
Inayah \= ["De, Mba akan telepon kamu pukul 1 siang yah, kalau di Jepang pukul 3."]
Isi DM Instagram
Delisha senangnya bukan main, sehabis salat subuh ia menceritakan semua kepada abah dan ummanya. Rasa lega di hati dirasakan oleh keluarga Kiai Amar, dan yang paling membuat mereka senang karena Inayah mempunyai bayi yang cantik. Delisha memperlihatkan foto-foto anak Inayah yang sudah Inayah kirim lewat DM instagram.
"Masya Allah, Abah cucu kita. Cantik seperti Inayah," ucap Umma.
"Mba kamu mau telepon pukul berapa tadi?" tanya Abah.
"Pukul 1 siang," jawab Delisha.
"Kabari Ramzi, suruh ia datang ke sini," titah Abah.
"Aku takut Abah, nanti Mba Ina marah sama aku lalu gak mau hubungin aku lagi, lalu hilang lagi," ucap Delisha.
Kiai Amar berpikir sebentar
"Bismilah, Abah yang tanggung jawab. Insha Allah Mba mu sudah membuka hatinya kembali. Mereka ada anak yang menjadi ikatan batin yang tidak bisa diputuskan," ucap Abah.
Dengan keraguan Delisha menelepon Ramzi.
Delisha \= ["Assalamu'alaikum."]
Ramzi \= ["Wa'alaikumsalam, ada apa anak kecil?"]
Delisha \=["Enak aja anak kecil, 1 minggu lagi aku mau menikah."]
Ramzi \= ["Tapi tetap aja anak kecil."]
Delisha \=["Terus aja bilang anak kecil, niatnya tadi aku mau kasih info tentang Mba Ina, yah sudah lah ndak jadi."]
Ramzi \=["Eh...tunggu, gitu aja kok marah adik ipar yang baik hati."]
Delisha \=["Idih langsung berubah, gak jadi deh Gus."]
Delisha mengerjai Ramzi.
Ramzi \= ["Aku minta maaf deh. Adik ipar, kakak ipar minta maaf yah."]
Delisha \=[" Hahaha.... formal banget. Nanti sebelum pukul 1 ke sini yah Gus, jangan sampai telat. Jika telat gak akan dapat info dari Mba Inayah."]
Ramzi \=["Infonya itu aja?"]
Delisha \=["Sudah jangan banyak tanya, ikuti aja. Jangan seperti umat Nabi Musa, banyak tanya."]
Ramzi \=["Baiklah, terima kasih adik ipar atas infonya."]
Delisha \= ["Sama- sama kakak ipar, Assalamu'alaikum."]
Ramzi \=["Wa'alaikumsalam."]
***
Selepas salat dzuhur, keluarga Kiai Amar berkumpul, wajah mereka tampak bahagia. Takdirlah yang membuat skenario ini. Gak ada yang bisa melawan takdir.
Ramzi datang, tanpa tahu Inayah akan menelepon. Delisha hanya bilang ada info mengenai Inayah, ada secercah harapan bisa bertemu dengan kekasih halalnya itu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum." ucap salam Ramzi.
"Waalaikumsalam, masuk Gus," Abah jawab salam.
Ramzi langsung masuk ke ruang keluarga, dia bingung kenapa berkumpul semua di ruang keluarga.
"Mari, duduk Gus. Mau minum apa?" tanya Umma.
"Apa aja Umma," jawab Ramzi.
Umma menyediakan es teh manis untuk Ramzi, karena cuaca di luar sedang panas.
"Terima kasih Umma," ucap Ramzi.
Umma hanya tersenyum kepada Ramzi dan berkata, "Tunggu sebentar, pukul 1 sebentar lagi."
Ramzi hanya tersenyum, karena dia tidak paham.
Kring kring
Handphone Delisha berbunyi ada panggilan video call, Delisha langsung mengangkat.
Delisha ["Assalamu'alaikum, ah...keponakan tante cantik banget"]
Umma dan Abah mendekati Delisha. Umma menangis ketika melihat wajah Inayah dan Emi cucunya yang berada di layar handphone.
Umma \=["Assalamu'alaikum Nak, kamu sehat?"]
Inayah ["Wa'alaikumsalam, aku sehat Umma. Umma, Abah maafkan aku. Aku sudah menjadi anak durhaka. Aku sangat menyesal. Saat itu aku menuruti egoku. Cemburu membutakan hati dan mataku."]
