
Hari ini hari kedatangan orang tua Ve dari Australia. Ahmad dan Ve pun berangkat ke bandara untuk menunggu kedatangan orang tua Ve. Setelah sampai di bandara, Ahmad dan Ve pun turun dari mobil dan meninggalkan mobil di parkiran bandara. Setelah itu Ve dan Ahmad masuk ke dalam bandara sambil menunggu kedatangan orang tua Ve dari Australia. Setelah lama menunggu, telpon Ve pun berbunyi lalu Ve pun mengangkat telponnya. "Halo mother"
"Halo Vera, where are you?" tanya Ibu Ve
"I'm waiting you on outside the airport" jawab Ve
Setelah itu orang tua Ve dan juga Ve saling mencari satu sama lain. Setelah lama mencari, akhirnya Ve bertemu juga dengan orang tuanya. Ve pun langsung mematikan telponnya lalu berlari menghampiri orang tuanya. Setelah itu Ve langsung memeluk ibu kedua orang tuanya. Sementara Ahmad disitu menunggu mereka selesai berpelukan melepas rindu. Setelah kedua orang tua Ve dan Ve selesai berpelukan, Ve pun mengenalkan Ahmad kepada kedua orang tuanya.
Ahmad pun lalu mengenalkan dirinya dan bersalaman dengan kedua orang tua Ve, "Halo, my name is Ahmad, I'm future husband for Ve" ucap Ahmad
"Oh, you are nice person" jawab Ibu Ve
"Thank you, you all nice person too because for allowing me to be with Ve" ucap Ahmad
"Siapa yang mengizinkan?" celetuk Ayah Ve
"Maaf Pak, saya ceplas ceplos tadi" ucap Ahmad sambil menundukkan kepalanya
__ADS_1
Suasana pun mulai menjadi tegang karena sepertinya Ayah Ve belum mengizinkan anaknya untuk bersama Ahmad. Setelah itu Ahmad mengantar Ve dan keluarganya ke penginapan Ve. Sepanjang perjalanan menuju penginapan, Ayah Ve pun bertanya kepada Ahmad.
"Sudah berapa lama kalian kenalan?" tanya Ayah Ve
"Baru seminggu ini kami kenalan" ucap Ahmad dengan jujur
"Hah, baru seminggu sudah melamar anak saya, kalian itu harusnya saling mengenal selama 1 bulan baru bisa melamar" ucap Ayah Ve yang sepertinya kurang menerima
"Sudahlah pa, ini Ve yang menginginkannya, Ve mau cepat menikah" ucap Ve
"Saya sudah memutuskan pa, saya sudah ada rencana untuk masuk islam" ucap Ve
"Tapi nak, ini terlalu mendadak dan kamu tidak pernah memberitahu kabar ini kepada kami, padahal kalian sudah saling kenal selama seminggu ini?" ucap Ayah Ve yang memberi nasehat kepada Ve
"Maaf pa, itu memang salah Ve yang tidak memberitahu karena Ve takut papa akan marah sama Ve, tapi ini beneran keputusan Ve untuk menikah dengan Ahmad" ucap Ve
"Baiklah kalau itu memang mau kamu, tapi papa belum setuju jika belum bertemu dengan keluarga Ahmad juga" ucap Ayah Ve
__ADS_1
"Terima kasih Papa, kamu memang yang terbaik" ucap Ve
"Terima kasih Pa" celetuk Ahmad
"Kamu jangan panggil saya Papa juga, kamu itu masih calon" ucap Ayah Ve.
Ahmad pun lalu meminta maaf, "Maaf ya om dan tante".
Setelah sampai ke penginapan Ve, keluarga Ve begitu terkejut melihat lingkungan penginapan Ve yang kumuh dan seperti tak terurus. "Kamu beneran tinggal disini nak?" tanya Ayah Ve.
"Iya Pa, Ve belum punya pekerjaan yang layak makanya masih menginap di tempat yang murah seperti ini" ucap Ve.
"Kenapa kamu gak bilang ke papa nak, papa kan bisa mengirimkan kamu uang" ucap Ayah Ve
"Tidak Pa, Ve mau mandiri dan tidak mau uang dari papa dengan begitu Ve nanti bisa merasakan gimana susahnya mencari uang seperti yang papa kerjakan waktu di Australia" ucap Ve.
Bersambung
__ADS_1