidak tahu, jika saya tidak bertemu dengan Bu Dokter di jalanan itu dan saya tidak menyangka kejadian ini," ucap sang Ibu.


"Dibalik suatu kejadian itu pasti ada hikmahnya kok Bu, kita tetap bersyukur karena anak Ibu bisa selamat dan tepat waktu dioperasi," ucap Inayah


Sang ibu meminta nomor telepon dan meminta alamat Inayah. Dia akan bersilaturahmi ke Cirebon ketika anaknya sudah sehat kembali. Inayah langsung menghampiri Ramzi dan Emi kembali. Akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di Bandung dan Check in ke hotel terdekat.


"Mamah keren banget Mah nyelamatin anak itu," ucap Emi bangga dengan Inayah.


"Hehehe Mamah ini dokter, memang seperti itu seorang dokter membantu siapapun yang kita temui ketika membutuhkan jasa Mamah," ucap Inayah.


"Aku makin mengidolakan Mamah kayaknya nih, Ayah Beruntung banget dapetin Mamah," ucap Emi.


"Mamah juga beruntung dapetin Ayah, karena Ayah sangat mencintai Mamah," ucap Inayah.


"Ih mau deh punya pasangan romantis seperti Mamah dan Ayah," ucap Emi.

__ADS_1


"Tadi katanya kamu ndak mau ta'aruf dulu," ucap Inayah.


"Iya karena Mamah berikan CV mereka ndak ada yang sreg di hati aku," ucap Emi


"Mamah doakan nanti pasangan kamu yang sangat mencintai kamu ya, seperti Ayahmu mencintai Mamah," ucap Inayah.


Ramzi hanya tersenyum mendengar percakapan istri dan putrinya.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Love dari author sekebon karet ❤💞💝

__ADS_1


 


__ADS_2