Inayah \=["Karena Inayah Umma dan Abah bersedih, tolong maafkan kesalahan Inayah."] Isakan tangis Inayah di balik telepon.
Abah \=["Sebelum kamu meminta maaf, kami sudah memaafkanmu Nak, kami hanya bisa berdoa untuk menjagamu di sana. Alhamdulilah doa kami terkabul. Ini cucu Abah dan Umma?"]
Ramzi mendengar suara yang ia sangat kenali, ia berjalan mendekati umma dan abah. Abah menyadari raut wajah bingung Ramzi. Abah memanggil Ramzi dengan melambaikan tangannya agar lebih mendekat. Ketika Inayah menjawab pertanyaan abah. Ramzi disuruh memegang handphone Delisha.
Inayah \=["Iya Abah, Umma ini...Mas Ramzi..."]
Inayah terkejut ketika melihat wajah suaminya, ia menangis dan tak bisa mengeluarkan kata-kata, seolah-olah mulutnya terkunci.
Ramzi \=["Inayah, benarkah ini kamu? aku sangat rindu."]
Inayah \= ["Aku juga sangat rindu kamu Mas. Aku istri yang durhaka, pergi tanpa pamit. Aku menyesal, maafkan aku Mas. Apakah kamu membenciku?"]
Ramzi\= ["Pertanyaan apa itu? aku membencimu? justru aku mencintaimu. Aku gila mencari info tentangmu, aku ndak mendapatkan info apapun tentangmu."]
Inayah \=["Benarkah kamu ndak membenciku dan kamu mau memaafkanku?"]
Ramzi \= ["Aku sangat Rindu kamu, aku ndak bisa membenci kamu. Itu yang kamu gendong anak siapa?"]
Inayah meneteskan air mata.
Inayah \= ["Ini anak kita Mas, buah cinta kita."]
Ramzi \=["Di...dia anakku?"]
Inayah \=["Iya Mas, ini putri kita, namanya Emi Bashira Elfathan. Aku ambil nama belakang namamu Mas, untuk putri kecil kita."]
__ADS_1
Ramzi \=["Ya Allah, aku ndak ada di sampingku ketika kamu hamil. Suami macam apa aku ini. Artinya ketika kamu pergi, kamu sudah hamil?"]
Inayah \=["Aku tahu hamil pas di Jepang, mungkin rasa egoku yang cemburu terhadap kamu dan Delisha karena hormon kehamilan yang sedang meningkat. Jadi perasaan aku labil, cepat marah. Ampuni aku Mas, Maafkan aku. Mas tolong buatkan aqidah untuk anak kita di Indonesia yah."]
Ramzi \=["Iya sayang, aku akan membuatkan aqidah untuk anak kita. Aku akan ke Jepang, aku rindu ingin memelukmu."]
Inayah \= ["Iya Mas aku juga kangen kamu. Astagfirullah, Mas di sini gempa..."]
Ramzi \=["Inayah... sayang...."]
Inayah tidak membalas video call lagi, Ramzi melihat Inayah sedang berlari dan berdoa
Allahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih."
("Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan yang Engkau kirimkan dengannya.")
Gambar di ponsel Inayah menjadi tidak jelas, hanya ada suara tangisan bayi dan tiba-tiba Inayah berteriak.
"Allahu Akbar..."
Video call terputus.
"Abah, Umma, di Jepang ada gempa. Tadi Inayah berlari dan anakku menangis. Abah bagaimana ini? Ya Allah jangan ambil istri dan anakku," ucap Ramzi lirih.
"Tenang Gus, kita berdoa agar Inayah dan anaknya dalam keadaan selamat. Kita ke rumah sakit tempat Inayah bekerja, kita bertanya di sana tentang para dokter yang mendapatkan bea siswa," ucap Abah.
"Delisha, telepon ustadz Indra. Para santri dia yang pimpin. kamu pimpin santriwati. Lakukan doa bersama untuk kakak dan keponakanmu. Umma tetap tenang yah...banyak berdoa, karena doa seorang ibu itu punya ikatan batin kepada anak. Insha Allah Inayah akan selamat. Abah yakin putri dan cucu kita selamat," ucap Abah.
Abah dan Ramzi pergi ke rumah sakit, agar bisa mendapatkan informasi mengenai gempa bumi di Jepang.
'Ya Allah, aku baru merasakan bahagia. Tolong jangan ambil istri dan anakku,' batin Ramzi.
Bersambung
✍ Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku.
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)
Love dari author sekebon karet ❤
__ADS_1