
Inayah membuat Emi tertidur, putrinya memang tidak boleh mendengar suara keras agar tidurnya nyenyak. Setelah minum ASI, Inayah menggendong Emi dengan posisi didirikan lalu pundaknya ditepuk agar putrinya bersendawa.
Jika sudah bersendawa, maka artinya Emi sudah kenyang. Emi mulai terlelap.
Inayah berbisik, "Mas, tolong."
Ramzi langsung menggendong Emi dan meletakkannya di box bayi.
"Kamu lelah yah ngurusin Emi selama ini sendirian?" tanya Ramzi.
"Gak Mas, karena Emi putriku yang berasal dari rahimku, aku tidak akan lelah untuk merawatnya," jawab Inayah.
"Terima kasih sudah melahirkannya dan merawat Emi dengan baik," ucap Ramzi.
"Ah itu sudah tugasku Mas, sebagai seorang ibu," ucap Inayah.
Ramzi mendekatkan wajahnya menuju wajah Inayah, seketika suasana menjadi hening hanya detakan jarum jam yang berbunyi di ruangan itu. Inayah memejamkan matanya ketika bibir Ramzi menyentuh bibirnya. Sentuhan yang sangat dirindukan oleh kedua pihak. Mereka mulai saling membalas, anggukan kepala mereka menandakan mereka sedang melepas rindu yang ada di dalam dada mereka. Ramzi melepas tautan bibirnya.
"Rasanya masih manis, aku merindukan saat ini. Saat aku menyentuhmu," ucap Ramzi.
"Jadi kamu hanya rindu dengan urusan ranjang bersamaku?" tanya Inayah.
"Tidak sayang, jangan salah paham. Aku rindu dengan semua apapun darimu. Rindu akan masakanmu, aku rindu diperhatikan olehmu, aku rindu suaramu ketika kamu memanggil aku 'Mas', aku rindu senyum manismu, semua yang ada pada dirimu aku merindukannya," ucap Ramzi.
"Boleh aku bertanya Mas?" tanya Inayah.
"Mau tanya apa sayang?" ucap Ramzi.
"Bagaimana kamu menahan sahhwatmu ketika aku tak ada? apakah kamu bermain solo?" tanya Inayah.
"Berkata apa kamu sayang, di Islam ndak boleh bermain solo karena itu berdosa, kalau istri sedang haid dan suami lagi kepengen. Maka pintar-pintar istrilah untuk memuaskan suami dengan tangannya. Tapi aku ndak akan menyuruh kamu menggunakan dengan mulut, karena sebelum air maani meluar ada cairan madzi yang dahulu keluar, air madzi itu najis maka jika tertelan itu gak boleh. Cara aku ketika ndak ada kamu yah dengan banyak beristigfar, berzikir. Memang stress sih, pusing kepala," ucap Ramzi tersenyum.
"Ya Allah kasian suamiku. maafkan aku yah," ucap Inayah sambil membelai pipi Ramzi.
"Sekarang aku boleh?" tanya Ramzi.
"Boleh Mas, tapi..." ucapan Inayah terpotong.
"Jangan mendessahh kencang-kencang nanti Emi terbangun, jadi gagal kalau Emi kebangun," ucap Inayah.
"Bukannya kamu yah yang suara manjanya lebih kencang," ucap Ramzi sambil mengedipkan matanya.
"Ih Mas Ramzi." Inayah memukul lengan Ramzi karena merasa malu.
__ADS_1
"Biar aku saja yang KB yah, jangan kamu yang KB. Kalau kita program untuk membuat adik Emi baru aku lepas KB nya," ucap Ramzi.
"Kamu ndak masalah, jika kamu yang KB? kebanyakan laki-laki ndak mau jika dirinya memakai KB, katanya ndak enak rasanya," tanya Inayah.
"Memang apa rasanya sayang? orang ini melakukan pakai perasaan kok bagiku yah enak-enak aja. Lagipula jika kamu yang KB nanti badan kamu menjadi gemuk, karena KB itu 'kan merusak hormon wanita, yah kamu pahamlah sebagai dokter. Kamu sudah mengandung, melahirkan dengan susah payah. Masa aku egois dengan merusak tubuh kamu dengan KB," ucap Ramzi.
Inayah langsung memeluk Ramzi dan mencium wajah Ramzi bertubi-tubuh.
"Terima kasih Mas, karena sudah menjadi suami pengertian. Bantu aku untuk ke kamar mandi, aku mau ambil wudhu, kita salat sunah dulu sebelum kita berlari ke atas awan," ucap Inayah dengan tersenyum berseri-seri.
Merekapun salat sunah dua rakaat terlebih dahulu, mereka tidak akan lupa akan doa-doa setiap step by stepnya.
(Untuk doa bersenggama kalian bisa baca novel 5 tahun menikah tanpa cinta Pada episode 65).
Mereka menahan suara desssahan agar tidak mengeluarkan suara manja terlalu keras. Karena mereka mencuri-curi waktu untuk berlari di atas awan. Nafas mereka saling sahut menyahut dengan udara terasa panas di satu ruangan. Keringan bercucuran melepas kerinduan yang terpendam selama ini. Inayah menggigit bibir bawahnya dan memejamkan mata agar tidak mengeluarkan suara manjanya terlalu keras ketika ada di puncak awan dan tidak lupa mengucapkan doa. Ramzipun menyusul setelah Inayah terlebih dahulu menaiki puncak awan, kini ia menyusul Inayah untuk bertemu di puncak awan dalam hati Ramzi pun berdoa.
Nafas mereka seperti habis lomba lari maraton, terasa sangat lelah. Ramzi mengecup pucuk kepala Inayah.
"Kakimu sakit sayang?" tanya Ramzi.
"Ndak Mas, kamu melakukannya sangat lembut dan hati-hati," jawab Inayah.
"Tunggu sebentar yah, setelah itu kita baru mandi. Aku akan bantu kamu mandi nanti. Aku ingin memelukmu terlebih dahulu ingin menghirup wangi keringatmu hasil dari lari kita ke atas awan," ucap Ramzi sambil mengecup punggung Inayah.
Setelah 10 menit Ramzi memeluk Inayah. Mereka membersihkan diri mereka. Ramzi membantu Inayah untuk mandi, begitu telatennya Ramzi memandikan Inayah. Setelah mereka selesai mandi wajib, Inayah di letakkan di atas ranjang setelah itu barulah Ramzi merebahkan tubuhnya di samping Inayah.
"Ternyata pergi ke atas awan di Jepang rasanya berbeda yah. Anggap ini honey moon kita. Di hari kamu pergi ke Jepang, aku membawa beberapa brosur untuk kita bulan madu. Aku ingin mengajak kamu liburan, ingin membuat hati kamu senang." Ucap Ramzi ketika memeluk Inayah di 1 ranjang.
"Maafkan aku Mas," ucap Inayah.
"Sudah ah kamu jangan minta maaf terus, ini kita lagi menjalankan bulan madu di Jepang. Kamu istirahat yah, pasti kamu lelah," ucap Ramzi.
"Terasa mimpi malam ini, bisa tidur dalam pelukan kamu Mas," ucap Inayah.
Ramzi memeluk Inayah dengan erat, Inayah memiringkan tubuhnya dan menenggelamkan wajahnya di dada Ramzi. Lengan Ramzi dijadikan bantalan kepala Inayah. Mereka tertidur pulas dengan saling berpelukan melepas rasa rindu.
Manis rasanya jika rasa saling pengertian, saling sayang dan saling ingin menyenangi pasangan masing-masing. Cobaan awal mereka membangun rumah tangga, tangisan Inayah awal -awal menikah terbayar sangat Indah. Allah memasangkan pasangan sekufu yang sama.
Apa itu sekufu?
Imam Syafi'i berpendapat bahwa sekufu artinya sepadan dalam empat hal yakni kesepadanan nasab, agama, strata sosial, dan pekerjaan.
Banyak kesamaan sebenarnya dari Inayah dan Ramzi yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
__ADS_1
***
Pagi mulai menyongsong di Kyoto Jepang. Ramzi menggendong Emi dengan kasih sayang. Ia tak henti mengecup rasa syukur mempunyai putri yang cantik.
"Cantik yah Mas putri kita, wajahnya mirip kamu. Aku ndak kedapatan, padahal aku yang mengandung 9 bulan," ucap Inayah.
"Hehehe bagus dong mirip aku, masa mirip tetangga. Lagi pula wajah suami kamu ini tampan 'kan?" tanya Ramzi.
"Iya aku akui kamu tampan, makanya aku terima khitbah kamu Mas, salah satu alasannya adalah wajah kamu yang tampan hahaha," tawa Inayah.
"Tapi lihat deh, hidung sama senyumnya seperti kamu. Wah kalau dewasa harus super jagain Emi nih dari lalat ijo yang ngejar," ucap Ramzi.
"Masa lalat ijo sih Mas, burung emas dong untuk si Emi," ucap Inayah.
"Di Jepang ndak ada lalat ijo kali yah, bersih banget soalnya. Comberan aja isinya ikan koi," ucap Ramzi.
"Hahahaha Mas Ramzi, jauh-jauh ke Jepang tanyain lalat ijo haduh Mas...Mas..." tawa Inayah.
Bersambung
✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)
Love dari author sekebon karet ❤
__ADS_1